
ALLAHU AKBAR..... ALLAHU AKBAR.....
Kumandang adzan isya menggema di seluruh antero kota.Saling sahut bersahutan untuk mengajak umat nya menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.
Aman yang masih memimpin pengajian pun memberi isyarat agar para jemaah nya diam sejenak sampai kumandang adzan berhenti. Setelah itu ia melanjutkan kembali pengajian yang hanya sebentar lagi selesai.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya pengajian pun selesai. Dilanjutkan dengan mengerjakan sholat isya.
Setelah sholat mereka bersiap untuk pergi ke halaman belakang ,dimana di sana sudah tersedia berbagai macam menu makanan berjajar rapi ala prasmanan. Aneka kue dari yang basah sampai yang kering pun ada ,tak lupa minuman segar dan es krim diikut sertakan.
Semua anak-anak nampak bersemangat melihat semua makanan itu. Maklum saja di panti makanan nya tak semeriah malam ini. Bukan berarti mereka tak pernah merasakan makanan enak. Nuri pemilik panti memperkerjakan juru masak untuk anak-anak asuh nya ,setiap hari makanan yang di panti dibuat seenak mungkin ,hanya saja menu nya berubah-ubah setiap hari.
"Kita di sana yuk !" Ajak Lia pada Chika
Dari tadi Lia tak pernah jauh dari Chika , maklum saja ini kali pertama Chika hadir di acara tersebut,Lia tak ingin Chika merasa tak nyaman karena sendirian tak ada teman nya ,makanya ia selalu menemani nya.
"Yuk !"Jawab Chika
Lia mengajak Chika untuk bergabung bersama Vania dan yang lain nya.
"Maha Suci Allah yang telah menciptakan" Gumam Aman membatin ketika melihat Chika duduk di depan nya
"Ih,kok aku malah takut lihat ustadz itu " jerit Chika dalam hati ketika melihat Aman yang terus menatap nya
"Kamu mau lagi es krim nya ?" Tanya Raffa ketika melihat es krim punya Vania sudah habis
"Udah ah,aku mau minum saja " Vania meraih gelas kosong dan hendak menuangkan air ke dalam nya
"Sini biar aku saja " Ucap Raffa
"Gak usah kak ,aku saja,aku gak mau kalau kak Raffa terus manjain aku ,nanti jadi kebiasaan ,aku gak mau jadi manja " Ucap Vania menolak perhatian Raffa kali ini
"Loh, justru aku seneng kalau kamu manja sama aku ,aku kan calon suami kamu ,jadi gak masalah buat aku " Ucap Raffa
"Uhhuukk.... uhhuukk...." Chika tiba-tiba tersedak air ludah nya sendiri
"Eh,kamu gak apa-apa,ini minum " Ucap Aman memberikan air minum pada Chika
Namun Chika malah meraih air minum punya Atha.
"Lah ,itu punya aku " Ucap Atha
"Maaf " lirih Chika
"Iya sih gak apa-apa,hanya saja aku belum meminum nya " lirih Atha
"Oh,kalau gitu akan aku ambilkan lagi " Ucap Chika cepat
"Udah ,gak usah. Beneran kok gak apa-apa.Nanti kalau aku mau juga aku ambil lagi " Ucap atha menolak
"Tapi aku merasa tak enak " Ucap Chika lagi
"Ekhem " Aman pun berdehem melihat Atha dan Chika saling rebutan mengambil air minum
"Batuk pak ustadz " Ledek Raffa, Aman mendelik sebal
__ADS_1
"Lagian ngapain kamu di sini ,kenapa gak sama bapak-bapak tuh di sana " Tanya Raffa menujuk pada Yoga dan yang lain yang juga tengah bercengkrama di sudut lain
Sementara para wanita,sedang sibuk mempersiapkan bahan untuk bakar-bakaran.
"Suka-suka dong " sahut Aman
"Eh,gimana kalau kita bantuin Tante Ayu" Ajak Lia
"Yuk,kita jangan mau makan nya saja ,harus tahu proses nya juga " sahut Atha
Mereka pun pergi menghampiri Ayu dan para ibu-ibu lain nya.
"Lah,pada ninggalin lagi " lirih Aman ketika semua saudara nya malah pergi meninggalkan nya
Sementara itu Riki yang malam ini baru sampai rumah nya kembali harus kembali pergi setelah mendapat telpon dari Yuli,art mama nya.
"Ya Allah,ada apa dengan mama , perasaan tadi mama gak kenapa-kenapa" Lirih Riki sambil menyetir mobil nya
Sebelum pulang ke rumah nya ,Riki memang mampir terlebih dahulu ke rumah mama nya untuk memastikan kondisi mama nya. Kondisi mama nya terlihat baik-baik saja,mereka pun sempat mengobrol dan bercanda hingga ia memutuskan untuk pulang karena merasa mama nya baik-baik saja.Akan tetapi sesampai nya di rumah ,Yuli mengatakan jika tubuh mama nya terasa panas.Bahkan Yuli juga mengatakan jika mama nya sesekali berteriak dan tertawa.
"Apa mungkin karena selama ini mama kesepian jadi mental mama terganggu " gumam Riki. Ia beranggapan seperti itu sebab konflik yang sempat terjadi sebelum kematian papa nya ,ditambah ia yang pergi meninggalkan rumah hingga membuat mama nya kesepian
Riki terus memacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi ,ia sangat mengkhawatirkan kondisi mama nya.
"Tau gini tadi aku nginap saja di sana ,atau bawa mama pulang ke rumah,mungkin dengan begitu mama bisa sedikit melupakan masa lalu "Ucap Riki penuh penyesalan
Beruntung jalanan nampak lengang hingga ia bisa leluasa mengendarai mobil nya. Akan tetapi dari arah berlawanan nampak sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi. Motor tersebut melaju ke arah mobil yang dikendarai Riki. Sontak saja Riki terkejut dan langsung membanting stir ke kiri.
