
Evan bersama dokter Satria terlibat dalam sebuah obrolan yang serius.Kedua nya kini berada di ruangan dokter Satria,karena di ruangan Evan sedang ada Ayu yang diminta menunggu nya.
"dokter yakin dengan dengan yang dokter rasakan ?" tanya Evan
"iya dokter Evan, pertama kali melihat nya entah kenapa ada perasaan aneh menjalari,rasanya seperti sebuah kerinduan yang teramat dalam,apalagi melihat wajah nya sangat mirip dengan mendiang istrinya,dan lagi...liontin yang dia pakai sama persis dengan liontin yang aku berikan pada mendiang istri ku " tutur dokter Satria mengatakan semua yang mengganjal di hati nya
"kalau begitu tunggu apa lagi ,ayo kita temui Ayu dan katakan yang sebenarnya,lalu setelah itu kita lakukan tes DNA " ajak Evan , entah kenapa ia pun sangat yakin jika Ayu adalah putri kandung dokter Satria
"ya ....kamu benar " dokter Satria pun setuju dengan apa yang Evan katakan
Kedua nya pun berjalan dengan langkah lebar menuju ruangan Evan.
Hingga beberapa saat kemudian kedua nya sampai dan langsung masuk begitu saja.
Ayu yang tengah menatap ke luar jendela pun menoleh ketika mendengar suara pintu di buka.
Ayu mengerutkan keningnya ketika melihat wajah kedua pria beda usia itu nampak serius menatap.
"ada apa?" tanya nya pelan
"Ayu... aku mau tanya sesuatu pada mu" ucap Evan
"apa?" tanya Ayu pelan
"apa kamu tidak merindukan orangtua kandung mu?" tanya Evan
"a...aku... aku tentu merindukan mereka,tapi...tapi aku tak tahu siapa dan dimana mereka,om Jhony tidak pernah mengatakan apapun selain aku yang dibuang di pinggir hutan oleh orangtua ku " sahut Ayu lirih
"apa Jhony yang kamu maksud adalah dia " ucap dokter Satria dengan memperlihatkan sebuah foto yang dimana dirinya dan seorang pria lain tengah tersenyum dengan saling rangkul
"ini...."
"ya itu saya dan sahabat saya saat masih muda " sahut dokter Satria
Ayu pun segera memperhatikan foto tersebut,tangan nya bergetar melihat nya.
"dia memang om Jhony ,iya aku masih ingat bahkan foto seperti ini aku pernah melihat nya " ucap Ayu merasa tak menyangka
"dimana kamu pernah melihat nya ?" tanya Evan
"dikamar om Jhony, waktu itu aku tak sengaja melihat foto itu saat ingin membersihkan kamar nya,tapi foto itu sudah di robek jadi dua bagian "tutur Ayu
"robek jadi dua bagian "ulang dokter Satria, Ayu mengangguk
"lalu liontin itu kamu dapatkan dari mana?" tanya dokter Satria lagi menatap Ayu
"ini, seperti nya milik ku ,karena aku juga menemukan nya di laci kamar om Jhony,karena nama yang ada di liontin ini sama dengan namaku ,makanya secara diam-diam aku mengambil nya,jika tidak om Jhony pasti akan marah " tutur Ayu
"Ayunia Paramita " lirih dokter Satria, membuat gadis mungil itu terkesiap
"da...darimana anda tahu nama itu ?" tanya Ayu tergagap
"karena Ayunia Paramita adalah nama mendiang istri ku " jawab dokter Satria yang tak dapat lagi membendung air mata nya
"ayo kita tes DNA, aku yakin kau putri kandung ku yang sudah lama hilang " ucap dokter Satria dengan nada bergetar
"a...apa....ta..tapi...bagaimana mungkin ?" tanya Ayu
"semuanya bisa saja mungkin Yu,untuk memastikan kalian harus melakukan tes DNA " timpal Evan
"tapi...apa yang membuat anda yakin jika aku putri kandung mu ?" tanya Ayu yang masih merasa tak percaya
__ADS_1
"wajah mu sangat mirip dengan mendiang istri ku,dan lagi ,liontin yang kamu kenakan adalah liontin yang aku berikan pada mendiang istri ku sebagai hadiah ulang tahun,liontin itu tidak bisa dibuka jika tidak ada pasangan nya" ujar dokter Satria
Ayu pun melepas liontin tersebut dan kembali memperhatikan nya.
