
Di dalam sebuah kamar yang luas,seorang pria paruh baya berdiri dan menatap dengan mata berkaca-kaca pada sebuah foto berukuran besar yang tertempel di dinding kamar nya.
"sudah dua puluh dua tahun kau pergi meninggalkan ku sayang,sudah selama itu pula kita kehilangan putri kita"
"kenapa....kenapa kau begitu tega meninggalkan ku seorang diri di dunia ini, sementara putri kita tak tahu entah dimana rimba nya " suara nya terdengar bergetar saat air mata mulai menggenang di pelupuk mata
Kembali terlintas di benak nya ,seorang gadis cantik dan mungil bernama Ayu yang ia temui di acara resepsi pernikahan Nuari
Ia menghela nafas nya,ia seolah menemukan secercah harapan pada gadis tersebut ,namun kemudian pria itu pun tersadar akan sesuatu.
"tidak mungkin.... gadis itu terlihat seperti baru belasan tahun,sementara putri ku harus nya sudah berusia dua puluh dua tahun" lirih nya
Sementara itu di tempat yang lain di waktu yang sama
Nuari yang sudah benar-benar merasa lelah karena serangkaian acara dari mulai ijab kabul,ritual adat istiadat ,juga resepsi yang di gelar hari ini juga, membuat nya tak sengaja tertidur membungkuk dengan menyandarkan kepalanya pada meja rias dengan di topang kedua lengan nya,sebab ia tengah membersihkan sisa makeup nya sambil menunggu Yoga di kamar mandi,ia pun masih mengenakan gaun pengantin.
ckleek'
Yoga keluar dari kamar mandi dengan kondisi tubuh yang sudah segar.Hati nya berdesir kala teringat jika malam ini ia sudah resmi menjadi seorang suami dari gadis cantik pujaan hati nya bernama Nuari Alara.
Namun seketika ia terdiam ketika melihat Nuari tertidur sambil duduk di meja rias. Ia berjalan menghampiri Nuari.
"Ya ampun...kamu pasti sangat lelah sayang" lirih nya, Yoga pun dengan perlahan dan hati-hati merengkuh tubuh itu lalu mengangkat nya perlahan agar tak mengganggu tidur nya
Hingga Yoga berhasil membaringkan Nuari di tempat tidur,Nuari sama sekali tak membuka mata nya.
Ditatapnya wajah damai yang tengah tertidur itu.
"tanpa riasan pun kamu sudah sangat cantik,entah harus seperti apa aku menunjukan rasa syukur ku,aku benar-benar merasa beruntung mendapat kan mu" gumam Yoga seraya mengusap pucuk kepala Nuari, lalu mengecup kening nya
Yoga pun segera mengenakan pakaian nya,sebab saat ini ia masih mengenakan jubah mandi.
Setelah itu ,Yoga pun turut membaringkan diri di samping Nuari.
Jantung nya terasa berdebar kala tidur satu ranjang bersama Nuari.
"tak apa lah malam pertama nya di tunda,aku tak mau mengganggu tidur nya " batin Yoga mencoba memejamkan mata sambil memeluk Nuari
Akan tetapi mata nya sama sekali enggan terpejam , sesuatu dalam dirinya bergejolak bagai api yang berkobar. Suhu tubuh nya pun berubah panas seketika.
Ia dapat merasakan sesuatu yang mulai bangkit dalam diri nya,dengan menghela nafas panjang Yoga pun merubah posisinya menjadi duduk.
"huuuuuffftt......bagaimana ini...baru juga meluk doang reaksi nya sudah tegang seperti ini,bagaimana kalau yang lain nya " gumam nya pelan
Yoga beranjak hendak mengambil air minum ,akan tetapi gerakan nya terhenti ketika mendengar suara lirih dari samping nya.
"ehhmm.....tidak....jangan....tolong ...jangan lakukan itu....."
Rupanya Nuari mengigau ,wajah nya terlihat gelisah dengan butiran keringat sudah membanjiri wajah nya,kepala nya pun bergerak ke kiri dan ke kanan.
"Ya Tuhan....." batin Yoga tersakiti melihat Nuari yang masih belum bisa melupakan kejadian itu,bahkan sampai terbawa mimpi
"kurang ajar kalian berdua , gara-gara kalian Ari ku jadi seperti ini " gumam Yoga sambil mengeratkan rahang, ia pun mengepalkan kedua tangan nya
Yoga kemudian mengusap peluh di kening Nuari seraya mencoba membangunkan nya.
"sayang....bangun...hey....."
Nuari pun mengerjapkan mata,namun tiba-tiba ia terperanjat.
"tidak jangan sentuh aku , pergi..." pekik nya
"Ari...sayang....tenang lah...ini aku Yoga...." ucap Yoga sambil menyentuh kedua pundak Nuari
Keadaan nya yang baru bangun dari mimpi buruk membuat nya seolah masih berada di dunia mimpi nya,namun setelah beberapa saat ia pun sadar jika dirinya sudah berada di dunia nyata.
