Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Dibuntuti


__ADS_3

Kebiasaan nya membereskan rumah membuat nya tak butuh waktu lama untuk membuat semua ruangan di apartemen itu rapih,apalagi kondisi apartemen itu jauh dari kata berantakan.


Ayu hanya perlu menyapu ,mengelap debu di meja dan sebagainya juga mengepel lantai.


Baru saja ia menyimpan peralatan bersih-bersih terdengar suara pintu terbuka.


Ayu yang hendak kembali ke kamar nya pun tiba-tiba mematung di depan pintu kamar setelah suara Evan terdengar di telinga nya.


"Ayu..." ucap Evan sambil berjalan ke arah nya


"ini ada beberapa pakaian,semoga pas di tubuh mu " ucap Evan sambil memperhatikan sekeliling nya


Perlahan Ayu menoleh dan melihat pada beberapa paper bag yang di bawa Evan


"ini ambil lah "


"u...untuk ku ?" tanya nya


"iya ,untuk mu, ngomong-ngomong....ini kamu yang mengerjakan nya?" tanya Evan sedikit menunduk ,sebab postur tubuh nya yang tinggi sementara Ayu hanya sebatas dada nya


"i...iya ,maaf jika aku sudah lancang,tapi...aku melakukan nya karena aku tak tahu harus berterima kasih pada mu dengan cara apa,karena aku tak punya apa-apa jadi aku hanya bisa membersihkan rumah mu sebagai rasa terima kasih ku " ucap Ayu menunduk


Evan tersenyum mendengar nya,ia kemudian meraih tangan kanan gadis itu hingga membuat nya terkesiap.


"cepat ganti pakaian mu,kau terlihat aneh memakai baju ku " Evan terkekeh lalu pergi menuju kamar nya


Gadis itu terdiam melihat kepergian Evan,lalu tatapan nya beralih pada paper bag di tangan nya.


Tiba-tiba gadis itu tersenyum lalu masuk ke dalam kamar nya.Di dalam kamar nya gadis itu segera membuka satu persatu paper bag yang ia letakan di atas tempat tidur.


Matanya berbinar melihat beberapa pasang pakaian yang nampak pas dengan ukuran tubuh nya.


"wah....bagus sekali semua pakaian nya,ini pasti mahal, tapi kenapa dia bisa tahu ukuran tubuh ku ?" gumam nya


Netra nya melihat satu paper bag yang belum ia buka,ia pun segera meraih dan membuka isi nya.


Seketika mata nya membola saat melihat isi dari paper bag tersebut,wajah nya yang putih bersih pun seketika memerah meski masih dihiasi warna biru keunguan di pipi bagian kanan nya namun tak membuat rona merah nya tersamar kan,detak jantung nya pun tiba-tiba berdetak tak beraturan.


"astaga....kenapa dia juga membelikan dalaman segala,apa dia tak malu saat membeli nya " batin nya seraya menggigit bibir bawah nya


Matanya menatap tak berkedip pada beberapa celana berbentuk segitiga dengan bra yang ukuran yang sangat pas dengan nya.


"aaakkkhhh.....malu sekali....setelah ini apa aku bisa bertatap muka dengan nya,Ya Tuhan.... masuk kan saja aku ke dalam lubang semut agar tak bertemu dengan nya "


Di waktu yang bersamaan di tempat lain


Setelah memastikan jika jendela di kamar yang sekarang Nuari tempati sudah benar-benar selesai di perbaiki,bahkan kini jendela itu tak dapat di buka.


Yoga mengajak Nuari untuk pergi ke suatu tempat. Tempat dimana Yoga sering merenung sendiri saat rasa rindu yang ia rasakan tak tahu harus ia tujukan pada siapa.


Di tempat itu lah ia mengambil keputusan untuk menikahi Renita,gadis yang ia anggap sebagai gadis baik-baik.


"wuaaahh.....ini sangat menakjubkan....." seru Nuari yang terkagum-kagum akan keindahan pemandangan di sana


Berada di atas ketinggian ia bisa melihat apa-apa saja yang berada di bawah nya. Rumah-rumah penduduk yang nampak terlihat sangat kecil juga hamparan pesawahan yang terlihat seperti lapangan. Bukit-bukit yang tinggi menjulang menambah keindahan di mata siapa pun yang memandang nya.


