Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 107


__ADS_3

Raffa tentu menolak mentah-mentah jika harus di pisahkan dari Vania ,meski hanya sementara. Remaja itu sampai berdiri sambil menatap Evan juga Satria.


"Om,aku mohon jangan pisahkan kami om,kek.... please" Mohon Raffa memelas


"Raffa , duduk ! Gak sopan " Tegur Yoga


"Maaf " lirih nya , Raffa pun kembali duduk di tempat nya


Satria menatap pada Rifki dan juga Yoga. Melihat Satria menatap mereka ,seolah kedua nya mengerti arti dari tatapan pria tua itu. Yoga dan Rifki saling menganggukkan kepala.


"Ok,kami tidak akan memisahkan kalian,jadi kalian tetap akan kami nikahkan. Tapi .... "Ucapan Satria terhenti membuat Raffa yang tadinya sempat tersenyum menjadi penasaran


"Tapi apa kek ?" Tanya nya


"Karena Vania belum cukup umur ,tante melarang kalian untuk tidur satu kamar. Kalian bisa tinggal di rumah kami atau di rumah orangtua mu,tapi dengan catatan kalian tidur di kamar terpisah " Cetus Ayu nampak nya ia keberatan jika mereka tidur satu kamara


Semua terkesiap mendengar nya ,dan menatap Ayu.


"Kenapa begitu ?" Tanya Nuri


"Walau bagaimanapun usia Vania belum cukup untuk menikah,aku tidak mau Vania nantinya hamil saat dirinya masih harus fokus sekolah " Ucap Ayu tegas


"Bener juga sih. Memang secara usia Vania masih dibawah umur untuk menikah " Gumam Aranta mengangguk


"Tapi sebenarnya kalian itu masih sangat muda untuk menikah. Masalah nya kita tidak tahu bagaimana kondisi kedepannya,setiap orang bisa berubah termasuk perasaan. Siapa yang tahu di masa yang akan datang Raffa atau pun Vania menemukan tambatan hati lain " Timpal Rifki


"Betul itu " Sambung Satria


Raffa terkesiap ,"Astaghfirullah,ya jangan lah " Cetus nya


"Biasa aja kali ,panik bener"Lirih Atha


"Atau begini saja,bagaimana jika pernikahan itu tetap terjadi tapi mereka tidak boleh saling bertemu apalagi tinggal satu atap.Meski begitu mereka masih bisa saling sapa jika seandainya tak sengaja bertemu di jalan. Hal itu untuk membuktikan seberapa besar rasa tanggung jawab mereka terhadap perasaan masing-masing, syukur-syukur mereka tetap berada di jalur yang benar ,namun jika salah satu atau keduanya tak bisa melewati ujian ini ,maka pernikahan batal "Cetus Rifki lagi


"Kakek ..." lirih Raffa nampak keberatan dengan ucapan sang kakek


"Tidak ada tawar menawar lagi. Kalian juga akan menikah akhir pekan bersama Lia dan Riki. Hanya saja kalian nikah siri sebelum nanti di sah kan sampai usia Vania cukup untuk menikah "Ujar Rifki tak bisa diganggu gugat


"Yaahh....nikah gantung dong " lirih Raffa lemas


"Hihihihi.....emang enak ! Kasihan....kasihan....kasihan ...." Ki Jamal nampak meledek nya

__ADS_1


"Awas ya om jin ,berani ledekin aku " Geram Raffa dalam hati nya ,ia menyipitkan mata pada Ki Jamal


"Nasib nikahi bocil "lirih nya pelan


"Hahahaha......" Semua nampak tertawa mendengar nya


Vania sendiri tak berkomentar apa-apa,gadis itu yakin apapun keputusan yang diambil memang sudah yang terbaik untuk nya.


Acara makan pun selesai, mereka kini tengah berbincang santai sambil menikmati minuman hangat yang dibuatkan bi Narti.


"Sayang, ini tidak apa-apa,sekarang sudah larut malam loh. Orang tua kamu pasti khawatir.Tante tidak enak,maaf ya bukan nya tante mau ngusir kamu, sebaiknya kamu pulang ya ,biar Atha yang antar pulang " Ucap Aranta


"Gak kok Tante,aku sudah bilang kalau aku mau menginap bersama Tante dan yang lain di sini " ujar Syakira


"Tapi mereka apa tidak melarang ,kamu anak gadis gak baik pulang larut malam apalagi sampai menginap "ucap Nuri ikut menimpali


"Enggak kok ,Tante dan nenek tenang saja ,mama dan papa cukup pengertian dan gak neko-neko,asal aku masih bisa berjalan di jalur yang benar mereka akan selalu mendukung apapun yang aku lakukan"


"Termasuk ngejar anak tante" Tambahnya dalam hati sambil mengulum senyum


Nuri dan Aranta saling tatap mendengar penjelasan Syakira.


