
"Jadi,apa jawaban kamu sayang mengenai lamaran nak Riki ?"Tanya Gibran
Seketika jantung Lia dan Riki terasa berhenti berdetak,keduanya sama-sama tegang. Jika Riki merasa tegang karena takut jawaban Lia tak sesuai harapan nya ,lain hal nya dengan Lia yang merasa tegang karena gugup juga malu. Bahkan lidah nya pun terasa kelu meski hanya sebatas kata iya yang ingin diucapkan nya.
"Jadi ,bagaimana sayang ?" Tanya Aranta
Yang ditanya semakin salah tingkah,kedua kaki nya sudah tak dapat dikondisikan lagi,sementara kedua tangan nya saling meremas.
Syakira merasa gemas melihat Lia. Gadis itu pun menyeringai lalu menatap tajam ke arah Lia ,tentu hal itu tanpa di sadari siapapun karena mereka tengah fokus pada Lia untuk menanti jawaban Lia. Namun tidak bagi Nagin ,Wowo ,dan Wewe. Ketiga makhluk astral itu tahu apa yang dilakukan Syakira,namun mereka tak bisa berbuat apa-apa sebab aura yang ada di tubuh gadis itu sangat kuat hingga membuat mereka merasa segan pada nya. Sama hal nya pada Elsa ,mama nya Syakira. Elsa yang merupakan titisan siluman ular yang ditakuti para makhluk ghaib,menjadikan kedua anak nya pun memiliki kemampuan diluar batas manusia biasa.
Perlahan Lia mengangkat kepala menatap semua yang di sana satu-satu.
"Astaga,apa yang terjadi padaku ? Kenapa kepalaku bergerak sendiri" bingung Lia dalam hati
Syakira menggerakkan bibirnya seperti mengatakan sesuatu namun tanpa bersuara. Di saat bersamaan Lia pun berbicara," Iya,aku terima lamaran nya " Sontak saja kedua mata gadis itu mebelalak ,ia terkejut dengan apa yang ia katakan.
"Alhamdulillah..." Lirih Riki ,pria itu pun reflek bangkit dari duduk nya lalu bersujud syukur karena apa yang ia harapkan akhirnya terkabul
Semua dibuat melongo dengan reaksi pria itu.
"Sampai segitunya " Lirih Atha membatin
"Apa dia benar-benar mencintai Lia " gumam Aranta membatin
Melihat bagaimana reaksi Riki tentu membuat mereka terharu ,mereka berharap Riki benar-benar bersungguh-sungguh dengan niat nya,semua yang di sana berharap Riki benar-benar tulus pada Lia.
Saat semua orang terkesima dengan aksi Riki,Lia justru dibuat terheran karena tiba-tiba saja mulut nya bisa berbicara dengan lancar ,padahal tadi ia merasa kesusahan. Syakira sendiri,ia bisa mendengar kata hati Lia ,hingga ia berinisiatif membantu Lia untuk berbicara.
"Terima kasih karena kamu sudah mau menerima saya,tapi...apa tidak apa-apa,saya ini kan hanya orang biasa tidak seperti keluarga kamu " Ucap Riki setelah ia kembali berdiri ,ia menatap Lia
"Maksud nya gimana ya ?"Tanya Gibran
"Maksud nya ,kalian kan dari keluarga kaya,anda seorang pengusaha hebat, sementara saya hanyalah seorang guru " Ucap Riki merendah
"Bukan kah kamu juga punya perusahaan?" Tanya Rifki
"Perusahaan itu hanya peninggalan almarhum papa saya "Jawab nya jujur
Gibran tersenyum mendengar nya,"Sebenarnya kami tidak pernah mempermasalahkan status dan kedudukan siapa pun,karena semua manusia itu sama dimanta Allah.Siapa pun dan darimana pun asal nya asal orang nya baik dan jujur kami terima dengan tangan terbuka. Bukan begitu sayang " Ucap Gibran meminta persetujuan istrinya
"Ya,... seperti itu " Jawab Aranta
"Alhamdulillah,terima kasih banyak,om " Ucap Riki bahagia
"Tapi , ngomong-ngomong bukan nya kamu juga pemimpin perusahaan kan ,kakek pernah lihat kamu saat seminar waktu itu " Tanya Rifki
"Hehehe ... Iya.Saya masih belajar ,kareka selama ini almarhum papa saya yang terjun langsung ke perusahaan " Jawab Riki apa adanya
"Lalu kamu ngapain saja sebelum nya ?" Tanya Gibran
"Kebetulan saya ini dulunya atlet bela diri om" Jawab Riki
"Wah,pas kalau gitu. Cocok ! Lia juga kan suka banget taekwondo " Ujar Nuri menimpali
Riki dan Lia hanya tersenyum mendengar nya ,hati mereka masih sama-sama berdebar.
