Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 54


__ADS_3

iaNuri menatap telapak tangan nya yang melepuh ,melihat itu ibu nya Selina segera membantu Nuri untuk mengobati luka melepuh di kulit telapak tangan nya dengan salep khusus luka bakar.


"Seperti nya ini harus pakai perban ,untuk menghindari kontak langsung dengan benda apapun ,nanti yang ada malah semakin parah karena infeksi" Ucap ibu nya Selina


"Iya" Sahut Nuari singkat. Ia harus selalu merasa waspada karena serangan bisa datang kapan saja. Matanya terus memindai sekitarnya.


"Terima kasih. Sebaiknya kita segera melakukan pembersihan di rumah ini agar nanti malam kita bisa langsung melakukan ritual " Ucap Nuri


"Bagaimana caranya ?" Tanya Nando


Nuri menoleh pada Laras. Laras mengerti dan segera menghubungi seseorang dari ponsel nya. Beberapa saat kemudian datang beberapa pria berpakaian serba putih. Laras segera meminta mereka untuk melantunkan ayat-ayat Al Qur'an di setiap ruangan tanpa terkecuali di dapur dan kamar mandi.


Sementara Nuri dan Laras akan fokus pada ruang kamar nya Selina.


"A'udzu billahi minas syaitanir rajim... bismillahirrahmanirrahim ...." Dari awal kalimat ta'awud saja rumah sudah terasa bergetar


Bulu kuduk merinding disertai rasa mual dan pusing karena benturan energi negatif dari makhluk astral yang bertemu dengan energi positif yang dibawa para kyai.


Mereka tak ingin berhenti melantunkan ayat-ayat Al Qur'an. Meski berada di ruangan terpisah para kyai itu seakan terkoneksi satu sama lain. Mereka saling sahut bersahutan dalam membacakan ayat Al-Qur'an.


Rumah kembali bergetar hebat ,saking hebat nya terasa seperti terkena gempa. Bahkan salah satu kyai ada yang terjatuh karena hilang keseimbangan.


Selina terus memeluk lengan ibu nya karena ketakutan.


"Bu,aku takut. Apa rumah ini akan rubuh?' lirih Selina semakin mengeratkan pelukan nya


"Bismilah,kita berdoa saja semoga semua nya akan baik-baik saja " Ucap ibu nya mencoba menenangkan meski dirinya sama takut nya


Selama kurang lebih satu jam akhirnya pembersihan selesai dilakukan. Para kiyai tak langsung pulang karena mereka juga diminta untuk membantu Nuri dan Laras nanti malam.


Akan tetapi baru saja mereka bernafas dengan lega, tiba-tiba Nuri merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian d*da nya.


"Astaghfirullah......." lirih nya seraya memegangi bagian yang terasa sakit


"Kenapa ?" Tanya Laras


"Makhluk itu sangat kuat,dia tak ingin membiarkan kita menyelamatkan Selina,dia berhasil menyerang ku,a...aku....aku lengah " Bahkan nafas nya pun mulai terasa sesak ,ia kesulitan untuk bernafas


Laras segera menempelkan telapak tangan kiri nya pada punggung Nuri sambil mulut yang berkomat kamit membaca doa. Sambil merapalkan doa ,Laras menggerakkan tangan kanan seakan tengah mencabut sesuatu dari tubuh Nuri. Nuri semakin keringat dingin dibuat nya.


Selina beserta ibu dan Nando menyaksikan dengan perasaan tak karuan ,para kyai turut membantu dengan membaca ayat-ayat Al Qur'an.


Nuri membelalak, tiba-tiba


" Uhhuukk......Hooeekkk" Nuri muntah darah

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain ,Rifki begitu gelisah ,ia sampai tak fokus bekerja.


"Kenapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak , jangan-jangan terjadi sesuatu pada istri ku " Gumam nya


Pria itu segera meraih ponsel lalu menghubungi istrinya,namun sampai tiga kali bahkan berkali-kali ia menghubungi nya,Nuri tak kunjung mengangkat panggilan nya.


"Astaghfirullah,kenapa gak diangkat-angkat" Rifki semakin gelisah


Rifki kemudian menghubungi seseorang dengan ponsel nya.


Panggilan terhubung


"Halo nak, Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam,pah,ada apa?" Tanya Gibran


"Apa kamu masih bersama klien?" Tanya Rifki,karena setahunya putra nya itu sedang melakukan pertemuan dengan klien di luar


"Aku baru saja selesai pah,aku sekalian mau minta izin untuk pergi menyusul mama,perasaan aku tidak enak " Ucap Gibran


"Kalau begitu papa juga ikut ,dari tadi perasaan papa juga sudah tak enak " Ujar Rifki cepat


"Tapi aku sudah setengah jalan pah"


"Ya sudah papa nyusul saja ,kamu kirim saja alamat nya "


Panggilan telpon pun terputus ,Rifki lalu bersiap untuk pergi ke tempat dimana istrinya saat ini tengah bertaruh nyawa demi membantu orang lain.


Sementara Gibran sendiri selain firasat nya yang tajam ia juga diberi tahu oleh Wewe jika mamanya sedang dalam bahaya.Ia pun langsung meluncur setelah menyelesaikan pertemuan nya itu.


