
"Jadi pak Riki tinggal di rumah itu?" tanya Maya
"Iya ,itu rumah saya" Jawab Riki
"Ya sudah Lia ,ayo saya antar sekalian saya ada keperluan " Ucap Riki lagi
"Gak usah pak,saya bisa naik taksi online kok,ini saya mau langsung pesan " Ucap Lia menolak nya ,ia merasa malu dan tak enak jika harus pulang bersama guru nya tersebut
"Udah Lia,ikut saja. Lumayan dapet tebengan gratis " Bisik Maya
"Ya tapi kan..."
"Ini tas kamu kan ?" Tanya Riki sambil meraih nya
"Iya" Sahut Lia
"Kamu kelamaan mikir ,saya buru-buru ini,cepat saya tunggu di mobil " Riki pun segera berlalu menuju garasi mobil nya ,ia harus mengeluarkan kembali mobil nya.
"Pak...!" Seru Lia
"Ya udah,aku pulang ya "lirih Lia pada Maya
"Iya "
Akhirnya mau tidak mau Lia pun ikut bersama Riki.sepanjang perjalanan tak ada obrolan apapun hingga akhirnya Riki bertanya
"oh ya rumahmu di mana ?" tanya nya
"di jalan ......" Lia menyebutkan alamat rumahnya
"Oh,di perumahan itu"Gumam Riki yang mengetahui perumahan yang dimaksud Lia
"Iya pak" Sahut Lia singkat
"Orangtua kamu pasti sangat sibuk ya ?" Tanya nya lagi
"Hm,iya " Sahut Lia seraya tersenyum meringis ,jujur saja ia merasa canggung saat ini. Meski mereka pernah terlibat dalam suatu kegiatan.Tapi saat itu ada banyak orang tak berdua seperti saat ini.
Beberapa saat kemudian mobil pun berhenti di depan rumah.
"Makasih ya pak " Ucap Lia sebelum membuka pintu mobil,namun tiba-tiba bang Popo sudah berada di depan pintu mobil
"cieee.....dianterin siapa tuh ,ihiw...." ledek nya ,Lia nampak melotot pada hantu pocong itu
"Gak mau nawarin mampir gitu " Ceplos Riki,Lia pun menoleh
Lia yang saat itu sudah membuka pintu hendak keluar pun seketika menoleh,"Maaf,tapi bukan nya bapak masih ada keperluan lain ya ?" Tanya Lia
"Eh,..." Riki terkesiap."Saya barcanda kok " ucap Riki merasa kikuk.
"ya udah kalau gitu saya pergi" Ucap nya lagi setelah Lia keluar dan menutup pintu
"Kenapa malah keceplosan segala" lirih Riki mengusap wajah nya. Jujur saja ia sebenarnya tak ada kepentingan apapun,ia hanya beralasan saja agar ia bisa mengantarkan Lia pulang.
__ADS_1
Sementara itu Lia yang saat ini memasuki rumah melihat teman-teman nya baru keluar dari arah belakang rumah.
"Hai,kalian sudah mau pulang ? Memang nya sudah selesai?"Tanya Lia
"Udah " jawab Kirana
"Lia,kamu kok betah sih tinggal di sini ?" Bisik Amora seraya melirik kiri kanan
"Kenapa nanya nya gitu ?" Kening Lia mengkerut
"Soal nya tadi kita digangguin gitu,masa ada yang nyolek pinggang aku,terus lagi ada suara perempuan ketawa ,ada angin besar juga "Timpal Kirana
"Iya ,mana pintu tiba-tiba kekunci "Sambar Rizal
Seketika Lia menoleh pada bang Popo yang berdiri tak jauh dari nya.
"Kenapa melihat ku ,bukan aku yang iseng tapi mereka hantu yang sedang melakukan tour di rumah ini " Ucap bang Popo
"Tapi kamu tenang saja ,Nagin udah mengamankan hantu-hantu itu " Lanjut nya
"Oh ,mereka pasti hanya iseng saja ,kalian kan baru pertama kali datang ke rumah ini " Ucap Lia santai
"Jadi kamu udah tahu kalau di rumah yang belakang ada hantu nya ? Terus kamu biasa saja gitu ,gak takut ?" Tanya Kirana
"Kenapa harus takut,orang dari kecil aku main nya sama mereka kok " Jawab Lia dalam hati nya
"Kita hanya boleh takut pada Allah ,gak boleh takut sama yang begituan. Tinggal baca ayat kursi juga mereka pasti minggat .Ingat ,derajat kita lebih tinggi dari makhluk lain nya" Tutur Atha ikut menimpali
"Ya sudah kalau gitu kita pamit pulang ya ,udah mau sore ,takut juga lama-lama di sini " lirih Amora jujur
"Ya udah kalian hati-hati "Ucap Lia
Mereka bertiga akhirnya pulang setelah supir mereka datang menjemput.Tak lama kemudian Raffa pun datang.