Ngeeennggg.....
"Astaghfirullah.....hampir saja " lirih Riki dengan wajah pucat,mobil nya berhenti tepat di dekat tiang listrik,hanya tinggal satu senti saja mobil nya menabrak tiang listrik tersebut
Ia segera mematikan mesin mobil lalu menyandarkan punggung dan kepala nya dengan menarik nafas dalam-dalam.
Beruntung Riki dapat mengendalikan mobil nya ,jika tidak mungkin mobil nya sudah menabrak tiang listrik.
"Ya Allah,terima kasih karena engkau masih memberikan ku keselamatan" lirih nya seraya mengusap wajah nya
"Huuuuuffftt...... ada-ada saja,kenapa dengan orang itu ? Tindakan nya bisa buat orang lain celaka ,untung aku gak apa-apa" Gerutu Riki setelah dirinya merasa lebih tenang
Setelah itu barulah Riki kembali melajukan mobil nya. Kali ini ia melajukan mobil nya dengan kecepatan biasa.
Di tempat lain , nampak Ferro merasa kesal setelah mendapat laporan jika orang suruhan nya gagal membuat Riki celaka.
"Sial ! Kenapa dia selalu bisa lolos " Geram nya seraya memukul permukaan meja dengan punggung tangan nya
Ferro merasa pusing karena apa yang ia rencanakan selalu gagal.
"Punya anak buah juga pada bego,masa bawa perempuan saja gak becus" Maki Ferro pada dua anak buah nya yang diminta menculik Lia
Saat ini kedua orang suruhan nya itu mendadak sakit,mereka masih merasa shock karena ulah Nagin dan Wewe.
Bagaimana tak shock,Wewe dan Nagin membawa kedua orang itu ke sebuah TPU yang tak terawat oleh kedua makhluk astral tersebut.
Flashback
__ADS_1
"Hah ! Kita kok di sini ?"Tanya pria berambut gondrong yang bernama Baron
"Kenapa kita bisa tiba-tiba pindah alam. Eh,pindah tempat " ralat rekan nya yang bernama Danu juga nampak dibuat heran
"Perasaan tadi kita ada di jalan deh ,kenapa jadi di kuburan? Mana kuburan nya sepi begini " ucap Baron memindai sekeliling nya
"Kalau ramai ya di pasar bego ! Gimana sih !" Sentak Danu
Tiba-tiba dari arah samping mereka muncul segerombolan orang-orang ,wajah mereka semua menunduk.
"Tuh ,ada orang kita tanya yuk !" Seru Danu
"Eh,tunggu deh ! Sepertinya ada yang mati ,tuh lihat ada keranda nya ,tapi kok dua ya " tunjuk Baron pada dua keranda diantara orang-orang yang berjalan
"Yang mati dua orang kali " Cetus Danu
"Ya iya lah,mata Lo soak ! Dimana-mana kalo keranda nya nya dua pasti yang mati juga dua " Sentak Baron lagi
Akan tetapi dua orang yang berjalan di depan keranda ,mereka menujukan dua bingkai foto yang mereka bawa pada Baron dan Danu.
Deg'
Seketika kedua mata mereka terbelalak dengan mulut yang menganga,pasalnya wajah mereka sama persis dengan wajah yang berada di bingkai foto tersebut.
Seketika orang-orang yang tengah berjalan sambil menunduk itu mengangkat wajah dan menoleh pada mereka. Wajah mereka nampak pucat dengan lingkaran hitam di mata.
"Huaaaa......." Baron dan Danu pun berteriak lalu berlari tunggang langgang. Mereka sangat ketakutan hingga tak menyadari jika mereka hanya berlari di tempat. Pelaku nya siapa lagi jika bukan Wewe dan Nagin.
Semakin mereka mencoba menjauhi semakin mendekat pula para makhluk halus itu.
Tap'
Baron mematung ketika pundak nya disentuh seseorang.Sontak ia menoleh.Namun tak ada siapa pun di sana. Semua orang yang tadi mencoba mengejar nya pun sudah tak terlihat lagi. Kemudian ia menoleh pada Danu yang masih berlari di tempat. Seketika ia sadar jika dirinya masih berada di tempat itu.
"Nu...DANU ! "Pekik Baron ketika Baron tak mengindahkan nya
"Apa sih ,ayo jangan berhenti !" Teriak Danu tanpa menghentikan gerakan lari nya ,nafas nya pun nampak sudah terengah
"G*BLOK ! SADAR WOY !" Baron yang kesal pun sampai menggeplak kepala Danu
"SAKIT ! BEGO ! APAAN SIH LO !" sentak Danu
"Lu lihat ,kita masih berada di sini,itu artinya dari tadi kita gak kemana-mana " Ucap Baron gemas
"HAH ! Masa sih ? Perasaan tadi kita udah keluar dari tempat ini " Cetus Danu bingung
"Justru itu ,gua juga bingung " Ucap Baron
Hingga akhir nya Nagin dan Wewe pun menampakan diri di hadapan mereka. Baron dan Danu nampak terkejut, tak berfikir dua kali mereka kembali berlari meski sempat beberapa kali terjatuh karena tersandung,keduanya tak pantang menyerah untuk kabur dari dua makhluk astral menyeramkan itu.
Kali ini Wewe dan Nagin membiarkan mereka berlari ke arah jalan raya. Rupanya Baron dan Danu dikirim ke TPU yang terletak di pinggiran kota,sangat jauh dari tempat mereka mencegat mobil Lia.
Flashback of
Bersambung.....
__ADS_1