Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 20


__ADS_3

Yoga dan Nuari saling tatap "Itu suara apa ?" tanya Nuari


"Kamu tunggu di sini,biar aku lihat "ucap Yoga segera beranjak


"Hati-hati" lirih Nuari


Yoga mengangguk lalu berjalan perlahan menuju dapur ,karena suara tersebut berasal dari arah dapur.


Nuari menunggu Yoga dengan harap-harap cemas, sementara di dapur Yoga melihat kaca jendela yang terhubung ke halaman belakang rumah nya sudah pecah,juga pintu yang sudah terbuka ,serpihan kaca nya pun tak sengaja terinjak oleh nya ,beruntung ia menggunakan sandal hingga pecahan kaca tersebut tak sampai melukai nya.


"Kenapa kaca nya bisa pecah ? Pintunya juga kebuka" batin nya


Ketika itu Yoga melihat sebuah batu seukuran genggaman nya di lantai ,ia hendak berjongkok untuk meraih nya ,namun ia melihat ada bayangan dari arah belakang nya,seperti hendak memukul nya dengan kayu atau tongkat ,hingga Yoga reflek memutar tubuh dan menghantamkan batu tersebut.


Buk'


"Siapa kamu?" tanya Yoga ketika orang itu sudah terkapar di lantai,tongkat baseball yang hendak digunakan untuk menyerang Yoga pun sampai terlempar jauh


Yoga sama sekali tak mengenali orang itu karena wajah nya memakai topeng.


Saat Yoga hendak menarik topeng tersebut,orang itu memukul Yoga.


Buk'


Yoga meringis ketika pipi nya terkena pukulan orang itu.Tak hanya sekali bahkan orang itu memukuli Yoga hingga berkali-kali.


Di saat bersamaan ,Raffa yang terbangun karena merasa ingin buang air kecil merasakan sesuatu. Bocah itu pun meraih guci ajaib nya lalu menggosok benda yang tak terlihat oleh orang lain itu ,hingga beberapa detik kemudian Ki Jamal pun muncul.


"Ada apa malam-malam begini membangunkan ku ?" tanya nya


"Tolongin papa om jin " pinta nya ,entah darimana ia bisa tahu jika papa nya sedang dalam masalah


"Wokeh " Ki Jamal pun segera pergi membantu Yoga yang tengah duel, sementara Raffa segera pergi ke kamar mandi


Mendengar suara berisik di dapur membuat Nuari merasa penasaran dan ingin melihat nya,saat itu bibi art juga terbangun karena merasa kering di tenggorokan nya ,ia juga hendak ke dapur.


"Loh ,ibu bel tidur ?" tanya nya


"Belum bi "


Brugh'


"Suara apa itu Bu?" tanya bibi art


"Tak tahu bi,tadi ada suara benda pecah , bapak sedang melihat nya bi,tapi kok gak balik-balik malah suara nya makin gaduh " sahut Nuari


"Bibi lihat dulu "

__ADS_1


"Eh,aku ikut bi " Nuari dan art nya itu pun pergi ke dapur


Di saat bersamaan Ki Jamal sudah berada di dapur.


"Aduh....kasihan sekali, pasti sakit itu " gumam nya ketika melihat wajah Yoga yang lebam


Yoga dan orang itu terlibat perkelahian cukup sengit hingga barang-barang di dapur pun banyak yang rusak dan berserakan.


"Gak bisa dibiarkan,bisa habis tuh perabotan nya " Ki Jamal pun membuat pria bertopeng itu kaku tak dapat bergerak ,melihat itu Yoga segera menarik topeng nya


"Pak Gino ! " seru Yoga terkejut


Pak Gino merupakan satpam di komplek perumahan tempat Yoga dan Nuari tinggal,Ia mempunyai dua istri dan lima orang anak yang harus ia nafkahi ,tuntutan ekonomi membuat nya nekad untuk merampok rumah Yoga. Sebelum memulai aksinya pak Gino mensurvei dulu ke rumah itu , beberapa hari ini ia sering datang sekedar menanyakan keamanan pada art.


"Apa yang bapak lakukan?" tanya Yoga ,namun karena pengaruh Ki Jamal ,membuat pak Gino tak dapat berbicara


Di saat itu juga ku Jamal membuat semua perabotan kembali ke tempat nya,yang penyok kembali mulus ,juga yang pecah kembali bagus ,hanya kaca dan pintu saja yang dibiarkan rusak , hal itu tak luput dari pandangan pak Gino, sementara Yoga tak melihat nya karena membelakangi nya.


