Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 53


__ADS_3

Ruangan yang bergetar hebat disertai barang-barang yang berjatuhan , apalagi dengan datangnya angin yang membawa sampah dedaunan kering membuat keadaan semakin mencekam. Suara teriakan ketakutan dari Selina dan ibu nya terus terdengar diantara bising nya angin.


Nando pria satu-satunya di sana mencoba menenangkan Selina dan ibunya ,meski dirinya sendiri juga merasa takut.


"Ayo kita ikut membaca doa" Ucap Nando dengan suara bergetar. Ia yang mengajak membaca doa ,namun ia sendiri lupa dan bingung doa dan bacaan apa yang harus ia ucapkan. Alhasil ia hanya mengucapkan,


"Bismilah.... bismilah....bismilah....."


"Bismilah.... bismilah.... bismilah....." Entah karena terlalu ketakutan atau apa,Selina dan ibu nya malah mengikuti apa yang Nando ucapkan


Seketika Nuri dan Laras pun menoleh pada mereka bertiga.


"Astaga,kenapa dengan mereka " Lirih Nuri membatin


"Ada-ada saja " Gumam Laras


Nuri menangkup kan kedua tangan di depan d*da seraya memejamkan mata , sementara Laras mencoba melindungi mereka ,terutama Selina.


Brakkk..... Brakkk....... Brakkk


Pintu dan jendela bergerak terbuka tertiup angin.Sebuah bola api besar tiba-tiba datang melayang menghantam tubuh Nuari. Namun Wowo dengan cepat menghalau serangan itu hingga bola api itu menghantam tubuh hitam berbulu nya.


Bhooommm'


Terdengar suara berdebum ketika bola api itu mengenai genderuwo itu hingga Nuri reflek membuka mata. Ia terhenyak melihat tubuh berbulu besar Wowo sudah mengepulkan asap. Meski sudah terkena serangan bola api ,namun serangan itu tak bereaksi apapun pada makhluk astral tersebut.


Nuri yang berada di belakang Wowo terus merapalkan doa hingga kembali bola api datang. Namun kali ini ukuran nya lebih besar. Kali ini Wowo sudah bersiap untuk menangkap bola api itu.


Melihat itu,Nuri dan Laras semakin mengeraskan suara mereka dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur'an.


Shuuuuuttthhh'


Tap'

__ADS_1


Wowo berhasil menangkap nya. Namun tiba-tiba muncul sosok samar tinggi besar hitam. Perlahan sosok itu semakin terlihat jelas.


"Wiwi " Seru Wowo dan Nuri


"Kenapa kamu kesini ?" Tanya Wowo


"Aku mau yang ditangan papi " Tunjuk genderuwo betina bernama Wiwi yang merupakan anak dari Wowo


"Ini bukan mainan ,sudah kamu pulang lagi ke rumah,asuh adik-adik kamu papi sedang bekerja " Ucap Wowo dengan setengah menggeram


"Siapa yang bilang mainan ,aku mau makan itu , seperti nya enak ,lumayan kan satu tahun aku gak makan , itung-itung menghemat bahan makanan"Celetuk Wiwi


Tanpa persetujuan Wowo ,Wiwi segera meraih bola api tersebut dan langsung memasukan nya ke dalam mulut nya dengan sangat mudah.


"Sudah kan, kalau gitu aku pulang ,dadah papi " Wiwi langsung menghilang begitu saja . Laras dan Nuri tentu hanya bisa saling tatap dengan mulut yang tak pernah berhenti merapalkan doa


"Gokil ,kalah aku sama setan,masa manggil nya papi " Jerit Nuri membatin


Setelah kepergian genderuwo betina bernama Wiwi,Nuri kembali memfokuskan fikiran nya. Nando, Selina,dan ibunya ,tentu tak dapat melihat Wowo , Wiwi dan bola api. Mereka hanya dapat merasakan rumah yang bergetar sangat hebat serta suara letupan yang mereka sendiri tak tahu berasal dari mana.


"Kamar siapa ini?" Tanya Nuri


Selina yang mengikuti Nuri pun menyahut " Itu kamar aku "


"Boleh saya masuk?" Tanya Nuri


"Tentu. Tentu saja boleh "jawab Selina cepat


Perlahan tangan Nuri terulur hendak meraih gagang pintu. Namun ketika tangan nya berhasil menyentuh nya , tiba-tiba rasa panas membuat tangan nya terasa terbakar,dengan cepat ia menarik tangan nya.


