Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 59


__ADS_3

Raffa berjalan keluar dari minimarket,saat itu ia baru ingat dengan tiga gadis SMP yang sudah mengerjai Vania. Ingin rasanya ia segera memberi mereka pelajaran hanya saja ia teringat dengan Vania yang tengah menunggu nya. Ia tak ingin Vania menunggu nya terlalu lama.


"Maaf ya lama,tadi pas mau bayar antrian nya panjang " Ucap Raffa menyesal ,ia susuk di samping Vania


"Iya kok kak gak apa-apa " Ucap Vania seraya tersenyum


"Ini diminum ya ,kamu pasti haus kan "Ujar Raffa seraya memberikan minuman berperisa jeruk dalam kemasan botol ,ia sudah membuka tutup nya terlebih dahulu


"Makasih kak " Dengan senang hati Vania menerima nya dan segera meminum nya


"Hm,...seger.Eh,iya kak Raffa kok bisa tahu kalau aku di gudang ?"Tanya nya


"Tadi aku sengaja mau jemput kamu ,tapi kamu gak muncul-muncul,sampai sekolahan sepi aku sama sekali gak lihat kamu,makanya aku inisiatif buat masuk dan nyari kamu.Pas denger suara orang teriak minta tolong aku langsung nyari ,ternyata itu suara kamu. Kamu sendiri kenapa bisa sampai kekunci di gudang ?"


"Tadi pas pulang sekolah aku diminta buat beresin benda-benda gak kepakai, aku juga gak tahu tiba-tiba pintu ketutup dan gak bisa dibuka. Aku tuh takut banget tadi,mana ada tikus nya juga ,hiiiy.... geli " Vania sampai bergidik


"Vania dihukum karena ulah ketiga teman nya yang tadi,mereka memfitnah Vania dengan merusak prakarya teman nya yang lain ,padahal mereka sendiri yang sengaja melakukan nya " Ucap Ki Jamal


Raffa menghela nafas. "Tapi sekarang kamu udah keluar dari dalam gudang,dan kamu tenang saja aku tidak akan membiarkan mereka terus semena-mena pada mu,akan ku buat mereka meminta maaf. Akan aku pastikan mereka tak akan lagi berani mengusik mu " Ucap Raffa membuat Vania tercenung


"Maksudnya kakak ,apa ? Mereka siapa maksud kakak?" Tanya Vania


"siapa lagi kalau bukan teman-teman kamu,aku tahu siapa yang sengaja mengurung mu di gudang ,aku tahu semua perlakuan buruk mereka pada mu ,jadi jangan pernah tutupin apa pun pada ku Vania ,karena aku selalu tahu apapun tentang kamu"


Vania terkesiap ,ia tak menyangka jika pria di samping nya benar-benar mengetahui semuanya,padahal ia sudah berusaha menutupi tak hanya pada Raffa ,pada kedua orangtuanya pun ia tak pernah menceritakan.


"Kenapa kakak bisa tahu ?" Tanya nya


"Tak penting kamu tahu aku tahu darimana ,yang pasti aku hanya ingin melindungi mu " Raffa meraih tangan Vania


"Yuk,aku antar kamu pulang , orang tua mu pasti sudah menunggu mu "


"Iyah "Vania pun beranjak


Sementara ketiga teman nya yang saat ini masih berputar-putar di area sekolah sudah merasa lelah. Penampilan mereka juga sudah tak karuan. Rambut kusut ,seragam sekolah mereka sudah lecek karena keringat ,salah satu dari mereka bahkan sudah ada yang melepas sepatu karena lecet. Bagaimana tak lecet ,dia memakai sepatu kekecilan.


Raffa sudah mengantar Vania sampai rumah nya,ia lalu kembali untuk memberi pelajaran pada tiga teman Vania. Sementara di rumah,Dewi bingung karena Raffa sudah tak ada di kamar nya ,bahkan motor yang berada di dalam garasi juga tidak ada. Motor itu memang punya Raffa ,hanya saja Raffa lebih sering menyimpan motor nya di sana ,ketimbang di rumah kedua orangtuanya.


"Ini Raffa kemana sih ,kok pergi gak bilang-bilang?" Tanya Dewi pada dirinya sendiri


"Kenapa Oma?" Tanya Atha


"Raffa gak ada ,kamu tahu dia kemana ?" Tanya nya

__ADS_1


"Kemana lagi Oma ,pasti ke rumah Vania,dia kan bucin dari orok " Jawab Atha padahal ia juga tidak tahu sepupunya itu pergi kemana


"Pasti om jin yang bawa Raffa. Kenapa gak ngajak-ngajak " batin Atha sebal


Saat ini Raffa sudah sampai di sekolah. Ia sudah meminta pada Ki Jamal untuk menghentikan aksi nya.


Dengan langkah pasti,ia berjalan menghampiri ketiga gadis yang kini sudah duduk lemas di lantai.


Ketiga nya langsung menoleh pada Raffa.


"Siapa ya ,ganteng banget "


"Ya ampun ada pangeran datang dari mana ?"


"Apa aku berhalusinasi karena kelelahan?"


Batin mereka bertanya-tanya.


"Apa diantara kalian ada yang melihat Vania ?" Tanya Raffa


"Oh my God,suara nya saja macho gitu ,so seksi "


"Ya ampun ini cowok good looking banget ,semua cewek pasti merasa iri kalau aku bisa jadiin dia pacar "


"Siapa cowok ganteng ini,kenapa dia nanya tentang Vania ,tapi tunggu .... Vania " Salah satu dari mereka baru sadar jika cowok di hadapan mereka mencari Vania


"Ditanya malah balik nanya ,kalian tuli " Ucapan Raffa yang datar namun cukup menusuk


Salah satu dari mereka nampak berdiri dan berhadapan langsung dengan Raffa ,tubuh nya yang mini membuat nya harus mendongakkan kepala.