"k...kenapa barang-barang nya melayang-layang sendiri "batin pak Gino


"Jawab pak ,apa yang bapak lakukan? " tanya Yoga lagi


"Kalau bapak gak jawab akan saya laporkan ke polisi karena perusakan rumah saya " ancam Yoga ,namun kemudian ia terperangah saat melihat keadaan dapur sudah rapih


"Loh kok ?" bingung nya


"Yoga,ada apa ? loh pak Gino " Nuari terkejut ketika melihat satpam itu berada di rumah nya


"Bi,cepat telpon polisi " perintah Yoga


"Ba...baik pak "jawab bibi art segera menghubungi polisi sesuai perintah majikannya


Beberapa saat kemudian pak Gino pun sudah dibawa polisi, tubuh nya pun sudah tak kaku lagi.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Nuari


"Entahlah ,tapi seperti nya pak Gino punya niat jahat , bukti nya ia memecahkan kaca nya" jawab Yoga


"Sepertinya pak Gino memecahkan kaca agar memudahkan nya membuka pintu "tambah nya


"Ya ampun,ini pasti sakit " lirih Nuari menyentuh wajah Yoga


"Iya,sakit banget. Obati dong !" rengek nya


"Yoga ih malu,ada bibi loh " bisik Nuari


"Eh iya ,lupa. Kamu obati di kamar ya!" pinta Yoga seraya menaik turunkan alis nya

__ADS_1


"Inget loh aku sedang palang merah"


Sementara itu di kamar nya Raffa menanyakan kondisi papa nya pada Ki Jamal


"Gimana om jin keadaan papa?"


"Papa mu baik-baik saja,cuman wajah nya saja yang biru-biru "sahut Ki Jamal


Malam berganti siang,siang berganti malam,waktu berjalan begitu cepat ,hari ini Nuari dan Yoga akan pergi untuk menonton pertunjukan sirkus namun mereka pergi ke rumah orangtuanya terlebih dahulu untuk menjemput Atha dan Lia.


Namun sesampainya mereka di rumah orangtuanya,nampak semua penghuni rumah sudah pada rapih.


"Assalamualaikum....."


"Waalaikum salam ...."


"Loh ini kalian mau pada kemana ?" tanya Nuari


"Mau nonton sirkus aunty "jawab Lia antusias


"Oh , jadi kita berangkat rame-rame ? Seru dong " ucap Raffa


"Ya sudah kalau gitu kita berangkat sekarang ,mama juga udah bawa bekal makanan banyak banget,nanti setelah nonton kita piknik,kebetulan lokasi sirkus nya dekat danau jadi kita bisa makan sambil menikmati pemandangan " ucap Nuari


"HOREE....MAKAN ENAK KITA...." seru Atha ,Lia ,juga Raffa


Makan enak yang mereka maksud yaitu makan rame-rame.Tanpa menunggu lama lagi ,mereka pun berangkat.


Ada tiga mobil yang mereka kendarai, mobil pertama mobil nya Yoga dan Nuari ,mobil kedua Gibran dan Aranta ,mobil ketiga Nuri dan Rifki. Anak-anak berada satu mobil bersama Gibran.


"Eh itu lihat deh,kasian ya masih kecil udah jadi hantu,mana tangan nya cuman satu" celetuk Lia menunjuk pada sosok hantu anak laki-laki


"lebih kasihan bapak-bapak itu,badan nya hancur kelindas truk " tunjuk Raffa


Berbeda dengan Atha yang pembawaan nya nampak kalem dan tak bar-bar seperti adik dan saudara sepupu nya,mungkin karena ia mengikuti gen mama nya yang juga kalem ,meski tak terlalu kalem.


"Mulai deh " gumam Gibran menggeleng kan kepala ,ia jadi teringat dirinya saat kecil dulu memang sama persis dengan putri nya,tak hanya mengajak para hantu berkenalan ,tapi juga ia sangat jahil terhadap hantu


Nagin,Wewe dan Ki Jamal berada di bagasi ,mereka nampak berdesakan,sampai Wewe terus saja mengeluh ,begitu juga Ki Jamal yang merasa risih pada dua buah pepaya yang menggantung punya Wewe , meski Wewe gombel itu memakai k*tang tetap saja ukuran nya terlihat jelas. K*tang tersebut merupakan k*tang yang Nuri buat saat Gibran masih kecil.


"Ehehehe....ini ekor mu loh bikin sempit,lipat dikit kek" ucap Wewe


"Astaghfirullah....kamu jangan mepet-mepet itu pepaya mu kena ke aku" keluh Ki Jamal


"Rambut mu juga bikin gatal badan aku tahu,makanya punya rambut tuh di sisir biar rapih terus di iket pake kunciran " ucap Nagin


"Iiiiihhh.....berisik tahu...." seru Lia

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2