"kamu sering datang ke tempat ini?" tanya Nuari tanpa mengalihkan pandangan nya dari pemandangan di depan mata nya


"ya ,di tempat ini lah aku selalu terdiam menyelami apa yang aku rasakan yang terasa aneh bagi ku" sahut Yoga membuat gadis yang masih terpesona dengan pemandangan alam pun menoleh cepat ke arah nya


" maksud mu? tanya nya


"aku sering bingung dengan apa yang aku rasakan,perasaan gelisah,kehilangan ,rasa rindu yang tak tahu pada siapa harus aku tujukan,perasaan itu sungguh menyiksa ku,siang ,malam perasaan itu selalu datang begitu saja,hingga akhirnya aku memutuskan untuk menikah saja dengan seseorang,dan dengan bodoh nya aku malah menujuk Renita yang aku anggap perempuan baik-baik untuk ku nikahi,padahal aku sama sekali tak memiliki perasaan pada nya" tutur Yoga


"ternyata meski ingatan ku tentang mu telah hilang ,tapi perasaan ku tak pernah hilang pada mu, terbukti saat pertemuan kita di rumah sakit waktu itu hingga saat ini jantung ku terus mendebarkan rasa rindu dan cinta pada mu,debaran yang membuat ku kembali jatuh cinta pada mu,dan kembali nya ingatan ku menjawab semua kegelisahan yang kurasakan selama ini,bahwa ternyata kamu lah semua tujuan rasa gelisah dan rindu ku " tambah nya

__ADS_1


"Yoga...."lirih Nuari dengan mata yang sudah berembun


"a...aku fikir kita tak akan pernah bisa bersama kembali,aku bahkan berencana melupakan mu saja karena aku sudah tak sanggup terus mempertahankan rasa ini sementara kamu tak bisa ku raih " air mata nya tak dapat dibendung lagi


"maaf kan aku " lirih Yoga seraya mengusap air mata di pipi kekasih nya


"tidak ,ini bukan salah mu,tapi ini takdir, sekarang kita sudah bersama,aku harap selama nya kita akan tetap bersama,apapun dan siapa pun tak akan ada yang bisa memisahkan kita" ujar Nuari


"biar maut yang akan memisahkan kita berdua,tapi bila aku yang harus pergi duluan aku harap kamu bisa meraih kebahagian sendiri,selalu tersenyum lah untuk ku " ucap Yoga


"kau ini bicara apa,tidak akan ada yang pergi diantara kita,kita akan pergi bersama-sama " sengit Nuari


"kita tak bisa melawan takdir,mau aku atau kamu yang lebih dulu pergi,aku harap kita akan bisa menjalani hidup kita dengan baik" balas Yoga


"tapi aku tak mau jika harus kembali hidup tanpa mu " gadis itu pun terisak dengan menutup wajah nya menggunakan telapak tangan, Yoga yang melihat nya pun merasa tak tega ,dan langsung merengkuh tubuh yang tengah gemetar menahan tangis


Entah kenapa membahas perpisahan membuat hatinya kembali terasa diiris,sakit,dan perih. Perpisahan kemarin cukup membuat nya trauma akan kehilangan.


"hiks...aku....tak mau lagi kehilangan mu,cukup kemarin saja aku merasakan sakit saat merindukan mu,tak mau lagi " lirih nya


"iya... aku pun tak ingin kehilangan mu lagi,maaf kan aku ,aku janji untuk selalu ada bersama mu,kita jalani hari-hari bersama,suka duka kita lewati berdua, selamanya kita tak kan pernah terpisahkan " ucap Yoga seraya mengurai pelukan nya dan menangkup kedua pipi Nuari dengan kedua telapak tangan nya ,Nuari mengangguk Yoga pun langsung mendaratkan kecupan pada kening Nuari,hingga gadis itu terpejam


"maaf ya,mulai sekarang jangan ada lagi air mata kesedihan, aku tak ingin melihat nya " ucap Yoga kemudian


Hembusan angin menerpa wajah kedua nya yang tiba-tiba terpaku dengan saling bertatapan. Detak jantung kedua nya pun terdengar jelas bertalu-talu seakan memacu adrenalin.


