Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 98


__ADS_3

Jam istirahat sudah berakhir. Lia menjadi salah tingkah ketika kini Riki yang menjadi pengawas ujian. Pria itu tak pernah sedikit pun melepas tatapan nya pada Lia.


"Kenapa dia ngeliatin aku terus sih ,kan aku jadi gak bisa mikir " lirih gadis itu menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya


Berbeda dengan Riki yang selalu merasa gemas melihat Lia yang salah tingkah. Sadar jika Lia belum menjawab satupun soal-soal ujian nya , akhirnya Riki mengalihkan pandangan nya.


Mengetahui guru nya sudah tak memperhatikannya Lia pun mulai mengerjakan soal-soal. Meski sesekali ia melirik pada gurunya.


Lima belas menit sudah berlalu,Riki merasa bosan. Pria itu beranjak dan berjalan mengelilingi meja tiap murid. Langkah nya terhenti di dekat meja Lia. Ia memperhatikan jawaban-jawaban di lembar jawaban yang tengah di tulis Lia. Bibir nya tersenyum karena semua jawaban nya benar.


Sadar dengan keberadaan gurunya,Lia kembali merasa gugup dan salah tingkah.


"Yah elah,ngapain dia berdiri di situ sih " Keluh Lia membatin


Saat itu salah satu murid menoleh, Riki dengan cepat berdehem dan kembali melangkah kan kaki.


"Huuuuuuuh..... akhirnya dia pergi " Batin Lia merasa lega ,ia pun kembali fokus


Akan tetapi matanya seakan tertarik untuk kembali melihat ke arah Riki. Di saat bersamaan rupanya Riki juga tengah menoleh kepada nya.


Deg'


Gdubrakk '


Karena terkejut Lia sampai berlonjak dan terjatuh dari kursi nya.


Semua teman-teman nya menoleh pada nya.


"Kenapa tuh ?"


"Iya kenapa ?" Tanya mereka pelan


Seketika satu kelas pun jadi kasak-kusuk saling berbisik.


"Lia kenapa tuh ?" Tanya Raffa


"Tau " Sahut Atha mengedikan bahu lalu beranjak untuk membantu adik nya bangun


"Kamu kenapa ,kok bisa jatuh ?" Tanya nya


Belum sempat Lia menjawab ,Riki juga bertanya pada nya "Kamu tidak apa-apa?"


"Eh,eng...enggak ! Enggak apa-apa,cuman sakit dikit " Jawab Lia tergugu sambil meringis malu


"Beneran gak apa-apa?" Tanya Riki khawatir


"I..iya ! Gak apa-apa " Ucap Lia lagi


"Sudah...sudah ,kalian kerjakan lagi ulangan nya ! Lia ,kamu boleh duduk kembali " Ucap Riki bersikap senetral mungkin ,ia tak ingin menunjukkan kekhawatiran dan kepedulian nya terhadap murid nya itu


"Iya ,pak " lirih Lia lalu duduk kembali di kursi nya


"Kamu juga " Ucap Riki pada Atha


"Calon kakak ipar " Lanjut nya membatin


"Baik pak " Atha juga kembali ke kursi nya


Sebelum kembali ke meja nya ,Riki melihat ada pulpen tergeletak di lantai ,ia yakin pulpen itu milik Lia. Ia meraih nya kemudian menaruh nya di hadapan Lia tanpa berbicara apapun.


Lia menoleh pada Riki ,lalu dengan cepat gadis itu memalingkan wajah nya. Namun kemudian ia menyipitkan mata ketika di dekat pulpen tersebut terdapat gulungan kertas kecil. Setelah Riki kembali ke meja nya ,gadis itu meraih gulungan kertas tersebut dan membuka nya


(Nanti malam aku ke rumah mu)


Lia melotot membaca tulisan tersebut.


"ASTOGE ! " Pekik Lia lantang


"Ups....maaf ! Kelepasan. Hehehe...." Lia meringis menatap semua teman-teman nya yang reflek menoleh pada nya


Riki terkekeh melihat tingkah nya , sementara Atha hanya menggelengkan kepala.


