Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Hasil tes DNA


__ADS_3

Setiba nya di rumah,Yoga ,Rifki,dan Gibran segera di sambut oleh Nuri.


"Alhamdulillah kalian sudah kembali,kamu tidak apa-apa Yoga?" tanya nya


"Alhamdulillah aku tidak apa-apa mah "sahut Yoga


Di saat bersamaan Bu Nur Aini juga menghampiri,ia terkejut melihat kening putra nya di perban.


"Ya Allah Yoga....ini kamu kenapa sampai di perban begini?" tanya nya cemas


"hanya kecelakaan sedikit mah,mama tak usah khawatir "ucap Yoga


"tak usah khawatir bagaimana, kalau terjadi sesuatu pada mu bagaimana hah...pantas saja istri mu gelisah terus ternyata kamu kecelakaan" seru Bu Nur Aini kini malah mengomeli nya


"udah mbak yang penting kan sekarang Yoga tidak apa-apa, sebaiknya kamu ke kamar sekarang,kasihan Ari dia sampai pingsan karena terlalu mencemaskan mu " ucap Nuri


"apa....Ari pingsan "seru Yoga terkejut ,Nuri mengangguk dan Yoga pun segera melangkahkan kakinya setengah berlari menuju kamar nya


"jadi bagaimanakah cerita nya mas ?" tanya Nuri pada Rifki


"sebaiknya kita masuk dulu,gak baik bicara cerita sambil berdiri di ambang pintu begini" cetus Bu Nur Aini yang memang saat ini mereka masih berada di ambang pintu .


Setelah masuk dan duduk di kursi ruang keluarga Rifki pun menceritakan kronologi nya hingga akhirnya Yoga terdampar di rumah Gita.


Sementara itu Yoga yang hendak masuk ke dalam kamar mendengar isak lirih Nuari yang membuat hatinya terenyuh.


"kak...katakan sesuatu Yoga pasti baik-baik saja kan,kenapa kalian diam ...kenapa Yoga belum kembali bahkan ponsel nya sudah tak dapat dihubungi " tanya nya dengan tersedu


Aranta dan Dewi sudah di beri tahu oleh Nuri mengenai apa yang dialami Yoga,hanya Bu Nur Aini dan Nuari tentu nya yang tak diberi tahu.


Aranta dan Dewi nampak saling lirik,mereka bingung untuk memberi tahu nya ,mereka khawatir jika Nuari akan sangat shock dan tentunya akan berpengaruh pada kandungan nya.


"kita doakan saja semoga Yoga mu itu cepat pulang ya " ucap Dewi


" Ari sangat mencintai Yoga, sampai-sampai apa yang terjadi pada Yoga pun ia sudah bisa merasakan nya,Ya Tuhan....tolong jangan kau renggut kembali kebahagiaan cucu ku,selamatkan lah Yoga,bawa ia kembali dengan selamat tanpa kurang satu apapun " lirih Dewi dalam hati nya


Yoga sudah tak dapat lagi menahan diri,ia pun segera masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Merasa ada yang membuka pintu Nuari pun menoleh.


"Yoga...." seru Nuari langsung beranjak dari tempat nya dan berlari untuk selanjut nya memeluk Yoga


"huuuhhuuu..... akhirnya kamu pulang....aku khawatir banget sama kamu... huuuhhuuu..." tanya Nuari dengan dipenuhi tangis


"maaf ya sayang sudah membuat mu khawatir " ucap Yoga seraya mengusap punggung Nuari


Nuari belum menyadari jika Yoga mengenakan perban di kepala nya


"kamu dari mana saja sih,aku telponin gak diangkat,lalu gak bisa dihubungi...kamu sengaja buat aku khawatir setengah mati hah " tanya Nuari dengan masih terisak di pelukan Yoga


"iya maaf ya sayang ,terjadi sesuatu tadi di jalan , ponsel ku mungkin lowbat jadi tak bisa dihubungi" sahut Yoga,sontak saja Nuari menarik diri dari pelukan nya dan menatap Yoga,ia terkejut melihat perban yang sudah melingkari kepala suami nya


"ini kenapa kepala mu sampai di perban begini,apa yang terjadi pada mu ?" tanya nya nanar ,lengan nya terulur menyentuh kepala yang sudah diperban itu


"apa ini sakit?" tanya Nuari


"lebih sakit ketika melihat mu menangis,...jangan menangis lagi ya aku tidak apa-apa kok, hanya luka sedikit " ucap Yoga seraya menghapus air mata Nuari yang tak pernah berhenti meluncur


