Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 85


__ADS_3

Riki memasuki rumah yang nampak sepi.


"Yuli.... Yul.... Yuli....." Panggil Riki


"Yuli kemana,kenapa pintu dibiarkan tidak terkunci,kalau ada orang jahat masuk gimana ?" Gerutu Riki berjalan menuju kamar mama nya


"Assalamualaikum,mah" Ucap Riki ketika ia membuka pintu


Namun ketika Riki membuka pintu ,ia terkejut saat melihat Yuli sudah dalam keadaan tak sadar kan diri tergeletak di lantai.


"Astaghfirullah, Yuli ! Mamah !!! " Teriak Riki ketika melihat mama nya sedang duduk sambil memegangi pisau buah,tak jauh dari tubuh Yuli. Mama nya itu bahkan mengeluarkan suara tawa yang cukup membuat bulu kuduk merinding


"Hihihi......hahahaha......hmmmm.... hihihihi....."


"Astaghfirullah,mama ! Apa yang mama lakukan pada Yuli?" Tanya Riki segera membawa Yuli menjauh


"Yuli, sadar lah " Riki menepuk kedua pipi Yuli,agar art nya itu dapat segera terbangun,bahkan ia juga mengecek hembusan nafas nya


"Alhamdulillah,dia hanya pingsan ,tak ada luka apapun juga " Lirih Riki ketika ia tak mendapati satu luka pun


Karena Yuli tak kunjung sadar ,maka Riki pun membiarkan Yuli berbaring di sofa, sementara dirinya mendekati mama nya.


Dengan perlahan ia mengambil alih pisau tersebut.


"Sini mah,Riki pinjam ya " ucap nya pelan


"Hm....hm...hm...."


"Na....na...na...."


Mama nya kini malah bersenandung, membuat bulu kuduk semakin berjingkrak ngeri.


"Ya Allah ! Mah,sadar mah ,ini aku ,Riki " Ucap Riki pelan,seketika mama nya menghentikan nyanyian nya ,ia mengangkat wajah menoleh pada Riki


"Khikhikhi ......."


"Astaghfirullah "Riki sampai terjengkang kaget dibuat nya


"Mama...mama jangan bercanda mah,aku tahu mama kesepian ingin aku tinggal di sini lagi.Ok aku tinggal bersama mama di sini,tapi please jangan seperti ini !" Ucap Riki dengan degupan jantung yang bertalun-talun


"Hmmm......DIAM KAMU !!! " Riki terperanjat saat mendengar suara mama nya yang berbeda


"Mah,mama kenapa ?" Tanya Riki dengan tubuh bergetar


"Mas Riki " lirih Yuli yang baru saja sadar dari pingsan


"Yuli ! Yuli.....ini ada apa ,kenapa dengan mama ?" tanya Riki


"Mas Riki harus cari orang pintar untuk menyembuhkan ibu. Ibu kerasukan mas " Ucap Yuli dengan tatapan takut menatap mama nya Riki


"Jangan ngaco kamu ,aku mana percaya sama yang begituan. Ini pasti kalian kongkalingkong kan buat ngerjain aku ,iya kan ?" Tuduh Riki yang memang gak percaya akan hal-hal yang berbau ghaib


"Enggak ,mas. Ibu memang beneran kerasukan ,mana ada aku dan ibu sengaja ngerjain mas Riki" Jawab Yuli gemas


"Kalau kita sengaja ngerjain mas Riki ,mana mungkin aku pingsan nya beneran ,ini juga masih pusing banget rasanya" Lanjut nya


"Memang nya kamu tadi kenapa bisa pingsan?" Tanya Riki penasaran

__ADS_1


"Tadi....tadi aku lihat, ibu ada dua ,tapi yang satu nya wajah nya serem banget banyak darah nya" Tutur Yuli seraya melirik mama nya Riki yang kini sedang meliuk-liuk kan kepala nya ke kiri dan ke kanan sambil cekikikan


"Masa iya mama kerusuhan ?"


"Kerasukan mas,alias kesurupan " ralat Yuli


"Eh,iya itu maksud ku. Terus aku harus gimana ini ?Tanya Riki lagi bingung. Satu sisi ia tak percaya ,sisi lain nya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri perilaku tak biasa mama nya yang diluar nalar nya,jika sudah melihat sendiri apa iya ia masih tak percaya


"Kita minta bantuan orang pintar " usul Yuli


"Orang pintar ya. Kebetulan aku punya kenalan orang pintar cukup banyak ,aku bisa minta bantuan mereka " Cetus Riki


"Alhamdulillah kalau begitu cepat hubungi mereka mas,kasihan ibu " Ucap Yuli


"Semua ?" Tanya Riki


"Ya salah satu saja ,yang sekiranya bisa ngusir makhluk halus itu " sahut Yuli


"Oh,ok " Maka Riki pun segera menghubungi orang yang dimaksud


"Eh,tapi masa iya mereka bisa ngusir makhluk halus ,yang biasa melakukan hal seperti itu kan dukun atau paranormal,bahkan kiyai atau ustadz juga biasa nya bisa" Ucap Riki sebelum ia menghubungi orang pintar versi nya


"Maksud mas Riki,gimana ?" Tanya Yuli bingung ,namun sedetik kemudian ia pun tersadar akan sesuatu


