Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Masuk rumah sakit


__ADS_3

Pagi yang cerah setelah semalaman diguyur hujan yang sangat lebat,cahaya matahari hangat yang menembus kulit juga aroma pagi yang sejuk menambah semangat siapa pun yang hendak beraktivitas.


Namun tidak bagi seorang gadis cantik mungil yang kini masih berbaring di tempat tidur,ia sudah mandi namun ia kembali merebahkan diri nya di tempat tidur dan nampak seperti bermalas-malasan.


"huuuuh....menyebalkan ,aku kan ingin bertemu dengan nya " gumam nya


Ia sangat menyesal karena semalam ia ketiduran dan tak tahu kepulangan Evan,padahal sebenarnya Evan semalam menginap ,dan pagi ini pria berlesung pipi itu masih berada di rumah nya.


tok tok tok


Ayu cepat beranjak dan membuka pintu


"eh bibi " ucap nya


"non sudah ditunggu bapak untuk sarapan " ucap bibi art


"oh iya bi " sahut Ayu singkat


Ayu pun berjalan bersama bibi art menuju ruang makan.


"loh...i.. itu...Evan " gumam nya pelan ,ia bahkan sampai menghentikan langkah nya ketika hendak memasuki ruang makan


Merasa ada seseorang memperhatikan Evan menoleh


"Yu " sapa Evan


"kamu .... kok pagi-pagi sudah ada di sini?" tanya Ayu berjalan ke arah meja makan


"semalam hujan lebat,jadi Evan ayah suruh menginap " ujar dokter Satria


"oh " Ayu pun menarik kursi sebrang nya Evan


"ayo kita sarapan dulu "ajak dokter Satria


"iya dok maaf jadi enak saya udah numpang sarapan " kekeh Evan


"ah sudah lah ,jangan sungkan anggap saja rumah sendiri ,mau setiap hari makan di sini pun tak masalah justru saya senang , karena kini rumah terasa hidup,apalagi jika suatu saat Ayu menikah dan memiliki anak,akan semakin hidup rumah ini " tutur dokter Satria


"uhhukk... uhhukk....." Ayu tersedak


"minum Yu "ucap Evan reflek memberikan air minum nya


"hm... makasih "ucap Ayu setelah meminum nya , batuk nya pun sudah berkurang


Jika Evan tengah sarapan di rumah dokter Satria,berbeda dengan Nuari,pagi ini ia begitu malas bangun,setelah mandi dan selesai shalat subuh ia kembali merebahkan tubuh nya di tempat tidur ,meski setelah shalat subuh tak baik tidur lagi,tapi rasa lelah yang mendera nya membuat nya tak kuasa menahan kantuk nya.


"sayang ,kalau begitu aku mau mandi dulu ya ,aku mau berangkat kerja " ucap Yoga yang ia pun kena imbas nya


"gak boleh ,pokok nya kamu harus temenin aku tidur ,nanti biar aku yang bilang ke papa biar kamu gak masuk kerja dulu hari ini " ujar Nuari yang bersikeras tak ingin ditinggalkan


"lagipula kan kamu masih sakit ,udah lah istirahat saja dulu "lanjut Nuari


"ya tapi kan gak enak sayang sama staf lain kalau aku banyak bolos nya " ucap Yoga


"ya udah sana fikirkan saja mereka,jangan kamu hiraukan aku " cetus Nuari lalu berbalik memunggungi Yoga


"loh kok kamu marah sayang " tanya Yoga


Nuari tak menyahut,ia justru menarik selimut hingga ke kepala , dengan isakan tertahan.


Yoga menghela nafas ,ia bingung karena kini istri nya itu mudah sekali terbawa emosi,biasa nya Nuari selalu berfikir dewasa dalam segala situasi ,tapi kini malah sebaliknya. Ia pun tahu perubahan nya itu karena hormon kehamilan nya,maka ia pun mencoba untuk lebih bersabar dengan sikap Nuari.


"sayang....buka dong,gak engap apa di tutupi selimut begini "ucap Yoga mencoba menarik selimut nya


Semakin Yoga berusaha menarik nya maka semakin erat pula Nuari mempertahankan selimut nya itu.


"apa sih , sudah sana pergi,jangan urus aku ,urus saja para pegawai di sana,aku tahu di sana banyak wanita cantik dan seksi,kamu pasti mau melihat mereka kan ,makanya kamu bersikeras untuk berangkat huuuhhuuu....."


