Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Mulai bucin


__ADS_3

Hari ini Nuari sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit sebab sudah beberapa hari ia tak berangkat kerja karena sakit,yah meski pekerjaan sebagai dokter hewan tak seperti dokter-dokter umum pada lain nya,yang setiap hari selalu di sibukkan dengan pasien.Namun bukan berarti tak ada kegiatan.


"apa kamu sudah benar-benar sehat untuk berangkat kerja nak ?"tanya Nuri


"aku sudah baik-baik saja mah, aku malah bosan berada di rumah tak ada kegiatan apapun "sahut nya


"ya sudah , kamu hati-hati saja,jangan terlalu kecapean "


"iya mah "


"apa kamu hari ini berangkat sendiri atau di jemput Yoga?" tanya Nuri


"berangkat sendiri mah ,katanya Yoga ada urusan "


"ya sudah kalau begitu habiskan sarapan mu " ucap Rifki


Tatapan Nuari beralih pada Aranta yang duduk nya menempel pada Gibran,bahkan sesekali terlihat Gibran menyuapi Aranta, meski Aranta makan sendiri.


"duh so sweet nya " goda Nuari


Aranta hanya tersenyum menanggapi


"benar kata nenek ,kak Ara aneh " batin Nuari,namun jauh di lubuk hati nya ia merasa senang melihat pemandangan itu,ia berharap suatu saat ia dan Yoga juga akan seperti itu


"ah...membayangkan nya saja sudah senang rasanya " ceplos nya


"memang nya apa yang kamu bayangkan ?" tanya Gibran


"eh...enggak kok ,maaf kelepasan " cengir nya sambil menunjukan deretan gigi nya yang putih dan rapih


"eh iya ,kak Ara memang nya sudah tak bekerja di puskesmas daerah lagi?" tanya Nuari mengalihkan pembicaraan


"kakak mengundurkan diri dari puskesmas itu dek " sahut Aranta


"kenapa kak ?" tanya Nuari lagi


"karena kak Ara mu tak bisa jauh-jauh dari kakak,lihat saja duduk nya juga harus nempel begini " seloroh Gibran


"biarin sama suami sendiri,asal jangan sama laki-laki lain saja " cetus Aranta


"eh jangan coba-coba ya "seru Gibran


"ya gak mungkin lah , aku juga gak mau deket-deket pria lain,maka nya aku keluar dari puskesmas itu " tutur Aranta


"memang nya kenapa,apa ada laki-laki lain yang deketin kak Ara?" tanya Nuari kepo


Aranta pun hanya tersenyum dan mengangguk kecil.Setelah selesai sarapan,Nuari ,Rifki ,dan Gibran pun mulai meninggalakan rumah dengan mobil masing-masing.


"kamu hari ini gak ada acara nak ?" tanya Nuri pada Aranta


"hm... sepertinya nanti siang aku berangkat ke kantor buat ngantar makan siang mah,memang nya kenapa ?" tanya Aranta menatap mertua nya


"tidak apa-apa ,hanya bertanya saja " sebenarnya ia ingin membawa Aranta ke rumah sakit,ia yakin jika menantu nya ini memang tengah mengandung


"oh iya sayang ,apa selama ini kamu suka mual hingga muntah ,terutama jika pagi hari?" tanya Nuri menelisik


"enggak mah ,memang nya kenapa ?"


"ah tidak,mama hanya takut kamu sakit " jawab Nuri lagi


"Alhamdulillah kok mah ,aku baik-baik saja mama jangan khawatir " ucap Aranta


Sementara di tempat lain


Yoga sudah selesai bertransaksi,satu buah mobil berhasil ia beli di sebuah dealer mobil di kota Jakarta.


Sebuah mobil berjenis Toyota berwarna merah maroon menjadi pilihan nya.Setelah mengurus segala sesuatu nya ia pun bergegas menuju Satpas atau Satuan Penyelenggara Adminitrasi untuk memperpanjang SIM nya yang sudah lama tak ia gunakan.


Di rumah sakit hewan , Nuari tengah mengobati seekor kucing yang baru saja tertabrak motor.Keadaan kucing itu cukup memprihatin kan karena tulang kaki belakang sampai pinggul kucing tersebut mengalami keretakan.


Si pemilik kucing pun terlihat sangat gusar saat kucing nya terus mengeong mengerang kesakitan.


Setelah beberapa saat akhirnya kucing selesai di periksa dan diobati,Nuari pun memberikan kucing tersebut kepada pemilik nya.


Nuari masih berada di ruangan periksa,ia tengah merapikan barang-barang nya yang berserakan setelah memeriksa pasien kucing nya tadi.

