Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 83


__ADS_3

"Ta'aruf.... ta'aruf.Chika masih sekolah,kamu cari yang seumuran atau minimal yang udah lulus " Ucap Nuri


"Yaaah...uwa,aku kan mau nya sama dia,siapa tadi nama nya ,hm.... Chika ya. Aku udah lope-lope sejak pandangan pertama,gimana dong " rengek Aman sambil menggoyang-goyangkan lengan Nuri


"Isshh....kamu nih ,kaya anak kecil saja ,malu tahu ! Jaga sikap !" Gemas Nuri seraya menarik lengan nya


"Hehehe....uwa bantuin deketin aku sama Chika dong "pinta Aman


"Kamu deketin saja sendiri,jadi laki-laki harus gentle "


"Ah ,uwa mah ,gak bisa diajak kerja sama benget " Cebik Aman sebal


"Abis nya kamu tuh ,belum apa-apa udah bilang suka saja" ucap Nuri tak habis fikir


"Ya nama nya juga cinta pada pandangan pertama" Ucap Aman yakin


"Emang kamu sanggup nunggu Chika lulus ?" Tanya Nuri


"Insyaallah sanggup wa " Jawab Aman yakin


"Tapi uwa gak yakin dia bakal mau sama kamu. Lagian kan kamu lihat sendiri Chika itu cantik pasti banyak cowok yang suka"


"Yeee....uwa nih gimana sih ,malah doain yang jelek-jelek,orang tuh ya doain yang baik-baik biar dicatet malaikat terus dikabulkan oleh Allah SWT " Aman kesal mendengar ucapan uwa nya tersebut


"Hehehe....iya deh iya ,uwa doain semoga Chika mau sama ustadz gaje seperti kamu " Ucap Nuri seraya berlalu


"Amiiinnn....eh kok kalimat terakhir nya gak enak di denger sih. Loh ,wa mau kemana ?" Seru Aman seraya mengejar Nuri


"Mau bantu beresin tempat " Jawab Nuri seakan lupa sesuatu


"Nanti saja wa,ayo antar aku ketemu yang punya rumah " Ujar Aman menarik lengan Nuri


"Hey ...salah. Mereka di sana " seru Nuri menghentikan Aman.


"Oh.Hehehe...salah ya " cengir Aman


"Nanti kamu yang jadi imam nya ya !" Ucap Nuri


"Loh ,kok aku ?"


"Kamu lupa siapa kamu ? Di sini yang gelar nya ustadz kan kamu ,jadi kamu dong yang pimpin sholat, sekalian cari perhatian Chika loh " Bujuk Nuri


Mendengar ucapan uwa nya, Aman pun tersenyum."Iya juga ya ,kenapa gak kefikiran dari tadi "gumam nya

__ADS_1


"Ok,deh ! Aku yang jadi imam "


"Nah gitu dong " ucap Nuri.


Mereka pun akhirnya sampai di samping rumah,dimana Evan , Satria,dan para laki-laki dewasa lain nya berada.Nuri pun segera memperkenalkan keponakan nya itu.


Sementara ruangan tengah sedang dibereskan ,Lia dan yang lain kini berada di gazebo yang terdapat di bagian belakang rumah.


"Memang nya setiap tahun selalu diadakan acara seperti ini ?" Tanya Chika pada Vania


"Iya ,kata papa setiap ulang tahun aku wajib mengadakan pengajian sebagai bentuk rasa syukur " Jawab Vania


"Tapi ,apa kamu tidak ingin seperti yang lain nya ,ketika ulang tahun akan dirayakan semeriah mungkin ,apalagi kamu juga kan dari kalangan berada?" Tanya Chika lagi


"Buat apa ? Aku tidak banyak mempunyai teman juga. Lagipula dengan diadakan acara seperti ini ,aku bisa lebih merasa bersyukur atas apa yang aku miliki " Jawab Vania


Chika diam mendengar jawaban Vania. Namun tiba-tiba Raffa datang sambil memberikan minuman untuk Vania. Tadi ia memang pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Nih ,buat yang tersayang " Ucap nya


"Hmm....makasih kak " Sahut Vania.Dengan senang hati ia menerima nya


"Buat kita mana ,kenapa cuman Vania saja yang dibawakan?" Tanya Lia


"Kamu mau ? Ambil saja sendiri" Ucap Raffa


"Itu kan ustadz yang tadi,ngapain dia di situ" Batin nya


Ternyata Aman memang sedang mencari nya. Ia tadi meminta izin untuk menemui Atha dan Raffa setelah selesai berbicara pada Evan dan Satria.Padahal itu hanya alasan nya saja. Ketika itu Aman pun tengah melihat pada Chika. Sontak Chika menundukkan wajah nya.