"Dasar " gumam nya


"Dia kenapa sih, perasan daritadi rusuh terus deh " batin Chika


Rusuh yang dimaksud adalah Lia yang tak berhenti menendang-nendang kursi yang di duduki Chika. Kebetulan Chika berada di depan Lia.


Beberapa saat kemudian,semua murid sudah berjalan di koridor. Termasuk Lia,Raffa ,Atha dan Chika.


"Tadi kamu kenapa sih gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba jatuh?" Tanya Raffa

__ADS_1


"Kena gempa " jawab Lia asal


"Gempa ? Kok aku gak berasa ?"Tanya Chika


"Iya, aku juga gak ngerasa. Emang beneran ada gempa ? Kok yang lain juga kaya nya anteng-anteng aja, perasaan kamu aja kali " Ucap Raffa lagi


"Ya jelas kita gak ngerasa ,orang gempa yang dirasakan nya gempa batin kok " Cetus Atha


"Hah? Gempa batin ? " Gumam Chika


"Gempa batin apaan ?" Tanya Raffa bingung


"Udah deh,gak usah dibahas " Ketus Lia lalu berjalan mendahului mereka


"Yee....gak jelas banget" Raffa mencebik


"Kamu ,kaya gak pengalaman aja " Ucap Atha lalu menyusul Lia


"Lah,ini juga. Gak adek nya gak Abang nya sama-sama gak jelas. Apa maksud nya coba " gumam Raffa mencebik sambil memperhatikan punggung Atha yang berjalan meninggalnya


"Aku duluan " Ucap Chika


"Eh,...tunggu !" Seru Raffa


"Ada apa ?" Tanya Chika


"Hmm...gak deh ,gak jadi. Aku tanya orang nya aja langsung" Ucap Raffa membuat Chika bingung


"Ya sudah ,kamu hati-hati ya. Tuh jemputan kamu udah nunggu " Ucap raffa ketika melihat mobil Chika yang sudah terparkir di depan sekolah


"Ya udah,aku duluan ya " Chika pun pergi meninggalkan Raffa


"Dia mau nanya apa sih ,pake gak jadi segala,kalau ujung-ujungnya gak jadi kenapa harus manggil "Gumam Chika menggerutu sambil membuka pintu mobil


Brugh'


Chika menutup pintu mobil."Udah pak ,jalan !" Ucap nya pada supir


"Iya non "


Raffa penasaran apa Chika menerima ta'aruf Aman atau menolak nya,ia pun menghubungi saudara nya itu.


"Assalamualaikum brother " Ucap Raffa begitu panggilan nya diangkat


"Gak ada apa-apa sih ,cuman kepo dikit ,gimana kamu diterima gak ta'aruf nya ?" Tanya Raffa antusias


"Tau dari mana ? Perasaan aku belum cerita siapa pun deh " Tanya Aman heran ,pasal nya ia sudah melarang kedua orang tuanya untuk memberi tahu tujuan nya datang ke Indonesian beberapa waktu lalu ,sebab belum ada jawaban pasti dari pihak Chika,Aman pun masih setia menunggu keputusan Chika


"Gak penting kamu tau dari mana. Beneran belum ada keputusan?" Tanya Raffa tak percaya


"Belum " Jawab Aman lemas


"Yang sabar ya bro,aku yakin kalau sudah jodoh pasti gak kemana " Ucap Raffa


"Oke,aku sabar kok "Mereka pun ngobrol panjang lebar sampai Raffa tak sadar jika ia sudah berada lebih dari satu jam di sana


Sementara di rumah,Lia nampak mondar-mandir di kamar nya. Ia belum mengatakan pada kedua orang tuanya jika malam ini Riki akan datang. Ia begitu tegang hingga ia lupa memberi tahu Gibran dan Aranta.Lia kemudian membuka lemari pakaian nya.