"pasangan nya ada di rumah ku,ayo kita ke sana untuk membuktikan " ajak dokter Satria ,Ayu pun menoleh pada Evan ,Evan mengangguk
Akhirnya Ayu dan Evan pun pergi bersama dokter Satria ke rumah nya.
Di perjalanan tak ada sepatah kata pun terucap dari ketiga nya, masing-masing tengah berkutat dengan fikiran nya masing-masing.
"jika benar ia adalah ayah kandung ku...." lirih Ayu membatin seraya menatap dokter Satria yang duduk di bangku depan
"apa benar ia membuang ku,lantas kenapa ....apa alasan nya jika iya " lirih nya lagi
"aku yakin kau lah putri kandung ku,Ayu... sebentar lagi aku akan menemukan anak kita,doakan semoga dia benar-benar putri kandung kita "batin dokter Satria
"jika benar Ayu anak kandung dokter Satria,itu artinya ia tak akan lagi tinggal di apartemen ku " batin Evan
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah rumah sakit terbesar di Jakarta, mereka langsung melakukan tes DNA setelah beberapa proses administrasi dilakukan.
"hasil nya akan keluar setelah dua hari,nanti akan saya kabari lagi " ujar dokter yang menangani
"baiklah , terima kasih dokter ,kalau begitu kita pamit " ucap dokter Satria
Setelah itu mereka pun pulang.
"bagaimana perasaan mu ?" tanya Evan pada Ayu setelah mereka berada di apartemen
"entahlah,aku merasa nervous ,apa mungkin dokter Satria adalah ayah kandung ku atau bukan "jawab nya pelan
"kita berdoa saja yang terbaik" ucap Evan
"aku memang tak percaya,tapi aku takut jika kenyataan nya aku memang di buang " ucap Ayu mengatakan kegundahan hati nya
"jika kamu dibuang mana mungkin dokter Satria mencari-cari putri nya yang hilang " ucap Evan ,Ayu mengangkat wajah nya menatap Evan
"selama ini beliau selalu mencari keberadaan putri nya,dia kesepian istrinya meninggal beberapa hari setelah putrinya hilang,putrinya masih merah karena baru beberapa hari dilahirkan saat di culik "tutur Evan menceritakan apa yang dokter Satria cerita kan pada nya
"di culik " cicit Ayu pelan
Sementara di tempat lain di saat bersamaan, Yoga yang hendak bersiap untuk pulang,mengurungkan niatnya karena tiba-tiba ada tamu,seorang klien dari luar kota,dan mengharuskan Yoga untuk menemui nya mendampingi Manager perusahan itu.
Ingin rasanya ia menolak karena rasa rindu nya pada istri tercinta,apalagi rasa mual kembali ia rasakan ketika ia tengah berada di dalam lift.
Yoga sendiri lupa menghubungi Nuari jika ia akan pulang sedikit terlambat,sebab ponsel nya lowbat.
Detik demi detik berlalu,menit dan jam terlewat begitu saja,namun yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang. Dengan perasaan was-was Nuari terus berjalan mondar-mandir di atas balkon kamar nya.
Tatapan nya tak pernah ia alihkan dari pintu gerbang rumahnya.
"kenapa kamu belum pulang,sudah jam berapa ini,bahkan matahari sudah tenggelam sejak satu jam yang lalu " lirih nya
"ponsel mu bahkan tidak aktif "
Ia yang sudah dalam mode sensitif pun tak bisa menahan air mata nya,fikiran nya berkelana hingga membuat nya merasa tak tenang.
