
Atha menggelengkan kepala mendengar celetukan adik nya,dengan gemas bocah laki-laki itu mencubit kedua pipi tembem nya Lia.
"kamu tuh ya,nanti mama marah kalau ketahuan main sama hantu gak jelas,lebih baik kita masuk yuk , teman-teman yang lain sudah pada masuk " ajak Atha pada adiknya
"yaahh....gak jadi main ayun kaki "
"nanti saja di rumah kamu bisa main kuda-kudaan sama Tante Nagin , atau kamu mau main petak umpet sama eyang Wewe juga bisa , tapi jangan main di pohon itu "
"kalau sama Tante Nagin mah bukan kuda-kudaan,tapi ular-ularan " Lia nampak mencebik
"ya sudah terserah kamu saja ,yuk kita ke kelas"
Lia pun akhirnya manut pada kakak nya.
Sementara itu
"pak...ini ada berkas untuk ditandatangani" ucap Erika berjalan menghampiri meja kerja Yoga yang ada di depan nya
"oh iya " sahut Yoga menerima berkas tersebut sambil tersenyum
Erika kemudian mendekati Yoga dan berdiri di samping nya,ia bahkan dengan sengaja menaikan ujung rok pendek nya hingga paha nya yang putih mulus itu terlihat,tak hanya itu ternyata sebelum nya Erika telah memakai parfum khusus agar Yoga semakin tergoda dengan nya.
Dan benar saja bak terkena sengatan listrik, tubuh nya meremang kala bau parfum itu menjalari indera penciuman nya.
"kenapa kamu harum banget?" tanya Yoga mulai terpancing,Erika menyeringai
"bapak suka bau nya?"
"iya,suka sekali" jawab Yoga
"hahaha... sebentar lagi kau akan bertekuk lutut pada ku , ternyata gak sia-sia aku menggunakan parfum itu " gumam nya membatin
"apa bapak ingin merasakan hal lain yang lebih menyenangkan dari menghirup parfum ku" tanya Erika
"memang nya hal apa yang bisa lebih menyenangkan ?" tanya Yoga nampak penasaran
Sudut bibir Erika terangkat
"nanti juga bapak tahu,sekarang kita selesaikan dulu pekerjaan kita,setelah itu akan aku ajak bapak ke tempat yang sangat menyenangkan " ucap Erika lagi
"ok " Yoga pun kembali ke pekerjaan nya begitu pun dengan Erika
"yes...setelah ini aku akan membuat kamu benar-benar menjadi milik ku ,istri mu itu akan pergi dengan sendiri nya tanpa ku usir sekalipun " batin Erika tertawa ,ia begitu yakin dengan apa yang akan ia lakukan akan berhasil
Sementara itu ,Nuari yang sudah lelah berkeliling dan bermain beberapa wahana pun merasa perut nya keroncongan.
"kak kita makan dulu yuk ! lapar hehe..."
"ok ,mau makan apa ?"
"hm...apa saja deh yang penting makan " sahut Nuari
Jika sudah seperti itu Nuari tak ubah nya seorang anak kecil yang diajak jalan-jalan orang tua nya,begitu pun dengan Gibran yang sangat menyayangi adiknya akan berlaku seperti orangtua pada anak nya.
Namun sikap Gibran pada Nuari sering kali disalah fahami orang-orang yang tak mengenal mereka. Orang-orang cenderung mengira jika kedua nya adalah pasangam kekasih.
"setelah ini kita ke supermarket dulu sebelum mengeksekusi suami mu " ucap Gibran
"eksekusi? emang nya Yoga tersangka pake dieksekusi segala " cebik Nuari
"iya ,dia tersangka. Tersangka yang sudah bikin adik tersayang ku ini uring-uringan , tapi kamu tenang saja , Yoga mu pasti kembali"
"tapi kenapa bisa Yoga kena pelet si belatung nangka ? padahal Yoga kan sholat gak pernah lupa ?" tanya Nuari bingung
__ADS_1
"itu karena mungkin suami mu sedang tak fokus,fikiran kosong bisa jadi jalan untuk ilmu hitam mudah masuk" tutur Gibran
"gitu ya "
"iya ,ya sudah cepat habiskan makanan mu,kita biarkan nenek sihir itu senang-senang dulu sebelum kita buat dia perhitungan"
Namun mendengar kata senang-senang Nuari jadi kefikiran yang bukan-bukan.