"Oh iya ,kalau kamu apa sudah ada gebetan apa belum ?" Tanya Rifki menggoda Atha
"Ah,kakek,bang Atha mana ada gebetan,tiap hari dia bareng aku dan Raffa aja kok " Sambar Lia
Syakira tersenyum lalu ikut berbicara,"Kata siapa ,orang kita berdua lagi deket kok ,iya kak Atha " Ucap nya melirik pada Atha
Atha terkesiap ,sementara yang lain kini melihat pada Atha juga Syakira bergantian.
__ADS_1
"Kalian sedang deket ? " Tanya Gibran
"Eng....iya. Eh " Atha terkejut karena tiba-tiba mulut nya berkata lain , sementara Syakira tersenyum simpul ,karena ia yang sudah membuat Atha berbicara sesuai keinginan nya
"Sejak kapan ?" Tanya Lia
"Sejak balapan motor trail waktu itu "Jawab Syakira mendahului Atha yang hendak bicara
Nagin,Wewe,dan Wowo hanya menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan Syakira pada Atha juga Lia.
"Mereka pasti tahu sesuatu,aku harus tanyakan pada mereka nanti " Gumam Atha membatin seraya menatap ketiga makhluk astral itu
"Awas saja kalau kalian berani mengatakan padanya !" Ancam Syakira membatin , hantu-hantu itu pun kompak menggeleng
"Ampun putri ,kami tidak berani " Begitu lah kira-kira yang ingin mereka katakan ,hanya saja mereka tak berani mengatakan nya, khawatir jika nanti Nuri atau Gibran akan mendengar
Ketiga makhluk astral itu pun akhirnya memilih untuk menghindar dengan pergi ke luar restoran.
"Jadi,kapan acara lamaran resmi nya dilaksanakan?" tanya Gibran
"Kalau setelah selesai ujian ,bagaimana ?" tanya Riki menatap pada Lia
"A...aku ,aku sih terserah papa saja " Jawab Lia
"Kok,papa ? Kan kamu yang mau tunangan,bukan nya papa " ujar Gibran
"Keputusan ada di tangan kalian berdua ,kami orang tua hanya akan mendukung dan mendoakan yang terbaik buat kalian. Sebaiknya kalian rundingkan lah terlebih dahulu ,setelah kalian sepakat maka selanjutnya biar kami yang urus " Ucap Rifki
Akhirnya mereka berbincang-bincang hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. Mengingat jika besok pagi Lia dan Atha masih harus mengikuti ujian ,mereka pun menyudahi pertemuan mereka. Lia pun sudah diwanti-wanti untuk segera tidur begitu sampai di rumah ,sebab jika tidak sudah dapat dipastikan jika besok Lia akan lemas.
Sementara itu di tempat lain.
Di sebuah rumah kontrakan,nampak dua orang pria tengah membawa seorang pria yang sudah tak sadarkan diri. Pria itu segera dimasukkan ke dalam sebuah mobil hitam. Berhubung kondisi malam itu benar-benar sepi karena semua penghuni kontrakan lain sudah terlelap,kedua orang tersebut dengan mudah nya membawa pria itu pergi.
Lia dan Atha sudah rapih,mereka sedang berjalan menuruni anak tangga.
"Ciee....yang mau tunangan,wajah nya cerah bener " Goda Atha
"Ciee....yang udah ada gebetan. Gak nyangka ya ,Abang ternyata diam-diam menghanyutkan " Balas Lia
"Pantas saja waktu itu Abang gak kelihatan ,tau nya lagi mojok sama gebetan " Tambah nya
"Enak aja mojok ! Orang kita cuman makan kok , itu juga karena aku yang gak sengaja nabrak dia sampai jatuh ,jadinya aku tanggung jawab dengan mentraktir nya makan " Jujur Atha
"Kok tanggung jawab nya makan ,bukan nya kalau orang jatuh itu diobatin " bingung Lia
"Orang dianya juga gak apa-apa,cuman kan gak enak aja kalau cuman minta maaf doang "
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di meja makan.
"Pagi anak-anak,ayo sarapan,biar kuat menghadapi ujian nya " Ucap Nuri sambil menyiapkan makanan
"Iya,nek " Sahut keduanya lalu duduk di kursi masing-masing
"Kakek mana ?" Tanya Lia yang tak melihat Rifki di sana
"Sudah berangkat pagi-pagi sekali ,katanya ada meeting penting " Sahut Nuri
"Oh" Lia mengangguk
"Loh,mama gak kerja ?" Giliran Lia bertanya pada Aranta ,ketika melihat Aranta yang masih mengenakan pakaian rumahan
"Iya sayang,hari ini jadwal mama libur " Sahut nya
__ADS_1
"Bukan nya jadwal mama masih Minggu depan ya ,kok hari ini ?"Tanya Atha
"Iya,nak. Jadwal nya sudah diubah "Jawab adanya lagi
"Sudah ,makan ! Nanti sambung lagi ngobrol nya " Ucap Gibran ,mereka pun akhirnya sarapan dengan tenang meski tetap saja di selingi dengan obrolan santai
Di tempat lain
Byuuurrr'
Ferro tersentak dan segera bangun dari tidur nya ketika merasakan air dingin mengguyur tubuh nya hingga basah kuyup. Semalam pria itu sudah sadar dari pingsan nya,ia kaget ketika mendapati dirinya sudah dalam keadaan terikat di sebuah kursi yang tersambung dengan kabel. Rupanya kursi tersebut merupakan kursi kejut listrik.