"Bertahanlah mah,aku akan datang" Batin Gibran. Ia melajukan mobil nya di atas kecepatan rata-rata. Entah keberuntungan atau kebetulan,jalanan yang biasa padat dan ramai,bahkan sampai terjadi macet kali ini lumayan lengang.Hal itu memudahkan nya untuk segera sampai di lokasi.


Sementara itu,Aranta yang sebelum nya sudah diberi kabar oleh Gibran jika ia tak bisa menjemput nya karena hendak membantu mertua nya pun sangat mendukung suami nya. Ia berharap dengan kedatangan suami nya semua masalah di sana cepat selesai.


Setelah menjemput Atha dan Lia,Aranta membawa mereka ke rumah sakit tempat nya bekerja karena Aranta masih ada pasien sehingga ia tak bisa langsung pulang . Di sana pun ada tempat untuk bermain anak-anak,jadi anak-anak tak akan bosan menunggu selama Aranta bekerja.


"Kalian tunggu di sini ya,mama kerja dulu "Ucap Aranta seraya mengusap kepala anak nya bergantian


"Iya mah "jawab kedua anak itu kompak , kemudian Aranta menoleh pada Nagin


"Tolong ya ,jaga mereka dengan baik " Pinta nya


"Tenang saja,semua pasti aman terkendali " Jawab siluman ular itu percaya diri


"Ya sudah ,mama tinggal dulu ya,ini makanan dan minuman nya mama taruh di sini ya" Tadi setelah menjemput kedua anaknya ,Aranta membeli dulu makanan.

__ADS_1


"Iya mama,mama bekerja yang baik ya ,biar pasien nya gak kabur , hihi "Ucap Lia


"Ya sudah ,kalian baik-baik ya mama tinggal ,gak lama kok ,tinggal tiga pasien lagi ,setelah itu kita pulang " Ucap Aranta lagi


Setelah itu Aranta pun pergi meninggalkan anak-anak nya. Ia tak terlalu khawatir karena kedua anak nya ada yang menjaga.


Selepas Aranta pergi ,datang seorang ibu paruh baya membawa cucunya.


"Wah lihat ada teman nya tuh " Ucap ibu paruh baya itu pada cucu perempuan nya yang seusia dengan Atha dan Lia


Ibu itu membiarkan cucu nya bermain bergabung dengan kakak beradik itu.


"Kalian kembar ya,duh lucunya " puji ibu itu


"Oma,kok gitu? Oma gak boleh puji-puji orang lain " cucu nya nampak mengerucutkan bibir sambil bersedekap


"Iya sayang maaf ya ,Oma lupa. Ayo kita kenalan sama mereka "ajak nya sambil mendekati anak-anak itu


"Mana kakak mana adik nya?" Tanya ibu itu


"Aku Atha kakak nya,dan ini Lia adik aku " Ucap Atha


"Nama nya jelek ,aku dong Khaira Nandini ,bagus kan nama aku ? Kata mama nama aku itu istimewa,jadi kalian berdua harus memperlakukan aku dengan istimewa. Ayo kita main ratu-ratuan aku jadi ratu nya ,kalian jadi rakyat jelata. Kalian nanti pura-pura nya mengemis pada ratu " Anak bernama Khaira terus saja mengoceh meminta Atha dan Lia menuruti ucapan nya


"Sayang ,gak boleh gitu,nanti teman-teman nya gak mau main. Main nya ayunan saja ya ,atau main perosotan,atau main bangun istana pakai lego " Ucap ibu paruh baya itu nampak tak menyukai kelakuan cucu nya


"Gak mau,aku mau main ratu-ratuan,ayo kalian bersikap seperti pengemis" Perintah nya pada Atha dan Lia. Namun perhatian anak itu teralihkan pada bungkusan makanan milik Atha dan Lia yang terletak tak jauh dari tempat nya berdiri


"Ini makanan ya,aku mau ya,gak boleh pelit ,mama aku bilang kalau aku mau apa-apa gak boleh di larang " Ucap nya langsung membuka kotak makanan itu


Atha dan Lia saling lirik tanpa berkata-kata,sementara Oma nya nampak gemas


"Anak ini keterlaluan banget. Gara-gara Arafah yang kelewat memanjakan nya ,jadi begini nih " geram nya dalam hati.Ia lalu beranjak untuk menarik cucu nya


"Khaira ! Jangan seperti itu ,tak sopan. Letakkan lagi makanan nya itu punya orang " Ucap nya seraya menahan diri agar tak marah


"Ih ,Oma apa sih ,mereka saja gak keberatan tuh " Dengan santai nya anak itu memakan makanan milik Atha dan Lia


"Ya Allah "Lirih Oma nya


Kedua anak kembar itu melirik pada Nagin. Nagin yang daritadi merasa tak suka sejak kedatangan anak itu pun mengangguk. Makhluk itu mengerti apa yang diinginkan kedua anak asuh nya.


Dengan seringai nya,Nagin memperlihatkan wujud ular nya pada anak perempuan itu. Seketika anak itu menjerit histeris.


"Huaaaa........ada ular "

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2