Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 44


__ADS_3

Evan yang tengah memantau jalan nya pemindahan para satwa ke kandang khusus mendengar suara ponsel nya berbunyi ,ia pun segera mengangkat nya karena perasaan nya tiba-tiba tidak enak apalagi nama Satria sang mertua tertera di sana.


"Assalamualaikum ayah " Ucap nya namun tiba-tiba tubuh nya membeku


"baiklah aku ke sana sekarang "


Setelag sambungan telpon terputus,Evan segera berpamitan pada Nuari,Susan dan Wildan.


"Semoga semuanya lancar ,nanti aku nyusul kalau di sini sudah selesai" Ucap Nuari setelah Evan memberitahu jika Ayu akan melahirkan


"Iya ,makasih " Evan tak bisa banyak bicara ,fikiran nya sudah kalut ,meski Satria tidak menceritakan tentang kondisi Ayu sebenarnya,ia yang tahu riwayat kehamilan istri nya itu pun merasa was-was. Ia takut terjadi sesuatu terhadap istri dan bayi nya.


Tanpa berlama-lama Evan pun segera pergi.


"Memang hubungan dokter Nuari dengan dokter Evan itu seperti apa sih ? Maaf ya dok ,soal nya banyak gosip tak enak tentang kalian kami jadi kepo " Ucap Susan tak enak hati namun ia penasaran


"Gosip apa ?" Tanya Nuari seakan ia tak tahu


"Hm....itu dok ,tentang ..."


"Perselingkuhan "potong Nuari yang langsung diangguki Susan ,sementara Wildan hanya menjadi pendengar


"Dulu kita belajar di fakultas yang sama jurusan yang sama pula,aku sebagai junior dan Evan sebagai senior ku. Awal nya kami bersikap biasa saja tak saling sapa tapi karena keseringan kami berada di tempat yang sama dengan agenda dan acara yang sama terus akhirnya kami jadi dekat. Hubungan kita sudah melebihi seorang sahabat ,bahkan aku sudah menganggap nya kakak,begitupun sebaliknya. Hanya itu saja "Tutur Nuari tak menjelaskan yang sebenarnya,jika dulu Evan pernah berusaha mendapat kan hati nya


"Oh gitu ,maaf kami jadi berfikiran yang bukan-bukan karena ikut terpengaruh gosip itu "lirih Susan menyesal


"Loh aku enggak ya,kamu aja kali " Sergah Wildan tak terima jika dirinya ikut dibawa-bawa


"Kan kamu juga pernah ikut dalam gosip itu " Ucap Susan


"Eh enggak ya,mana ada. Aku hanya diam kalian cewek-cewek yang tukang gosip " Sahut Wildan


"Tapi kan tetap saja kamu juga ada saat aku dan yang lain pada gosip " Ucap Susan lagi


"Hey ! Sudah-sudah kenapa malah jadi ribut ? Iya,tak apa-apa,aku juga sama sekali tak ingin mempermasalahkan gosip itu kok " Ucap Nuari melerai kedua nya


Sementara itu Evan sudah sampai di rumah sakit. Pria itu segera menuju tempat operasi dimana istri nya sedang berjuang demi kelahiran sang buah hati.


"Assalamualaikum ayah " Ucap Evan saat tiba di sana


"Waalaikum salam , syukurlah kamu cepat sampai. Maaf jika ayah sudah lancang menandatangani berkas persetujuan agar Ayu bisa cepat ditangani,menunggu kedatangan mu takut Ayu dan bayi nya kenapa-kenapa karena terlalu lama menunggu " Ucap Satria tak enak hati. Ia sadar saat ini Ayu sudah bukan tanggung jawab nya lagi,melainkan tanggung jawab Evan suami nya. Dan seharusnya Evan sebagai suami lah yang menandatangani berkas tersebut


"Iya ayah ,tidak apa-apa aku mengerti ,sekarang bagaimana kondisi Ayu? Apa aku bisa masuk untuk menemani nya ?" Tanya Evan


"Sepertinya tidak ,pintu sudah tertutup sejak setengah jam yang lalu,kamu bantu doa saja semoga operasi nya berjalan dengan lancar" Ucap Satria

__ADS_1


"Ya Allah,maafkan aku Yu,padahal aku sudah janji jika lahiran nanti aku akan berada di samping mu " Lirih nya seraya menunduk menyesali keadaan


Seandainya ia tahu jika istri nya akan melahirkan saat ini,ia mungkin tak akan pergi.


"Padahal perkiraan lahiran nya masih dua mingguan lagi kan Yah,kenapa bisa?" Tanya Evan


"Itu lah ,manusia hanya bisa memprediksi kan ,tetap saja yang jadi penentu adalah Sang Pencipta" Jawab Satria


Satria pun kemudian menceritakan kronologi sebelum Ayu dibawa ke rumah sakit,hingga kondisi terakhir Ayu dan bayi dalam kandungan nya . Evan menyimak setiap kata yang keluar dari mulut mertua nya tersebut.


"Astaghfirullah...Ya Allah...tolong jangan sampai ada apapun pada mereka berdua ,selamatkan istri ku juga bayi kami Ya Allah " Lirih Evan menunduk


Pada saat bersamaan ,ponsel Evan berdering ,ia segera meraih ponsel di saku jas nya. Terlihat nama yang ayah di layar ponsel nya.


