Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 100


__ADS_3

Kejadian sebelum nya


Ketika Nuri dan Rifki sedang mengenang masa-masa pertemuan mereka , tiba-tiba sebuah papan reklame terlihat hendak jatuh ,sontak Nuri terkejut dan berteriak.


"Astaghfirullah,...MASSS ...AWASSS....!"


Rifki pun menginjak rem, tepat saat itu Wowo pun ikut menghentikan laju mobil dengan menahan nya dari depan. Bertepatan dengan itu nampak sekelebatan seseorang bergerak cepat ke bawah papan reklame dan menahan nya agar tak jatuh menimpa mobil-mobil lain di depan mobil Nuri ,hingga mobil-mobil tersebut menjauh barulah sosok itu menjatuhkan papan reklame tersebut.


Brakkk'


Kejadian tersebut sangatlah singkat hingga siapapun tak akan menyadari kehadiran sosok itu termasuk Nuri. Jatuhnya papan reklame itu membuat jalanan menjadi macet ,karena hal tersebut lah membuat kedatangan Lia dan keluarga terlambat lebih dari satu jam.


***


Sebelum membahas masalah yang menyangkut masa depan putri nya,Gibran mengajak mereka yang di sana menyantap makanan terlebih dahulu. Diam-diam mata Riki terus melirik pada Lia,sementara gadis itu semakin salah tingkah dibuat nya.


"Masya Allah,malam ini dia terlihat sangat cantik dan anggun" Puji Riki dalam hati nya


"Oh my God, pak Riki kenapa lirik-lirik aku terus sih " Jerit Lia membatin


"Ekhem " Rifki berdehem karena tak sengaja melihat gerak-gerik keduanya


Mendengar suara deheman kakek nya,Lia tiba-tiba saja terperanjat sampai-sampai sendok yang berada di tangan nya terjatuh.


"Maaf " Lirih nya lalu membungkuk hendak mengambil sendok nya


Akan tetapi ketika tangan nya hendak meraih sendok tersebut sebuah tangan berlumuran darah menyentuh lengan nya.


"Aakkhh "Pekik nya terkejut


Duk'


"Aduh " lirih Lia lalu berdiri mengusap kepala nya yang terantuk meja


Mereka semua terkejut.


"Kenapa kamu ?" Tanya Nuari


"Itu.... " Lia menunjuk sosok mengerikan berdiri di belakang Nuri ,semua nya ikut menoleh termasuk Nuri


" Wo,tolong amankan " Pinta Nuri membatin pada Wowo


"Wokeh "sahut Wowo segera menjalankan perintah


Riki dan Arin nampak saling pandang ,mereka tak mengerti dengan apa yang terjadi.


"Ekhem.... Lia ayo duduk lagi nak " Ucap Rifki


"Iya kek" Lia pun kembali duduk di tempat nya


Mereka pun kembali menikmati hidangan setelah sedikit kerusuhan yang terjadi akibat ulah Lia.


Hingga tak terasa makanan mereka habis tak tersisa.Riki kemudian membuka suara.


"Maaf , sebelumnya saya mau berterima kasih karena anda sekeluarga sudah berkenan untuk bertemu kami,maksud saya ...." Mendadak Riki jadi gugup dan kehilangan kata-kata karena ditatap oleh seluruh anggota keluarga Lia

__ADS_1


"Langsung saja. Bicara santai,saja tak usah terlalu formal ,kita kan bukan sedang bekerja" Cetus Gibran


"Eh,i ..iya " Ucap Riki


"Duh,aku kok jadi bingung ini mau ngomong apa "Batin Riki gugup


"Jadi,kamu beneran serius terhadap putri kami?" Tanya Aranta


"Iya,Tante " Tanya Riki


"Nenek nya saja terlihat seperti mama nya ,apalagi mama nya malah terlihat seperti kakak nya " Batin Arin memperhatikan Nuri , Aranta,dan Lia bergantian


"Apa yang membuat kamu menyukai putri ku?" Tanya Gibran


"Nah loh,pak ...jawab tuh " lirih Atha bergumam


"Banyak om " Jawab Riki gugup


"Salah satunya ?" Tanya Rifki menimpali


"Cantik " Jawab Riki cepat ,ia yang saat ini sedang dalam mode grogi pun tak bisa memikirkan jawaban lain selain kata cantik ,sesuai yang ia lihat saat pertama kali melihat Lia


"Ya, kami tahu , Lia memang cantik. Tapi apa ada alasan lain hingga kamu menyukai nya?" Tanya Gibran lagi


"Banyak om " Jawab Riki ,lalu pria itu menghela nafas agar diri nya sedikit merasa tenang


"Banyak ya. Kalau begitu coba sebutkan !" Pinta Rifki ,Lia yang mendengar nya pun tersipu dan girang bukan kepalang ,jika saja ia tak ingat di sana banyak orang , sudah pasti ia ingin salto saat itu juga,kaki nya bahkan sudah tak bisa diam dari tadi


Apa yang dirasakan Lia nampak berbanding terbalik dengan Riki. Pasalnya ia tengah merasa nervous dan tidak percaya diri.


Di meja lain nampak Ferro yang tengah melayani pengunjung lain melirik sinis pada Riki. Setelah selesai ia kembali ke pantry untuk membawakan pesanan lain. Akan tetapi ia meminta teman nya untuk menggantikan tugas nya ,karena ia beralasan ingin ke toilet.


