
Yoga menoleh ketika ada seseorang datang.
"Eh pak Yahya, assalamualaikum pak gimana kabar nya, sehat ?" Tanya Yoga. Mereka pun saling berjabat tangan
"Alhamdulillah mas Yoga ,saya sehat. Kapan sampai mas ?" Tanya bapak paruh baya itu
"Kemarin pak "
"Yudi , perkenalkan beliau ini mas Yoga pemilik peternakan ini " Ucap pak Yahya pada pria yang tadi mengira Yoga hendak membeli sapi di sana
"Ya ampun ,maafkan saya ,saya tidak tahu jika anda merupakan pemilik peternakan ini " Ucap Yoga tak enak hati
"Iya tak apa, seperti nya kamu ini bukan warga sini ?" Tanya Yoga
"Iya pak ,saya pindahan dari Jawa barat ikut istri ke sini " Jawab nya
"Oh begitu ya "
Merekapun berbincang-bincang sambil berkeliling. Tak hanya pada Pak Yahya, Yoga juga mempercayakan peternakan nya pada kerabat Bu Nur Aini.
Meski memang awal nya peternakan itu milik ibunya Bu Nur Aini tapi mereka tidak iri apalagi ingin menguasai,justru mereka merasa senang dengan keberhasilan Yoga.
Selesai berkeliling peternakan , Yoga mendapatkan telpon dari kepolisian. Saat itu juga Yoga pergi menuju kantor polisi.
Saat hendak menaiki taksi,seorang wanita nampak memperhatikan. Ia adalah Renita.
"Itu kan Yoga,kapan dia datang? Dia kok makin ganteng dan keren sih " Gumam nya terus memperhatikan Yoga yang sudah masuk ke dalam taksi. Hingga taksi hilang dipandangan Renita masih melihat ke arah perginya taksi itu.
Beberapa saat kemudian, Yoga pun sampai dan segera masuk ke dalam.
"Jadi bagaimana pak ? Apa sudah ada hasilnya?" Tanya Yoga
"Iya pak, menurut keterangan dari nona Silvi yang mengatakan tentang orang mencurigakan,kami langsung menyusuri setiap sudut di restoran anda ,dan kami mendapatkan beberapa rekaman cctv dari sekitar restoran anda. Dan kami menemukan seorang terduga "
"Benarkah,jadi restoran saya di sabotase orang?" Tanya Yoga cukup terkejut
"Iya ,benar sekali pak " ucap polisi itu
"Kalau gitu lakukan yang terbaik,saya ingin orang itu ditangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatannya "Ucap Yoga
Sementara itu sepulang sekolah Nuari mengajak Raffa pergi ke tempat bermain.Tak hanya mereka,Atha ,Lia dan kedua anak Riswan pun juga ikut.
"Kalian hati-hati ya ,kita tunggu di sini" Ucap Nuari
"Ridwan,jaga adik-adik kamu ya " Ucap Merlin
"Ok mah"
Anak-anak pun pergi menuju arena es skating , Atha dan Lia yang sudah bisa berseluncur tanpa bantuan pun nampak tidak kesulitan. Begitupun dengan Ridwan dan Luna. Mereka bermain es skating dengan riang. Namun berbeda dengan Raffa. Bocah itu nampak kesulitan walau hanya sekedar berdiri. Jadi nya Raffa meluncur dengan cara berjongkok sementara kedua lengan nya ia gunakan untuk mendorong tubuh nya agar bisa meluncur.
__ADS_1
"Hahaha....lihat anak mu itu,lucu sekali,ya ampun " Merlin nampak menertawakan ulah nya Raffa
"Yah begitu lah kak, selalu ada saja ulah nya yang bikin kita ketawa" Ucap Nuari
"Oh iya Merlin kalian ke sini hanya main atau mau pindah?" Tanya Aranta
"Besok kita juga balik lagi ke Jepang "
"Yah ,aku kira kalian mau pindah " Ucap Nuari
"Gimana ya ,kerjaan di sana juga gak mungkin ditinggal "Sahut Merlin
"Tapi nanti kalau anak-anak udah libur sekolah kita datang lagi kok" Tambah nya
"Itu sih masih lama"
Sementara itu Riswan saat ini berada di kantor bersama Rifki dan Gibran.
