
Nuari benar-benar serius dengan keinginan nya,namun hal itu segera di tolak mentah-mentah oleh Yoga.
Bukan hanya dirinya yang takut ,ia pun bingung mau di taruh dimana ular raksasa itu jika di pelihara.
"tapi kan kasihan mereka,mereka tak punya tempat tinggal " rengek Nuari
Saat ini keduanya masih berada di depan ular itu,ular itu pun nampak diam seakan tengah menyimak obrolan dua manusia di depan nya.
"sayang...begini saja kita bawa ular itu ke kebun binatang,biar pihak kebun binatang saja yang merawat, bagaimana?" ide Yoga membuat Nuari yang sedari tadi menatap ular itu pun menoleh
"hm....apa kamu mau pindah ke kebun binatang ? tenang saja anak-anak mu juga akan ikut " seru Nuari kembali pada ular anaconda di hadapan nya
Ulat itu menggerakan kepala nya maju ke arah Nuari,membuat semua orang berteriak histeris.
"astaga .... apa yang dilakukan nya,bukan nya pergi malah diam,jadi santapan ular baru tahu rasa "
"Bu....awas...." teriak pak Andi dengan senapan angin yang sudah siap ia hunus kan ke arah ular itu
Nuari berbalik badan dan melihat pada pak Andi.
"tidak ...jangan tembak "teriak nya
Mendengar kata tembak Yoga pun menoleh ,ia terperanjat dan segera meraih tubuh Nuari untuk berjongkok.
Namun terlambat,belum sempat Yoga membawa Nuari jongkok,suara letusan senapan api itu sudah menguar di telinga.
Dor'
Semua orang terbelalak melihat bagaimana nekat nya pak Andi yang bisa saja mengenai Nuari dan Yoga.
Yoga mematung setelah mendengar suara letusan itu,begitu pun dengan Nuari. Sepasang suami istri itu nampak saling tatap lalu melihat tubuh mereka yang rupanya tubuh ular itu melilit keduanya, melindungi mereka dari peluru yang di lesat kan pak Andi sang mandor.
"kau melindungi kami ?" tanya Nuari mendongak pada ular itu yang perlahan melepaskan lilitan nya
Dilihatnya bagian ujung ekor ular tersebut yang mengucurkan darah segar,rupanya peluru itu mengenai ekor nya.
"sayang sebaik nya kamu urus pak Andi,biar aku urus induk ular ini,kasihan dia " ucap Nuari memohon pada Yoga
"tapi ... bagaimana jika ular ini menyakiti mu?" tanya Yoga yang merasa khawatir dan takut
"gak akan ,kamu lihat sendiri kan bagaimana ular ini tadi melindungi kita,jadi tidak akan mungkin dia menyakiti ku" sahut Nuari meyakinkan
"baiklah ,jaga diri kamu baik-baik " ucap Yoga lalu beranjak hendak menghampiri pak Andi yang nampak terkejut karena ulah nya barusan
Ia yang sangat takut jika ular itu mencelakai kedua atasan nya membuat nya nekat meraih senapan angin milik nya yang selalu ia bawa kemana-mana meski tak pernah digunakan. Tujuan nya ia hendak menembak ular tersebut namun rasa gugup dan cemas nya membuat nya tak dapat menahan jemari nya untuk menarik pelatuk sebelum Nuari dan Yoga menyingkir.
Jantung nya seakan berhenti berdetak ketika melihat pasangan suami istri itu sama sekali tak berpindah dari tempatnya.Fikiran buruk pun langsung menyergap nya ,takut jika pasangan suami istri itu terkena tembakan nya.
"pak Andi " tegur Yoga membuat pak Andi terkesiap dan segera tersadar dari keterkejutan nya
"p...pak Yogaswara...." ucap nya tergagap
Sementara Yoga tengah menegur pak Andi yang terkesan sangat ceroboh , Nuari tengah berusaha mengobati luka pada ekor ular anaconda tersebut,beruntung peluru kecil itu hanya menggores ekor nya saja.
Nuari tadi meminta pada salah satu pekerja di sana untuk membawakan tas nya yang berisi obat-obatan.
__ADS_1
Dengan takut-takut pekerja itu memberikan tas Nuari dengan tatapan terus tertuju pada kepala ular besar itu yang nampak tengah memperhatikan nya.
gluk'
pekerja itu meneguk ludah
"i...ini Bu..." ucap nya
"makasih ya " ucap Nuari
"jangan takut ,ular ini baik kok " ucap Nuari yang sangat tahu jika orang itu sangat ketakutan
Orang itu benar-benar dibuat takjub dengan yang Nuari lakukan,sebab tak ada takut-takut nya sama sekali dengan ular itu.
"saya ini dokter hewan,jadi saya sudah terbiasa berhadapan dengan makhluk-makhluk menggemaskan seperti ini " tutur Nuari sambil melingkarkan kain kasa di ekor ular itu
"ya salam..... makhluk menggemaskan apa nya " batin orang itu dengan tubuh yang menggigil ketakutan
"selesai...kamu tunggu di sini ,aku akan usahakan membawa anak-anak mu,nanti kau aku pindah kan ke kebun binatang ok,agar kamu punya tempat tinggal " ucap Nuari seraya mengusap-ngusap ular itu
Seakan mengerti dengan yang Nuari katakan,ular itu nampak merebahkan kepala nya pada sebuah batang kayu yang sudah lapuk dan ditumbuhi banyak lumut juga jamur liar.
