
Singkat cerita ,kini Yoga dan Renita sudah tiba di Jakarta. Kedua nya pun sudah sampai di penginapan terdekat dengan rumah sakit hewan dimana Nuari bekerja.
Yoga melihat-lihat kamar nya,beruntung di kamar nya ada dua tempat tidur ,hingga ia tak perlu berbagi tempat tidur dengan Renita.
Meski Renita merasa tak keberatan jika harus satu tempat tidur,tapi tidak bagi Yoga,meski nanti mereka akan menikah Yoga masih punya etika dan tata krama,jangan kan tidur satu ranjang , bersentuhan pun Yoga tak pernah melakukan nya.
"sudah malam sebaiknya kamu istirahat,karena besok aku mau pergi ke rumah sakit,kamu tunggu saja di sini ,karena pasti di sana banyak hewan dan penyakit juga tak baik buat kesehatan mu " ucap Yoga penuh perhatian
"iya ,baiklah ,perjalanan nya cukup melelahkan juga ,seperti nya besok juga aku mau rebahan saja " sahut Renita seraya membaringkan tubuh nya di tempat tidur
"kamu gak cuci muka dulu,atau ganti pakaian gitu ,apa gak gerah pake baju yang bekas perjalanan ?" tanya Yoga
"enggak ah ,aku capek ,ngantuk " Renita pun segera masuk ke alam mimpi nya
Sementara Yoga menggelengkan kepala seraya berlalu ke kamar mandi
"dasar jorok " batin nya
Keesokan harinya Yoga yang sudah bersiap pun hendak berpamitan pada Renita,namun perempuan itu masih betah berselimut manja di atas tempat tidur.
"aku berangkat dulu,kalau mau sarapan,aku sudah belikan nasi uduk tadi di depan,kamu hati-hati di sini ya , hubungi aku jika ada apa-apa" ucap Yoga
"hm...iya ...." sahut Renita malas
Yoga pun segera pergi meninggalkan penginapan tersebut.
Sementara itu Nuari pun sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit,setelah berpamitan kepada orang tua nya ,gadis itu pun segera masuk ke dalam mobil dan segera menggerakkan perlahan kendaraan nya keluar pekarangan rumah nya.
Untuk menemani nya berkendara,gadis cantik itu menyetel sebuah lagu milik Ungu yang berjudul cinta dalam hati .
Gadis itu pun ikut terhanyut dengan lirik lagu tersebut hingga membuat mata nya berkaca-kaca.
Tak beberapa lama ia pun sampai di depan rumah sakit dan segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus.
Sementara itu Yoga yang juga baru sampai di depan rumah sakit,ia memperhatikan bangunan rumah sakit berlantai dua itu sebelum memasuki nya.
Karena jarak dari penginapan ke rumah sakit tak begitu jauh,ia tak membutuhkan kendaraan untuk sampai di sana ,cukup berjalan kaki selama sepuluh menit.
Dengan langkah santai Nuari berjalan di koridor rumah sakit untuk selanjutnya memasuki ruangan nya.
Di belakang nya , Yoga yang nampak kebingungan pun menghampiri resepsionis yang juga baru sampai beberapa menit yang lalu
"maaf mbak ,saya Yogaswara dari desa B Pontianak,kedatangan saya ke sini atas panggilan pemilik rumah sakit" ucap Yoga mengkonfirmasi kedatangan nya
"oh iya ,maaf bisa tunggu sebentar soal nya dokter Satria belum datang ,mungkin sebentar lagi ,mas nya bisa menunggu di ruang tunggu ,sebelah sana ,mari saya antar " tawar resepsionis itu nampak ramah
"oh baiklah ,terima kasih " Yoga pun mengikuti resepsionis itu yang berjalan di depan nya
Setelah Yoga duduk, resepsionis itu kembali ke tempat nya.
Tak beberapa lama ,dokter Satria yang merupakan dokter senior juga pemilik rumah sakit hewan tersebut pun datang,dan segera menuju ke tempat Yoga berada setelah resepsionis di depan memberi tahu nya.
__ADS_1
"selamat pagi ....pak Yogaswara ,maaf membuat anda menunggu lama " ucap dokter Satria merasa tak enak
"selamat pagi ,dokter Satria ....tidak kok saya baru saja sampai " sahut Yoga menyebut nama yang tertera di jas kedokteran nya
"wah .... seperti nya saya sudah salah kira ,rupanya pak Yogaswara ini masih muda ya" ucap dokter Satria seraya menjulurkan tangan nya ,Yoga pun segera membalas uluran tangan nya seraya berucap
"iya begitu lah dok ,dokter pun masih terlihat awet muda " balas Yoga,karena memang benar adanya meskipun dokter Satria sudah berusia enam puluhan namun masih terlihat seperti berusia lima puluhan
"wah,pak Yogaswara bisa saja " sahut dokter Satria
"kalau begitu mari ikut saya ke ruangan saya ,nanti akan saya kenalkan pada tim yang akan berangkat bersama pak Yogaswara , sekarang seperti nya mereka belum pada datang " tutur dokter Satria
"baiklah ,tapi panggil saja saya Yoga,biar singkat " ucap Yoga
"baiklah....pak Yoga ayo " ajak dokter Satria lagi
Kedua nya pun berjalan menuju ruangan pak Satria yang hanya beberapa langkah saja dari ruangan Nuari.
