
Nuari comeback guys.....
Happy reading ...
"sayang hati-hati jangan lari-lari nanti jatuh " teriak seorang perempuan muda nan cantik pada seorang anak laki-laki berusia lima tahun
Bruukk'
"Raffa.....! "
Baru saja perempuan itu memperingatkan,anak tersebut terjatuh ,sebelah lutut nya berdarah,namun anak itu hanya meringis tanpa menangis.
"aduh...."
"astaga Raffa ,mama baru saja bilang jangan lari-lari jadinya jatuh kan,ya ampun lutut mu berdarah nak " perempuan itu nampak panik melihat luka pada lutut putra semata wayangnya tersebut
"aku gak apa-apa kok mah,mama jangan khawatir ok " ucap anak nya itu
"ya ampun sayang,ini sampai berdarah gini, ayo kita ke rumah sakit "
"no...mah aku gak apa-apa " tolak anak itu
"tapi nak... "belum selesai perempuan itu membujuk putra nya ,seseorang datang,anak bernama Raffa itu pun terlihat sangat girang hingga berteriak
"papa....!" teriak anak bernama Raffa lalu berlari menghampiri papa nya yang tengah merentangkan kedua tangan nya
Hap'
"apa kabar jagoan papa ? kamu gak nakal kan selama papa pergi?" tanya nya sambil memeluk putra nya itu
"enggak dong pah"
"kamu pulang kok gak ngabarin sih sayang,gimana urusan di sana sudah selesai ?"
"nama nya juga kan kejutan sayang,sini aku kangen sama kamu " pria itu meminta istri nya mendekat ,lalu tak membuang waktu mereka pun berpelukan
"kamu belum jawab pertanyaan ku "
"Alhamdulillah masalah di sana sudah selesai,maaf ya hampir satu bulan aku ninggalin kamu dan anak kita "ucap nya
"iya ,tidak apa-apa sayang aku ngerti kok" sahut istri nya itu,ia cukup mengerti dengan keadaan suaminya itu, awal nya ia dan putra nya itu hendak ikut akan tetapi situasi di sana yang tidak memungkinkan, ia pun tak ingin memaksakan kehendak nya apalagi ada putra mereka yang menjadi pertimbangan
Raffasha Yogaswara merupakan putra semata wayang dari pasangan Nuari Alara dan Yogaswara.
"pah,papa gak lupa kan janji papa waktu itu saat hendak pergi?" tanya Raffa ketika mereka sudah memasuki mobil
"janji yang mana ya ?" tanya Yoga pura-pura tak mengingat nya
"yah...papa...kok gitu sih " keluh nya sambil mengerungkan wajah
"hehehe....papa inget kok, ya udah kamu mau beli mainan itu kapan sayang ?" tanya Yoga hingga Raffa kembali tersenyum
__ADS_1
"sekarang ,gak apa-apa kan ?" tanya anak itu
"ok let's go " seru Yoga kemudian menghidupkan mesin mobil , sementara Nuari hanya tersenyum melihat suami dan anak nya itu
"memang nya Raffa minta dibeliin apa sama papa sayang?" tanya Nuari
"RAHASIA...." ucap ayah dan anak itu bersamaan
"hm...jadi mau main rahasia-rahasia an ya ,baiklah mama juga punya rahasia dan gak akan ngasih tahu kalian berdua" balas Nuari
"rahasia nya apa mah?" tanya Raffa
"kalau di kasih tahu bukan rahasia lagi dong nama nya sayang ,pokok nya itu rahasia "
"yaah....mama..."
"yaah...Raffa ...."
"hahahaha.....kalian benar-benar menggemaskan,rasa capek papa jadi hilang kalau sudah melihat kalian " Yoga terkekeh sembari menyetir
Sebenarnya ia sangat merasa lelah dan ingin segera merebahkan tubuh nya,namun ketika melihat anak dan istrinya rasa capek nya itu menguap begitu saja,dan itu sudah menjadi imun booster bagi nya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di sebuah mall terbesar di Jakarta,Yoga lalu membawa anak dan istri nya ke bagian mainan,seperti yang di inginkan putra nya Yoga memberikan apa yang di minta putra nya itu.
"udah ketemu sayang mainan nya ?" hanya Yoga
"belum pah" sahut Raffa murung
"ada deh "jawab anak itu mengedipkan mata nya
"ih... kamu kok gemesin banget sih " Nuari nampak gemas pada putra nya itu
Puas berkeliling akhirnya Raffa menemukan apa yang ia cari-cari.