Melihat ekspresi wajah Aman saat menatap nya,entah kenapa Chika menjadi salah tingkah ,ia pun meraih ponsel nya dan berpura-pura sibuk dengan gudget nya itu.Apalagi ketika Raffa malah dengan sengaja mengajak nya bergabung , Chika semakin salah tingkah saja.


"Kenapa kok kayanya aneh tuh ustadz" lirih Chika membatin


"Kamu ngapain ke sini ?" Tanya Raffa


"Hey,anda lupa ? Anda sendiri yang tadi melambaikan tangan nyuruh aku ke sini tadi " Seru Aman,sesekali ia melirik pada Chika


"Masalah nya kita mau bubar. Iya kan gaeess.... sebentar lagi Maghrib" Cetus Atha


"Kalian ngerjain aku ?" Aman nampak tak kesal


"Enggak ! Siapa juga yang mau ngerjain pak ustadz " elak Atha lagi

__ADS_1


"Ya sudah ,kalau gitu aku ke kamar ya,mau siap-siap "Ucap Vania


"Iya, aku juga mau ambil wudhu kok " sahut Raffa


"Kita juga segera siap-siap yuk!" Ajak Lia pada Chika. Mereka akan bersiap-siap di kamar tamu


"Lah,ini gimana sih ? Masa aku ditinggal " lirih Aman menatap kepergian mereka


"Hihihi...." Lia cekikikan sambil berjalan menggandeng Chika


"Kalian seperti nya sudah kenal dekat dengan ustadz itu "ucap Chika. Ia melihat mereka sangat akrab.


"Iya ,dia itu anak nya paman aku ,adik nya nenek " Ucap Lia


"Anak paman ,tapi adik nya nenek.Ginana sih ,kok aku bingung?" Tanya Chika menggaruk kepala nya


"Jadi gini loh,nenek aku punya adik,dan ustadz tadi itu anak nya " Jelas Lia


"Keponakan nya nenek Nuri?"Tanya Chika


"Nah,iya. Bener "Sahut Lia lalu membuka pintu kamar tamu, kedua nya pun segera masuk


Beberapa saat kemudian mereka sudah siap untuk melakukan sholat berjamaah.Anak-anak panti berjajar di barisan depan ,sementara Raffa,Atha dan laki-laki dewasa lain berada di belakang anak-anak.


Para perempuan pun berada di barisan paling belakang.Dari arah pintu muncul Aman yang baru selesai berwudhu.Sambil berjalan ustadz itu melirik pada Chika. Melihat ada orang yang lewat dari samping nya membuat Chika spontan menoleh.


Deg'


"Ih,apa sih itu orang" Chika mencebik ketika Aman malah mengedipkan satu mata kepada nya


Nuri yang juga melihat tingkah keponakan nya itu pun hanya bisa menggelengkan kepala.


"Allahu Akbar , bismillahirrahmanirrahim...."


Beberapa menit kemudian sholat pun selesai.


"Assalamualaikum warahmatullah....."


Selesai sholat mereka tak langsung bubar ,sebab akan langsung melakukan pengajian sambil menunggu waktu isya tiba. Aman membalik kan tubuh menghadap ke para jemaah.


Bibir nya tersenyum ketika melihat Chika nampak jelas dipandangan nya. Maka dengan mengucapkan salam terlebih dahulu ,pengajian pun dimulai. Pada saat seperti saat ini ,sikap bar-bar dan slengean nya tiba-tiba sirna entah kemana. Sikap penuh wibawa menjadi lebih dominan pada diri Aman.


Namun meski begitu mata nya tak pernah berkedip menatap Chika. Nuri mengikuti arah pandang keponakan nya itu.

__ADS_1


"Ya salam....nih anak,katanya ustadz gak bisa jaga pandangan " lirih Nuri menepuk kening ,sementara Chika sendiri tak begitu memperhatikan ustadz di depan karena ia sedang fokus dengan pengajian nya


Bersambung...


__ADS_2