"Assalamualaikum" ucap nya
"Waalaikumsalam "Sahut Maryam
"Mama belum pulang neyut ?" Tanya Rafa
"Belum nak "
"Atha sama Lia mereka udah pulang?" Tanya Raffa lagi
"Atha kan gak pergi kemana-mana,kan kerja kelompok nya di sini,kalau Lia baru saja masuk kamar nya ,lagi mandi seperti nya , kamu juga mandi sana " Ucap Maryam
"Oh ,ya udah aku ke kamar dulu " Raffa pun pergi ke kamar nya
"Gak kerasa sebentar lagi cucu buyut ku dewasa ,Ya Allah panjang kan lah umur kamu agar kamu bisa melihat mereka menikah " lirih Maryam membatin
"Assalamualaikum" Suara Nuri dan Rifki membuyarkan lamunan nya
"waalaikumsalam salam ,gimana kerjaan nya hari ini nak ?"Tanya Maryam pada anak dan menantu nya
__ADS_1
"Alhamdulillah semuanya lancar Bu " Jawab Rifki
"Syukurlah ,kalau begitu kalian segera bersihkan diri kalian , anak-anak juga udah pada pulang,ibu mau bantu Aranta dulu di dapur "Maryam pun segera menuju ke dapur , sementara Maman sedang sibuk dengan tanaman bonsai nya
Rifki memang selalu memesan tanaman bonsai pada mertuanya itu dan memperkejakan seseorang untuk merawat nya ,namun karena kini ada Maman , mertuanya meminta dirinya yang merawat selama ia di sana ,karena dia tidak ada pekerjaan selama tinggal di rumah itu.
Beberapa jam kemudian,malam pun tiba. Nuari dan Gibran baru saja pulang.
"Gimana ,aman kan ?" Tanya Rifki pada kedua anak nya
"Alhamdulillah aman pah" Sahut Gibran
Sementara di kamar nya Lia sedang kebingungan mencari ponsel nya. Ia sudah mencari ke dalam tas sekolah namun ia tak menemukan nya.
"Duh,dimana ya ? Di dalam tas gak ada , perasaan gak main hp dari semenjak pulang jadi gak mungkin kalau aku lupa naro" gumam nya. Memang sepulang nya dari mengerjakan tugas kelompok,gadis itu langsung membersihkan diri dan makan. Setelah itu ia tertidur,dan ketika bangun pun ia segera bergabung dengan keluarga nya jadi tidak sempat memegang ponsel.
"Apa hp aku tertinggal di rumah Maya ya" gumam nya lagi
Lia pun mengingat-ingat kembali terakhir kali ia memegang ponsel nya.
"Kalau ketinggalan kaya nya gak mungkin deh ,kan sebelum pulang aku teleponan dulu sama pak supir ,lalu setelah itu pak Riki datang,terus aku pulang naik mobil nya pak Riki ....." Lia tercenung ketika mencoba mengingat kembali
"Astaga ! Iya ,pasti tertinggal di mobil pak Riki,aku kan sempat mainin hp.Terus gimana dong,masa aku ke sana lagi buat ambil hp aku,atau besok saja di sekolah ya" ucap nya bingung
"Tapi kalau pak Riki buka hp aku bisa gawat ,hp aku kan gak pake pengaman apapun " tiba-tiba ia merasa cemas
"Hmm.....semoga pak Riki gak buka-buka hp aku "
Hingga malam semakin larut pun Lia tak bisa memejamkan mata nya karena gelisah teringat ponsel nya. Ia benar-benar takut jika guru nya itu kepo dan buka-buka galeri di ponsel nya.
"Tante Nagin,bisa antarkan aku ke rumah pak Riki " Rengek nya
"maaf Lia ,aku bukan jin yang bisa bawa kamu berpindah tempat ,kalau mau ke alam ghaib aku bisa membawa mu " Jawab nya
"Kalau gitu aku minta om jin saja ya ,tapi kan om jin cuman bisa kalau diperintah sama Raffa ,dia pasti sudah tidur " lirih nya
Sementara itu,Riki yang baru menyelesaikan pekerjaan kantor nya hendak menuju kamar mandi untuk buang air kecil ,namun perhatian nya teralihkan dengan ponsel milik Lia yang tergeletak di meja nakas.
Pria itu meraih ponsel tersebut kamu duduk di tempat tidur.
"Gak di kunci rupanya " Gumam nya ketika menghidupkan ponsel tersebut
Dengan sangat hati-hati ia membuka galeri dimana terdapat foto-foto di sana.
"Maaf ya Lia ,aku kepo " gumam nya
Ujung bibir nya tertarik hingga menerbitkan senyuman ketika ia melihat deretan foto Lia di sana dengan berbagai gaya.
"Ya ampun ,gemas banget "
Namun kemudian kening nya berkerut ketika melihat foto dirinya yang diambil dari berbagai sudut. Seketika ia pun tersenyum simpul.
Bersambung.....
__ADS_1