Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Kedatangan Yoga


__ADS_3

Mendengar jika Nuari ingin melupakan nya membuat Yoga ketar-ketir,ia tak bisa menunggu besok pagi untuk segera berangkat ke Jakarta.


Dengan cepat Yoga memesan tiket pesawat secara online,untuk segera terbang ke Jakarta, beruntung ada penerbangan tiga jam lagi.


Ia bahkan menghubungi Evan untuk segera bersiap, mau tidak mau pria itu pun segera mengemasi barang-barang tak lupa ia memberitahu yang lain.


"kenapa kita harus kembali ke Jakarta,bukan kah besok pernikahan nya Yoga?" tanya Yudi


"pernikahan nya batal " ucap Evan


"hah... batal...kenapa ?" tanya Joni dan Jono


"bukan nya batal sih, pernikahan itu tetap berjalan hanya saja pengantin pria yang di ganti" sahut Evan lagi


"kenapa di ganti ,ini maksud nya apa sih ?" tanya Yudi nampak bingung begitu pun dengan yang lain nya


"panjang cerita nya, nanti aku ceritakan ketika dijalan" sahut Evan lalu memastikan apakah ada yang tertinggal atau tidak


Ketiga nya pun bergegas sebab Yoga sudah mengabari jika ia sudah siap.


"ck gak sabaran banget sih nih orang,orang penerbangan nya juga tiga jam lagi " Evan berdecak kesal menatap ponsel nya


"kenapa ?" tanya Yudi


"Yoga ,katanya sudah mau berangkat ,kita juga diminta segera berangkat ,kita bertemu di persimpangan jalan sana " ujar Evan


"Yoga....? dia ikut juga ?" tanya Joni dan Jono


"mau ngapain dia ikut ?" tanya Yudi


"menemui kekasih nya " sahut Evan membuat kening ketiga pria itu berkerut bingung


"maksud nya gimana,bukan kah kekasih nya Yoga itu Renita, lalu kenapa Yoga tak jadi menikah " tanya Yudi lagi


"jadi begini cerita nya ....." Sambil berjalan Evan menceritakan semua tentang Nuari dan Yoga


Nampak ketiga teman nya itu menyimak dengan serius


"benarkah ....wah aku gak nyangka sekali " gumam Joni dan Jono


"pantas saja selama di sana Nuari terlihat berbeda dari biasa nya " lirih Yudi


"tapi syukurlah ingatan nya kembali sebelum pernikahan nya terjadi" sahut Evan tanpa mengatakan kehamilan Renita


Sementara di rumah nya Yoga sudah akan berangkat.


"aku pergi dulu ma,mama jaga diri baik-baik,doakan aku biar aku bisa menggapai kembali kebahagiaan ku " ucap Yoga sembari menggenggam tangan mama nya


"iya nak , mama akan selalu mendoakan mu, kamu juga hati-hati di jalan ,kabari mama jika sudah sampai " ucap Bu Nur Aini menatap sendu putra nya


"iya ma, Yoga janji akan membawa Ari ke mari untuk menjemput mama " ucap Yoga lalu mencium pipi Bu Nur Aini yang sudah seperti ibu kandung nya sendiri


"iya nak,mama akan menunggu kedatangan kalian "


Setelah nya Yoga mulai beranjak pergi meninggalkan rumah nya,di saksikan beberapa kerabat nya yang menatap haru pada pemuda itu.


Di persimpangan jalan ,Yoga menghentikan langkah ketika ia melihat ke empat orang teman nya tengah menunggu .


"maaf lama menunggu" ucap Yoga


"tidak kok ,kita juga baru sampai ,apa jam segini masih ada angkutan umum menuju bandara ?" tanya Evan


"harus nya sih masih ada " sahut Yoga lirih


"ya sudah kita tunggu saja dulu " ujar Yudi


Beberapa menit kemudian sebuah angkutan umum berhenti setelah Yoga memberhentikan nya.