__ADS_1


Tak lama pintu di ketuk ,dokter cantik itu pun menoleh, seseorang nampak tersenyum di ambang pintu


"sudah selesai " tanya nya


"ya ,kasihan sekali kucing tadi ,semoga saja retakan di pinggul dan kaki kucing tadi cepat sembuh " sahut Nuari dengan tidak menghentikan kegiatannya


"sudah waktu nya makan siang,kita makan siang bareng " ajak nya


"boleh " sahut Nuari ,namun kemudian ia merasakan getaran di ponsel nya , cepat-cepat ia merogoh ponsel nya di dalam tas


Sudut bibir nya terangkat setelah melihat nama si pengirim pesan


[ jangan kemana-mana,kita makan siang bersama, aku akan menjemput mu]


Nuari tersenyum lalu membalas pesan tersebut [aku tunggu (disertai emot hati )]


"maaf Evan , seperti nya aku tak bisa makan siang bersama mu" lirih nya tak enak


"hm...pasti Yoga mengajak mu makan siang ya,ya sudah tak apa ,aku ngerti " sahut Evan tak masalah


"maaf ya ,atau kita makan siang bersama saja,kita ajak yang lain nya juga ,biar rame " usul Nuari


"yang lain sudah pergi makan siang beberapa saat yang lalu,tidak apa-apa ,kalian berdua saja,aku bisa makan siang sendiri " ucap Evan lagi


"tapi aku gak enak sama kamu " lirih Nuari


"udah lah ,gak apa-apa,santai saja ,sudah sana tunggu kekasih mu di depan ,biar ini aku yang selesaikan hanya tinggal merapikan beberapa lagi kan "


"iya sih ,tapi beneran gak apa-apa,malah jadi ngerepotin " lirih Nuari


"kamu lupa ,aku sekarang adalah kakak mu,kamu adik ku,jadi tak usah merasa tak enak segala,sudah sana cepat " perintah Evan meraih tas milik Nuari lalu menyerahkan nya


"baiklah, terimakasih ,kau memang baik ,aku keluar ya "


"ehm" Evan mengangguk seraya tersenyum


"huuuuuffftt......memang seperti ini lebih baik ,semoga kalian tak kan terpisah kan lagi " lirih Evan menatap kepergian Nuari


Sementara Nuari tengah berjalan menuju pintu keluar,baru saja ia sampai di luar sebuah mobil berwarna merah maroon berhenti tepat di depan nya.


Kemudian Yoga segera keluar dari mobil tersebut.


"tidak kok ,aku baru saja keluar, ngomong-ngomong ini mobil mu ?" tanya Nuari yang dijawab anggukan oleh Yoga


"kapan beli nya ?"


"baru saja,ya sudah yuk " ajak Yoga lalu membuka kan pintu depan ,namun belum juga Nuari melangkah masuk dokter Satria tiba-tiba datang dan menyapa kedua nya


"dokter Nuari ...pak Yoga ...." kening dokter Satria mengkerut melihat keberadaan Yoga ,setahu nya Yoga sudah kembali ke desa nya, namun ia tak mengerti kenapa pria itu berada di sini


"selamat siang dokter Satria " sapa Yoga


"siang....loh pak Yoga kok berada di sini ,lalu mana mbak Renita nya " tanya dokter Satria


"saya tak jadi menikah,mungkin saya dan Renita memang bukan jodoh nya " jawab Yoga


"oh gitu ,lalu sedang apa pak Yoga berada di sini?"tanya nya lagi


Saat Yoga hendak kembali menjawab tiba-tiba Evan muncul dan menyelamatkan nya dari pertanyaan dokter Satria.


"loh kalian masih di sini ,aku fikir sudah pergi"


"iya " sahut Yoga singkat


"sudah sana kalian berangkat,keburu habis waktu makan siang nya ,biar aku di sini yang bantu jawab pertanyaan nya " pinta Evan kemudian


"ya sudah kalau begitu kami berdua pergi makan siang dulu ,maaf ya dokter Satria" ucap Nuari


"iya..iya ...silahkan " ucap dokter Satria ,meskipun ia masih merasa penasaran , kenapa Yoga batal menikah sedangkan kini pria itu malah berada di sini bersama Nuari


"apa mereka menjalin hubungan,apa batal nya pernikahan mereka ada hubungan nya dengan dokter Nuari?" begitu batin nya


Setelah kepergian Yoga dan Nuari ,Evan lalu mengajak dokter Satria makan siang bersama ,ia pun menceritakan semua yang Nuari ceritakan pada nya tentang Yoga .


Terlihat gurat keterkejutan dari wajah dokter paruh baya tersebut.

__ADS_1


"wah...gak sangka ya rupanya begitu " ucap dokter Satria


Yoga membawa Nuari ke sebuah restoran terdekat dengan rumah sakit tempat Nuari bekerja.