"Aku pakai baju mana ya "Gumam nya sambil memindai isi lemari nya


"Apa dia mau nagih jawaban aku ya,duh....jadi deg-degan" Lia menyentuh dada nya yang terasa berdebar dengan sangat cepat namun kemudian ia senyum-senyum sendiri


Suara ketukan pada pintu membuat nya tersadar. Lia segera menutup pintu lemari dan membuka pintu kamar yang ua kunci.


Cklek'


"Mamah,udah pulang mah?" Tanya Lia segera mencium punggung tangan Aranta


"Kalau belum pulang mana bisa mama ada di sini sekarang ,kamu nih " Aranta tersenyum


"Eh,iya ya " Lia cengengesan


"Kamu sedang apa ,tumben pintu nya dikunci ?" tanya Aranta


"Gak ngapa-ngapain mah,lagi gak mau ada yang ganggu saja " Jawab Lia asal


"Berarti mama ganggu dong " cerita Aranta


"Eh,enggak ! Bukan gitu maksudnya.Maksud aku tuh,aku ga mau diganggu bang Atha. Bang Atha kan suka main selonong aja ,kan aku sebel " Kilah nya


"Kok jadi aku ? Memang nya sejak kapan aku main selonong masuk kamar kamu? Biasanya juga kan aku ketuk pintu dulu " Ujar Atha yang baru keluar dari dalam kamar nya ,ia tak sengaja mendengar ucapan Lia

__ADS_1


"Eh,bang Atha,enggak kok aku bercanda " Lia meringis


"Bercanda kok gitu ,itu sih fitnah namanya " Ucap Atha


"Siapa yang fitnah,orang aku becanda kok " Lia tak mau kalah


Aranta menggeleng kan kepala melihat kedua anak nya itu ,"Hm... sudah-sudah,kalian ini. Oh iya,kamu segera bersiap-siap gih,dandan yang cantik ,kamu juga ,kita mau pergi keluar malam ini "Ucap Aranta


"Ke mana ?" Tanya Lia cepat


"Mama dan papa udah ada janji temu dengan seseorang,makanya mama usahakan pulang cepet ,papa kalian juga sebentar lagi pulang ,masih kejebak macet katanya " Jawab Aranta


"Yah ,kok gitu ?" Lia nampak tak setuju dengan rencana mama nya


"Gitu gimana sih ,sudah ah jangan banyak protes. Pokok nya kalian siap-siap saja,kita sekalian makan malam sama mereka " Ucap adanya lagi seraya berlalu


"Kalau kita pergi ,terus gimana sama pak Riki ,dia kan mau datang " Batin Lia lirih


"Hey,kok bengong sih ,sudah sana mandi yang bersih biar wangi dan kinclong ,dandan yang cantik siapa tahu papa mau kenalin kamu sama anak teman bisnisnya " Goda Atha


"Enak aja ,Abang kali yang mau dikenalin sama anak teman nya papa " Seru Lia tak terima


"Biasa saja kali,gak usah sewot. Btw gimana sama pak Riki ?" Tanya Atha memainkan alis nya naik turun


"Tau ah " ketus Lia lalu masuk ke dalam kamar nya


"Khikhikhi,panik dia"Atha terkikik karena merasa susah berhasil menggoda adik nya dengan mengatakan jika Lia akan dikenalkan dengan anak teman bisnis papa nya


Di tempat lain


"Kamu udah siap Ki?" Tanya Arin di belakang Riki yang sedang memperhatikan pantulan dirinya pada cermin besar di kamar nya


"Mah, jangan panggil terus aku dengan nama Ki ! Kesan nya tuh kaya aki-aki saja " Ucap Riki memelas


"Hihihi....iya ,iya mama lupa " Sahut Arin terkikik ,ia lupa jika anak nya itu tak mau dipanggil Ki


Saat ini kondisi Arin sudah sangat membaik. Riki juga sudah tinggal bersama nya di rumah itu. Semua kenangan pahit sudah Riki kubur dalam-dalam demi kesembuhan mama nya. Ia tak ingin lagi terus larut dalam rasa itu.


