Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 Episode 36


__ADS_3

Yoga tak hanya memantau tapi ia pun ikut membantu mengangkat benda berat bersama beberapa pekerja . Sementara Nuari dan Raffa hanya membersihkan yang ringan-ringan.


Saat Nuari hendak memindahkan alat penyapu, tiba-tiba Silvi berteriak.


"Mbak Nuari,awas ! "


Nuari yang terkejut karena tarikan Silvi pun hampir terjatuh, beruntung ia berpegangan pada tiang lampu hingga ia tak sampai terjatuh.


Yoga yabg mendengar Silvi berteriak pun menoleh,ia langsung berlari menghampirinya istri nya.


"Sayang ,ada apa?" Tanya Yoga sangat khawatir


"Itu mas Yoga,ada ular " Timpal Silvi menunjuk ke tempat dimana Nuari berdiri tadi


"Oh ular,kirain ada apa" Cetus Nuari dan Yoga hampir bersamaan


"Iya ,kalau sampai ular nya gigit kan bahaya " Ucap Silvi lagi


"Kamu tenang saja ,hanya seekor ular kecil tak akan membuat ku celaka" Ucap Nuari. Ia tak bermaksud takabur hanya saja ia berbicara berdasarkan fakta


"Jangan kan seekor ular kecil ,anaconda super jumbo saja tunduk pada nya "Lirih Yoga membatin


Sementara itu di tempat lain Ayu yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah nya pun menoleh ketika melihat ada seorang pengantar paket berdiri di depan pintu gerbang.


Satpam pun menerima paket tersebut lalu membawa nya mendekat pada Ayu sementara tukang paket itu sudah pergi.


"Paket buat siapa pak?" Tanya Ayu


"Katanya sih buat non Ayu,ini non "


"Buat aku ,siapa yang kirim ya, perasaan aku gak pesan paket deh ,makasih ya pak " Ucap Ayu setelah menerima paket tersebut


"Sama-sama non,kalau gitu saya permisi kembali ke pos "


"Iya pak, silahkan "Ucap Ayu


Bumil itu pun segera membawa paket itu masuk ke dalam rumah.


"Itu apa ?" Tanya Satria


"Gak tahu yah, tadi ada kurir yang ngirim ini,katanya buat aku " Jawab Ayu


"memang nya kamu pesan paket?"


"Enggak ayah ,aku sama sekali belum belanja online lagi " Tutur ayu. Ia yang pernah mencoba belanja online jadi ketagihan ia pun membeli semua perlengkapan bayi nya secara online. Tapi memang sudah beberapa Minggu ini ia belum lagi belanja online


"Apa suami mu yang pesan ?" Tanya Satria lagi


"Gak tahu juga,Evan juga gak bilang apa-apa "sahut Ayu


"Ya sudah , kalau gitu aku buka dulu ya,jadi penasaran apa sih isinya ,siapa tahu ada identitas si pengirim di dalam nya


Ayu pun segera membuka paket tersebut dengan hati-hati karena takut akan merusak isi nya.


Namun tiba-tiba Ayu terkejut setelah membuka paket nya ,ia pun sontak melempar nya dengan wajah tegang.

__ADS_1


"Kamu kenapa ? Apa isi nya ?" Tanya Satria terkejut. Paket tersebut posisi nya terbalik saat Ayu melempar nya ,hingga Satria tak dapat melihat isi nya


Karena penasaran, juga Ayu yang tak menjawab pertanyaannya, Satria pun bergerak memungut nya.


Seketika matanya melotot,rahang nya mengeras.


"Kurang ajar ! Siapa yang sudah berani mengirim kan paket ini" Geram Satria


Bagaimana tak geram ,dalam paket tersebut terdapat foto Ayu yang di coret menggunakan cat merah ,juga bangkai tikus yang masih segar.


"Lain kali jangan pernah menerima paket apapun jika kamu tak memesan nya " Ucap Satria sambil menenangkan putri nya


"Iya ayah "


"Kamu tidak apa-apa kan ? Apa perut mu sakit ?" Tanya nya yang mengkhawatirkan anak dan janin calon cucu nya


"Aku tak apa-apa ayah , hanya kaget saja "Jawab Ayu jujur


"Syukurlah "Lirih Satria


Satria pun segera memanggil satpam yang tadi menerima paket tersebut.


"Apa kamu ingat orang nya ?" Tanya Satria


"Ingat pak,kebetulan tadi pas orang nya mau pulang saya berhasil mengambil foto nya ,ini pak " Ucap satpam bernama pak Burik seraya menyerahkan ponselnya


"Bagus ,ini yang aku suka dari mu " Puji Satria menepuk pundak pak Burik


Satria kemudian memperhatikan wajah kurir tersebut. Ia kemudian menghubungi tiap agen pengiriman barang dan menanyakan perihal orang di dalam foto,Satria pun sampai mengirimkan foto tersebut namun jawaban nya sama tak ada yang mengenali pria itu.


Ayu terdiam,ia bingung juga takut,padahal seingat nya ia tak pernah mempunyai masalah dengan siapa pun.