"bukan senang-senang seperti itu yang kakak maksud,maksud kakak biar perempuan itu merasa diatas angin karena merasa ia akan berhasil , begitu..." jelas Gibran,ia dapat menebak apa yang ada di fikiran adik nya itu ,melihat dari raut wajah nya
"kakak ih bikin aku deg-degan saja ! kakak tahu saja yang aku fikirkan"
"tentu,kita kan saudara,sedarah ,dan pernah tinggal di satu rahim yang sama ,sudah sewajar nya kakak tahu apa yang ada di fikiran mu " ucap Gibran seraya mengusap kepala Nuari
Saat sedang menikmati makan nya ponsel Gibran berbunyi ,ia tersenyum ketika melihat nama istri nya di layar ponsel.
"assalamualaikum sayang...."
"waalaikum salam .... kamu sudah makan siang belum ?" tanya Aranta
"ini sedang makan bareng Ari sayang , kamu juga udah makan siang belum ?" tanya Gibran balik
"sudah baru saja,sayang...aku mau minta tolong dong,itu anak-anak belum ada yang jemput,tadi mang Jajang ngabarin mobil nya ban nya kempes kena paku ,kamu bisa jemput anak-anak? soal nya aku masih sibuk ?" suara Aranta terdengar memelas
"tentu saja bisa ,lagian kenapa minta tolong segala ,ya sudah setelah ini aku mau jemput anak-anak ,kamu jangan terlalu capek ya, istirahat jika sudah merasa lelah "
"iya , udah dulu ya sayang ,aku mau lanjut kerja lagi " ucap Aranta
"iya sayang love you "
"love you more , assalamualaikum "
"waalaikum salam "
Setelah mereka selesai makan mereka pun pergi menuju sekolah untuk menjemput anak-anak nya, namun mereka mampir duluke supermarket,di saat itu ponsel Nuari juga berdering.
"waalaikum salam ,maaf Bu,saya hanya mau bilang ini Raffa belum ada yang jemput " rupanya wali kelas Raffa yang nelpon
"oh gitu ,baiklah ini makasih ya Bu,saya sekarang ke sana "
"iya Bu, waalaikum salam ..."
"seperti nya Yoga lupa jemput" lirih nya
"nek bisa nenek awasin Yoga ,jangan sampai dia melakukan nya , perasaan ku tidak enak" punya Gibran membatin pada Wewe
"ehehehe....baiklah " sosok Wewe gombel itu pun segera melesat menuju tempat Yoga saat ini berada
Apa yang dirasakan Gibran memang benar ada nya ,saat ini entah bagaimana cerita nya Yoga dan Erika kini berada di sebuah ruangan kamar.
Erika bergerak sangat erotis seakan ia adalah wanita penghibur di sebuah club,perlahan ia menurunkan resleting pakaian nya, Yoga masih berdiam di tempat nya ,memperhatikan setiap gerakan Erika.
Wewe yang diperintahkan Gibran untuk mencegah hal-hal yang diinginkan Erika pun nampak menyeringai.
"ehehehe....dasar perempuan sund*l ,kita lihat masih niat mau ena-enain cucu mantu ku " sosok Wewe gombel itu pun memanipulasi penglihatan Erika ,dan saat itu juga Erika nampak terperanjat ketika melihat Yoga dengan wajah nya yang buruk rupa,hidung besar mengeluarkan ingus,mata kecil seperti ikan lele, bibir dower seperti ikan mujair,serta telinga besar dan lebar seperti telinga gajah
"hah...p..pak... Yoga..."
Bahkan untuk memastikan penglihatan nya,Erika terus mengucek-ngucek mata nya ,namun penglihatan nya tetap seperti itu.
Erika pun menjauh ketika Yoga beranjak menghampiri nya.