"Assalamu'alaikum " Ucap Evan lemas


"Maaf yah,aku tidak bisa jemput kalian ,aku saat ini sedang di rumah sakit......bukan yah ,bukan aku yang sakit,tapi Ayu. Ayu sedang di operasi" Setelah beberapa saat berbicara ,Evan pun memutus sambungan telpon nya


"Ayah mu ?"Tanya satria


"Iya ,hari ini ayah dan ibu akan datang ,mungkin akan langsung ke sini " Sahut Evan ,Satria mangangguk


Keadaan jadi hening,keduanya larut dalam fikiran masing-masing. Cukup lama mereka menunggu jalan nya operasi. Sementara di dalam ruang operasi para dokter yang terdiri dari dokter spesialis kandungan ,dokter anak , anastesi serta bidan tengah berusaha membuat bayi yang sudah berhasil dikeluarkan untuk menangis. Kondisi bayi yang lehernya terlilit tali ari-ari membuat bayi itu tidak menangis. Untuk kondisi Ayu sendiri saat ini sudah membaik setelah sebelum nya tekanan darah nya turun. Namun tetap dalam pantauan. Akan tetapi setelah luka diperut Ayu selesai di jahit tubuh Ayu tiba-tiba kejang-kejang,hal itu membuat para dokter dan perawat menjadi panik.


"Alhamdulillah.....itu suara bayi " Seru Evan sambil mengusap air mata nya


"Iya ,itu suara cucu ku " Sahut Satria


"Terimakasih Ya Allah , Engkau telah hadirkan sosok mungil di tengah-tengah kami " Ucap Syukur Evan tiada henti


Namun ia teringat akan istri nya ,kembali gelisah." Ya Allah selamat kan juga istri hamba "


"Ayu pasti baik-baik saja " Satria menepuk pundak menantu nya


Sementara itu,Nuari dan kedua junior nya baru sampai di rumah sakit. Nuari segera berpamitan menuju ke ruangan nya sementara Susan dan Wildan pergi kantin.


"Aku telpon Raffa dulu deh,sedang apa ya anak itu " Gumam nya lalu meraih ponsel untuk menghubungi putra semata wayang nya


Telepon terhubung


"Assalamualaikum nak "


"Waalaikum salam mah ,mama di mana?"tanya Raffa


"Mama baru saja sampai di rumah sakit sayang ,gimana kamu gak nakal kan di rumah nenek ?"

__ADS_1


"Enggak dong mah ,aku malah lagi bantuin nenek bikin kue ,nanti mama sama papa kesini ya,kita makan kue sama-sama " Ucap Raffa. Saat ini wajah nya sudah belepotan dengan adonan kue


"Aunty,Raffa nakal tuh,masa adonan kue nenek dimakanin sama Raffa ,kan masih mentah ,Raffa jorok " Adu Lia berteriak. Raffa me loadspeaker ponsel nya hingga mereka bisa mendengar suara Nuari


"Biarin, rasanya enak kok ,kamu sih disuruh coba gak mau ,jadi gak tahu rasa nya ,kalau udah tahu pasti kamu ketagihan deh " ucap Raffa


"Hooeekkk ,jijik tahu ,itu kan ada telur mentah nya ,gak mau ah "tolak Lia


"Kalau gitu biar jatah Raffa gak usah di masukin ke oven ,kasih mentah nya saja " Timpal Atha


"Yeee....ya gak bisa gitu dong " Raffa tak terima


"Hahaha ....ya ampun,pasti seru banget ya kalian bikin kue nya " Nuari dapat membayangkan betapa kerepotan nya mama nya dengan tingkah anak-anak itu apalagi ia tahu sendiri bagaimana Raffa ,bukan nya bantu malah membuat semua berantakan


"Iya ,saking seru nya dapur udah kaya kapal pecah ,cangkang telur dimana-mana,tepung berhamburan,pokok nya riweuh ,tapi mama senang karena momen seperti ini tak akan bisa terulang kembali" Timpal Nuri


Setelah puas bercengkrama bersama anak ,mama dan kedua keponakan nya , Nuari mengakhirinya panggilan telpon. Baru saja ia meletakan ponsel nya ada panggilan masuk dari Yoga.


"Assalamualaikum " Ucap Nuari


"Waalaikum salam sayang ,kamu dari tadi aku teleponin sibuk terus ,sedang nelpon siapa sih ?" Tanya Yoga


"Telpon Raffa sayang "Jawab Nuari jujur


"Oh ,aku fikir sedang nelpon siapa ,kamu gimana kerjaan nya sudah selesai belum?" Tanya Yoga lagi,ia kini menyandar kan punggung nya di kursi putar nya


"Baru saja selesai,oh iya sayang aku mau minta izin pergi ke rumah sakit "


"Kamu sakit ?" Tanya Yoga mendadak merasa cemas


"Emggak ,bukan aku yang sakit ,tapi aku mau tengokin Ayu,dia hari ini lahiran "


"Lahiran? Kalau gitu aku juga ikut deh ,kamu jangan berangkat dulu nanti aku jemput " Yoga langsung menegakkan tubuh nya


"Terus mobil aku gimana ?"


"Ya seperti biasa ,simpan saja di rumah sakit " Jawab Yoga


"Ya udah aku tunggu" Namun setelah panggilan itu putus ada panggilan lain lagi dari Evan. Nuari segera mengangkatnya


"Assalamualaikum,iya Evan gimana?" Tiba-tiba Nuari terdiam setelah mendengar ucapan Evan . Sampai panggilan itu berakhir Nuari masih terdiam


"Apa...Ayu koma?"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2