"tapi kamu benar-benar tidak apa-apa kan,tak ada luka lain yang lebih parah?" tanya Nuari lirih, Yoga menggeleng sambil tersenyum


"tolong ceritakan apa yang terjadi pada mu,kenapa kamu bisa sampai seperti ini?" pinta Nuari

__ADS_1


"iya... akan aku ceritakan tapi setelah kamu tenang ok,akan aku buatkan dulu susu untuk mu,setelah itu aku akan menceritakan semua nya " ucap Yoga


"beneran ya ?" ucap Nuari memelas


"iya, sebentar ya aku ke dapur dulu,oh iya kamu mau susu nya yang rasa apa?" tanya Yoga


"apa saja aku yakin jika kamu yang membuatnya rasanya akan enak " sahut Nuari mulai tenang


"baiklah, nek,kak aku titip Ari sebentar ya " ujar Yoga melirik pada dua wanita berbeda generasi yang sedari tadi diam menyaksikan kedua nya


Aranta dan Dewi pun mengangguk


Beberapa saat kemudian Yoga sudah kembali dengan membawa segelas susu khusus ibu hamil rasa vanila.


"kalau begitu kami berdua keluar ya " ucap Dewi yang ingin memberi ruang pada kedua sejoli itu untuk lebih bebas mengekspresikan perasaan mereka , Yoga dan Ari mengangguk


Setelah Dewi dan Aranta keluar Nuari lalu menerima susu buatan Yoga lalu meneguk nya sampai tandas


"hm...susu buatan mu rasa nya jauh lebih enak,makasih ya " ucap Nuari


"iya sayang " sahut Yoga lalu duduk di doing Nuari


"sekarang coba kamu ceritakan,apa yang terjadi pada mu " pinta Nuari


Yoga pun akhirnya menceritakan kejadian kecelakaan yang menimpa nya hingga berakhir di rumah seorang gadis yang tengah depresi tanpa ada yang di kurangi maupun dilebih-lebihkan.


Sementara di luar kamar,Nuri yang tadinya hendak masuk ke kamar putrinya pun mengurungkan niat nya,ia kembali bergabung bersama anggota keluarga nya yang lain lalu memutuskan untuk tidur karena malam sudah sangat larut,mereka semua menginap karena di rumah itu terdapat beberapa kamar kosong.


Yoga sengaja mencari rumah yang luas dan banyak kamar nya,sebab ia yakin suatu saat nanti ia dan Nuari akan memiliki banyak anak yang pastinya tidak akan repot memikirkan kamar untuk anak-anak mereka nantinya. Dan Yoga sangat berharap ia akan punya anak yang banyak dari Nuari meski Nuari belum mengetahui keinginan nya itu.


***


Hari pun berganti,tak terasa sudah dua hari semenjak kecelakaan yang menimpa Yoga hingga Nuari sering kali dibuat gelisah ketika Yoga keluar rumah.


Sebenarnya Nuari tak ingin bersikap seperti itu,hanya saja bayangan kecelakaan beberapa tahun lalu yang membuat Yoga kehilangan ingatan nya membuat nya parno sendiri,juga karena kejadian itu lah yang membuat nya takut kehilangan lagi,hingga Nuari terlihat sangat bucin pada Yoga.


"baiklah ,tapi aku tak mau kamu kelelahan,apalagi perjalanan nya kan cukup jauh " ucap Yoga


Hari ini Yoga harus pergi ke luar kota untuk meninjau proyek pembangunan jalan layang yang juga di naungi perusahaan nya. Perusahaan nya sendiri bergerak di bidang perhotelan ,bertolak belakang dengan proyek yang tengah di garap nya.


Sebenarnya Rifki memiliki banyak anak cabang perusahaan yang bergerak di bidang berbeda di setiap lokasi.


"kan di jalan aku bisa tidur jadi gak akan lelah " sahut Nuari yang kekeuh ingin ikut


"iya...iya...ya sudah kalau gitu kamu siap-siap gih aku tunggu di sini ya " ucap Yoga


"ok " Nuari pun bergegas ke kamar nya untuk bersiap-siap


Sebenarnya hari ini Yoga masih belum diperbolehkan masuk kerja oleh Rifki,hanya saja Yoga merasa tak enak pada staf lain nya,apalagi mereka belum mengetahui siapa Yoga yang sebenarnya.


Sementara Yoga dan Nuari tengah bersiap ke luar kota,sama hal nya dengan dokter Satria ,Ayu dan Evan .