"Ya Allah sayang ,kenapa sempet-sempet nya berfikiran sampai ke sana sih, sedikit pun aku tak ada niat untuk itu sayang "ucap Yoga memeluk Nuari yang kini tersedu sedan


"cup cup cup ...udah dong jangan nangis gitu ,iya baiklah hari ini aku gak kerja ,aku mau di sini saja nemenin istri ku yang paling cantik ,paling seksi dan hm...paling yahuud " bujuk nya


Sontak saja tangisan nya berhenti. Dan Yoga pun dengan mudah membuka selimut yang menutupi nya.


"tuh kan nangis saja cantik begini apalagi kalau tersenyum "ucap Yoga lagi ,Nuari tersipu dan langsung menyembunyikan wajah nya pada d*da bidang Yoga


"kamu beneran gak kerja hari ini?" tanya Nuari dengan masih menyembunyikan wajah nya

__ADS_1


"enggak ,aku mau di sini saja menemani mu " sahut Yoga memeluk erat Nuari yang kini tersenyum dipelukan nya


"aku akan hubungi papa dulu" ucap Nuari lalu bangun meraih ponsel nya


Setelah selesai menelpon Nuari kembali memeluk Yoga, sementara di tempat lain Rifki nampak menghela nafas sambil menggeleng kan kepala nya.


"astaga.... bumil yang satu ini benar-benar ya " ia berdecak


"kenapa mas?" tanya Nuri sambil meletakan teh manis hangat


"makasih sayang "ucap Rifki


"iya mas , tadi kenapa mas ,Ari nelpon ?" tanya Nuri


"iya sayang " sahut nya


"kenapa lagi itu anak?" tanya Nuri lalu duduk di kursi samping suami nya itu ,kedua nya kini tengah berada di beranda depan rumah nya,ia akan berangkat ke kantor agak siangan


"huuuuuffftt.....masa Ari ngelarang Yoga berangkat kerja " ucap Rifki tak habis fikir


"hah "


"iya ,tadi sebelum Ari menelpon Yoga mengirimkan pesan, putri mu itu kelewat manja " ucap Rifki


"putri mu juga " ucap Nuri


"iya putri kita " ucap Rifki


Kedua nya pun terkekeh ,akan tetapi tawa mereka terhenti setelah mendengar suara benda pecah.


Prraaannngg'


Nuri dan Rifki pun saling tatap


"sebentar ,aku lihat dulu ya mas " ucap Nuri hendak beranjak ,akan tetapi baru saja ia berdiri bibi art terlihat berlari ke arah nya sambil terpogoh-pogoh.


"Bu...pak... tolong ibu Dewi jatuh dan pingsan di dapur " seru bibi art meski ia belum sampai di depan kedua nya


"apa....jatuh....?" tanya Rifki


Sementara itu Gibran yang baru memasuki ruang kerja nya di kantor merasa hatinya tak enak dan ia mendadak gelisah.


"kamu kenapa ?" tanya Aranta


"entah lah , tiba-tiba perasaan ku tidak enak" sahut nya ,Gibran pun memanggil Wewe dalam hati nya


"nek, kemari lah "


Wewe yang sedang bersama ses Merry si hantu waria penunggu kantor pun segera mendatangi Gibran ,ses Merry pun tak ingin tinggal ,dia pun ikut bersama Wewe.


"ehehehehe......ada apa cu..?" tanya Wewe gombel itu setelah berada di ruangan Gibran


"nek, perasaan ku tiba-tiba tak enak,apa nenek tahu apa yang terjadi ?" tanya Gibran


Wewe memejam kan mata,hantu itu melakukan telepati kepada Wowo. Aranta dan Gibran memperhatikan.


"nenek mu masuk rumah sakit " ucapan Wewe


"apa " Gibran terkejut lalu ia meraih ponsel nya dan segera menghubungi kedua orang tua nya yang saat ini sudah berada di rumah sakit,kedua nya tengah menunggu kabar dari dokter mengenai kondisi Dewi


Telepon tersambung


tuuuuuuttt'


"assalamualaikum mah ,mah gimana keadaan nenek mah ?" tanya Gibran langsung


"waalaikum salam ,belum ada kabar dari dokter,mama dan papa sedang menunggu di depan pintu UGD "jawab Nuri


"ya sudah aku sekarang ke sana , assalamualaikum "Gibran pun segera mengajak Aranta untuk pergi ke rumah sakit


Hal yang sama pun terjadi pada Nuari


Nuari yang baru saja terlelap dalam pelukan Yoga pun tiba-tiba terbangun dengan d*da yang tiba-tiba terasa sesak. Ia meringis ketika merasakan perih di hati nya.