"Itu hantu jadi-jadian masih aja betah di sini " Cetus Riswan pada hantu banci yang selalu ingin dipanggil ses Merry
"Ya begitulah,dia udah seperti satpam "Ucap Rifki
"Oh iya,aku sering banget lihat berita online tentang mama. Mama sekarang hebat ya sering nongol di TV " Ucap Riswan lagi
"Hehehe....iya ,keseringan ikut oma Laras" Sahut Rifki
"Tapi kamu kok gak ikutan juga Bran ? Lumayan kan bisa punya banyak fans "Cetus Riswan lagi
"Ciee....yang udah bucin "Ledek nya
Beberapa saat kemudian Rifki pergi karena hendak bertemu klien. Begitu juga dengan Gibran yang kembali sibuk dengan tumpukan berkas-berkas di meja nya.
Riswan yang tak ada kegiatan pun memilih menunggu mereka di lounge. Di sana terdapat beberapa makanan yang dapat dinikmati para staf di saat waktu senggang atau istirahat. Selain kantin,perusahaan juga menyediakan fasilitas tersebut agar para staf merasa nyaman.
Sementara itu anak-anak nampak sudah kelelahan setelah bermain. Mereka meminta makan terlebih dahulu sebelum pulang.
"Memang nya kalian mau makan apa?" Tanya Nuari
"Ayam goreng...!!! " Mereka kompak menyerukan ayam goreng
"Baiklah , ayo kita let's go !" Ajak Nuari ,dan anak-anak nampak bersemangat
Mereka mendatangi restoran yang masih berada di dalam mall itu.
**
Yoga sudah bisa sedikit bernafas lega setelah polisi sudah mengantongi identitas si pelaku pembakaran restoran nya.
Yoga pun merasa kesal dan gemas pada pelaku yang ia sendiri tahu identitas nya.
__ADS_1
"Jupri,kamu gak tak pernah kapok. Dulu kamu telah membuat Ari trauma ,sekarang dia menghancurkan tempat usaha ku. Awas saja jika ketangkap aku akan buat perhitungan " Gumam nya mengepalkan kedua tangan nya
Setelah pemicu kebakaran sudah terungkap,Yoga berniat untuk kembali membangun restoran nya. Ia pun segera menghubungi teman nya yang merupakan seorang arsitek.
Setelah sambungan telpon terputus,Yoga pun kembali ke rumah untuk beristirahat.
Namun ketika ia baru sampai di rumah ,ia tak sengaja melihat seorang anak kecil tengah membawa kantung kresek.
Saat melintasi nya ,Yoga menyapa anak tersebut.
"Hai nak ,kamu bawa apa ?" Tanya nya
"Ini beras dan telur " Jawab anak perempuan kisaran usia tujuh tahunan
"Beras dan telur ?" Tanya Yoga lagi
"Iya ,paman.Mama menyuruhku membeli nya di warung , kalau gitu sudah ya paman ,aku harus segera pulang,nanti mama marah kalau kelamaan "
Yoga hanya memperhatikan anak itu yang pergi Yoga pun masuk ke dalam rumah nya.
Saat Yoga hendak pergi ke kamar mandi,terdengar pintu rumah nya ada yang mengetuk.
Tok tok tok
"Siapa ya " Gumam nya ,Yoga pun melangkah mendekati pintu dan membuka nya
"Kamu ? Ngapain ke sini ?"Tanya Yoga pada Renita
"Aku hanya ingin menyapa mu , itu saja.Tadi aku melihat mu hendak menaiki taksi " Ucap nya seolah ia tak punya salah pada pria itu
"Sekarang sudah ya,aku mau istirahat "Yoga hendak menutup pintu. Ia enggan berlama-lama meladeni wanita ular itu
"Istri mu mana? Kok kamu sendirian ? Apa kalian sudah bercerai ?"
"Jangan sembarangan kalau bicara ,sudah sana pergi,aku capek ingin istirahat "Usir nya
"Mau aku pijiti ?"
"Gak usah " Yoga pun lantas mambanting pintu. Ia tak memberi celah sedikitpun untuk Renita hingga wanita itu merasa kesal karena diabaikan
"Heran ,kenapa ada orang seperti itu " Lirih Yoga memijit pelipisnya
Di tempat lain
"Kok aku ingin cepat-cepat nyusul Yoga ya ? Apa aku pergi saja kesana. Raffa bisa izin untuk gak sekolah beberapa hari " Nuari pun memutuskan untuk
berangkat malam ini menggunakan jet pribadi keluarga nya
"Aku akan kasih dia kejutan. Pasti dia terkejut karena tiba-tiba aku ada di sana "
__ADS_1
bersambung...