"Bagaimana ada orangtua membiarkan anak nya pergi dari rumah sampai malam bahkan tidak pulang pun tidak dicari "Batin Aranta. Ia merasa miris apalagi ia juga seorang ibu. Jangankan pergi pulang malam ,hampir Maghrib anak-anak nya belum pulang,ia sudah ketar-ketir,dan khawatir bukan main.


"Begitu ya,kalau gitu hebat juga ya orangtua kamu " Ucap Nuri ,Syakira hanya bisa tersenyum


Sesaat kemudian, tiba-tiba dari kejauhan nampak bola merah menyala melayang terbang. Semakin lama semakin membesar dan terbang menuju tempat dimana keluarga Nuri berada. Padahal saat ini mereka hendak masuk ke dalam villa untuk beristirahat karena malam sudah semakin larut ,namun Vania yang melihat benda itu pertama pun nampak terkejut ,sampai ia pun memberi tahu yang lain nya.


"Astaghfirullah,itu apa Tante ?" Tanya nya pada Nuari ,sebab Nuari yang saat ini ada di dekat nya


Tak hanya Nuari ,yang lain pun ikut menoleh ,semua orang nampak menerka dengan benda apa yang melayang merah menyala tersebut.


"Itu bola api !" Seru Aranta membelalakan mata


"Ya tuhan ...." Lirih Ayu takut


"Semua nya ,cepat berlindung cari tempat yang sekiranya aman takut nya benda itu akan melukai kalian "Perintah Rifki


Akan tetapi Syakira maju dan mengangkat tangan kanan nya ke arah benda tersebut.


Dan seketika

__ADS_1


 DUAAARRRRR'


Benda yang merupakan bola api tersebut meledak tepat di atas kepala mereka ,namun ada yang aneh dan unik dari ledakan tersebut,hal itu pun membuat mereka terbengong-bengong sampai takjub melihatnya.


"Wuaaahhhh......indah nya " Gumam Vania takjub


"Masha Allah....."


"Keren ...."


Mereka semua hampir tak bisa berkata-kata melihat cahaya merah yang bertaburan di langit mirip seperti kembang api.


"Bagaimana kamu bisa melakukan nya ?" Tanya Atha pada Syakira,namun gadis itu malah tersenyum


"Masih ada lagi " Ucap nya


"Mana ?" Tanya Rifki sambil menatap langit malam yang bertaburan bintang


Di detik berikut nya muncul sebuah cahaya kuning berkelap-kelip mirip kunang-kunang nampak berputar-putar di atas mereka ,tak lama kemudian muncul cahaya yang sama dalam jumlah yang banyak. Cahaya-cahaya tersebut mengikuti cahaya sebelum nya yang berputar-putar.


"Waahhh....itu seperti kunang-kunang deh,tapi kok banyak gitu "Seru Lia


"Masa sih kunang-kunang?" Tanya Raffa


"Sayang ,itu apa ?" Tanya Ayu pada Evan


"Aku juga gak tahu sayang , seperti nya bener kata Lia,kalau itu kunang-kunang" Jawab nya


"Itu memang kunang-kunang " Ucap Nuari


"Ada apa dengan kunang-kunang itu ? Kenapa mereka berputar-putar seperti itu ? Apa jangan-jangan itu suatu pertanda akan terjadi sesuatu?" Tanya Satria


Semua nampak hening ,tak ada yang menyahuti pertanyaan beruntun dari Satria. Sampai di saat semua kunang-kunang itu bergerak tak beraturan semua menyimak tak berkedip. Kunang-kunang itu berterbangan kesana kemari dan membentuk formasi huruf dan bersusun hingga menjadi kata-kata yang bisa mereka baca secara jelas.


"Wauuw....Daebak ! Gumam Vania ,namun seketika kening nya berkerut ketika untaian kata itu menjadi sebuah kalimat,semua yang melihat nya pun nampak membelalakan mata ,namun berbeda dengan yang terjadi pada Syakira. Gadis itu nampak tersenyum puas karena apa yang dilakukan para kunang-kunang tersebut sesuai dengan apa yang ia perintahkan


I LOVE YOU


WILL YOU BE SOMEONE SPECIAL IN MY LIFE ?


ATHALLA AARAF GHIFARI

__ADS_1


Deg'


Bersambung....


__ADS_2