Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 6


__ADS_3

Nuari segera pergi menuju rumah mama nya,setelah ia mendapat pencerahan dari Evan mengenai profesi mama nya.


"ya ampun kenapa aku bisa lupa ya,padahal ada mama juga kakak yang bisa membantu ku " gumam nya


"sebaiknya aku telpon dulu mama ,takut nya mama gak di rumah kan " gumam nya ,Nuari langsung menghubungi mama nya


"halo mah, assalamualaikum..."


"waalaikum salam ..."


"mama sedang di mana ?" tanya nya to the poin


"mama sedang di jalan mau ke Semarang ,sayang. Ada apa?"


"berapa lama mama di Semarang?" tanya nya sedikit kecewa


"nanti malam juga seperti nya sudah pulang,kenapa memang nya sayang ?"


"gak apa-apa kok mah,tadi aku ketemu Evan ,katanya istri nya......." Nuari pun menjelaskan apa yang Evan katakan pada nya


"astaghfirullah....kasihan sekali ,ya sudah nanti sepulang dari Semarang mama akan langsung ke rumah nya ,kasihan kalau dibiarkan terlalu lama , apalagi istri nya kan sedang mengandung" ucap Nuri


Ayu memang tengah mengandung usia kehamilan nya sudah menginjak tujuh bulan. Sebenarnya bukan kali ini saja Ayu mengandung ,namun ia selalu saja keguguran diusia kehamilan nya baru menginjak dua bulan. Jika tak keguguran mungkin anak nya saat ini sudah empat.


"iya mah, kalau gitu mama hati-hati di jalan" ucap nya tanpa memberi tahu masalah yang ia hadapi


"huuuuuffftt....aku hubungi kakak saja deh , siapa tahu kakak gak sibuk "


Nuari pun mencoba menghubungi kakak nya ,tak butuh waktu lama, Gibran pun mengangkat panggilan nya


"assalamualaikum dek,ada apa ?"


"waalaikum salam ,kak...kakak sibuk gak ?" tanya nya


"enggak,kebetulan kakak sudah mengosongkan jadwal hari ini,ya sudah kakak tunggu kamu di kantor ya "ucap Gibran yang seakan sudah tahu jika adik nya akan datang menemuinya


"iya kak , sebentar lagi aku sampai kantor kakak" Nuari pun mematikan sambungan telpon nya


Tak lama ia pun sampai


Nuari berjalan masuk dan langsung menuju ruangan kakak nya. Saat hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak Nuari.


Bruukk'


"eh maaf ....maaf mbak saya tidak sengaja " ucap pria itu merasa bersalah


"iya ,tidak apa-apa kok " sahut Nuari


Orang itu memperhatikan Nuari yang kini berdiri di samping nya,lift pun bergerak naik.


"cantik banget ....dia siapa ya,baru kali ini aku melihat nya,apa staf baru ? tapi dari penampilan nya gak mungkin deh " batin nya

__ADS_1


Ting


Lift pun berhenti,ketika pintu terbuka Nuari pun melangkah keluar , begitupun dengan pria tadi. Diam-diam karena merasa penasaran pria itu berjalan mengikuti Nuari.


Saat tiba di depan pintu ruangan kakak nya Nuari pun mengetuk pintu terlebih dahulu.


tok tok tok


Kalau biasa nya Gibran akan mengatakan'masuk , berbeda dengan kali ini, ia sendiri yang membuka pintu .


Begitu pintu terbuka , Nuari segera memeluk Gibran.


"kenapa sih dek, datang-datang main peluk saja,nanti ada yang salah faham gimana " ucap Gibran yang tahu jika ada seseorang yang memperhatikan nya


"ternyata cewek murahan. Sayang cantik-cantik kok mau gangguin laki orang " gumam orang itu. Ia yang merupakan staf baru di sana pun tidak tahu jika Nuari merupakan adik dari atasannya,makanya dia langsung ngejudge kalau Nuari perempuan murahan


" masa kak Ara mau salah faham,gak mungkin banget" Nuari mencebik lalu melepas pelukannya,ia berjalan ke arah sofa


"hehehe.....kamu mau curhat ?" Gibran terkekeh lalu menghampiri Nuari setelah menutup pintu


"sepertinya sebelum aku cerita kakak sudah lebih dulu tahu " ucap nya


"hehehe....kamu tenang saja ,kakak akan bantu melepaskan Yoga dari belenggu perempuan itu " ucap Gibran seraya mengusap kepala Nuari


"makasih kak"


Sebenarnya Gibran sudah mengetahui hal tersebut,hanya saja ia memberi adiknya kesempatan untuk menyelesaikan masalah nya,bukan tak mau membantu hanya saja ia tak ingin terlalu terlihat lancang.


Aranta yang sudah kembali bekerja nampak memeriksa sebuah catatan,dimana hari ini akan ada anak-anak dari sekolah dasar untuk memeriksakan gigi, hal itu sudah dikonfirmasi kan dari pihak sekolah.


Aranta pun segera menyiapkan segala sesuatunya dibantu salah satu suster. Karena banyaknya anak-anak yang akan datang ,maka dibutuhkan beberapa dokter gigi.


"semua nya sudah siap kan sus ?" tanya Aranta


"sudah dok , tinggal kita tunggu saja kedatangan mereka " sahut suster yang bernama Susan


"ok,makasih ya sus"ucap Aranta lagi


Satu jam kemudian anak-anak dari sekolah dasar pun datang bersama wali kelas masing-masing,bahkan ada juga sebagian yang datang bersama orangtuanya.


Semua anak-anak diarahkan untuk menunggu di ruang tunggu sementara nama mereka didaftarkan terlebih dahulu.