"Aaaww..... astaghfirullah," Nuri mengibaskan tangan nya karena rasa panas terasa membakar kulit nya


Sementara itu

__ADS_1


Nuari kini dalam perjalanan pulang. Saat berhenti di lampu merah seseorang mengetuk kaca pintu mobil nya. Saat menoleh rupanya seorang anak laki-laki dan perempuan yang tengah membawa kecrekan yang terbuat dari botol bekas air mineral yang diisi pasir. Usia mereka dapat diperkirakan sama dengan putra nya.Anak laki-laki membunyikan kecrekan nya dengan dipukul-pukul pelan pada tangan nya , sementara anak perempuan nya yang bernyanyi.


"Wis nasibe kudu koyo ngene ....nduwe bojo ko ra tau ngepenake..... " Suara anak perempuan itu terdengar sumbang dengan nada khas anak-anak


Nuari membuka kaca mobil lalu memberikan beberapa lembar uang. Ia merasa miris melihat kedua anak itu. Di usia mereka yang harus nya bermain dan belajar malah harus berpeluh keringat di bawah terik nya matahari.


"Ya Allah,semoga kelak kalian akan menjadi anak yang berguna dan dibanyakan rezeki nya " Lirih nya setelah kedua anak itu pergi. Sebelum nya mereka sudah mengatakan terima kasih pada Nuari


Lampu merah pun berganti hijau,Nuari segera melajukan lagi mobil nya.


"Bawa oleh-oleh apa ya" Gumam nya seraya melihat-lihat beberapa penjual makanan di tepi jalan ,ia melajukan mobil nya secara perlahan. Jalanan pun nampak lengang.


"Ah,... aku ke sana saja deh " Gumam Nuari ketika melihat sebuah toko yang menjual berbagai macam makanan oleh-oleh


Setelah menepikan mobil di parkiran yang tak begitu luas ,Nuari pun keluar dari dalam mobil. Ketika ia memasuki toko itu yang pertama ia lihat adalah berbagai macam manisan berjajar dalam toples besar. Dari yang basah sampai yang kering ada.Ia melihat satu makanan yang merupakan kesukaan putra nya yaitu simping. Nuari memilih yang rasa kencur. Ia tak membeli manisan karena ia memang membatasi makanan manis-manis untuk keluarga kecil nya.


Setelah membayar makanan nya Nuari segera keluar dari toko tersebut. Saat hendak menuju mobilnya, seseorang tiba-tiba menabrak nya beruntung makanan yang ia beli tak sampai terjatuh.


Bruukk'


"Aduh ! Kalau jalan tuh pake mata !" Bentak seorang perempuan dengan dandanan menor rambut nya pun di cat merah menyala


"Loh,kok ! Bukan nya kamu yang nabrak duluan " Ucap Nuari


"Hey,sudah salah bukan nya minta maaf malah nuduh orang sembarangan ! Sudahlah tak penting juga berdebat dengan orang yang tak mau mengakui kesalahannya. Awas orang penting calon pegawai tetap sebuah perusahaan di ibu kota mau lewat,siapa sih kamu ? Gak penting " Dengan sangat congkak perempuan menor itu mendorong bahu Nuari dan segera berlalu begitu saja


Nuari hanya bisa melongo melihat tingkah sombong dan aneh perempuan itu.


"Astaga,mimpi apa aku semalam bertemu perempuan seperti itu "Gumam nya menggelengkan kepala. Dalam hati ia ingin tertawa melihat penampilan nya. Bagaimana tidak, kulit nya yang lebih hitam dari sawo matang ,wajah yang pas-pasan,rambut merah menyala,bibir pun tak kalah merah nya , bulu mata cetar serta gigi berkawat.


Tak ingin berlama-lama,Nuari pun segera menuju mobil nya.


"Ya Allah,maafkan aku.Bukan aku bermaksud membully makhluk ciptaan mu " Nuari terkikik sambil memegangi setir

__ADS_1


"Hihihihi...... astaghfirullah " Nuari pun segera beristighfar dan segera melajukan mobil nya


Bersambung.....


__ADS_2