
Di tengah kegalauan nya, Yoga akhirnya melihat ponsel Nuari yang tergeletak di tempat tidur, sementara Nuari sendiri sedang berada di kamar mandi.
Ia mengecek riwayat video terakhir yang Nuari tonton.
"oh...jadi es krim yang dimaksud nya ini" gumam Yoga setelah melihat videonya
" sepertinya aku tahu dimana yang menjual es krim seperti ini " Yoga tersenyum karena yakin apa yang di ingin kan istrinya itu kali ini akan terwujud
Beberapa saat kemudian Nuari pun keluar dari kamar mandi.
"yuk kita berangkat !" ajak Yoga tiba-tiba
"berangkat ? kemana ?" tanya Nuari
"cari es krim yang kamu mau "
"beneran? " tanya Nuari dengan wajah berbinar-binar
"tentu saja ,ayok " ajak Yoga lagi
"yeeeaay.....terima kasih ,aku makin sayang sama kamu deh " ucap Nuari seraya mengecup pipi Yoga
"kok cuma pipi yang di sun , ini nya enggak ?" rujuk Yoga sambil memanyunkan bibir nya
muach
"udah ya ,yuk kita let's go " seru Nuari sangat bersemangat
Kedua nya pun berangkat menuju tempat dimana penjual es krim yang di inginkan Nuari. Tapi sebelum itu Nuari meminta ke rumah sakit terlebih dahulu untuk menemui nenek nya.
Sementara itu Dewi yang selesai di periksa dokter pun bisa tersenyum senang,sebab dokter sudah mengizinkan nya pulang siang nanti.
"Alhamdulillah ya mah, akhirnya mama sudah bisa pulang siang nanti " ucap Nuri seraya membereskan barang-barang milik Dewi
"iya ,mama sudah kangen rumah ,di sini terus membuat mama sakit pinggang" sahut Dewi terkekeh
"assalamu'alaikum...." mendengar pintu terbuka disertai ucapan salam Dewi dan Nuri pun menengok
"waalaikum salam .... loh kamu sudah baikan Yoga ?" tanya Nuri
"alhamdulilah mah,udah baikan " sahut Yoga segera menyalimi mama mertua nya itu,di lanjut dengan menyalimi Dewi
"syukurlah kalau begitu,nenek juga siang sudah bisa pulang" ucap Dewi dengan nada senang
"benarkah nek, Alhamdulillah kalau begitu" ucap Nuari tak kalah senang nya
"iya sayang ,ini juga mama lagi siap-siap,nunggu papa mu datang jemput lalu nenek bisa pulang deh " Nuri menimpali
Setelah puas melepas rindu pada sang nenek,Nuari dan Yoga pun berpamitan.
Singkat cerita ,kini Yoga dan Nuari sudah berada di salah satu resto yang menyediakan berbagai rasa es krim dengan cara pembuatan nya yang unik,tepat seperti yang Nuari ingin kan.
Nuari menatap penuh binar pada buah semangka yang tengah di olah jadi es krim sesuai keinginan nya.
Seorang chef nampak sangat sudah ahli dalam mengolah es krim tersebut. Hingga beberapa saat kemudian es krim pun jadi ,Nuari segera menerima es krim itu dan membawa nya ke meja yang sudah di pesan Yoga.
"hm...rasanya benar-benar segar,enak dan manis nya asli karena tak memakai gula atau bahan pemanis lain nya " gumam Nuari seraya terus memasukan sendok demi sendok es krim ke mulut nya
"syukurlah kalau kamu puas dengan rasa nya,aku pun senang melihat nya " ucap Yoga yang nampak menatap istri nya yang nampak lahap itu
"iya ,aku suka ,terima kasih ya " ucap Nuari lagi
Yoga tersenyum ,ia pun turut menikmati es krim tersebut.
Hingga beberapa saat kemudian kedua nya sudah menghabiskan banyak mangkuk es krim, mereka pun beranjak untuk membayar semua es krim yang mereka makan di meja kasir.
Setelah itu keduanya hendak pergi ke rumah sakit,namun tiba-tiba saja ponsel Nuari berbunyi , Nuari melihat sebuah pesan chat dari Nuri ,yang mengatakan jika Dewi saat ini sudah berada di rumah.
Tak membutuhkan waktu lama Yoga dan Nuari pun segera menuju ke rumah.
Akan tetapi ketika di jalan tiba-tiba Yoga menepikan mobil nya ketika ia merasakan ada yang aneh dengan laju mobil nya.
__ADS_1
"ada apa ,kenapa berhenti?" tanya Nuari
"gak tahu,kaya nya ban nya bocor deh , sebentar ya aku lihat dulu" Yoga pun keluar dari dalam mobil dan mengecek satu-satu ban mobil nya
Benar saja salah satu ban bagian belakang terlihat kempes. Yoga mendesah karena ia tak memiliki ban cadangan ,dengan lesu ia pun kembali masuk ke dalam mobil.