Sambil menunggu pihak rumah sakit sudah menyediakan tempat bermain agar anak-anak tak merasa jenuh ketika menunggu. Karena sifat dan karakter anak tentu saja berbeda,ada anak yang anteng duduk sabar menunggu,ada juga anak yang gampang bosen akhirnya rewel dan tentunya akan merepotkan guru maupun petugas rumah sakit,karena rata-rata anak-anak yang datang adalah anak kelas satu dan dua SD.


Sementara Aranta tengah sibuk memeriksa gigi anak-anak ,lain hal nya dengan Gibran dan Nuari. Hari ini sang kakak benar-benar memanjakan Nuari,apapun yang Nuari inginkan Gibran penuhi.


Kedua nya pergi ke taman hiburan,Gibran tahu hati sang adik tersayang tengah kalut jadi ia ingin adik nya melupakan sejenak masalah nya,setelah ini ia akan membantu adik ipar nya itu agar terlepas dari pelet sang nenek sihir begitu sebutan dari Raffa.


Ngomong-ngomong Raffa,hari ini Raffa memberikan boneka Barbie yang pernah ia beli bersama kedua orangtuanya, termasuk boneka yang dibelikan Nuari.


Boneka-boneka itu tentu nya tak dibawa Raffa langsung,Nuari meminta asisten rumah tangga nya untuk mengantarkan boneka-boneka nya setelah Raffa masuk kelas. Baru setelah jam istirahat bibi art memberikan boneka-boneka itu ,tentunya atas seizin wali kelas.

__ADS_1


"Chika....maaf ya waktu itu aku gak sengaja rusakin boneka kamu, ini aku belikan yang baru ,oh iya mama aku juga sengaja membelikan banyak boneka buat mu "ucap Raffa seraya menyerahkan boneka Barbie di tangan nya ,juga boneka yang ada di dalam paper bag


"kenapa baru ganti sekarang ,bukan nya dari kemarin-kemarin" ketus anak perempuan bernama Chika


"ya kan waktu itu langsung libur,aku juga gak tahu rumah mu dimana ,jadi nya hari ini aku ganti nya ,maaf ya ....maafin dong ,masa diem saja ,dosa loh gak mau maafin aku,Allah saja Maha Pemaaf masa kamu tidak " ujar Raffa lagi


"hm..." anak bernama Chika itu malah terdiam,ia masih kesal karena boneka nya rusak oleh Raffa , padahal boneka itu adalah boneka pemberian ibu nya sebelum meninggal,tapi melihat Raffa terus merengek meminta maaf apalagi melihat boneka Barbie yang dibawa nya lebih dari satu membuat nya bingung,pasal nya ia teringat perkataan papa nya untuk tak menerima apapun secara berlebihan dari orang lain.


"ada apa ini .... itu apa di dalam tas nya sayang?" tanya salah satu guru


"ini semua boneka Bu,waktu itu aku gak sengaja rusakin boneka Chika " tutur Raffa


"oh jadi Raffa mau minta maaf dan mengganti bonekanya ? begitu?" Raffa pun mengangguk


"gimana Chika ,kamu mau kan maafin Raffa ,lihat Raffa udah baik loh mau gantiin boneka yang rusak " ucap guru itu ikut membujuk Chika


"tapi boneka yang rusak pemberian mama sebelum meninggal Bu guru " lirih Chika


Guru pun nampak menghela nafas mendengar nya


"jadi mama nya sudah meninggal,kasihan sekali " Raffa membatin


"iya ,maaf aku gak tahu ,kalau gitu nanti kamu mau tidak antar aku ke makam mama kamu? aku mau minta maaf pada nya " ucap Raffa ,gadis itu tiba-tiba tersenyum dan mengangguk


"ya sudah nanti aku mau menerima boneka nya kalau kamu udah minta maaf pada mama ku " ucap Chika


"yess...makasih " ucap Raffa senang ,ia pun gemas dan mencubit pipi Chika lalu berlari menuju kelas ,guru yang melihat nya pun menggeleng kan kepala


"ya sudah yuk Chika kita juga ke kelas "ajak guru nya


"iya bu guru "


Di sisi lain nampak Atha dan Lia memperhatikan


"bang,itu Raffa kok ngasih boneka ke Chika ,terus yang di dalam tas itu apa?" tanya nya


"gak tahu,biarin saja lah kita gak usah ikut campur,yuk kita ke kelas juga " ajak Atha


"iya deh iya " Lia yang sangat kepo dengan isi tas yang dibawa Raffa pun mencebik dan mengikuti kakak nya,namun kemudian


"bang lihat deh masa aku dilempari ulat,kan jijik "Lia merasa ada yang jatuh di kepala nya ,lalu meraih benda yang menempel di rambut nya , sontak ia merasa bergidik ketika menyentuh nya , Lia pun melempar ulat tersebut


"siapa yang lempar kamu?" tanya nya


"tuh " tunjuk Lia menunjuk pada dahan pohon mangga ,nampak di sana ada sosok wanita berambut panjang dengan daster lusuh nya tengah mengayun-ayunkan kedua kaki nya ,rambut nya panjang awut-awutan ,sosok hantu yang merupakan kuntilanak malah menggeleng-gelengkan kepala nya lalu tertawa cekikikan


"khikhikhikhi......"


"udah dek,jangan diladeni hantu gak jelas gitu masa gak ada yang lucu maen ketawa saja" Atha pun menarik lengan Lia untuk segera masuk ke dalam kelas


"tapi aku mau ikutan nangkring juga di sana bang kaya nya seru "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2