
Hari ke tiga setelah kepergian Dewi untuk selama-lamanya. Maman dan Maryam belum kembali ke kampung ,mereka masih akan tinggal sampai empat puluh hari kepergian Dewi nanti.
Sementara kedua adik Nuri tak bisa datang karena anak-anak mereka harus bersekolah, apalagi Febry yang kini tinggal di kota lain bersama istri nya. Febry sendiri juga sudah mempunyai satu orang anak yang saat ini sudah berusia tujuh tahun.
Raffa ,Nuari dan Yoga mereka juga masih menginap di sana.
"Kalian mau berangkat jam berapa,udah siang ini ?" Tanya Nuri pada ketiga cucu nya
"Iya ,sebentar lagi nek " Sahut Atha
Di tempat lain
Chika sedang dalam perjalanan ke sekolah ,hari ini ia diantar oleh papa nya.
Sudah tiga hari dari semenjak ia melihat Raffa bersama Vania ,sikap nya terus murung. Arjun sendiri bingung dengan putri nya itu ,sebab Chika tak pernah mau bercerita.
"Kamu kenapa hem,dari kemarin kaya nya cemberut terus?" Tanya Arjun
"Aku kangen sama mamah" Bohong nya
"Huuuuuffftt " Arjun nampak menghela nafas mendengar nya ,ia lantas mengusap kepala putri nya
"Papa tahu kamu pasti merindukan sosok ibu. Maaf karena sampai saat ini papa belum bisa memberikan sosok pengganti ibu mu. Papa tidak mau gegabah dan salah pilih wanita ,nanti yang ada kamu malah tersakiti"Lirih Arjun dalam hati nya
"Seandainya mama masih ada ya pah" ucap Chika
Arjun tak mampu berkata-kata,sebab hatinya terasa sesak,ia yakin jika satu saja kata terucap dari mulut nya ,sudah dapat dipastikan ia tak mampu menahan air mata nya.
"Sayang ,kau lihat putri kita ,dia sangat merindukan mu. Datanglah walau dalam mimpi nya ,hibur dia " Batin Arjun sambil terus mengedipkan mata nya ,agar air mata tak menggenangi kedua mata nya.
Sementara itu Atha ,Lia ,dan Raffa kini baru berangkat. Mereka berangkat bersamaan.
"Oh iya ,nanti sepulang sekolah kaya nya aku mau langsung ke rumah Maya deh" Ucap Lia
"Mau ngapain ?" Tanya Atha
"Rencana sih mau ngerjain tugas kelompok,tapi itu pun kalau jadi "Sahut Lia
"Tugas kelompok apaan ?" Tanya Raffa
"Itu loh , mata pelajaran fisika masa lupa " Sahut Lia lagi
"Oh iya ya,emang kamu kelompok nya siapa saja ?" Tanya Raffa
"Aku,Maya ,Widi ,sama Alfin "
"Kamu ?" Tanya Raffa pada Atha
"Aku,Rizal ,Amora ,sama Kirana" jawab Atha
"Aku kok lupa teman kelompok ku ya" gumam Raffa
"Tentu saja lupa lah ,orang yang difikirkan kamu hanya Vania ,Vania ,dan Vania saja sih " cibir Ki Jamal
"Hihihihi.....iya ya ,kamu tuh bucin banget sama Vania. Abang masih ingat gak ,waktu Vania masih balita dulu,Raffa suka banget gendong Vania. Vania nya gak mau digendong malah tetep aja di gendong , akhirnya Vania pup dia nya nangis " Ucap Lia
"Hahaha....iya iya aku ingat " Atha nampak tergelak
"Ya gimana gak nangis , Vania malah pup di makanan aku ,mana makanan nya belum di makan coba " Raffa mencebik
__ADS_1
"Hahaha ....dan karena insiden itu kamu jadi gak makan selama tiga hari karena kebayang terus sama e'e nya " Atha lagi-lagi tergelak
"Ah ,tau ah ,kalian malah kembali mengingat kan kejadian itu ,auto gak bisa makan lagi nih " keluh Raffa
"Ya elah ,kalau cinta mah e'e nya juga pasti terasa nikmat kan " timpal Lia
"Kalian kalau ngebully aku pasti kompak " Cebik Raffa lagi
"Emang ,kita kan kembar , apa-apa pasti kompak " sahut keduanya berbarengan
"Ck,kenapa mama sama papa dulu gak buatin saudara kembar buat aku,kalau gini kan aku gak ada yang belain" batin Raffa
"Mereka pasti kurang adonan deh saat bikin aku " tambah nya dalam hati
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di sekolah,supir langsung kembali pergi ,ia akan datang lagi ketika jam sekolah selesai.