Setelah dirasa situasi aman ,ia menyiapkan beberapa minuman,namun beberapa saat kemudian ia merogoh saku celana nya. Dengan sedikit celingukan ia memasukan cairan berwarna bening ke dalam salah satu minuman.


"Semoga cewek nya yang minum minuman ini. Dengan begitu dia bisa merasakan kehilangan seperti aku yang sudah kehilangan semua harta benda ku " gumam nya pelan sambil mengaduk minuman tersebut dengan sedotan


"Tapi , kalau dia yang minum pun tak masalah. Anggap saja aku membantunya pergi dengan mudah ke neraka,hahaha....."Ferro tertawa puas dalam hati nya ,ia percaya rencana nya akan berhasil


"Jo,ini tolong kamu antarkan ke meja yang itu ya,aku kebelet nih ,tapi yang ini kamu kasih ke cewek muda itu" Pinta Ferro pada salah satu teman kerja nya


"Kenapa yang ini harus dikasih ke cewek itu ? Memang nya udah ada sesuatu di dalam nya ?" " Tanya nya


Ferro terkesiap karena tebakan teman nya memang benar adanya,"Sesuatu apa maksud kamu ?" Sentak nya tertahan


"Ya ,...apa kek ,cincin atau kejutan lain nya mungkin. Tapi seperti nya tidak ada cincin " ucap teman nya lagi


"Udah,jangan banyak tanya. Sana kasih saja. Awas kalau sampai salah " Ucap Ferro sedikit membentak


"Dih,biasa aja kali " Teman nya pun akhirnya membawa beberapa minuman itu ke meja dimana Riki dan keluarga Lia berada


"Maaf,ini minuman nya " Ucap nya


Mereka semua saling lirik. "Loh,siapa yang pesan minuman ? Ini kan udah ada " Tanya Rifki


"Apa ada yang pesan ?" Tanya Gibran

__ADS_1


Mereka semua menggeleng kompak.Namun tiba-tiba Gibran mengepalkan tangan nya saat melihat bayangan tangan seseorang yang memasukan sebuah cairan ke salah satu minuman.


"Siapa yang nyuruh kamu ?" Tanya Gibran pada pelayan itu


"Itu,tadi teman saya tuan "Jawab pelayanan itu jujur


"Memang nya kenapa pah?" Tanya Atha


"Gak,bukan apa-apa" Sahut Gibran ,ia tak ingin anak-anak nya merasa terkejut dengan penglihatan nya


"Kalau gitu makasih ya mas " Ucap Lia meraih minuman yang memang di siapkan untuk nya


Gibran terkesiap dan hendak merebut nya ,akan tetapi Lia keburu meminum nya.


"SAYANG JANGAN !" teriak Gibran panik ,namun di saat bersamaan tiba-tiba seorang perempuan datang menyenggol tangan Lia hingga gelas yang baru menempel di bibir nya terjatuh dan pecah


Prannggh'


Semua nya terkejut dan menatap pada gadis tersebut yang malah tersenyum manis pada Atha.


"Syakira " Ucap Atha


"Hai " Ucap nya melambai kan tangan pada Atha


"Maaf ,sudah membuat kalian terkejut,tadi aku lihat di air nya ada rambut nya,aku mau bilang tapi takut keburu diminum,jadinya aku buat jatuh saja gelas nya " Cengir nya


"Masa sih ,ada rambut. Kok aku gak lihat " tanya Lia pelan


"Selamat malam Kek " Sapa Syakira pada Rifki


"Selamat malam. Kamu ... adik nya El Vando kan ,putri dari pak Vano ?" Tanya Rifki


"Iya kek ,maaf sudah menganggu " Ucap Syakira lirih


"Oh,tidak kok. Tidak ganggu. Kamu sama siapa ke sini?" Tanya Rifki


"Tadi aku bareng kak El,tapi tadi kak El ada urusan mendadak ,jadinya aku ditinggal dulu " Jawab nya


"Kalau gitu kamu gabung saja bareng kami ,biar tambah rame " Ajak Nuri


"Ah,iya. Makasih nek,tapi apa tidak akan menangganggu " Tanya Syakira


"Tentu saja tidak ,ayo sini " Nuri menarik satu kursi yang kosong dari meja lain


"Jadi kalian udah saling kenal ?" Tanya Rifki melihat pada Atha juga Syakira


"Iya kek "Jawab mereka barengan


Gibran membisik kan sesuatu pada Rifki. Pria itu nampak terkejut namun ia berusaha menutupi nya. Tak lama terlihat Rifki mengetikan sesuatu pada ponsel nya.


"Apa yang akan papa lakukan pada nya ?" Tanya Gibran berbisik


"Apa pun itu ,yang jelas papa akan membuat nya menyesal karena sudah berusaha mencelakai cucu papa " Bisik Rifki


Ferro sendiri sudah pergi meninggalkan restoran itu. Ia yakin dirinya akan langsung di curigai ketika Lia yang ia targetkan menghembus kan nafas terakhir nya akibat meminum racun yang ia berikan pada minuman tadi. Tanpa ia tahu jika rencana nya sudah gagal dan ia sendiri sadari kini sedang dalam masalah karena orang suruhan Rifki sudah mulai bergerak mengikuti nya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2