"jangan dekat-dekat !" seru Erika
__ADS_1
"loh kenapa ,bukan nya kamu yang ajak aku ke tempat ini,dan hal apa yang paling menyenangkan yang kamu katakan itu ?" tanya Yoga
"euh...i..itu...jangan mendekat !" pekik Erika lagi ketika Yoga berjalan semakin mendekat
"hiiiiyyy....lebih baik aku pergi saja " Erika pun bergegas pergi
"ini kenapa jadi begini sih ,apa otak ku yang eror atau dia emang manusia jadi-jadian,kenapa bentuknya jadi aneh , hiiiiyyy " Erika terus bergidik ngeri ketika terus mengingat wajah buruk rupa pria incaran nya
"jangan-jangan pak Yoga itu muja,makanya dia jadi orang kaya " fikiran Erika pun jadi kemana-mana
Sepanjang jalan dia terus saja menggerutu tak jelas hingga menjadi pusat perhatian orang-orang yang dilalui nya.
Namun ia tak menyadari jika dirinya bukan nya pergi dari hotel itu,tapi malah kembali ke kamar dimana Yoga berada saat ini.
"lah,kenapa aku bisa balik lagi ke sini?" gumam nya bingung
"terus mana pak Yoga?" batin nya
Ternyata Yoga sedang pergi ke kamar mandi.
"ehehehe...bingung kan "
Di saat bersamaan Nuari dan Gibran sudah sampai di sekolahan ,nampak di sana sudah ada anak-anak yang berdiri di depan kelas bersama wali kelas nya.
"assalamualaikum" ucap Nuari
"waalaikum salam ,akhirnya ibu dan bapak sampai juga ,kasihan mereka sudah menunggu sejak tadi "ucap wali kelas nya
"iya ,maaf jadi merepotkan " Nuari merasa tak enak hati
"ya sudah yuk anak-anak kita pulang !" ajak Gibran
"sekali lagi saya minta maaf ya Bu ,dan terima kasih sudah menjaga anak-anak sebelum kami datang" ucap Nuari sebelum mereka pulang
"iya Bu,tak apa sudah jadi kewajiban saya "
"kalau begitu kami pamit , assalamualaikum"
"waalaikum salam "
Di jalan
"Raffa sayang , nanti kamu pulang ke rumah nenek ya,mama dan uncle ada kerjaan nanti kalau pekerjaan kami sudah selesai mama jemput " ucap Nuari
"ok mah ,aku juga mau main sama Atha dan Lia " seru anak itu senang
"yes ... nanti aku bisa main sama Tante Nagin deh , hihihi " batin Raffa bersorak riang
"hm...ngomong nya saja main sama aku dan Lia,padahal dia mau main sama Tante Nagin " batin Atha
Nagin yang ada di bagasi pun nampak mengedip kan mata ke arah Raffa. Raffa pun merespon dengan tersenyum. Nuari tak menyadarinya,dan memang selama ini baik Nuari dan Yoga pun tak ada yang tahu dengan kemampuan anak mereka,namun tidak bagi Gibran ,Aranta ,Nuri dan Rifki ,mereka tahu itu tapi mereka pun tak mengatakan apa-apa pada Nuari dan Yoga.
Sesampainya di rumah , anak-anak langsung berlari menuju kamar masing-masing, begitu pun dengan Raffa ,ia berlari ke kamar bekas Nuari yang di dalam nya masih banyak barang-barang milik Nuari ,dan memang sengaja kamar itu untuk Nuari jika sewaktu-waktu ia menginap.
"kamu tunggu sebentar ya dek" tanpa menunggu adik nya menyahut,Gibran pergi ke belakang rumah ,tak lama kemudian ia pun kembali
"apa itu kak?"
"daun kelor " jawab Gibran
"untuk apa daun kelor kak ?" tanya Nuari lagi
"daun kelor dipercaya dapat merontokkan susuk, perempuan itu menggunakan susuk,makanya setiap pria yang melihat nya akan merasa dia paling cantik "
__ADS_1
"huuuh...pantas saja " Nuari jadi makin kesal
bersambung...