__ADS_1
"huuhuuu......Yoga....aku takut...." tangis nya pecah saat itu juga
"tenang lah ... semua nya sudah berlalu...ada aku di sini bersama mu,jangan takut lagi " Yoga segera merengkuh tubuh yang gemetar itu ke dekapan nya,di usap nya punggung Nuari dengan penuh kasih sayang
Namun tiba-tiba Nuari kembali terkejut,ia pun segera menarik diri dari pelukan Yoga
"kenapa kamu berada di kamar ku,kalau mama papa tahu kita bisa kena marah,cepat keluar " seru Nuari merasa cemas
"hey....siapa bilang ini kamar mu,ini kamar kita,tidak akan ada yang melarang kita berada di kamar yang sama,mama papa mu sudah pulang ke rumah, begitu pun dengan mama ku dan yang lain nya juga,hanya ada kita berdua di kamar hotel ini " ucap Yoga seraya menaikan satu alisnya
"a...apa...apa maksud mu?" tanya Nuari dengan raut polos,nampak nya ia lupa akan kejadian beberapa saat yang lalu
"kamu lupa kalau kita ini sudah resmi jadi suami istri,tadi siang kita sudah menikah " ucap Yoga sambil meraih tangan Nuari memperlihatkan cincin pernikahan kedua nya
Seketika itu juga ingatan nya pun kembali
"hehehe...maaf kenapa aku jadi seperti linglung begini ..." lirih Nuari dengan rona wajah yang sudah memerah
"hahaha...tidak apa,aku ngerti kok,ya sudah kalau gitu kamu ganti baju gih,masa mau tidur masih pakai gaun pengantin,tadi nya aku mau bantuin kamu ganti baju pas tidur,tapi aku takut kamu marah" ucap Yoga hingga membuat pipi merona Nuari bertambah merah
"i...iya... sebentar aku ganti baju dulu " ucap Nuari tergagap
"oh iya sayang,kamu tak usah mandi ya ,ini sudah terlalu malam,takut nya kamu sakit kalau mandi malam-malam begini" ujar Yoga setelah Nuari berada di ambang pintu kamar mandi
"iyah...." jawab Nuari singkat
Beberapa saat kemudian Nuari pun keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi,dengan langkah perlahan ia berjalan menuju koper dimana pakaian nya tersimpan.
Yoga memperhatikan Nuari dengan nafas tertahan,ia yakin di dalam jubah mandi itu Nuari tak mengenakan apapun, darah nya kembali bergejolak,ia pun menggeram pelan ,lalu mencoba mengalihkan tatapan ke arah lain.
"kenapa aku jadi berfikir mesum begini sih " batin nya ,fikiran nya sudah melayang kemana-mana,membayangkan dirinya yang tengah mengukung dan mencumbu istrinya membuat nya panas dingin
Saat melihat kembali ke arah dimana Nuari berada,Yoga mengerut kan kening ketika tak mendapat sosok wanita yang sudah membuat nya panas dingin itu.
"kemana dia?" gumam nya
"aku fikir kamu kemana,kenapa harus ganti baju di kamar mandi ?" tanya Yoga
"kamu tuh gimana sih,aku kan malu ,masa ganti baju di depan mu " sahut Nuari mengerucutkan bibir
"kenapa mesti malu ,aku kan sekarang suami mu "
"ya...tetap saja " lirih nya
"ayo sini...." Yoga menepuk sisi tempat tidur nya
Dengan perlahan Nuari melangkahkan kaki nya menghampiri Yoga dan duduk di samping nya.
"sekarang kita sudah jadi suami istri,kita harus saling terbuka,jika ada masalah apapun itu ceritakan,biar kita bisa cari solusi nya bersama,dan satu lagi....kau milik ku dan aku milik mu " ucap Yoga sambil meraih dan mengecup punggung tangan Nuari
"apa kau merasakan apa yang aku rasakan saat ini ?" tanya Yoga
"apa?" tanya Nuari
"aku merasa kepanasan,...kenapa malam ini terasa panas sekali,gerah " cetus Yoga tiba-tiba membuka kaos nya hingga menampil kan dada bidang dengan perut kotak-kotak yang nampak terlihat keras dan berotot
"ke...kenapa kamu malah buka baju mu?" tanya Nuari merasa kikuk dan malu hingga ia yang sempat menelan ludah melihat tubuh Yoga pun dengan cepat menunduk
Yoga pun meraih dagu Nuari dan membuat nya mendongak menatap nya
"jangan menunduk,kamu boleh kok melihat nya ,sekarang ini adalah milik mu ,kau bebas melakukan apa pun yang kau suka dengan tubuh ku ini " ucap Yoga seraya membawa tangan Nuari untuk menyentuh perut serta d*da nya
"Yo... Yoga...."