Ketiga nya tengah mempersiapkan diri mereka untuk hasil tes DNA yang sebentar lagi akan keluar.


Dengan harap-harap cemas ketiga nya duduk di sofa ruangan seorang dokter yang menangani tes DNA nya,mereka menunggu dokter itu datang membawa kan hasil nya.


"semoga hasil nya yang terbaik " ucap Evan pelan


"iya amin " sahut dokter Satria seraya menatap Ayu yang juga menatap nya


"aku yakin dan sangat yakin kamu lah putri ku Ayu...." batin dokter Satria

__ADS_1


"Ya Allah...jika kenyataan nya beliau bukan ayah kandung ku,aku pasrah ,siapa pun orangtua ku aku harap ia selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang sehingga kelak jika sudah waktunya kami dipertemukan aku bisa melihat orangtua ku dan memeluk nya " batin Ayu nampak pasrah


Pintu ruangan terbuka membuat ketiga nya menoleh secara bersamaan,bahkan dokter Satria sampai berdiri dari tempat nya.


"maaf membuat kalian menunggu lama " ucap dokter itu


"iya dokter,jadi bagaimana dengan hasil nya ?" tanya dokter Satria nampak sekali tak sabar


"sabar... tenang dulu...ini hasil tes DNA nya " tangan dokter Satria terukur dengan bergetar ia meraih amplop putih berlogo rumah sakit itu


Ayu dan Evan pun nampak tegang.


Perlahan dokter Satria membuka amplop tersebut dan mengeluarkan kertas putih didalam nya.


Mata nya jeli melihat dan membaca setiap tulisan dan angka di kertas tersebut,dan mata nya tiba-tiba saja menitikan air mata setelah selesai membaca hasil nya.


Bruukk'


Ayu dan Evan sama-sama terkejut saat melihat dokter Satria tiba-tiba melakukan sujud syukur dengan mulut terus menyerukan kalimat hamdalah dan takbir.


"Alhamdulillah.... Allahuakbar.... Allahuakbar...."


Dokter Satria pun bangkit,dan langsung memeluk Ayu dengan sangat erat,ia juga mengusap-usap kepala bagian belakang Ayu dengan tak mengurangi tangis nya.


"Alhamdulillah....putri ku ....kau kembali nak...putri ku ...putri ku....."


Tangis Ayu pun pecah dan membalas pelukan dokter Satria yang kini sudah ia ketahui jika ia lah ayah kandung nya.


"ay...yah....kau ayah ku ,ayah kandung ku " lirih ayu terbata


"iya nak , panggil aku ayah ....panggil aku ayah nak , aku ayah mu "


Keduanya pun menangis bersama menumpahkan rasa kebahagiaan mereka,begitu pun dengan Evan yang juga ikut terharu melihat nya. Bahkan dokter muda itu turut menitikan air mata nya.


"ayah..." lirih Ayu


"iya nak ,panggil ayah ku ini..." sahut dokter Satria yang masih mendekap putri nya


"maafkan aku ,karena selama ini aku tak berada di sisi mu "ucap Ayu


"tidak nak ,bukan salah mu ,ayah lah yang harus nya meminta maaf,maaf karena ayah telah lalai menjaga mu " ucap dokter Satria seraya menangkup kedua pipi anak gadis nya


Air mata Ayu sama sekali tak berhenti mengalir,ini masih serasa mimpi baginya,orangtua yang ia rindukan kini tiba-tiba ada di hadapan nya meski hanya seorang ayah tanpa ibu karena ibu nya telah meninggal.


"aku ingin melihat makam ibu " ucap Ayu tiba-tiba


"iya nak ,ayah akan membawa mu ke makam nya,ibu mu pasti senang karena kau telah kembali" ucap dokter Satria mengiya kan


Keduanya tersenyum lalu kembali berpelukan.


Lalu kemudian tatapan dokter Satria beralih pada Evan yang tengah sibuk menghapus air mata nya.


"dokter Evan " panggil nya


"iya dok "


"terima kasih karena sudah menjaga putriku dengan sangat baik " ucap nya


"tidak perlu berterima kasih dok,kita sesama manusia kan harus saling membantu,apalagi awal nya aku juga tak tahu jika Ayu adalah anak kandung dokter ,mau siapa pun itu jika dalam kesusahan insyaallah aku akan membantu sebisa dan semampu ku " sahut Evan


"kau memang orang baik " ucap dokter Satria menepuk bahu dokter berlesung pipi itu

__ADS_1


***


__ADS_2