"Eh iya ,aku kelompok nya sama siapa dong ?" Tanya Raffa saat mereka baru turun dari mobil
"Aku lupa ,tapi aku punya kok catatan nya. sebentar" Lia mengambil buku catatan nya di dalam tas
"Nih kamu lihat saja sendiri " Lia pun berlalu begitu saja setelah memberikan buku itu pada Raffa
"Oh aku tugas kelompok sama Wulan, Erna,sama Chika. Hihihi...jadi berasa paling tampan kalau anggota kelompoknya nya cewek semua " Raffa pun terkekeh sendiri, tiba-tiba ia berlonjak kaget saat seseorang menegur nya
"Yang dapet contekan girang banget "
"Astaghfirullah, bapak bikin jantungan saja" pekik Raffa
"Ah , lebay kamu ,itu apa ?" Tanya Riki
"Hehehe....ini aku lupa kelompok ku siapa saja ,jadi tadi aku minta lihat catatan nya sama Lia " Ucap Raffa nyengir
"Ouh,kirain contekan "
"Iya deh ,maaf sudah su'udzon,kalau gitu saya duluan ya" Riki pun berlalu pergi meninggalkan Raffa
"Eh,pak Riki tunggu !" Seru Raffa ,Riki pun tak jadi melangkah
"Kenapa ?"
"Pak Riki harus hati-hati. Ada seseorang berniat mencelakai pak Riki " Ujar Raffa
"Darimana kamu tahu ?" Tanya Riki dengan menaikan sebelah alis nya
"Hm....itu,tak penting sih ,yang jelas bapak harus waspada , itu saja"ucap Raffa
"Ya sudah kalau gitu makasih ya sudah diingetin ,kalau begitu saya pergi lebih dulu" Riki pun langsung pergi
"Tuan muda ,saya nunggu nya di sana ya ,kalau ada apa-apa panggil saja " Ucap Ki Jamal ,Raffa hanya mengangguk kecil
Saat itu Chika yang baru keluar dari dalam ruang kelas menghentikan langkah ketika melihat Raffa berjalan ke arah nya. Hatinya kembali sakit ketika teringat Raffa tiga hari yang lalu.
Saat hendak kembali ke dalam kelas ,Raffa tiba-tiba menyapa nya.
"Selamat pagi Chika "
"Selamat pagi juga Raffa " Sahut Chika memaksakan senyum nya
"Oh iya Chika, nanti kita kerja kelompoknya di rumah siapa?" Tanya Raffa
__ADS_1
"Nanti deh kita tanya yang lain dulu, barangkali mereka ada masukan mau di rumah siapa" Sahut Chika mencoba bersikap biasa
"Ouh,ya udah " Sahut Raffa
Kedua nya pun memasuki ruang kelas bersama. Chika langsung menghampiri Erna dan Wulan untuk menanyai perihal kerja kelompok.
"Kerja kelompok nanti,kita mau mengerjakan dimana ?" Tanya nya
"Terserah kamu saja Chika ,mau di mana saja yang penting kerja kelompok nya " sahut Erna
"Eh,gimana kalau kita kerja kelompoknya di rumah Raffa ,aku belum tahu rumah nya soal nya " Usul Wulan
"Lah iya ya,aku saja yang sudah lama mengenal nya sampai saat ini aku gak tahu rumah nya " batin Chika
"Ye,nih anak malah bengong "Wulan mencebik
"Eh,gimana ?" Tanya Chika
"Itu,gimana kalau kita kerja kelompoknya di rumah Raffa " ucap Wulan mengulang kata-kata nya
"Hm,gimana ya,dia kan baru saja berduka,tapi nanti aku coba omongin deh" Ucap Chika.
"Ok " sahut Wulan dan Erna bersamaan
Di sudut lain Lia dan Atha pun sedang mendiskusikan tempat kerja kelompok mereka.
"Jadi kita kerja kelompok di rumah kamu nih ?" tanya Lia pada Maya
"Iya ,gak apa-apa kan ?" Tanya Maya
"Ya gak apa-apa dong "sahut Lia
Sedangkan kelompok Atha meminta mereka kerja kelompok di rumah nya ,Atha pun tak keberatan.
Tak lama jam pelajaran pun dimulai. Sementara itu ,Nuari yang sedang berkumpul bersama keluarga nya mendapatkan telepon.
"Iya ,baiklah saya akan segera ke sana. Tahan saja agar buaya nya tidak pergi terlalu jauh " Ucap Nuari setelah itu panggilan terputus
"Kenapa nak" Tanya Maryam
"Ini nek ,panggilan dari tim damkar katanya ada buaya di pemukiman warga ,mungkin karena kebawa arus banjir ,daerah sana kan baru saja terkena banjir " Jawab nya
"Loh,kok harus manggil kamu sih ,kan udah ada tim damkar?" Tanya Maman heran
"Katanya sih buaya nya besar ,mereka kewalahan ,pakai pawang buaya juga malah pawang nya yang terluka " Sahut Nuari menyampai kan apa yang ia dengar dari petugas damkar di telpon tadi
"Tapi itu bahaya loh nak,kalau buaya itu membuat kamu juga terluka bagaimana ?" Maryam menjadi was-was mendengar nya
"Tenang saja nek,Ari sudah biasa kok " Ucap Gibran
"Ya tapi tetap saja nenek khawatir,kalau kemarin-kemarin oke lah kamu tidak apa-apa,tapi sekarang kan tidak ada yang tahu " Ujar Maryam lagi
"Ya sudah kalau gitu sini ,kakak mau lihat apa yang akan terjadi nanti " Gibran meminta Nuari untuk menatap mata nya
Tiba-tiba Gibran terkesiap." Gimana ,apa yang terjadi ?" Tanya Aranta penasaran melihat respon suami nya
"Seperti nya aku harus ikut " Cetus nya
"Memang nya ada apa ?" Sambar Nuri
__ADS_1
"Buaya itu.......
Bersambung.....