
Atha seperti terhipnotis oleh pesona gadis itu. Apalagi melihat senyuman nya membuat dirinya seolah mendengar suara musik yang ia sukai.
Nagin merasa gemas melihat Atha yang seperti itu pun menyentil kening nya hingga Atha terkesiap.
Ctak'
"Awwww....Tante Nagin ! Sakit ,kenapa aku dijitak ?" Seru Atha mengusap kening nya
"Aku cuma nyentil kok dibilang jitak "Nagin mencebik
"Nah,iya itu maksud aku ,maaf salah nyebut" Ucap Atha
"Lagian ngapain sih pake disentil segala kening aku " lanjut nya
"Ya abis nya kamu tuh kaya baru lihat cewek cantik saja,segitu nya kamu liatin dia " Ucap Nagin heran
"Hehehehe......" Atha hanya cengengesan sambil mengusap tengkuknya kikuk
Gadis itu pun tahu jika dirinya sedang diperbincangkan,ia menoleh pada Atha yang saat itu memang sedang melirik juga ke arah nya ,mata mereka beradu,lalu gadis itu menyunggingkan senyum.
"Eh,kaya pernah lihat ,tapi dimana ya " Gumam Atha
"Dimana hayo " Tanya Nagin ,namun kemudian siluman ular itu menundukan kepala pada gadis tersebut seakan ia menghormati nya
"Entahlah ,lupa " Sahut Atha
"Aaaaaakkkkhhhh......"
Saat itu tiba-tiba terdengar seseorang menjerit histeris, membuat semua orang menoleh dan ikut panik setelah melihat beberapa kawanan monyet liar datang dari arah hutan dan langsung menyerang siapa saja.
Semua orang berusaha mengusir monyet liar itu dengan menggunakan kayu juga dilempari batu. Melihat itu gadis itu segera bertindak.
"HENTIKAN !!! " Teriak nya lantang ,entah kenapa setelah gadis itu berteriak orang-orang itu nampak terdiam mematung di tempat nya
"Kenapa bisa begini " Batin mereka semua bingung
Kemudian gadis itu berjalan ke arah kawanan monyet liar tersebut dan berkacak pinggang.
"Kenapa kalian datang kemari dan mengganggu orang-orang?" Tanya nya
Salah satu monyet yang paling besar nampak mendekat dan terdiam setelah berada di depan gadis itu.
Gadis itu mengangguk beberapa kali."Jadi begitu. Baiklah kalian kembali lah ke hutan sana ,nanti aku nyusul " Kata nya dengan lirih
"Dia bicara pada monyet itu?" Bisik Atha pada Nagin
"Hmmm...." sahut Nagin berdehem
"Hmmm....doang ? Apa tuh artinya ?" Tanya Atha
"Nanti juga kamu tahu " Sahut Nagin lalu sosok ular siluman itu pun pergi
"Lah ,malah pergi. Gak jelas banget " gerutu Atha
Di sisi lain Lia ,Raffa dan Vania baru saja berjalan untuk menyusul Atha. Mereka mendengar kegaduhan tersebut merasa penasaran.
"Kira-kira ada apa di atas sana ya ,apa ada yang jatuh ?" Tanya Vania
"Entahlah ,kita lihat saja " Sahut Raffa
Ketika ketiga nya sudah sampai,para monyet itu sudah kembali masuk ke dalam hutan.
"Huuuuuuuh......capek banget kak "
"Kasihan sekali calon istri ku....ya udah yuk kita ke sana" Raffa mengusap keringat di kening Vania ,lalu mangajak nya menuju sebuah warung tenda
"Iya kak " Sahut Vania
__ADS_1
"Aku gak diajak juga ?" Tanya Lia
"Ikut saja kalau mau " Ucap Raffa sambil menoleh
Lia hanya berdecih sebal,ia kesal karena harus melihat sikap Raffa yang sok romantis menurut nya.
Atha melihat kedua nya dan segera menghampiri mereka. Akan tetapi karena di sana terdapat banyak orang berlalu lalang membuat nya tak sengaja menabrak seseorang.
Bruukk'
"Awww....." pekik wanita itu
Atha terkejut karena wanita yang ia tabrak jatuh dengan posisi duduk.
"Maaf ,aku gak sengaja. Kamu tak apa-apa?" Atha menjulurkan tangan nya hendak menolong nya
"Aku tidak apa-apa,lain kali lihat-lihat kalau jalan " Sahut wanita itu bangun tanpa menerima uluran tangan Atha
"Iya,sekali lagi aku minta maaf "Lirih Atha lagi ,ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal
"Baiklah,aku maafkan tapi dengan satu syarat" Ucap gadis itu
"Syarat ?"kening arah berkerut
"Temani aku makan siang"
"Hah,makan siang ?" tanya Atha tak menyangka dengan syarat yang diajukan
"Kamu tenang saja,aku yang traktir" Lanjut gadis itu
"Gak lah,aku yang salah udah nabrak kamu,masa kamu yang traktir, aku saja yang traktir "sambar Atha
"Enak aja dia yang traktir. Dimana harga diri aku ,masa cewek traktir cowok " Batin Atha
"Besar juga harga diri nya " batin gadis itu yang rupanya bisa membaca isi hati nya
"Ya sudah kita makan dimana?"tanya nya kemudian
"Di sana saja " Tunjuk Atha pada warung tenda yang letak nya bersebelahan tempat Lia makan
"Ok " Sahut gadis itu setuju
Keduanya pun berjalan menuju warung tenda yang dimaksud,di sudut lain nampak seorang pria menggelengkan kepala melihat ulah wanita itu.
"Astaga , anak itu. Modus nya bisa saja,pake pura-pura ketabrak segala" lirih pria itu
Tak jauh dari pria itu Nagin diam tak bergerak dengan kepala yang ia tundukan ke bawah.