"Ayah ,jangan kasih tahu Evan dulu,biarkan dia menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu, nanti jika sudah pulang baru dikasih tahu" Cegah Ayu ketika Satria hendak menghubungi menantu nya


"Ya sudah,tapi kamu tidak boleh keluar rumah sendiri,ayah tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu juga calon cucu ayah " Ucap nya penuh perhatian


"Iya ayah "


Sementara di tempat lain


"Bagaimana ,apa kau sudah memberikan paket itu ?" Tanya seorang wanita berpakaian seksi


"Sudah " Jawab pria yang disuruh nya itu tanpa memberi tahu jika paket nya ia titip pada satpam di rumah itu


"Bagus ! sudah sana kamu pergi ,ini uang yang aku janji kan " Ucap nya seraya melemparkan beberapa lembar uang ratusan ribu


Pria itu pun pergi ,tak lama ponsel wanita itu berdering.


"Halo...oh ok ,malam ini aku datang ,kamu kirimkan saja alamat nya......iya tenang saja "


Sambungan telpon pun terputus


Beberapa saat kemudian datang seorang pria yang langsung mendekap wanita itu.


"Maaf lama menunggu Rina "

__ADS_1


"Tak apa ,aku baru saja sampai kok " Sahut nya yang rupanya ia adalah Rina


Sudah bertahun-tahun Rina masih betah dengan profesi nya sebagai wanita malam meski ia sempat mengandung beberapa kali tapi ia selalu berhasil menggugurkan kandungan nya. Baik orang tua nya maupun ibu Evan sampai saat ini belum mengetahui fakta tentang pekerjaan nya. Malah ibu Evan masih saja berharap pada Rina ,meski Evan dan Ayu sudah berumah tangga lumayan lama,bahkan sebentar lagi akan punya anak. Entah bagaimana reaksi nya jika ibu Evan tahu.


Tapi meski begitu ibu Evan sudah tak memperlihatkan jika dirinya masih berharap pada Rina.


Kembali pada Nuari


Karena lelah,Nuari beristirahat dengan menyandarkan punggung nya pada kursi yang ia duduki ,tangan nya pun sibuk mengipasi wajah nya menggunakan sebuah kardus bekas.


"Mama sini aku lap keringat nya " Ucap Raffa dengan sapu tangan di tangan nya


"wah terima kasih sayang,sini biar mama saja " pinta Nuari


"No ! Mah ,aku mau elapin keringat mama " Tolak Raffa yang kekeh ingin melakukan nya sendiri


"Ya sudah nih " Nuari mendekatkan wajah nya pada Raffa. Raffa pun segera mengusap wajah Nuari dengan pelan. Hal itu pun tak luput dari perhatian orang-orang di sekitar nya


"Ya ampun ,Raffa manis banget deh " Gumam Silvi


Yoga lalu menghampiri anak dan istri nya itu


"Bagus ya kalian ,papa kerja sendiri kalian malah berduaan di sini,papa cemburu loh " Ucap Yoga dengan membuat ekspresi wajah nya seperti benar-benar cemburu


"Papa jangan ngarang ,kan papa kerja bareng om-om itu ,jadi gak sendirian" Cetus Raffa


"Maksud papa ,papa kerja tanpa kalian" Ucap Yoga meralat ucapan nya


"Papa lupa ,mama kan perempuan,mama gak boleh capek-capek,nanti sakit siapa yang ngurus aku ,terus kalau aku juga capek terus sakit kan mama yang repot ,jadi kita gak boleh terlalu capek ,iya kan mah ?"


"Hahaha....iya iya sayang,kamu benar kita gak boleh terlalu capek" Sahut Nuari sambil tertawa mendengar celotehan putra nya itu sementara Yoga hanya menggaruk kepala nya tak gatal mendengar ucapan Raffa


Silvi merasa terharu melihat Yoga,Nuari ,dan Raffa. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia. Ia jadi berharap suatu saat nanti ia akan bisa seperti itu bersama keluarga kecil nya nanti.


Namun di sudut lain nampak Renita memperhatikan dengan tatapan benci. Raffa yang tak sengaja melirik ke arah Renita pun semakin menajamkan pandangan nya. Seakan tahu arti tatapan Renita,Raffa lalu beranjak.


"Mah,aku ke sana ya " Ucap nya


"Iya sayang ,jangan jauh-jauh ya tetap di lingkungan ini "Seru Nuari karena Raffa sudah berjalan menjauhi nya


"Iya mah " Sahut Raffa


Raffa kemudian berjongkok,ia berpura-pura memainkan sesuatu di bawah lalu ia memanggil Ki Jamal


"Om jin....Om jin " Panggil nya lirih


"Iya ,tuan muda Raffa ,ada apa memanggil ku ?" Tanya Ki Jamal yang disambut cekikikan oleh Raffa


"Om jin lucu,kenapa manggil aku tuan ? Aku kan masih anak-anak "


"Sudahlah tak perlu dijelaskan. Ada apa ?" Tanya Ki Jamal


"Itu ada Tante-tante ngelihatin ke sini , tapi aku merasa Tante itu jahat.Om jin bisa selidiki dan kerjain saja jika benar Tante itu jahat " Ucap Raffa sangat pelan


"Oh,baiklah " Tanpa bertanya lagi karena Ki Jamal sudah mengerti apa maksud ucapan anak itu ia pun segera pergi ke tempat Renita

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2