"Ya Allah.... lindungi lah suami ku " lirih nya
tok tok tok
pintu kamar nya di ketuk
__ADS_1
"nyonya ....apa nyoya baik-baik saja ?" tanya bibi art yang nampak mengkhawatirkan majikan nya,sebab sudah satu jam lebih majikan nya nampak gelisah dan gusar
Nuari berjalan menuju pintu dan membuka nya
"bi....kenapa Yoga tak juga pulang,apa dia baik-baik saja kan bi "ucap Nuari menatap nanar bibi art itu
"insyaallah tuan baik-baik saja nyonya,nyonya yang tenang ya,mungkin tuan masih sibuk dan lupa ngabarin nyonya " ucap bibi ,ia tak tega melihat majikan nya seperti itu
"iya bi ,tapi ponsel nya tidak aktif,aku takut terjadi sesuatu pada nya bi "ucap Nuari lagi
"nyonya kita turun yuk,bibi sudah siap kan makanan,nyonya sebaik nya makan dulu,kasihan dede utun,pasti dia juga sudah lapar " ucap bibi mencoba membujuk majikan nya
"tapi bi,aku tak bisa makan kalau tidak ada suami aku "
"setidak nya ada sesuatu yang masuk ke perut nyoya,meski hanya sepotong kue,yuk nyonya ,kita tunggu tuan sambil makan sesuatu "ajak bibi
"baik lah " Nuari akhirnya luluh juga,ia membenarkan jika janin nya mungkin sudah kelaparan
Nuari tak ingin menunggu di ruang makan,ia justru memilih menunggu di ruang tamu dengan beberapa makanan ringan yang sama sekali tak ia sentuh.
Bibi merasa khawatir melihat nya,tapi ia tak bisa terus menerus membujuk majikan nya itu.
"kasihan nyoya, betapa nyonya sangat mencintainya tuan " lirih nya dalam hati
"hiks.... Yoga....cepat lah pulang " tangis nya
Saat itu juga terdengar deru mesin mobil berhenti di luar,dengan cepat Nuari beranjak keluar dan berlari menubruk tubuh Yoga yang baru saja keluar dari dalam mobil.
Bruk'
"sayang " Yoga terkejut
"Yoga...kenapa kamu pulang nya terlambat,ponsel mu tidak aktif aku sangat mengkhawatirkan mu,aku takut terjadi sesuatu pada mu " tangis Nuari pecah di pelukan Yoga
"maaf ya sayang aku tak sempat memberi tahu mu kalau aku terlambat pulang, ponsel ku bahkan lowbat " sesal Yoga
"hiks...kau menakuti ku "lirih nya sesegukan
"iya sayang maaf ya " ucap Yoga
Singkat nya Yoga segera membawa masuk Nuari ,dan segera makan malam,setelah itu mereka masuk kamar dan tak keluar lagi,membuat bibi art tersenyum menggeleng kan kepala sebab dari luar kamar suara rintihan dan erangan kedua nya terdengar jelas.
Tak ada maksud untuk menguping,hanya saja bibi tak sengaja melintas di depan kamar majikan nya,dan otomatis suara erotis itu bisa sampai ke telinga nya
Keesokan hari nya , Nuari benar-benar tersenyum bahagia,melihat hasil tes yang kedua kali nya,kali ini hasil nya terlihat sangat jelas ,dua garis biru menandakan jika ia kini tengah berbadan dua , ekspresi nya pun tak dapat ia sembunyikan.
"sayang kamu kenapa, kelihatan nya senang banget,ada apa sih ?" tanya Yoga
"aku punya kejutan buat mu " ucap Nuari
"apa ?"
"taaarrraaaaa.........." Nuari menunjukan empat buah test pack yang bergaris dua ,Yoga langsung menerima nya dan mengerutkan kening
"kemarin siang aku mencoba nya dan hasil nya meragukan karena samar ,dan yang ini hasil nya sangat jelas,lihat lah ...aku hamil ,kamu akan jadi papa " seru Nuari sangat antusias
Namun tiba-tiba Nuari terdiam kala melihat ekspresi Yoga yang biasa saja terkesan dingin.
"Yoga...k..kenapa....kamu tidak senang....?"
...***...
__ADS_1