"ayo kita kembali ke sana " ajak Nuari pada pekerja yang sedari tadi masih di sana
Setelah Nuari sampai di depan Yoga dan pak Andi,pria paruh baya itu segera berlutut di bawah kaki Nuari seraya meminta maaf.
"maafkan saya Bu ,saya sungguh terburu-buru karena gugup dan takut " ucap nya
"ya ampun pak...jangan begini,bangun lah " seru Nuari yang terkejut
"iya pak,tak apa tapi lain kali bapak harus lebih berhati-hati lagi, ayo bangun lah "
pak Andi pun berdiri namun ia tak berani mendongakkan kepala menatap Nuari
"oh iya pak...bapak bisa kasih tahu atau antar saya pada warga yang kata bapak sudah mengamankan anak-anak ular itu" pinta Nuari
"bi..bisa bu...mari saya antar ke rumah nya, mudah-mudahan ular-ular itu masih ada " ucap pak Andi
"maksudnya masih ada ?" tanya Nuari
"takut nya ular itu sudah dijual " sahut nya
"ya sudah ,kalau beditu kita ke sana sekarang saja " ajak Yoga
"kalian jangan ada satu pun yang mengusik ular itu, mengerti " seru Yoga pada para pekerja
"jika ada yang mengusik nya maka kalian akan ber urusan dengan ku " Yoga berbicara penuh penekanan
"baik pak " seru mereka dengan kompak
Sementara itu
Ayu yang baru saja menginjakan kaki nya di rumah ,ia dibuat terpesona dengan penampakan rumah ayah kandung nya.
"ini...rumah ayah ?" tanya nya
__ADS_1
"iya ,yuk kita masuk " ajak dokter Satria
"selamat datang di rumah sayang,...rumah ini adalah hadiah pernikahan dari ayah untuk ibu mu " ucap dokter Satria setelah membuka pintu nya
Kedua nya pun masuk, dokter Satria lalu membawa Ayu menuju kamar nya di lantai dua berseberangan dengan kamar nya.
"ini kamar mu,ayah sudah menyiapkan kamar ini jauh sebelum kamu terlahir,ayah dan ibu mu sangat antusias menyambut kelahiran mu, bagaimana kau suka kamar nya ?" tanya nya
"suka sekali ayah,terima kasih " ucap Ayu seraya merangkul lengan ayah nya itu
Ayu pun berjalan sambil matanya mengerling memperhatikan setiap dekorasi di kamar itu,tatapan nya terhenti pada sebuah foto yang di cetak dengan ukuran besar tertempel di dinding kamar nya.
Dalam foto tersebut terlihat seorang perempuan dengan tersenyum menatap kamera sambil menggendong bayi mungil dan cantik dan masih berada di tempat tidur,dilihat dari penampilan nya nampak nya gambar itu di ambil sesaat setelah melahirkan.
"ini...ibu...dan aku ?" mata nya sudah berembun menatap foto itu
"iya sayang,ini foto kalian ,foto itu diambil satu hari setelah kamu lahir ke dunia,selama ini hanya foto ini yang selalu menemani ayah " tutur dokter Satria
"ibu...." lirih Ayu
"ibu mu pasti juga merasa bahagia di sana "ucap dokter Satria
"ya sudah sekarang lebih baik kamu istirahat ya ,kamu pasti lelah "
"iya ayah "
Dokter Satria pun keluar meninggalkan Ayu di kamar nya.
Kembali pada Nuari
Setelah bertemu dengan orang yang mengamankan anak-anak ular itu,Nuari dan Yoga langsung mengutarakan maksud mereka ,namun nampak nya orang itu ternyata penggila uang alias mata duitan ,dan ia akan memberikan ular-ular itu asal kan kedua nya mau memberikan uang .
Yoga mengerutkan kening karena uang yang diminta cukup besar sementara ia tak membawa uang cas sebesar itu.
"ok hanya lima juta kan ,akan aku berikan tapi tunggu lah aku akan ambil uang nya dulu "cetus Nuari tiba-tiba
"sayang memangnya kamu bawa uang cas sebanyak itu,aku aja enggak ?" tanya Yoga
"enggak ,aku mau cari mesin ATM sekitaran sini,pasti ada " sahut Nuari
"di sini kalau mau gesek uang,warga pergi nya ke agen BRILINK Bu,pak,karena terlalu jauh mesin ATM nya " ucap pak Andi
"agen BRILINK...?" tanya Nuari
"iya Bu " sahut pak Andi
"ya sudah antar kami ke sana " cetus Yoga
Akhirnya pak Andi pun pergi mengantar Yoga dan Nuari menuju agen BRILINK di desa tersebut, kebetulan pak Andi juga sering mengirimi uang kepada istri nya yang berada di kampung jika sudah gajian lewat agen BRILINK tersebut.
Sepeninggal Yoga dan Nuari nampak orang yang menjual ular tersebut menyeringai senang .
"hehehe....lima juta segera di genggaman , sering-sering saja lah begini,bisa kaya mendadak aku " kekeh nya tertawa riang
...***...
__ADS_1