"Kamu siapa ? Kenapa datang-datang menanyakan cewek rese itu ?" Tanya nya tanpa ragu


"Cewek rese kamu bilang !" Raffa nampak tak suka mendengar nya ,baginya Vania sangat menggemaskan bukan rese seperti yang dikatakan cewek itu


Tatapan mata nya yang tajam membuat cewek yang tadi berbicara pun menelan saliva.


"Apa Vania ku pernah mengusik kalian ?" Tanya Raffa datar


Mendengar ucapan Raffa yang menyebut 'Vania ku' membuat mereka gagal fokus.


"JAWAB !!! "Bentak Raffa


Mereka terkejut sontak menggeleng namun kemudian mereka mengangguk.

__ADS_1


"Cih,hanya karena usia nya dibawah kalian,kalian jadi semena-mena dan menganggap diri kalian senior yang paling hebat,bahkan kepintaran nya kalian anggap musibah, keterlaluan "


Ketiga nya terkesiap


"Aku tahu apa saja yang kalian lakukan terhadap Vania ku,aku bisa saja melaporkan perbuatan kalian langsung pada kepala sekolah "Ucap Raffa membuat mereka kembali terkesiap


"Mana bukti nya ?"


Raffa pun meraih ponsel nya yang baru saja dibawakan Ki Jamal.


"Kalian lihat ini baik-baik,bahkan aku punya rekaman cctv setiap sudut sekolah ini,termasuk rekaman kalian" Ucap Raffa


"B...bagaimana kamu bisa,kamu siapa ?" Tanya salah satu dari mereka


"Tak penting siapa aku,tapi aku cukup kenal dekat dengan kepala sekolah bahkan dengan pemilik sekolah ini,jadi jangan pernah lagi macam-macam dengan Vania ku,jika kalian berani maka tak hanya status pelajar kalian yang terancam ,maka orangtua kalian pun akan ikut terancam " Raffa mengancam ketiga nya dengan rekaman cctv yang didapatkan dari petugas keamanan di sekolah itu,karena apa yang Raffa katakan memang benar adanya ,ia sangat mengenal kepala sekolah karena dulu ia merupak siswa berprestasi dari sana dan menjadi kebanggaan semua guru ,ia pun sangat dekat dengan semua guru di sana. Jika mengenai pemilik sekolah tersebut ,Raffa jelas mengenal nya karena sekolah itu merupakan milik Nuri ,nenek nya. Nuri membangun sekolah tersebut kerena merasa miris dengan anak-anak asuh nya dari panti asuhan milik nya yang selalu mendapat bully-an karena dianggap tak mampu, anak-anak panti pun banyak yang tak ingin bersekolah karena merasa minder. Makanya Nuri membangun sekolah itu dan memperkejakan guru-guru berkompeten. Seiring berjalan nya waktu ,sekolah menengah pertama itu menjadi terkenal dan populer karena selalu menghasilkan murid berprestasi setiap tahun nya tak sedikit juga orang yang mampu bahkan sangat mampu memasukan anak nya untuk sekolah di sana dengan harapan anak-anak mereka akan berprestasi,padahal itu semua tergantung dari kepintaran setiap anak.


"Kenapa orangtua kami dibawa-bawa?" Nampak nya ada yang tak terima dengan ucapan Raffa


"Kalian fikir aku tidak tahu rahasia orangtua kalian "Raffa memberi kode pada Ki Jamal


Ki Jamal lalu membisikan sesuatu pada Raffa." Padahal tak perlu berbisik juga mereka gak bakal denger " gumam Raffa pelan


"Kamu Desi Permata Anggrek 'orangtua nya pas ngelahirin dia pasti lagi panen anggrek 'batin nya


"Ayah mu seorang pengusaha batubara,tapi sudah dua bulan ini perusahaan ayah mu sedang tak baik-baik saja ,bahkan gaji karyawan nya saja belum di bayar,ayah mu terlilit hutang judi online" Tunjuk Raffa pada gadis bernama Desi


Gadis itu ternganga ,ia tahu jika perusahaan ayah nya sedang bermasalah,namun ia tak tahu persis masalahnya.


"Kamu , Choronha Nur Kovid 'ini nama apa penyakit,ngeri bener ' Batin nya lagi


"Karena malu dengan nama mu yang sama dengan nama virus mematikan ,kamu tak pernah menggunakan nama itu ,kamu sering dipanggil Yuna 'jauh bener dari nama asli nya fikir nya. Ayah mu seorang rentenir yang berkedok pengusaha perhiasan "


Gadis bernama panggilan Yuna itu pun ternganga "Darimana dia tahu "batin nya


"Dan kamu ,Marfu'ah ....."


"Hah.... Marfu'ah?" kedua teman nya nampak terkejut ,mereka menatap teman nya itu


"Itu nama asli mu ,bukan Enjel seperti yang kamu gunakan selama ini , orangtua mu hanya peternak bebek di kampung ,kamu bisa bersekolah di sini berkat beasiswa,jadi jagalah sikap mu. Asal kalian tahu Vania itu adalah salah satu calon penerus yayasan sekolah ini. Jadi kalian tahu apa itu artinya? Mulai sekarang jangan lagi menyakiti Vania ,jika itu terjadi maka kalian akan tanggung sendiri akibat nya " Ancam Raffa


Ketiga nya merasa shock mendengar penuturan Raffa ,saat Raffa pergi pun mereka masih mematung di tempat nya.


"Guys.....apa benar yang dikatakan nya ?" Tanya Desi lirih

__ADS_1


"Entahlah ,jika benar maka habis lah kita " Sahut Enjel alias Marfu'ah


Bersambung.....


__ADS_2