"Apa kamu yakin lamaran kamu akan diterima ?" Tanya Arin


Riki menghela nafas."Insyaallah mah,doakan saja ya " Ucap Riki yang memang merasa tak percaya diri,apalagi setelah ia tahu seperti apa keluarga idaman hati nya itu. Ia merasa seolah menjadi butiran debu yang akan sangat mustahil bisa berada ditengah-tengah keluarga itu.


"Memangnya seperti apa gadis itu Riki,apa dia cantik ,baik ,dan berasal dari keluarga baik-baik juga?" Tanya Arin lagi


"Alhamdulillah,dia dari keluarga baik-baik,pribadi nya juga baik dan menyenangkan,tapi...." ucapan Riki terdiam sejenak


"Tapi kenapa ?"


"Dia dari keluarga kaya mah. Kakek dan papa nya pengusaha sukses,aku malu dan ragu sebenarnya,apa mereka mau menerima aku yang hanya dari kalangan biasa " Jawab Riki mengutarakan kegundahan hati nya. Jika awal ya ia sangat percaya diri akan mendapatkan Lia ,namun setelah mengetahui siapa Lia sebenarnya ,ia pun jadi merasa minder.


Beberapa hari yang lalu ia pernah mengikuti sebuah seminar yang mana dalam seminar tersebut sangat berpotensi bagi kemajuan perusahaan nya. Dalam seminar tersebut ia bertemu dengan Rifki dan Gibran sebagai pemateri dan narasumber.Dari sanalah ia mengetahui siapa Lia sebenarnya.


"Kalangan biasa bagaimana maksud kamu ? Kamu kan juga pemimpin perusahan ,gimana sih " Cetus Arin


"Iya sih mah,tapi kan aku belum sehebat dan sesukses pak Rifki dan pak Adnan ,ibarat bayi aku tuh masih belajar merangkak ,apalagi aku juga kan gak pernah stay tiap hari di kantor ,aku juga masih punya tanggung jawab di sekolah " Ucap Riki


"Hm...ya sudah kah kita berdoa saja semoga mereka mau menerima kamu " Lirih Arin


"Amiin " Ucap Riki tersenyum


Sementara itu Lia yang kini sudah mengenakan gaun selutut lengan panjang nampak enggan melangkahkan kaki nya keluar kamar.


"Loh,kok cucu nenek yang cantik jelita ini masih berdiri saja si sini sih ,yuk keluar yang lain sudah menunggu. Gak enak kalau kita sampai telat " ucap Nuri


"Nenek juga ikut ?" Tanya Lia


"Tentu ,masa ada hal sepenting ini nenek dan kakek tidak ikut " jawab nya


"Memang ada acara apa sih nek?" Tanya Lia lagi


Nuri tersenyum lalu berkata,"Ada seorang pengusaha tampan ,dia ingin berkenalan dengan gadis cantik ini, syukur-syukur kamu bisa langsung menyukai nya ,kalian bisa langsung tunangan atau kalau perlu nikah sekalian " Jawab Nuri sontak saja Lia terkejut bukan main mendengar nya


"Aku gak mau nek " Tolak Lia segera


"Loh,kok gak mau. Padahal dia pria tampan loh,pengusaha lagi " Ucap Nuri lagi


"Pokok nya aku gak mau " Tolak Lia lagi


"Sayang ,kami minta tolong lah sama kamu,bantu kami ya,jangan biarkan nama kami jelek hanya karena kamu tidak datang,kami sudah terlanjur janji akan datang bersama mu ,tidak apa-apa kalau kamu tidak suka tapi setidaknya kamu ikut ya,kami janji gak akan paksa kamu" Bujuk Nuri


Lia terdiam ,ia benar-benar tak ingin ikut karena ia tahu Riki akan datang.

__ADS_1


"Kalau aku ikut ,bagaimana dengan pak Riki ,pasti dia akan kecewa " lirih nya membatin


Bersambung....


__ADS_2