Begitu dekat nya kedua nya hingga tak ada celah sedikit pun antara mereka, hembusan nafas hangat kedua nya pun sampai terasa di wajah masing-masing,perlahan Yoga memiringkan wajah nya ketika netra nya menatap bibir tipis merah muda natural milik Nuari.


Entah kenapa melihat Yoga seperti itu,Nuari memejam kan mata dengan membuka sedikit bibir nya, seolah menyambut nya. Akan tetapi begitu bibir hangat Yoga berhasil mendarat bukan nya bibir tipis merah muda yang di kecup nya melainkan punggung tangan Nuari.


Sontak Nuari membuka mata lalu berucap


"belum boleh " Nuari tersenyum meledek , sementara Yoga yang tiba-tiba jadi kikuk hanya bisa terkekeh


"hehehe....maaf aku khilaf,habis nya bibir mu ini seperti ada magnet nya saja "


"hahahaha....baiklah,mau makan apa ?" tanya Yoga


"makanan khas kota ini saja,aku penasaran dengan sotong pangkong yang sering aku lihat di ytube juga eskrim petrus seperti nya segar dan enak" ujar Nuari


"baiklah ayo kita cari " seru Yoga lalu menggandeng lengan Nuari dan mengajaknya pergi dari tempat itu


Sebenarnya Nuari masih betah berada di sana,pemandangan yang sangat menakjubkan tak ingin ia sia-sia kan begitu saja,namun mengingat di sana sepi hanya mereka berdua,ia berfikir itu bukan hal yang baik,apalagi tadi Yoga pun hendak mencium nya,bukan tak ingin hanya saja ia tahu hal itu tidak di benarkan,berada di tempat sepi berdua saja ia sudah salah begitu fikir nya.


Akan tetapi sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat itu,Nuari meminta untuk berfoto terlebih dahulu sebagai kenang-kenangan bahwa mereka pernah datang ke tempat itu.


Setelah puas berfoto kedua nya pun segera pergi dengan menuruni bukit itu dengan berjalan kaki,tanpa mereka sadari rupanya ada dua pasang mata telah memperhatikan kedua nya,yang artinya mereka tak benar-benar berdua saja di tempat itu.


"apa lagi setelah ini ?" tanya Jupri


"ikuti saja mereka, tunggu sampai lengah baru kita eksekusi " sahut Renita


"apa kita tak ehem dulu di sini,lihat lah tempat ini begitu sepi dan pasti akan mengasikan jika kita melakukan nya di sini" ajak Jupri dengan tatapan yang penuh nafsu melihat Renita yang semakin montok dengan perut sedikit buncit


"ck ,jangan mulai deh,nanti kita kehilangan jejak mereka,nanti saja kapan-kapan kita datang lagi ke tempat ini ,ayo...." terang saja Renita menolak nya karena ia tak ingin kehilangan jejak Yoga juga Nuari


"hm... baiklah...baiklah...padahal si otong udah tegak berdiri eh harus layu kembali " lirih Jupri seraya berjalan di belakang Renita dengan lesu


Yoga dan Nuari kini sudah sampai di sebuah warung makan yang menjajakan beraneka ragam makanan khas kota Pontianak.


Yoga pun dengan segera memesankan makanan yang di inginkan kekasih nya.


Setelah beberapa saat kemudian makanan pun siap, kedua nya langsung menikmati makanan mereka.


"hm... ini benar-benar enak " gumam Nuari setelah menelan makanan nya

__ADS_1


"kamu suka ?" tanya Yoga


"ehm...iya,aku benar-benar suka dengan rasa nya,apalagi eskrim ini benar-benar segar dan manis,pas banget di lidah aku " ujar Nuari seraya terus memasukan eskrim khas Pontianak itu ke dalam mulut nya


Yoga nampak tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang lucu seperti anak kecil yang baru dibelikan eskrim,menurut nya Nuari sangat menggemaskan.


Melihat ada eskrim di sudut bibir gadis itu, Yoga pun segera mengusap nya dengan jempol tangan kanan nya, kemudian ia ******* jempol nya itu membuat Nuari terkesiap.