"kenapa ?" tanya Nuari begitu Yoga duduk kembali di belakang kemudi
"ban nya bocor,sementara aku tak ada ban serep " jawab Yoga pelan
"ya udah kamu telpon bengkel saja,kita nunggu beberapa menit tak apa lah,nih aku ada nomor ponsel nya,kebetulan bengkel itu langganan papa " ucap Nuari
Yoga mengangguk,ia pun kemudian hendak menghubungi bengkel yang biasa menangani mobil Rifki namun baru saja ia hendak menekan tombol panggil, seseorang datang mengetuk kaca mobil.
Yoga pun menurunkan kaca mobil,nampak seorang pria dengan tato di lengan atas nya menatap tajam pada Yoga lalu melirik sekilas pada Nuari.
"maaf ada apa ya?" tanya Yoga
"kenapa berhenti di jalan sepi seperti ini ?" tanya pria itu
"oh itu...ban mobil saya bocor " sahut Yoga
"wah kebetulan kalau gitu,di dekat sini memang ada tambal ban punya teman saya,mari saya antar ke sana" tawar pria itu
Yoga melirik pada Nuari seakan minta pendapat nya,untuk ikut pria itu atau tetap menunggu orang bengkel datang.
Kemudian Nuari mengangguk,ia fikir tak ada salah nya menerima tawaran pria itu, toh bengkel langganan papa nya jarak nya cukup jauh dari tempat nya berada,pasti akan sangat membutuh kan waktu yang lumayan lama untuk menunggu.
"baiklah,memang nya dimana letak tambal ban nya ya ,soal nya saya tak melihat ada tanda bengkel atau tambal ban di sekitar sini?" tanya Yoga
"oh itu....karena tambal ban nya baru di buka ,letak tambal ban nya agak ke dalam dari jalan ,tapi gak jauh kok ,hanya lima menit dari jalan ini sudah sampai " tutur pria itu lagi
"ya sudah kalau gitu,mas nya bisa masuk saja sekalian ,gak mungkin dong saya minta dorong mobil nya,kan bukan mogok hanya ban nya saja yang bocor " ucap Yoga yang akan melajukan dengan pelan mobil nya
Pria itu mengangguk seraya menyeringai lalu masuk ke dalam mobil.
"kok perasaan ku mendadak tak enak ya " batin Yoga hampir sama dengan yang Nuari rasakan
Ayu tertidur setelah ia menghabiskan makanan yang di pesan kan Evan tadi. Di sofa panjang Ayu nampak tertidur dengan lelap,Evan yang melihat nya pun hanya bisa memandangi wajah cantik dan manis nya itu dalam diam.
"ekhem...."
Suara deheman membuat Evan cepat menengok ke arah nya.
"dokter sudah bangun " Evan cepat menghampiri dokter Satria yang ia kira baru saja terbangun
"saya sudah bangun dari tadi kok " sahut dokter Satria mencoba untuk duduk ,Evan pun membantu nya
"dokter mau apa ,mau minum atau..."
"iya boleh " jawab dokter Satria yang memang merasakan haus pada tenggorokan nya
Evan pun meraih air mineral dalam kemasan botol lalu memberikan nya pada dokter Satria.
"bagaimana kondisi ayah kamu?" tanya dokter Satria
"Alhamdulillah....ayah saya baik-baik saja dok "jawab Evan
"nanti kalau keadaan nya dan saya sudah benar-benar pulih,ajak lah beliau menemui ku di rumah "ucap nya membuat Evan mengerut kan kening
"untuk apa ya dok?" tanya Evan
"untuk membicarakan pernikahan kalian " ucap dokter Satria hingga Evan dibuat terbatuk-batuk karena terdesak ludah nya sendiri
"uhhukk... uhhukk.... dokter jangan bercanda " ucap Evan setelah batuk nya mereda
"loh siapa yang bercanda,aku serius ,aku juga pernah muda dan mengerti apa yang kalian rasakan "
"aku sudah lama hidup dalam kesendirian, dan kesepian ,tentunya ingin rumah semakin hidup dengan adanya anak, menantu dan cucu-cucu yang akan menambah suasana rumah semakin hidup lagi " tambah nya
"jadi ... kamu bersedia menikahi putri ku ?" tanya dokter Satria
__ADS_1
Evan terdiam ia gugup dan bingung akan menjawab apa
"karena hanya kamu satu-satunya harapan ku untuk Ayu,kau tahu ... semalam sebelum peristiwa tadi malam terjadi aku dan Ayu selesai menghadiri acara pesta teman ku,ketika melihat Ayu dia tertarik dan ingin menjadikan nya menantu nya,aku tak menerima nya karena aku tahu bagaimana kelakuan putra nya, kemudian aku teringat pada mu yang jelas aku tahu bagaimana sifat dan sikap mu selama ini ,aku yakin kamu akan bisa menjaga dan membahagiakan nya,tapi tetap satu yang ku minta,setelah menikah nanti kalian harus tinggal bersama ku " ucap dokter Satria panjang lebar
Evan masih terdiam mendengar kata-kata dokter paruh baya itu,bukan tak ingin menerima ,hanya saja ia masih shock mendengar kata-kata itu keluar begitu saja dari dokter senior sekaligus atasan nya itu.
