
Nuari dan Yoga tersenyum senang sebab dari hasil pemeriksaan mengatakan jika kandungan nya sehat,janin di dalam perut nya sangat berkembang dengan baik,setelah itu mereka pun keluar dengan membawa resep vitamin dari dokter untuk di tebus di apotik.
Keempat nya berpisah setelah menebus vitamin mereka,Nuri dan Aranta langsung pulang ,tapi berbeda dengan Yoga dan Nuari. Karena Yoga harus menghadiri rapat di kantor nya, Nuari pun ingin ikut karena ia merasa bosan jika di rumah.
"tapi kamu juga di kantor pasti nunggu kan ,apa kamu tak akan bosan ?" tanya Yoga
"gak apa-apa ,nunggu di ruangan mu lebih baik daripada nunggu di rumah,di rumah juga aku gak ada kegiatan,cuman nonton tv rebahan ,makan,nyemil,ah... membosankan sekali " sahut nya
"ya udah kalau gitu, aku juga sebenarnya senang kalau kamu ikut ke kantor hanya saja aku tak tega kalau ninggalin kamu,apalagi rapat nya itu tak pernah sebentar" tutur Yoga
Nuari hanya tersenyum mendengar nya,ia pun bergeser dan menempel kan kepala nya ke bahu Yoga yang tengah tengah fokus menyetir. Tangan kiri Yoga bergerak mengusap rambut Nuari sambil mencium sekilas kepala Nuari.
Beberapa saat kemudian kedua nya sampai di kantor,kedua nya segera di sambut oleh satpam dan beberapa staf.
Ketika sedang berjalan tiba-tiba saja ada seorang cleaning servis terjatuh, cleaning servis tersebut tak sengaja menumpahkan air pada ember yang ia bawa pada kaki Nuari,tentu saja Nuari dan Yoga pun terkejut.
"astaga.... mbak tak apa-apa?" tanya Nuari berjongkok dan membantu cleaning servis tersebut berdiri
"saya tidak apa-apa Bu,maaf gara-gara saya kaki dan sandal ibu jadi kotor,saya bersihkan " ucap nya sambil merogoh sapu tangan nya dan hendak mengelap kaki serta sandal Nuari
"eh...jangan ,udah gak apa-apa nanti saya bersihkan sendiri,kalian tolong bantu mbak ini ya untuk membereskan nya " ucap Nuari pada beberapa staf di sana yang menyaksikan
"iya Bu" sahut mereka
"ya sudah kalau gitu saya masuk dulu,lain kali kamu harus lebih hati-hati ,untung kamu tak apa-apa "ucap Nuari sambil menyentuh pundak mbak cleaning servis itu
"iya Bu,sekali lagi saya minta maaf " ucap nya
"iya gak apa-apa" sahut Nuari lalu mengajak Yoga kembali berjalan
Setelah Nuari dan Yoga berlalu,nampak para staf membicarakan sikap Nuari ,mereka merasa kagum dan senang dengan sikap Nuari yang bukan nya marah tapi malah bersikap sebalik nya.
"aku bangga sama kamu sayang" ucap Yoga ketika kedua nya berada di dalam lift
"bangga kenapa" tanya Nuari menatap Yoga
"kamu tidak marah dan malah mau menolong nya tadi "
"loh kenapa mesti marah ,dia kan gak sengaja,kalau dia sengaja ya pasti aku marah lah " sahut Nuari
"iya dan sikap mu yang seperti ini lah yang membuat ku makin cinta sama kamu " Yoga pun merangkul Nuari dan mengecupi seluruh wajah Nuari dengan penuh cinta
"aahh....sayang sudah hentikan ,malu tahu tuh ada cctv " ucap Nuari mencoba menarik diri dari serangan Yoga
__ADS_1
"biarin ... biar semua orang tahu betapa aku sangat mencintai mu ,biar tak ada lagi orang yang akan mengganggu kebahagiaan kita" tutur Yoga
"jadi .... apa sebelum nya ada belatung nangka yang coba mengganggu mu ?" tanya Nuari hingga kecupan Yoga pun berhenti
"nah kan diam ,pasti ada ya ?" tanya nya lagi
"iya ,tapi kamu percaya pada ku ,aku tidak akan pernah menggubris mereka,bagiku mereka itu tidak lah penting,hanya kamu yang akan selalu ada di sini,kamu lah wanita pertama dan terakhir di hidup ku " ucap Yoga seraya menyatukan kening nya dengan kening Nuari,kedua nya tak sadar jika pintu lift sudah terbuka,dan menjadi tontonan para staf yang hendak memasuki lift tersebut
Begitu pun di ruang cctv,petugas di sana sampai merinding melihat dan mendengar kan percakapan mereka.
"Ya ampun....aku jadi baper deh ,jadi kangen istri di kampung " gumam nya
Begitu tersadar Yoga dan Nuari segera keluar dengan memasang senyum lalu bergegas menuju ruangan dimana Yoga berkutat dengan pekerjaan nya.
Sementara para staf tadi pun malah menjadi salah tingkah sendiri.
