
Jam pulang telah tiba. Raffa , Atha dan Lia sedang menunggu jemputan datang. Atha dan Lia akan dijemput supir sementara Raffa akan dijemput Nuari.
Saat tengah menunggu Chika berjalan bersama papa nya,Raffa yang melihat pun memanggil Chika dan mengejar nya.
"ada apa Raffa ?" tanya Chika, sementara papa nya memperhatikan
"kamu kapan ke makam mamah kamu ?" tanya Raffa
"sekarang,kenapa? kamu mau ikut?"tanya Chika
"iya kan aku mau minta maaf sama mamah kamu,kamu lupa ya ?" tanya Raffa
Chika pun menoleh pada papa nya
"gimana pah, boleh gak ?" tanya nya
"boleh saja , tapi nanti orangtuanya nyariin sayang "
"sebentar lagi mama aku jemput kok " ucap Raffa
"ya sudah kalau gitu kita tunggu mama nya Raffa datang dulu ya sayang "
"iya pah"
Sebelumnya papanya Chika sudah mengenal Raffa setelah Chika menceritakan boneka nya yang rusak.
Atha dan Lia hendak menghampiri Raffa namun sosok anak laki-laki berusia sekitar lima tahunan dengan kepala bolong tiba-tiba muncul mengalihkan perhatian dua bocah kecil itu.
"bang,dia seperti nya hantu " cetus Lia
"emang dia hantu ,lihat saja kaki nya gak napak ,wajah nya aja pucat " sahut Atha
"iya ya " Lia nampak mengangguk
"jangan di sapa !" larang Atha ,namun baru saja Atha memperingatkan nya ,Lia malah menyapa hantu itu
"hai ,namaku Lia , kamu meninggal nya kenapa ? terus itu kepala kamu bisa bolong gitu,gimana cara bikin nya ,keren banget " celetuk Lia,Atha pun menepuk kening nya
"hadeuuhh....baru aja dibilangin malah disapa tuh hantu " lirih Atha
"kamu mau kepalanya bolong juga?" tanya hantu itu
"iya " sahut Lia mengangguk
"kalau gitu kamu harus di dor juga biar sama seperti aku "
Atha memperhatikan adik nya yang nampak antusias mendengar ucapan hantu anak laki-laki itu.
"di dor maksud nya gimana ya ?" tanya Lia nampak penasaran
"di dor pakai pistol,kaya aku yang juga di dor sama papah aku " ujar hantu itu,padahal yang hantu itu maksud di tembak dengan pistol milik papa nya ,bukan oleh papa nya,tapi hantu itu mengatakan demikian hingga Atha pun merasa kasihan
"jahat banget papa kamu " ucap nya
"kenapa papa aku jahat?" tanya hantu itu menoleh pada Atha
"ya jahat karena papa kamu udah buat kamu meninggal " sahut Atha
Namun bukan nya hantu itu menyahuti ia malah kembali bertanya pada Lia
__ADS_1
"jadi kamu mau juga seperti aku ?"
"enggak deh ,kalau aku sama kaya kamu nanti aku meninggal,mama dan papa aku pasti sedih,gak mau ah " tolak nya cepat
Rupanya dari tadi Lia memikirkan kata-kata hantu itu, meski awalnya ia tak mengerti dengan kata di dor , tapi setelah mendengar kata pistol Lia pun mengerti.
"yah...padahal seru loh jadi hantu bisa pergi kemanapun tanpa harus di cariin mama dan papa" ucap hantu itu terus mencoba membujuk Lia agar ia mau
"lebih seru lagi jadi manusia ,bisa makan es krim dan makanan lain nya yang aku suka ,kamu hantu pasti gak bisa ya" tebak Lia
Nampak nya hantu itu tak terima mendengar ucapan Lia,wajah nya yang tadinya bersahabat kini berubah datar dengan tatapan tajam,seakan ingin mencabik-cabik apa saja di depan nya dengan tatapan nya itu.
Nagin yang dari tadi menyimak pun merasa aura hantu itu berubah pekat dan hitam ,yang artinya hantu itu sudah tak aman bagi kedua bocah kembar tersebut.
Selama percakapan Atha dan Lia bersama hantu anak laki-laki itu ,Nagin membuat orang-orang tak menyadari apa yang dilakukan kedua bocah itu, hal itu ia lakukan agar orang-orang tak melihat mereka berbicara sendiri.
"kamu harus menjadi seperti ku, aku ingin punya teman tak mau sendirian terus " seru hantu itu
Awan putih tiba-tiba menggelap disertai hembusan angin yang cukup kencang menerpa tubuh kedua bocah itu. Dan aneh nya keadaan seperti itu hanya Atha dan Lia saja yang merasakan,bagi manusia normal lain nya nampak biasa saja. Namun berbeda dengan Raffa ,ia bisa merasakan nya dan hanya melirik sekilas.