"bang ,bisa antar kami langsung ke bandara,mendesak banget soal nya ,gak bakal sempat kalau harus berganti angkot,biar nanti kami bayar dobel deh " ucap Yoga sedikit memaksa

__ADS_1


"kalian berlima ?" tanya supir angkot itu memastikan


"iya " sahut Yoga cepat


"oke lah siiip kalau gitu ,bener kan bayar dobel?" supir itu kembali memastikan


"iya bener ,nih aku bayar tunai " tanpa melirik pada ke empat teman nya Yoga langsung memberikan tiga lembar uang kertas senilai seratus ribuan


"wah ini sih bukan dobel lagi ,tapi extra dobel " supir itu terkekeh senang,sebab uang yang ia terima lebih dari tarif yang seharusnya ,supir itu pun langsung meminta Yoga dan yang lain naik


Sepanjang perjalanan terdengar sesekali Joni dan Jono berceletuk namun tak di hiraukan Yoga,fikiran pria itu terus tertuju pada sang pujaan hati,ia sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan nya.


Hingga angkutan umum yang membawa mereka pun berhenti tepat di depan pintu masuk bandara,kelima pria itu turun dan segera menuju ke dalam.


"ini buat bayar ongkos nya " ucap Yudi ,yang lain pun nampak merogoh uang mereka masing-masing


"sudah gak perlu di ganti, aku ikhlas ongkosin kalian kok " tolak Yoga


"beneran nih ?" tanya Joni dan Jono


"iya ,ya sudah yuk kita segera masuk ,kita menunggu di dalam" ajak Yoga dengan semangat


Setelah menunggu beberapa jam , akhirnya tiba saat nya pesawat mereka mengudara ,suara pemberitahuan yang terdengar nyaring membuat mereka bergegas menuju pesawat.


Satu jam lebih tiga puluh menit pesawat yang membawa Yoga dan yang lain nya kini sudah sampai di bandara Soetta. Kelima pria itu pun segera menuju taksi online yang sudah mereka pesan begitu keluar dari pesawat.


Yudi ,Joni dan Jono mereka pulang ke rumah masing-masing ,sementara Evan langsung mengantar Yoga menuju rumah sakit.


Tadinya Evan meminta Yoga menginap di rumah nya,sebab ia sudah terlalu lelah,namun Yoga dengan keras kepala nya tetap ingin ke rumah sakit,ia tak mau menunggu besok ,sebab ucapan Evan yang mengatakan jika Nuari akan pergi ke Jerman membuat nya benar-benar tak ingin menunda-nunda.


"menyesal aku sudah membohongi nya " lirih Evan dalam hati


"ayo cepat ,jangan buang waktu " seru Yoga


Evan pun terkesiap lalu cepat memasuki taksi online tersebut.


"jika kau lelah lebih baik pulang saja,berikan saja alamat rumah sakit nya,biar aku sendiri yang datang ke sana " ucap Yoga


"ehm..." sahut Yoga mengangguk


"baiklah,nanti setelah kamu sampai rumah sakit,aku langsung pulang,ngantuk banget " lirih Evan


Tak ada sahutan lagi dari Yoga,pria itu terus menatap lurus ke depan dengan perasaan tak menentu.


Dua puluh lima menit kemudian,taksi berhenti di depan sebuah rumah sakit,Yoga segera keluar.


"terimakasih" ucap Yoga melihat sebentar pada Evan


"ya... sama-sama,jangan terburu-buru, Nuari juga pasti sudah tidur " ucap Evan menyinggung kan senyum nya


Yoga melihat jam pada ponsel nya, tertera angka 02:00 dini hari


"iya kau benar,mungkin aku terlalu terburu-buru"kekeh Yoga


"itu kau sadar,ya sudah masuk sana "


Evan pun segera meminta pada driver nya untuk segera melajukan taksi nya.


Setelah taksi berlalu Yoga pun bergerak melangkah memasuki rumah sakit.


Jantung nya berdebar-debar seiring langkah kaki yang semakin ia ayunkan ke lantai rumah sakit.


Suasana sunyi dan mencekam terlihat jelas di setiap lorong rumah sakit,namun tak menyurutkan langkah kaki pria itu.


Yoga terus berjalan menuju ruangan Nuari yang ia tahu berada di lantai lima rumah sakit,ia masih mengingat di kamar mana Nuari di rawat dari Evan.


Langkah kaki nya terdengar mengetuk-ngetuk lantai keramik berwarna putih,bahkan suara nya begitu nyaring.


Yoga memasuki lift dan segera menekan tombol angka lima

__ADS_1


Tak ada satu orang pun yang terlihat melintas,karena perawat maupun dokter jaga juga sudah beristirahat,hanya nampak petugas keamanan yang terlihat tengah berpatroli.