"Jangan-jangan orang pintar yang mas Riki maksud itu para guru ,gitu ?" Tanya Yuli


"Ya ,iya. Mereka kan orang pintar semua ,gimana sih " ucap Riki tanpa tanpa dosa


"Ya Allah mas Riki.....emang sih orang pintar,tapi bukan seperti itu juga konsep nya " Yuli nampak gemas dibuat nya ,bahkan saking gemas nya serasa ingin guling-guling


"Hihihi......hahaha......hahahaha....." Suara tertawa mama nya Riki malah semakin menjadi ,hal itu membuat perdebatan antara Yuki dan Riki pun terhenti ,mereka berjingkat kaget dan mundur perlahan


"Kyaaaa.....ibu malah liatin aku " Jerit Yuli tertahan,ia sampai bersembunyi di belakang Riki


"Kamu punya nomor hp nya ?" Tanya Riki


"Enggak "


"Lah,terus gimana cara menghubunginya,kalau gak ada nomor hp nya ,kirain kamu punya "


"Aku sih emang gak punya ,tapi Bu Farida punya " Ucap Yuli


"Bu Farida ? Yang punya warung sate di persimpangan jalan depan ?" Tanya Riki , Yuli mengangguk cepat


"Ya sudah ,biar aku tanya Bu Farida ,kamu tunggu di sini jaga mama !" Perintah Riki


"Eeeeh,enggak ...enggak ! Gak mau,takuuuttt....." rengek Yuli


"Biar aku saja yang ke sana " Tanpa mendapat kan persetujuan Riki , Yuli pun segera tancap gas pergi ke warung sate bu Farida ,tanpa ia sadari jika dirinya kini dalam bahaya


Sosok yang ada di dalam tubuh mama nya Riki tak akan membiarkan siapapun mengganggu nya.


"Kok perasaan aku tidak enak ya " lirih Riki ketika Yuli sudah pergi


Keesokan hari nya,Lia dan Atha sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Seperti biasa mereka diantar sopir.


"Bang,nanti di sekolah aku lihat buku catatan Abang ya " Ucap Lia sambil memainkan ponsel nya

__ADS_1


"Mau pinjam ,apa mau nyontek ?" Tanya Atha


"Hehehe..... aku lupa ngerjain PR,kemarin kan aku sibuk di acara Vania,sampai rumah hampir tengah malam langsung tidur ,jadi gak sempet ngerjain "Ucap Lia seraya cengengesan


"Kebiasaan, harus nya tuh mau sesibuk apapun kamu harus bisa luangkan waktu buat ngerjain PR. Contoh dong Abang mu ini ,mau sesibuk apapun tugas sekolah tak pernah lupa mengerjakan " Atha menyombongkan dirinya dengan menepuk dada nya


"Dih,sombong " Lia mencebik


"Bukan nya sombong ,tapi emang kenyataan nya begitu kan " Ucap Atha lagi


"Tau ah,pokok nya nanti aku pinjam ,atau sekarang saja sini,mana ?"Lia menengadahkan tangan nya pada Atha


"Ck,untung adik sendiri kalau bukan....."


"Kalau bukan apa ?" Sambar Lia


"Aku akan laporkan kamu sama pak Riki ,biar dia tahu bagaimana malas nya kamu "


"Silahkan saja ,aku gak takut. Wleee...." Lia menjulur kan lidah nya


"Ngomong-ngomong pak Riki ,apa kamu sudah mendapatkan jawaban nya?"


"Sudah " jawab Lia singkat


"Jadi apa jawaban kamu ?" Tanya Atha lagi


"Kepo "


"Hm,...berani ya main rahasia-rahasia an ,aku gelitikin sampe ngompol tau rasa kamu " Atha sudah hendak menggelitik adik nya ,hanya saja tiba-tiba ia melihat sosok hantu yang tengah mengesot di jalanan ,sesekali hantu itu berteriak saat ada kendaraan mengarah kepada nya


Rupanya Lia pun melihat nya," Eh,lihat deh. Seperti nya dia hantu baru,dia belum sadar kalau dia udah meninggal " Cetus Lia


Sosok hantu itu pun melihat ke arah Lia dan Atha , kebetulan mobil mereka tiba-tiba berhenti.


"Loh,kok berhenti mang ?" Tanya Lia


"Waduh ,kayanya mobil nya mogok non "sahut mang Dadang


"Yaaah,...kok mogok sih " Keluh Lia


"Ya mamang juga gak tahu non"


"Bensin nya kali abis " Ucap Atha


"Enggak kok,kan mamang gak pernah telat ngisi bahan bakar " Sahut mang Dadang lagi


"Ya udah deh,kita cari ojek saja ,di depan sana kayanya suka ada tukang ojeg mangkal deh " Ucap Lia


"Ya sudah yuk" Sahut Atha setuju


"Maaf ya non,aden "Ucap mang Dadang menyesal


"Iya mang ,tak apa " sahut Atha dan Lia


Ketika keduanya baru keluar dari dalam mobil , tiba-tiba sosok hantu itu sudah berada di dekat Lia lalu menahan kaki Lia.


"Eh,kok kaya ada yang pegang kaki aku " Lia pun melihat pada kaki nya

__ADS_1


"Loh,situ ngapain ?"


Bersambung.....


__ADS_2