"uuuucchhhh.... sweet banget mereka ,kalau aku jadi istri nya sudah pasti aku sangat beruntung,terlihat sekali pak Yoga sangat mencintai istri nya ,ahh....jadi pengen deh punya suami seperti itu ,apa stok nya masih ada ?" gumam salah satu staf namun ada pula yang nyinyir
"hallaah....sekarang aja masih cinta-cintaan tapi ya aku yakin jika mereka berpisah pasti ujung-ujungnya saling benci "
"ya jangan doain yang enggak-enggak lah ,aku malah berharap pak Yoga dan istri nya langgeng terus sampai maut memisahkan,mereka terlihat sangat serasi banget tahu "
"secinta-cinta nya cowok ke cewek nya kalau ada cewek yang lebih bening dan aduhai aku jamin cowok itu pasti akan berpaling juga,termasuk pak Yoga,cowok kan memang begitu "
Yoga mengantarkan Nuari ke ruangan nya, sementara ia harus segera menuju ruang rapat dimana dirinya sudah ditunggu,tak lupa ia juga membawa beberapa berkas dan laptop nya.
"aku pergi dulu ya sayang "ucap Yoga tak lupa ia mengecup kening Nuari
"iya ,jangan khawatir kan aku, cepat sana mereka sudah menunggu mu " ucap Nuari namun tiba-tiba Yoga berjongkok
"nak jangan nakal ya,jagain mama saat papa rapat " bisik Yoga di depan perut Nuari ,lalu menciumi nya ,Nuari tersenyum dan mengusap kepala Yoga
Setelah itu Yoga pun keluar ,Nuari melihat-lihat sekeliling ruangan suami nya itu,ruangan yang tak terlalu besar,dengan meja kerja di depan pintu,TV besar tertempel di dinding,satu sofa tunggal di belakang meja kerja serta dispenser tak lupa kulkas kecil untuk menyimpan minuman dingin.
Tatapan Nuari teralih pada sebuah foto yang bertengger di meja kerja Yoga,ia terus lalu duduk di kursi yang biasa Yoga duduki ,seraya meraih foto tersebut.
Foto kenangan dirinya dan Yoga semasa sekolah dulu,di foto itu juga Yoga yang nampak masih gendut tak seperti saat ini.
"aku jadi rindu momen ini " lirih nya
Sementara di tempat lain
Evan dan Ayu mereka pergi ke apartemen untuk mengambil baju-baju Evan. Saat di perjalanan mereka berhenti di sebuah kafe ,mereka membeli pizza untuk kedua orang tua Evan yang berada di apartemen,rencana nya mereka akan kembali ke Bandung setelah acara resepsi selesai dan resepsi akan digelar dua Minggu mendatang,dan itu sudah di siap kan dokter Satria sendiri,meski Evan berniat membantu namun di tolak oleh dokter Satria.
__ADS_1
Sesampainya di depan gedung apartemen kedua nya segera turun dari dalam mobil,saat kedua nya baru memasuki pintu masuk seorang wanita memanggil Evan.
"Evan..."
Mendengar nama nya di panggil Evan pun menoleh begitu pun dengan Ayu
"Evan gimana kabar mu ,maaf aku tak sempat datang menemui mu, akhir-akhir ini aku sibuk banget maklum lah banyak kerjaan " ucap nya
"oh gitu ,iya tak masalah " sahut Evan
"oh iya Evan ,katanya ibu dan ayah mu ada di apartemen mu ya ,aku ikut dong,aku kangen sama ibu "ucap nya lagi
"gimana sayang ?" tanya Evan pada Ayu ,Rina terkesiap ketika mendengar Evan memanggil Ayu dengan kata sayang
"eh ada Ayu rupanya ,aku fikir siapa tadi,maaf ya aku gak nyapa karena aku fikir kamu orang gak penting "cetus Rina
"iya tak apa-apa, kalau gitu kamu ikut saja ,mau bertemu ibu kan ?" ucap Ayu
"memang nya gak apa-apa kalau dia ikut ?" tanya Evan pelan
"iya gak apa-apa " sahut Ayu
Ada sedikit keberanian di hati nya untuk meladeni tingkah Rina,sebab ia yang saat ini sudah sah menjadi istri Evan pun merasa harus bertindak ,berbeda dengan sebelum nya yang tak ada ikatan apa pun ,ia hanya bisa diam menerima ketidak nyamanan di hati nya karena ulah Rina maupun ibu mertua nya.
"ya sudah ayo "ucap Evan ,tak lupa ia pun merangkul Ayu dan berjalan di depan Rina ,Evan sengaja melakukan hal tersebut agar perempuan itu tak lagi berharap pada nya
"iya tapi jangan cepat-cepat jalan nya " lirih Ayu
"kenapa ?...oh iya aku lupa ,pasti masih sakit ya,maaf deh nanti kita ulangi biar sakit nya hilang "bisik Evan di telinga Ayu
"iih...apa an sih ,itu sih mau nya kamu " lirih Ayu malu
"hehehehe....kamu juga nikmatin tuh " ucap Evan
"isshh...sudah lah jangan bahas itu ,aku malu"
Evan terkekeh
"mereka lagi bahas apa sih ,kenapa bisik-bisik gitu,tapi tadi kenapa Evan manggil pembokat itu sayang " batin Rina menatap sebal pasangan pengantin baru tersebut
Ia belum mengetahui jika Evan dan Ayu sudah resmi jadi suami istri hanya dalam waktu singkat,sebab ibu Evan belum memberi tahu nya,bukan tak ingin atau tak sempat memberi tahu ,hanya saja ponsel nya sering tak aktif hingga ibu Evan tak bisa menghubungi nya.
...***...
__ADS_1