"ih kamu jorok, bukan nya di lap pakai tisu malah di **** " ucap Nuari menatap heran pada Yoga


"manis " sahut Yoga


Nuari pun mengerutkan kening mendengar nya


"hah"


"iya rasanya sangat manis,sayang kalau dilewatkan " ucap Yoga mengulum senyum


"kalau kamu mau,ini...aku bisa membagi nya dengan mu " ucap Nuari yang tak faham arah pembicaraan kekasih nya itu


"bukan ,bukan itu,tapi rasa eskrim di bibir mu jauh lebih manis,anggap saja aku tadi habis nyium kamu,habis aku belum bisa nyium bibir mu secara langsung,sama saja kan" cetus Yoga


"haiiissshhhh....kau ini,mana bisa begitu,aku jadi malu tahu " lirih Nuari sembari menunduk menyembunyikan rona merah di wajah nya


"hehehehe.....kamu cantik" celetuk Yoga lagi


"ah sudah lah,kamu tuh kenapa jadi begini sih,aku kan jadi baper tahu " ucap Nuari tak kuasa menahan senyuman nya


"kan ini keinginan mu,kamu ingin ada seorang pria membuat mu baper kan,jadi akulah pria itu " ucap Yoga yang kembali teringat kata-kata Nuari dulu sebelum peristiwa di sekolah merenggut ingatan nya


"ah,masih ingat saja kamu,aku malah sudah lupa,waktu itu aku hanya kesal melihat kakak yang selalu so sweet pada kak Ara,serasa jadi lalat pengganggu aku tuh jadinya aku menggerutu tak jelas " ucap Nuari seraya tersenyum


"tapi kamu suka kan di buat baper oleh ku?"


"jangan ditanya lah " sahut Nuari dengan rona merah yang tak pudar dari wajah nya, Yoga terkekeh


"tanpa di jawab pun aku sudah tahu kalau kamu sangat menyukai nya " ucap Yoga sambil menatap Nuari lekat


"Yoga,....maaf ya dulu aku tak pernah peka dengan perasaan mu,aku malah membuat mu terluka dengan menerima laki-laki lain" lirih nya merasa bersalah


"iya,tidak apa-apa ,ini juga kesalahan ku,andai aku bisa lebih jujur dengan perasaan ku pada mu,aku hanya takut kamu malah menjauhi ku setelah tahu perasaan ku" tutur Yoga


"kenapa kamu berfikiran ke situ?" tanya Nuari


"kau tahu ....bahkan orang yang tak benar-benar mencintai ku saja aku bisa dengan mudah menerima nya,apalagi kamu yang benar-benar tulus pada ku,asal kamu tahu,aku pun merasakan hal yang sama dengan yang kau rasakan pada ku,rasa nyaman, bahagia ,dan selalu merindukan mu ,itu semua aku rasakan saat pertama kita bertemu,bahkan hanya dengan obrolan kecil di depan toilet aku bisa langsung merasakan getaran aneh ketika melihat mu ,hanya saja aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaan ku,aku baru menyadari nya ketika kamu sudah pergi meninggalkan ku dengan segala kenangan kita,dan itu cukup membuat ku terpuruk" tambah nya panjang lebar


"aku senang mendengar penuturan mu,tapi aku mau tanya satu hal pada mu " ucap Yoga


"apa ?"


"apa selama aku tidak ada,...kamu masih suka menerima pria lain yang menyukai mu?" tanya Yoga penasaran


"ck,..tentu saja tidak ,kau bisa percaya pada ku,setelah aku benar-benar mengerti dan merasakan jatuh cinta,aku tak mau lagi bermain-main seperti dulu " tutur Nuari berdecak


"Alhamdulillah.....aku senang mendengar nya, terima kasih ya,karena kamu juga membalas perasaan ku,bahkan jauh sebelum aku mengatakan nya " ujar Yoga seraya meraih tangan Nuari lalu menggenggam nya


Nuari mengangguk dan tersenyum menatap Yoga lalu kemudian ia berucap


"aku ke toilet dulu ya,kebelet " cengir nya , hingga Yoga pun terkekeh


"ternyata dari tadi kamu menahan nya,aku fikir karena terlalu baper "


"hehe....itu juga termasuk,ya udah aku ke toilet sebentar ya,titip tas aku " Yoga mengangguk Nuari pun dengan cepat melangkah ke arah toilet


Tepat di meja paling ujung,Renita dan Jupri saling lirik lalu menyeringai melihat kepergian Nuari ke toilet,kedua nya pun mengangguk lalu sama-sama beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2