"Siapa kamu ?" Tanya Ferro pada seorang pria paruh baya yang tengah duduk dengan angkuh di kursi yang sudah di sediakan
"Harus nya aku yang bertanya padamu. Siapa kamu dan ada masalah apa kamu terhadap cucu ku ? Bagaimana bisa kamu berusaha melenyapkan cucu ku dengan memasukan racun dalam minuman nya ?"
Deg'
Ferro terkejut,batin nya mempertanyakan siapa pria yang berada di depan nya.
"Apa semalam aku berhasil " batin nya
"Maaf tuan,mau tuan apa kan orang ini ?" Tanya seorang pria bertubuh tegap dan kekar ,terdapat banyak tato di lengan nya hingga menutupi hampir seluruh lengan nya
"Bakar dan buang jasadnya ke laut ! Pastikan tidak akan ada yang mengendus perbuatan mu " perintah Rifki
Deg'
Kembali Ferro terkejut mendengar nya
"Tapi sebelum itu ,aku ingin melihat dulu dia kesakitan di atas kursi kejut itu "Rifki meminta seseorang segera memasangkan kabel tersebut ke dalam colokan listrik
Gluk'
"Ampun ....ampuni aku. Maaf aku sebenarnya tidak ada niat untuk meracuni cucu mu,tujuan ku adalah Riki. Sungguh aku benar-benar minta maaf ,ampuni aku " rengek Ferro
"Apa kamu bilang ? Tak ada niat meracuni cucu ku ? " Geram Rifki
Brakkk'
Rifki melempar kursi yang ia duduki hingga mengenai tubuh Ferro.
"Aakkhhh "Rintih nya kesakitan
"Sampai cucuku kenapa-kenapa, aku sendiri yang akan menghabisi nyawa mu " lirih Rifki
"Kamu tahu kan ,apa yang akan terjadi jika kabel nya tersambung aliran listrik?" Tanya Rifki menyeringai
"Tidak ! Jangan ,aku mohon jangan , ampuni aku ,tolong kasihani aku , bukan nya cucu mu baik-baik saja " Ferro merengek
"Ya,cucu ku baik-baik saja . Tapi jika aku memaafkan mu begitu saja ,bukan tak mungkin kamu akan kembali melakukan hal yang sama , bahkan jika kau menyakiti Riki itu sama saja kau menyakiti cucu ku. Jadi bagiku tidak ada ampun untuk orang berhati busuk seperti mu " Rifki pun tanpa belas kasihan meminta anak buah nya segera mengakhiri kursi tersebut dengan listrik
Ferro semakin panik dan berusaha melepaskan diri ,namun sia-sia karena di detik berikutnya tubuh nya menggelepar ,disertai kepalanya yang ikut terasa sakit.
"Cukup ! " Seru Rifki
Ferro sudah lemas ,namun masih sadar.
" Beri dia makan dan minum agar kondisi nya kembali membaik.Setelah itu lakukan apa yang aku perintahkan tadi " Rifki pun segera beranjak meninggalkan ruangan itu
Jika ada yang bertanya kenapa Rifki bisa jadi sesadis itu ? Itu karena dunia bisnis yang ia jalani. Sudah banyak pengusaha lain yang berusaha menjatuhkan nya ,sebab bisnis yang ia jalani semakin maju dan berkembang setiap tahun nya. Biasanya Rifki hanya akan memberikan efek jera tanpa harus melenyapkan seseorang,namun, jika sudah menyangkut keselamatan keluarganya maka Rifki pun tak ingin memberi ampun. Hal yang sama pun terjadi pada Renita dan Jupri. Tanpa ada yang tahu jika selama ini pasangan itu selalu berusaha mengusik Yoga dan Nuari. Jika dulu ia hanya memenjarakan Jupri ,lain hal nya dengan kali ini,Rifki segera bertindak sebelum rencana mereka terlaksana,dan kini tak ada yang tahu bagaimana nasib Renita serta Jupri. Sementara putri semata wayang mereka kini sudah diasuh keluarga angkat nya.
Bersambung....
__ADS_1