"nah ketemu " seru nya girang ,ia bahkan segera mengambil mainan tersebut
Nuari mengerutkan kening nya
"loh sayang itu kan boneka Barbie,itu buat anak perempuan sayang "ucap Nuari agak kaget , tiba-tiba ia merasa khawatir ketika putra nya malah melewati pistol mainan dan mengambil boneka Barbie
"iya mama benar seratus buat mama,ini memang buat perempuan ,tapi mah,aku mau ini untuk mengganti boneka Barbie teman aku ,aku gak sengaja merusak nya " ucap Raffa berubah lirih
"untuk teman ?" tanya nya
"iya sayang , sebelum aku berangkat dia udah merengek minta di beliin boneka Barbie, awal nya aku gak tahu dan gak mau nurutin,tapi setelah tahu aku turutin" ucap Yoga
"Masya Allah ,ya sudah kamu beli beberapa deh,bilang ke teman kamu itu hadiah dari mama sebagai permintaan maaf karena anak mamah yang ganteng ini sudah merusak mainan nya "ucap Nuari seraya memilih beberapa boneka Barbie yang menurut nya bagus
"beneran mah,wah dia pasti akan senang sekali , mudah-mudahan dia mau maafin aku " ucap Raffa sambil menyentuh d*da nya
Di tempat lain
__ADS_1
"huaaa.....mama....."
"apa sih dek,kok teriak-teriak hem?" tanya Aranta berjongkok di depan anak perempuan nya
"Abang tuh nakalin adek ,huuhhuuu" anak perempuan itu nampak mengadu pada mama nya
"huuu....bisa nya ngadu " cibir putra nya yang baru memasuki rumah
"kamu masuk kamar gih,kita siap-siap pergi ke kantor papa ,kita kasih papa kejutan " perintah Aranta
"ye...ke kantor papa " Aranta tersenyum melihat anak perempuan nya nampak senang dan langsung berlari ke kamar nya ,kemudian ia beralih menatap putra nya
"Abang jangan gitu ah ,kasihan adek ,kamu sebagai kakak harus nya menjaga dan menyayangi nya bukan malah terus di usulin " tegur Aranta ,ia sengaja meminta putri nya ketika hendak menegur putra nya
"iya mah ,maaf ,tapi tadi aku gak bermaksud jahilin adek ,adek nya saja yang lebay" sahut putra nya
"huss...bahasa apa itu,mama gak pernah ngajarin " tegur nya lagi
"hehehe....maaf " putra nya nampak menunduk
"maafin mama ya ,mama tidak ada maksud memarahi Abang,hanya saja mama prihatin kalau setiap hari kalian ribut terus kan mama sedih " ucap Aranta lalu merangkul putra nya
"iya ma, maafin Atha "
"baiklah mama maafin,sekarang ayo kamu siap-siap juga "
"ok mah "Atha pun segera berlari ke kamar nya
Kamar mereka sengaja di pisah ,selain untuk membiasakan diri Aranta dan Gibran ingin putra dan putri nya belajar mandiri.
Aranta menghela nafas setelah anak-anaknya pergi ke kamar.
Ia jadi teringat ketika dulu saat melahirkan kedua anak nya ,bayi petama berjenis kelamin laki-laki lahir dengan suara tangis yang cukup kencang sementara bayi perempuan nya yang lahir lima menit kemudian nampak tak bersuara. Keadaan di dalam ruang bersalin pun jadi getir karena tiba-tiba saja dokter menyatakan bayi perempuan nya meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan.
Mengetahui hal itu tentu saja Aranta histeris,ia bahkan lupa akan luka robek pada jalan lahir nya,Aranta turun dari ranjang dan segera meraih bayi mungil yang tak bernyawa ke dekapan nya. Tak hanya Aranta, Gibran pun nampak menitikan air mata sambil terus memeluk Aranta yang tengah mendekap bayi perempuan nya.
Namun keajaiban terjadi,selang beberapa menit bayi yang dinyatakan meninggal itu tiba-tiba menangis dengan keras, sontak saja para dokter dan perawat segera mengambil alih dan membersihkan bayi itu.
Aranta menghapus air mata nya,kala kembali teringat momen itu.
"loh kamu masih di sini,katanya mau berangkat ke kantor ?" tanya Nuri
"iya mah, lagi tunggu anak-anak " sahut nya ,Aranta dan Gibran memang membiasakan agar anak-anak nya bisa mandiri sejak dini,dan terbukti di usia mereka yang masih lima tahun kedua anak nya sudah tak pernah dibantu berpakaian maupun mempersiapkan perlengkapan sekolah
Athalla Aarav Gifhari dan Athalia Azkia Gifhari , merupakan anak kembar dari Aranta dan juga Gibran.
Beberapa saat kemudian Aranta dan kedua anak nya itu berangkat,Nuri mengulas senyum melihat kepergian mereka.
"waktu berjalan begitu cepat ,tak terasa aku sudah punya tiga cucu ,semoga Engkau memberi ku umur panjang,agar bisa terus bersama mereka " lirih nya dalam hati
***
__ADS_1