"silahkan tuan putri " ucap Yoga setelah membuka kan pintu untuk kekasih nya


"terima kasih pangeran ku " balas Nuari sambil terkekeh geli dengan ucapan nya sendiri


Keduanya pun memasuki restoran itu dan mencari tempat duduk yang kosong,karena mereka datang di jam istirahat menjadikan restoran itu padat penuh dengan para pengunjung.


Beruntung masih tersisa satu meja yang nampak kosong,keduanya melangkahkan kaki ke sana ,meski letak nya di paling ujung tapi tak membuat kedua nya mengurungkan niat nya untuk tak makan di sana.


"mau pesan apa?" tanya Yoga


"sama kan saja dengan mu,aku ke toilet sebentar ya ,kebelet " izin Nuari


"iya , hati-hati jangan terlalu lama di toilet nya ,nanti aku rindu " kelakar Yoga hingga Nuari tak tahan untuk tak mengusap pipi pria itu


"duuuh....manis nya ,tenang saja aku pastikan tak akan lama ,justru kamu sendiri yang harus jaga diri,jangan sampai ada belatung nangka yang deketin kamu,udah ah aku udah gak tahan" Nuari pun segera berlalu menuju toilet


Yoga terkekeh geli tiap kali mendengar kata-kata belatung nangka yang sering di ucapkan gadis nya itu.


"hahaha....belatung nangka , ada-ada saja ,dari mana dia mendapatkan julukan itu " kekeh nya seraya menatap punggung Nuari yang menghilang ketika berbelok


Sementara Nuari ke toilet Yoga pun memesan beberapa makanan untuk nya dan Nuari.


Beberapa saat kemudian Nuari datang berbarengan dengan pesanan yang di bawakan pelayan restoran.


Tak menunggu lama setelah makanan tersaji kedua nya pun segera menyantap makan siang mereka.


Dua puluh menit kemudian makanan yang mereka santap pun tandas tak bersisa,keduanya bersiap untuk meninggalkan restoran tersebut setelah membayar makanan nya.


"kamu tunggu di sini ya,aku ambil dulu mobil nya,cuaca nya panas , aku gak mau kamu kepanasan " ucap Yoga meminta Nuari menunggu di depan restoran


"dasar bucin "


"biarin ,kan bucin nya juga ke kamu ,sebentar ya " Yoga pun berjalan menuju parkiran sementara Nuari menunggu


Nuari tersenyum melihat kekasihnya yang berjalan menuju mobil nya yang terparkir.


Beberapa saat kemudian kedua nya sudah sampai di depan rumah sakit.


"kamu pulang nya jam berapa,biar nanti aku jemput " tanya Yoga sebelum Nuari membuka pintu mobil


"jam empat sore, seperti nya gak usah jemput deh,aku kan bawa mobil sendiri,nanti gimana dengan mobil ku kalau aku pulang bersama kamu" ucap Nuari


"gampang,itu bisa di atur ,pokok nya jangan pulang dulu sebelum aku jemput" ucap Yoga yang kekeuh ingin jemput gadis nya


"ya sudah gimana kata kamu saja " sahut Nuari


Sebenarnya ia memang sangat berharap bisa dijemput dan pulang bersama Yoga,hanya saja ia bingung karena ia pun membawa mobil,tapi melihat Yoga begitu serius ingin menjemput nya ia pun hanya bisa mengikuti pria itu dan dalam hati ia bersorak.


"baiklah ,aku kembali ke dalam ya, hati-hati jangan ngebut " ucap Nuari segera membuka pintu


Baru saja Nuari hendak keluar tiba-tiba Yoga berbicara


"sebentar ada yang tertinggal " ucap nya sambil menahan lengan Nuari ,sontak saja Nuari kembali terdiam dan melihat pada nya


"apa?" tanya Nuari


cup'


Tanpa ba bi bu tiba-tiba saja Yoga mengecup pipi Nuari,hingga gadis itu terpaku dengan mata melotot ,ia bahkan merasakan panas di permukaan wajah nya.


"baru kecup pipi reaksi mu sudah seperti itu,bagaimana kalau ngecup yang lain " Yoga terkekeh karena merasa gemas melihat reaksi Nuari


Melihat Nuari yang masih mematung membuat nya semakin gemas dan


cup'


ia mengecup pipi sebelah nya


"biar gak berat sebelah " Yoga mengedipkan satu mata nya membuat Nuari tersadar dan mengerjapkan kedua mata nya


"sepertinya benar kata papa,kamu harus segera menikahi ku " cetus Nuari lirih

__ADS_1


"iya ,kita akan segera menikah "


...***...


__ADS_2