Ting'


Suara denting lift menandakan jika Yoga sudah harus keluar dari dalam lift,karena ia sudah sampai di tujuan nya ,yaitu di lantai lima.


Dengan menghela nafas Yoga pun berjalan keluar dari lift,rasa kantuk dan lelah nya seolah sirna begitu saja,mengingat tujuan nya yang ingin segera menemui Nuari.


Yoga kemudian berjalan berbelok sesuai arahan tanda panah yang menuntun nya menuju kamar rawat Nuari.


Ia begitu teliti melihat tulisan demi tulisan agar ia tak salah arah,sebab tak ada seorang pun yang bisa ia tanyai.


Hingga tiba lah Yoga di kamar bertuliskan VIP,ia melihat ke dalam dari kaca kecil di pintu itu,dan tersenyum penuh arti ketika ia melihat seorang perempuan yang tengah berbaring di tempat tidur dengan selang infus di tangan nya.


Meski tak jelas tapi ia yakin jika gadis itu adalah Nuari.Ketika hendak membuka pintu,ia mengurungkan niat nya,mengingat yang di dalam masih tertidur,ia merasa tak akan sopan,jadi ia memutuskan untuk menunggu di depan ruangan itu


Yoga pun duduk di kursi panjang dan menyandarkan punggungnya,ia memejamkan mata seraya berucap lirih


"aku sudah di sini sayang,...."


Yoga pun melirik jam pada ponsel nya.


"lebih baik aku tidur dulu sebentar,lama juga nunggu yang di dalam bangun " gumam nya


Yoga pun berbaring di kursi tersebut dengan melipat kedua tangan nya di depan d*da ,sementara tas nya ia gunakan untuk penyangga kepala nya.


Rasa lelah membuat pria itu cepat terlelap,hingga tak terasa adzan subuh berkumandang,ia baru mengerjapkan mata nya.


"sudah subuh rupanya,lebih baik aku pergi ke mushola dulu " gumam nya lalu bergegas menuju mushola yang tak jauh dari tempat itu


Pagi menjelang,aktifitas di rumah sakit mulai terlihat sibuk. Yoga dengan langkah tegap nya kembali berjalan menuju ruangan VIP tempat Nuari di rawat.


Begitu sampai di pintu , Yoga pun segera mengetuk pintu,tak lama pintu di ketuk seseorang dari dalam segera membuka kan pintu.


ckleek'


"assalamu'alaikum Tante " ucap Yoga


"wa...alaikum salam ... Yo...ga..." lirih Nuri ketika melihat siapa yang datang


"iya Tante,ini aku Yoga ,apa kabar Tante,maaf baru bisa datang " ucap Yoga menundukkan kepala


Malam ini hanya Nuri yang menjaga Nuari ,sebab Rifki harus pergi ke luar kota malam tadi,terjadi masalah di salah satu anak cabang perusahaan nya,sementara Gibran membawa Aranta pulang karena istri nya itu mengeluh kan sakit di perut nya.


"kabar Tante baik,kamu ingat semuanya ?" tanya Nuri lagi


"iya Tante,boleh kah aku menjenguk Ari ?" ucap Yoga hati-hati


"tentu saja boleh " sahut Nuri


"siapa mah....?" suara lemah dan lirih Nuari terdengar di telinga Yoga


"ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu " ucap Nuri sambil menoleh dan tersenyum


"ayo masuk lah " ajak Nuri


Yoga pun berjalan perlahan di belakang Nuri,Nuari yang hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur pun mengerut kan kening,ia masih belum menyadari jika yang datang adalah orang yang ia cintai.


"kenapa jantung ku jadi berdebar begini,siapa yang datang sepagi ini?" batin Nuari lirih


Dan ketika Yoga sudah semakin dekat dengan nya,Nuari membelalakan mata nya.


"kalian berbicara lah mama keluar " ucap Nuri yang tak ingin mengganggu mereka


"assalamualaikum...."ucap Yoga dengan mata yang sudah berembun


"waalaikum salam....k..kamu..." suara Nuari terasa tercekat ,ia terkejut sekaligus bingung kenapa pria itu bisa tiba-tiba datang, sedangkan yang ia tahu hari ini adalah hari pernikahan nya


"iya ,ini aku Yoga,aku datang untuk mu " dengan memberanikan diri Yoga menyentuh pipi gadis yang berwajah pucat itu

__ADS_1


"Yo...Yoga...."


...*** ...


__ADS_2