Yoga yang sama sekali tidak tertidur itu mengerutkan kening melihat ekspresi Nuari.


"kamu kenapa sayang ,ada yang sakit?" tanya nya

__ADS_1


Nuari menggeleng namun air mata nya sudah membasahi wajah cantik nya


"terus kamu kenapa hem,gak mungkin tidak kenapa-kenapa kalau kamu seperti ini" ujar Yoga


"aku ....aku gak tahu ,tapi ini hati aku kok kaya yang sakit banget , huuuhhuuu...."


"istighfar sayang ,ini kamu minum dulu "ucap Yoga memberikan segelas air pada Nuari


"astaghfirullah....." Nuari menghela nafas lalu meraih dan meminum air nya


Tak lama ponsel nya berdering


Nuari menatap layar ponsel nya sebentar lalu menggeser tombol hijau


"huuuuh...... assalamualaikum....mah " Nuari menghela nafas sebelum berbicara


"waalaikum salam " sahut Nuari lemas


"ada apa mah ,kok mama seperti sedih gitu nada nya ?" tanya Nuari dengan perasaan was-was


"sayang.....nenek jatuh dan pingsan , sekarang masih di tangani dokter,doa kan nenek ya semoga nenek tidak kenapa-kenapa "ucap Nuri


"nenek masuk rumah sakit?" tanya nya,tak sadar air mata nya sudah luruh


"iya sayang "


"aku ke sana sekarang"


Cepat-cepat Nuari memutuskan panggilan nya


"kenapa sayang ?" tanya Yoga


"nenek masuk rumah sakit,ayo Yoga aku ingin melihat nenek "


"iya...iya ...ayo kita berangkat sekarang juga " ucap Yoga ikut panik ,saking paniknya ia bahkan sampai lupa jika dirinya masih mengenakan celana boxer apalagi ia tak memakai dalaman


"loh kalian mau kemana kok terburu-buru begitu,itu sarapan nya gimana ?" tanya Bu Nur Aini saat kedua nya keluar kamar


"mah,nenek masuk rumah sakit ,aku mau pergi ke sana " jawab Nuari


"astaghfirullah...ya sudah mama ikut , sebentar mama matikan kompor dulu " Bu Nur Aini bergegas menuju dapur dan segera mematikan kompor


"ayo " ajak nya setelah keluar dari dapur


"eh tapi tunggu, Yoga masa kamu mau ke rumah sakit penampilan nya kaya gitu,minimal pakai celana yang bener " seru Bu Nur Aini


Yoga menunduk


"astaga...."


"kamu dan mama tunggu di mobil aku pakai celana dulu,gak lama kok " Yoga pun segera berlari ke kamar nya


Nuari tak menanggapi karena ia tengah kalut memikirkan keadaan nenek nya,ia tak tenang sebelum melihat keadaan nenek nya.


Beberapa saat kemudian Yoga pun sudah mengenakan celana panjang,ia segera memasuki mobil dan duduk di bangku kemudi.


Singkat cerita kini semuanya sudah berkumpul di depan ruang UGD ,dimana Dewi masih di tangani dokter.


Nuri pun tak hentinya menangis sebab ia sudah tak merasa seperti mertua, Nuri menyayangi nya sudah seperti ibu kandung nya sendiri.


"kamu yang sabar sayang, insya Allah tidak akan terjadi apa-apa pada mama " ucap Rifki menenangkan meski ia sendiri pun merasakan hal yang sama dengan istri nya


Namun jika ia sama kalut nya maka siapa yang akan memenangkan istri nya itu.


Nuari tak henti-hentinya mendoakan keadaan sang nenek begitu pun dengan Gibran.


"kenapa lama banget,apa yang terjadi pada nenek di dalam ?" tanya Nuari menatap pintu UGD yang tertutup


"kamu yang tenang dokter sedang mengusahakan yang terbaik untuk nenek " ujar Yoga


Aranta pun terus mengusap bahu dan punggung Gibran, sementara sebelah tangan nya menggenggam erat tangan suami nya itu.


Hingga akhirnya pintu terbuka ,mereka semua langsung berdiri


"dokter bagaimana keadaan mama saya ?"


***

__ADS_1


__ADS_2