"jangan terlalu banyak berfikir,nanti keburu saya berubah fikiran " ucap dokter Satria terkekeh melihat reaksi Evan
"i...iya...dok "
"iya apa?" tanya dokter Satria menahan senyum
"sa...saya ....saya menyukai Ayu " cetus Evan membuat dokter Satria terkekeh pelan
"loh....bukan nya pertanyaan nya tentang pernikahan ya,aku tak menanyakan perasaan mu pada Ayu ,tapi ya sudah lah aku senang karena ternyata kamu pun menyukai Ayu " ucap dokter Satria terkekeh-kekeh
Wajah Evan benar-benar memerah menahan malu
"haduh...kenapa aku ngomong itu ,padahal tadi niat nya aku mau ngomong 'iya insyaallah saya bersedia " batin nya lirih
Kembali pada Nuari dan Yoga
Mobil sudah melaju beberapa kilo namun belum ada tanda-tanda keberadaan sebuah tambal ban.
Hal itu membuat Nuari maupun Yoga kebingungan.
"mas ,katanya tambal ban nya sudah dekat ,tapi mana sampai saat ini belum ada tambal ban atau bengkel yang ada malah deretan pohon yang makin rapat " tanya Yoga sambil melirik spion kecil yang tergantung di atas nya
"kalau begini terus bisa-bisa makin rusak ban nya " batin Yoga yang sudah merasa tak nyaman
Namun bukan nya menjawab ,pria yang sedari tadi duduk di belakang Yoga pun tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dan langsung di arahkan pada Nuari,tentu saja Nuari terkejut karena tiba-tiba saja orang itu mengarahkan pisau pada nya.
"Yoga..." Nuari tercekat
"tetap jalan dan jangan berhenti,jika tidak ingin melihat nya mati sia-sia" ucap pria itu dengan sorot mata tajam ,niat pria itu untuk membawa Yoga dan Nuari lebih jauh lagi lalu kemudian ia rampas mobil juga barang berharga mereka lain nya
"hey...apa yang kamu lakukan,jauhkan pisau itu dari istri ku !" seru Yoga menginjak rem
Cekiiiit '
mobil pun berhenti
"aakkhh..... sakiiiitt....." lirih Nuari karena ujung pisau itu sudah menggores kulit leher nya ,darah segar pun langsung keluar
Yoga terkesiap melihat nya
"sudah ku katakan jangan berhenti,ayo cepat kembali jalan kan mobil nya " sentak pria itu semakin menusuk leher Nuari dengan ujung pisau nya ,Nuari pun semakin meringis ,bahkan air mata nya sudah bercucuran
"hiks... Yoga..." lirih nya
Yoga tentu tak ingin terjadi sesuatu pada Nuari,namun ia juga tak ingin mengikuti keinginan pria itu,maka dengan gerakan cepat Yoga meraih lengan pria itu lalu memutar nya keras hingga pria itu mengaduh kesakitan ,dan otomatis pisau nya pun terjatuh.
"cepat keluar " seru Yoga pada Nuari,Nuari pun mengangguk dan dengan buru-buru Nuari pun membuka pintu lalu keluar
Sementara Yoga tengah menahan kedua lengan pria itu yang berusaha menyerang nya.
"Ya Allah.... kenapa jalan ini sepi banget gak ada yang lewat " Nuari nampak kebingungan di luar,jalanan yang sangat sepi itu lah yang sering di gunakan para begal melancarkan niat jahat nya
Hingga muncul sebuah motor dengan dua orang di atas nya melintas dan langsung berhenti ketika Nuari berlari ke tengah jalan dengan melambaikan kedua tangan nya.
Akan tetapi melihat ekspresi kedua orang itu membuat Nuari bergeming, seringaian kedua pria yang turun dari motor nya membuat Nuari bergetar ketakutan,ia dapat menebak jika kedua orang itu juga masih komplotan pria yang di dalam mobil.
"hahaha.....jadi ini mangsa kita hari ini..." ucap salah satu orang itu
"tidak....Yoga....."
Mendengar teriakan Nuari , Yoga pun memukul wajah pria yang berada di dalam mobil bersama nya itu ,hingga pria itu tak sadarkan diri.
Cepat-cepat Yoga keluar ,ia terkejut ketika melihat Nuari sudah dalam keadaan tak sadarkan diri di tangan kedua pria asing.
"lepaskan istri ku "
__ADS_1
...***...