Saat melewati ruangan Nuari , Yoga nampak mengerutkan kening saat melihat papan nama bertuliskan nama Nuari beserta gelar nya.
"nama itu seperti tak asing "gumam nya dalam hati
Yoga pun terus melangkah mengikuti dokter Satria hingga sampai lah mereka di ruangan paling besar.
Di ruangan nya ,Nuari nampak tercenung seraya menyentuh bagian d*da nya.
"kenapa rasanya seperti ini ,jantung ku terus berdebar dan lagi......kenapa terasa seperti tersayat-sayat" gumam nya pelan
Gadis itu pun memesan teh lemon hangat untuk merilekskan fikiran nya.Hingga tak lama terdengar ketukan di pintu nya.
tok tok tok
"masuk " suara nya menginterupsi kan seseorang di luar untuk masuk
Ia fikir seorang OB yang membawakan minuman pesanan nya,namun ternyata bukan.
"selamat pagi dokter Nuari " ucap seorang pria dengan lesung pipi yang menambah ketampanan nya dikala ia tersenyum
"selamat pagi juga dokter Evan " balas Nuari sama memberikan senyum manis nya
"ada keperluan apa pagi-pagi sudah menyambangi ruangan ku ?"tanya Nuari dengan menatap intens dokter tampan berlesung pipi yang tengah berdiri dengan kedua tangan nya dimasukkan ke dalam saku celana bahan nya
"tidak ada apa-apa ,aku hanya bosan saja berada di ruangan ku sendirian,boleh kan aku di sini sebentar saja sebelum jam kerja ku di mulai?" tanya nya
"ya...terserah kau saja lah ,asal jangan mengganggu kerja ku saja " sahut Nuari seraya meraih sebuah map yang isi nya beberapa rekam medis hewan-hewan yang ia tangani
"hm...tak akan " dokter Evan pun berjalan menuju sofa ,dan duduk sambil memperhatikan Nuari yang nampak serius memeriksa data-data nya
"cantik " gumam Evan tanpa sadar
"apa....kau bilang sesuatu...?" tanya Nuari mengangkat kepala melihat pada Evan
__ADS_1
"eh...tidak ...bukan apa-apa" ucap Evan kikuk
Dengan menghela nafas Nuari pun kembali dengan kegiatan nya. Sebenarnya Nuari menyadari jika pria yang sedang berada bersama nya itu menyukai nya,namun ia yang sudah terlanjur mencintai Yoga pun memilih untuk berpura-pura tak mengerti.
Jika dulu mungkin ia akan dengan mudah menerima laki-laki saat meminta nya menjadi kekasih ,namun kini tak lagi semenjak hatinya terpaut pada sosok pria bernama Yoga.Meskipun kini hatinya terluka karena sang pria idaman tak kunjung datang karena melupakan nya.Tapi ia yakin jika suatu saat Yoga nya akan kembali.
Beberapa saat kemudian pintu kembali di ketuk.
tok tok tok
"masuk " seru Nuari lagi
"maaf dokter ,ini minuman nya " ujar seorang OB membawakan teh lemon pesanan nya
"iya ,terima kasih ya mbak,simpan di sini saja " ucap Nuari seraya menggeser kan beberapa dokumen di meja nya
"kalau begitu saya permisi " pamit OB itu lalu meninggalkan ruangan
Perlahan gadis itu meraih dan mulai menyeruput teh lemon hangat dengan memejamkan mata nya,meresapi setiap teguk air hangat itu saat membasahi tenggorokan nya seiring irama detak jantung yang ia rasakan semakin berdebar tak karuan.
Namun tiba-tiba
"ah iya ,tadi dokter Satria meminta kita datang ke ruang lab "
Nuari menoleh
"kenapa gak katakan dari tadi " dengus Nuari
"karena belum waktu nya ,dokter Satria meminta kita ke sana pukul sembilan,nah sekarang kan masih pukul delapan tiga puluh" sahut Evan
"haiiissshhhh....kau ini ,ya sudah ayo kita ke sana sekarang,jangan nunggu nanti, kelamaan" cetus Nuari setelah menghabiskan minuman nya
"baiklah "
Keduanya pun segera pergi menuju ruang lab.
tok tok tok
"permisi ....selamat pagi dok "sapa Nuari setelah mengetuk pintu yang terbuka itu
"selamat pagi .... ini perkenalkan beliau yang dari desa B ,nama nya pak Yogaswara " ucap dokter Satria segera mengenalkan mereka
Mendengar nama Yogaswara ,membuat Nuari tercenung melihat seseorang yang masih memunggungi mereka ,sebab saat ini Yoga tengah menyiapkan beberapa obat yang berhasil ia buat.
"pak Yoga " seru dokter Satria membuat nya harus membalikan tubuh
Nuari menatap wajah bernama Yoga itu dengan seksama.
"perkenankan saya Yogaswara ,panggil saja Yoga "
Deg....
__ADS_1
...***...