"Sejak kapan kamu bersama mereka ?" Tanya pria itu
"Sebelum mereka terlahir,hamba sudah bersama orang tua nya "Jawab Nagin apa adanya
"Apa mereka muja sama kamu atau siluman lain ?" Tanya nya lagi
"Tidak pangeran ! Mereka keluarga baik-baik yang taat agama,bahkan semua makhluk halus yang ikut bersama mereka sudah jadi jin muslim " Jawab Nagin lagi
"Begitu ya,bagus lah kalau begitu aku tidak akan merasa khawatir Syakira dekat dengan nya " Ucap nya ,yang ternyata ia adalah El Vando,kakak dari Syakira. Anak pasangan Vano dan Elsa.
Syakira dan Atha segera memesan makanan sesuai selera masing-masing.
"Oh,iya kenalkan aku Syakira" Ucap nya seraya menjulurkan tangan nya
"Athalla ,panggil saja Atha " Atha menyambut uluran tangan Syakira
"By the way tadi aku lihat kamu bicara sama binatang itu, binatang itu juga langsung pergi pas kamu suruh pergi ,memang nya kamu mengerti bahasa hewan?" Tanya Atha
"Oh,monyet tadi ?" Tanya Syakira memastikan
__ADS_1
"Ngomong monyet nya jangan sambil lihat aku dong ,kan jadi berasa aku yang dikatain monyet " protes Atha
"Khikhikhi.....kamu baperan ternyata "
"Nih cewek cantik-cantik,sok kenal banget sih,tapi...asik juga , jarang-jarang ada cewek deketin aku ,aku gak nolak" Batin Atha memperhatikan Syakira
"Aku tuh orang nya memang seperti ini, gampang akrab sama orang ,apalagi kalau orang nya memang benar-benar baik dan tulus. Banyak sih yang bilang aku begitu ,sok asik ,sok kenal ,sok akrab. Tapi balik lagi ke alasan tadi ,kalau aku begitu hanya sama orang yang benar-benar berhati baik dan tulus ,kecuali kalau orang nya punya niat gak baik baru deh aku males buat deket-deket" Ucap Syakira ,Atha terkesiap
"Kenapa ucapan nya seolah-olah dia mendengar isi hati aku " Gumam Atha kembali membatin
Sementara di tempat lain
Nuari dan Aranta sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat di beberapa daerah. Mereka tergabung dalam satuan dokter Indonesia dalam memberantas penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan tersebut akan dilakukan hingga beberapa bulan ke depan. Kebetulan keduanya di tugaskan di daerah yang sama.
Tak hanya dokter ,bidan dan para profesor hingga ahli gizi dan tulang pun ikut tergabung dalam kegiatan tersebut.
Setelah seharian mereka berkutat dengan kegiatan tersebut, akhirnya mereka bisa beristirahat.
"Kita cari makan yuk !" Ajak Salah satu dokter
"Iya nih, aku juga udah laper banget ini " Sahut yang lain
"Cari makan dimana ?"
"Sebentar,aku searching dulu,siapa tau ada resto apa kafe gitu deket sini "
"Kelamaan ,kita makan di sana saja,kaya nya enak "
"Yakin ? Pinggir jalan gitu ,apalagi tempat duduk nya juga begitu ,ogah ah,pasti gak steril "
"Ada nih restoran deket sini,jarak nya satu kilo dari sini "
"Ya udah yuk "
Aranta dan Nuari hanya mengikuti rekan-rekan nya. Hingga sampai lah mereka di sebuah restoran bergaya khas Bali. Para pramusaji nya pun berpakaian ala orang Bali.
Setelah mereka mendapatkan tempat duduk mereka segera memesan makanan sesuai selera masing-masing. Sambil menunggu makanan disajikan ,mereka nampak berbincang-bincang,namun berbeda dengan Nuari dan Aranta. Keduanya sibuk menghubungi pasangan masing-masing.
Hingga beberapa saat kemudian makanan pun disajikan,Nuari dan Aranta menghentikan teleponan nya.
"Makasih " Ucap Nuari pada pramusaji yang menyajikan makanan nya, pramusaji tersebut hanya tersenyum dan mengangguk lalu pergi
"Hm,...makanan nya sangat enak ,pantas saja rame " Puji salah satu dari mereka
"Iya,nanti pulang ajh juga mau bungkusin buat orang rumah"
Saat Nuari hendak menyuap ,Aranta memperingatkan adik ipar nya itu untuk berdoa terlebih dahulu.
"Eh,iya hampir saja lupa" Lirih Nuari ,ia pun segera membaca doa sebelum makan di dalam hati
"Amin "Gumam nya
Aranta terdiam saat tiba-tiba saja ada sosok kerdil berkepala besar dengan wajah merah mata melotot serta lidah yang terjulur keluar sampai mengenai makanan di atas meja ,otomatis air liur makhluk itu pun ikut masuk ke dalam makanan milik nya juga milik Nuari. Bahkan makanan rekan-rekan nya pun sudah diludahi sosok itu.
"Dek " Aranta menahan tangan Nuari saat hendak memakan makanan nya
"Kenapa kak ?" Tanya nya
Aranta menggeleng pelan ,Nuari mengerti apa yang dimaksud kakak ipar nya itu.
"Jadi makanan di sini .... "Belum sempat Nuari mengatakan nya Aranta susah mengangguk
"Kita cari tempat makan lain saja " Ajak Aranta
Keduanya beranjak untuk pergi dari restoran tersebut.
"Loh,kalian mau kemana ,itu makanan nya belum dimakan loh "
__ADS_1
"Kita mau ke toilet " Jawab Aranta tanpa menoleh
Bersambung....