Hantu itu perlahan berubah wujud jadi sangat menyeramkan , urat-urat nampak membiru dan menonjol dengan permukaan kulit yang mengkerut,kuku-kuku tangan dan kaki nya nampak memanjang ,kedua bola mata nya jatuh menggelinding hingga menyentuh ujung sepatu Atha.
Namun bukan nya takut Atha justru malah menendang bola mata nya masuk ke dalam tempat sampah.
"wuih ,Abang hebat bisa sampai masuk gitu ,aku juga mau coba " seru Lia sangat antusias
Namun berbeda dengan Lia ,niat nya menendang tapi malah keinjek ,alhasil bola mata itu pun hancur.
"yaaah...hancur maaf ya ...gak sengaja " ucap nya sambil mengedip-ngedip kan mata pada hantu itu
Melihat itu tentu saja hantu itu marah dan hendak menyerang keduanya ,namun Nagin dengan cepat menghalau serangan hantu itu.
"jangan pernah berani mengganggu mereka" ucap Nagin yang kini sudah berada di depan Atha juga Lia
"wuih....keren ,tadi kan mata nya hancur sekarang sudah bulet lagi " seru Lia bertepuk tangan
"jelas aku harus ikut campur ,karena aku adalah penjaga mereka ,sekarang pergi atau kamu tahu sendiri akibat nya " ucap Nagin
Bukan nya menuruti perkataan Nagin,hantu itu malah menjerit hingga memekakkan telinga kedua bocah yang berada di belakang Nagin
"hhuuaaaaaaaa........"
"iiihh....berisik ...kuping ku sakit" teriak Lia
Atha dan Lia sama-sama menutupi kedua telinga mereka
Tak tahan dengan rasa sakit ditelinga nya Nagin pun mengibaskan ekornya.
Buk'
Swuiiinnggg'
hantu anak laki-laki itu pun terpental jauh hingga melayang jauh ke atas langit.
"wah... keren Tante ...." puji Lia lagi
Keadaan pun kembali normal
"Lia,...lain kali kamu jangan maen bilang mau kalau ada hantu menawarkan sesuatu pada mu, tentunya pada kalian berdua "ucap Nagin menatap Atha dan Lia
__ADS_1
"iya Tante Nagin " sahut kedua nya
Beberapa menit kemudian jemputan pun datang bersama an dengan Nuari yang menggunakan jasa taksi online.
"loh kalian cuman berdua ,Raffa mana sayang?" tanya Nuari
"itu aunty " tunjuk Atha pada Raffa yang tengah bercengkrama dengan Chika dan papa nya
"baiklah, sekarang kalian pulang ya,mang Jajang sudah menunggu"
"iya aunty , assalamualaikum" ucap mereka setelah menyalimi Nuari
"waalaikum salam... "
Nuari berjalan menuju Raffa , Raffa yang tahu mama nya sudah sampai pun menoleh.
"mama..." Raffa berlari ke arah Nuari , Nuari pun berjongkok dan menangkap putera nya itu dalam dekapan nya
"hai ganteng,maaf ya nunggu lama,yuk kita pulang !"
"aku mau ikut ke makam mama nya Chika ,boleh?" tanya nya
"sekarang?"
"he'em,boleh kan ?" tanya Raffa lagi
"tentu boleh sayang "
"asyiiik...kalau gitu mama tunggu sebentar ya aku mau ambil boneka nya dulu yang di titip ke ibu guru " ucap Raffa lalu berlari menuju kelas nya, Nuari hanya tersenyum melihat putera nya itu
"ekhem...maaf anda mama nya Raffa ?" tanya papa nya Chika
Nuari menoleh
"iya ,saya mama nya,anda pasti papa nya Chika ya ,maaf atas kesalahan Raffa yang tak sengaja merusak boneka milik Chika " ucap Nuari merasa tak enak , kemudian ia menoleh pada Chika
"hai cantik ,apa kabar ?" sapa Nuari pada Chika
"b...baik Tante " jawab Chika , Nuari tersenyum lalu ia menoleh ketika papa nya Chika berbicara
"tidak masalah , hanya sebulan boneka saja ,tapi mungkin yang membuat Chika bersedih karena boneka itu pemberian almarhumah mama nya" lirih papa Chika
"itu yang saya sesalkan, sekali lagi saya minta maaf "
"iya , tidak apa,oh iya perkenalkan nama saya Arjun "
"saya Nuari " ucap Nuari seraya membalas uluran tangan Arjun
Tak lama Raffa pun datang dengan membawa paper bag.
"sini biar mama yang bawakan " pinta Nuari dan Raffa pun menyerahnya
"kalau gitu ayo kita berangkat !" ucap Arjun
Mereka pun berangkat menuju pemakaman umum. Nuari pergi dengan taksi online,awal nya Arjun menawari nya untuk berangkat bersama,namun Nuari menolak karena merasa tak nyaman jika harus berada satu mobil dengan orang yang baru dia kenal.
Sesampainya di pemakaman umum
"wuuuiiihh....banyak nya "gumam Raffa
__ADS_1
"apanya yang banyak ?" tanya Nuari
bersambung...