"apa sayang .....mau apa hem....coba katakan,mau cubit ,mau peluk,mau cium ....silahkan " Yoga malah dengan sengaja merentangkan kedua tangan nya
__ADS_1
"iiihhh.....apa sih " Nuari sudah tak punya muka lagi untuk melihat wajah Yoga,ia merasa malu semalu malu nya
Melihat Nuari yang nampak malu-malu, Yoga Mun merasa gemas ia pun langsung memeluk Nuari hingga gadis itu tersentak.
"aku sangat bahagia.... sangat-sangat bahagia, akhirnya.... akhirnya aku bisa memiliki mu,cinta pertama ku yang sudah membuat ku hampir gila " ucap Yoga seraya terus menciumi pucuk kepala Nuari
"aku pun sama bahagia nya ,sama sekali tak terbayangkan oleh ku jika kita akan sampai pada tahap ini ,tapi......"
"tapi apa ....." tanya Yoga penasaran
"maaf aku sudah mengecewakan mu,aku....aku sudah kotor " lagi ...air mata nya luruh
"shhyuutt.....sudah aku katakan,kamu tidak kotor sayang ...jangan ucap kan itu lagi ok,aku tak suka" ucap Yoga menghapus air mata nya lalu dengan cepat ia meraih tengkuk Nuari dan menempel kan bibir nya pada bibir tipis yang menjadi daya tarik nya
Nuari yang mendapat serangan itu secara mendadak pun hanya bisa membelalakan mata nya,ingin ia melepaskan diri dari Yoga,sebab bayangan kejadian beberapa waktu lalu kembali teringat oleh nya ,namun alih-alih menolak ia malah terhanyut dengan ciuman yang Yoga berikan.
D*danya bertalun-talun, hati nya berdesir,seketika aliran darah nya pun memuncak ,memberikan sensasi luar biasa yang tak pernah ia rasakan sebelum nya,ciuman lembut itu menjadi lebih menuntut. Akan tetapi perasaan bersalah pada diri nya juga muncul hingga air mata nya pun lolos begitu saja.
Ketika pasokan oksigen kedua nya mulai menipis , Yoga menghentikan ciuman nya.
Namun ia begitu terkejut ketika melihat Nuari yang sudah bercucuran air mata.
"maaf ,apa aku menyakiti mu ?" tanya Yoga seraya mengusap bibir Nuari yang nampak basah akibat ulah nya tak lupa ia juga mengusap air mata itu
Nuari menggeleng lemah
"maafkan aku yang tak bisa menjaga ciuman pertamaku untuk mu, laki-laki brengksek itu sudah merenggut nya,bahkan dia juga sudah menyentuh leher juga d*da ku,apa kamu tak mersa jijik pada ku yang bahkan sangat jijik dengan diriku sendiri" tangis nya pun kembali pecah
Yoga membiarkan istrinya itu menangis meluapkan kekesalan dan kesedihan nya,dengan terus mengusap punggung Nuari.
Ketika tangisan nya mulai mereda Yoga pun berkata
"lupakan lah apa yang sudah terjadi kemarin, anggap saja itu adalah mimpi buruk mu,sekarang aku akan bantu kamu untuk menghilangkan bekas bibir busuk laki-laki itu,kamu bersedia ?"
"ba...bagaimana cara nya ....?" tanya Nuari tersedu-sedu
"kamu diam dan nikmati saja" bisik Yoga tepat di telinga nya
Seperti yang di pinta Yoga,Nuari diam dan memejamkan mata ketika bibir lembut Yoga menyentuh kulit di bagian leher nya.
"eemmmhhh....." Nuari melenguh ketika rasa geli tiba-tiba merembet menjalari sekujur tubuh nya ,bagai tersengat aliran listrik tubuh nya menegang ketika ciuman itu berubah jadi ******* dan gigitan
"aakkhhh....sakit...."
"apa seperti itu dia menyentuh mu?" tanya Yoga dengan tatapan yang sudah berkabut,ia menatap Nuari yang juga terlihat sayu
Nuari menggeleng
"tidak...dia melakukan nya dengan kasar,aku benci "jawab nya
"jadi kamu menyukai cara aku menyentuh mu seperti tadi ?" tanya Yoga, Nuari pun mengangguk
"kalau begitu ijin kan aku untuk membantu menghapus jejak yang lain di sini" tujuk Yoga pada kedua benda yang menonjol di depan nya
"iya ...." jawab Nuari pelan
Maka Yoga pun melakukan apa yang ingin ia lakukan terhadap dua buah benda bulat nan kenyal itu.
Nuari nampak memejam kan mata dengan sesekali mengeluarkan suara lenguhan nya.
"keluarkan suara mu sayang ....jangan di tahan " ucap Yoga yang tengah sibuk dengan si dua bulat yang jadi kesukaan nya
Hening nya malam hanya terdengar suara dentingan jam di dinding ,seakan bersahutan dengan suara dua insan yang tengah bersatu untuk mendayung bersama menuju sebuah puncak nirwana.
Jeritan dan rintihan yang terdengar syahdu memberi kesan bahwa malam ini telah terjadi peperangan yang amat sengit nan panas di kamar pengantin.
__ADS_1
...***...