Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Salah obat


__ADS_3

"Yoga...kamu kenapa ?" tanya Renita


"ti...tidak apa-apa ,tadi aku terkejut saat melihat ular kecil di dekat Nuari ,jadinya aku reflek berteriak tadi " sahut Yoga gelagapan


"ular ....dimana ?" tanya Nuari


"i...itu...di sana ,tapi sekarang sudah gak ada " sahut nya lagi


"huuuhhh....kirain ada apa,sampai berteriak seperti itu,tahu nya cuman ular " ucap Yudi


"kamu tuh tenang saja,jangankan ular kecil ,ular besar saja bukan nya Nuari yang takut malah ular nya yang malah takut "timpal Joni dan Jono


"iih...apa sih kalian,sudah yuk jalan lagi " ucap Nuari lalu jalan lebih dulu ,lalu diikuti Evan dan yang lain nya


Karena mereka harus melewati sungai mereka pun melepas dulu sepatu mereka karena tak mungkin bagi mereka jika harus berbasah-basahan,apalagi jarak dari satu batu ke batu yang tak terendam air sepenuh nya nampak berjauhan,sementara mereka tak membawa sepatu ganti.


Hingga mereka sampai di tepian mereka kembali mengenakan sepatu mereka.


"sudah ?" tanya Evan menatap satu persatu dari mereka


"sudah , ayo kita lanjut" sahut mereka bersama


Jalan yang mereka lewati cukup sulit sebab banyak akar-akar pohon yang nampak timbul di sepanjang jalan,juga bebatuan yang membuat mereka harus berhati-hati dalam melangkah.


"apa rumah penduduk masih jauh ?" tanya Evan pada Marion yang berjalan di samping nya


"sebentar lagi kita sampai ke pemukiman " sahut nya


"bisa istirahat dulu boleh gak,aku lelah banget " ucap Renita dengan nafas tersengal


Langkah mereka terhenti lalu menoleh pada Renita,Nuari melirik pada Evan ,yang dilirik pun seakan mengerti kalau gadis itu minta pendapat nya, akhirnya Evan pun mengangguk.


"ya sudah ,kita istirahat dulu sebentar " ucap Nuari


Mereka pun beristirahat sebentar di sana,Namun Yoga terus memperhatikan sekitar nya,seolah mencari sesuatu.


"kamu mencari apa ?" tanya Nuari lalu menghampiri Yoga


Renita yang berada di dekat Yoga pun langsung memicing kan mata menatap Nuari.


"hanya melihat-lihat saja siapa tahu ada tanaman yang nanti aku butuh kan " sahut Yoga apa adanya


"oh ...." Nuari nampak mengangguk mengerti,namun tiba-tiba Nuari berjongkok ketika melihat sesuatu nampak bergerak-gerak,rupanya ada seekor semut berwarna merah besar tengah berusaha membawa makanan yang berupa bangkai kupu-kupu yang ukuran nya berlipat-lipat lebih besar dari ukuran tubuh nya,namun semut itu seakan tak mau menyerah dan terus berusaha membawa makanan nya hingga sampai ke sarang nya


Nuari nampak memperhatikan semut tersebut.


"terima kasih Ya Allah,berkat semut ini aku jadi bisa mengerti,tak ada hasil tanpa sebuah usaha,aku tak boleh berputus asa,selama harapan itu masih ada " lirih nya membatin


Tanpa terasa bibir nya melengkung membentuk sebuah senyuman,sebab sebuah ide tiba-tiba muncul di benak nya.


"sepertinya aku harus melakukan sesuatu yang dulu pernah aku lakukan di depan Yoga,siapa tahu dengan begitu bisa memancing ingatan nya,masalah Renita itu belakangan karena aku yakin Yoga tak pernah dan tak mungkin menyentuh nya " batin nya lagi


"awas nanti semut nya baper loh kamu senyumin kaya gitu " celetuk Yudi yang ternyata memperhatikan nya


"ah kamu ada-ada saja ,mana ada semut baper yang ada semut itu menggigit" sahut Nuari seraya bangkit

__ADS_1


"semut pun bisa menggigit....apabila di sakiti..." sambung Joni dan Jono malah menyanyi


Mendengar nyanyian tersebut membuat Yoga mengernyit kan kening,entah kenapa tiba-tiba terngiang suara seorang perempuan yang menyanyikan lagu serupa.


Hal itu pun membuat kepala nya kembali berdenyut,hingga ia menyentuh kepala nya.


"ssshhh....." Yoga mendesis menahan sakit


"kau kenapa ?"


"sakit lagi ?"


tanya Nuari dan Renita hampir bersamaan


"aku....aku tidak apa-apa...." sahut Yoga terbata


"tidak apa-apa bagaimana,kamu seperti kesakitan begitu kok " ucap Nuari merasa khawatir


"udah deh ,jangan sok khawatir begitu,dia sudah biasa seperti ini, sebentar lagi juga sakit nya hilang " ucap Renita tiba-tiba


"kamu kok nyepelein begitu sih,kalau dia sakit parah gimana " seru Yudi


"udah-udah aku gak apa-apa kok ,aku memang sering seperti ini " lirih Yoga


"kamu beneran tidak apa-apa?" tanya Nuari


nampak mengkhawatirkan nya


"iya ,tak apa-apa kok " Yoga pun bergegas mencari sesuatu dalam tas nya


Saat Yoga hendak memasukan pil ke dalam mulut nya tiba-tiba Nuari menepis tangan Yoga,dan otomatis pil tersebut terjatuh ke tanah.


"hey...apa yang kamu lakukan ?" seru Renita


Tanpa menjawab nya Nuari menyambar botol obat tersebut dan memperhatikan label nya.


Gadis itu terkesiap saat melihat obat jenis apa itu.


"Ya Tuhan....pantas saja ingatan nya tak juga kembali,dia minum obat nya salah " lirih Nuari membatin


"kenapa ,apa ada yang salah dengan obat nya ?" tanya Yoga


"apa kamu tahu obat yang kamu minum itu obat apa ?" tanya Nuari ,membuat yang lain melihat pada nya


"pereda nyeri " sahut Yoga


"sejak kapan kamu mengkonsumsi obat ini ?" tanya Nuari lagi


"entahlah ,seingat ku aku sudah mengkonsumsi nya semenjak aku tinggal di desa,memang nya kenapa" tanya nya lagi


"dari mana kamu mendapatkan obat ini?" tanya Nuari tanpa menjawab pertanyaan dari Yoga


"dari bidan di desa ku,memang nya kenapa ?" tanya Yoga


"kau ini,ada apa dengan mu kenapa dari tadi malah nanya-nanya terus " timpal Renita

__ADS_1


"mulai sekarang stop konsumsi obat itu,karena obat itu tak akan membuat mu lebih baik kau tahu kenapa ?"tanya Nuari tanpa menghiraukan Renita


"kenapa ?" tanya Yoga lagi


"karena ini adalah sejenis obat penenang yang tak akan membuat mu pulih tapi malah sebaliknya,memang obat ini akan membuat mu tak lagi merasa kesakitan,tapi efek nya kamu akan lupa dengan apa yang terjadi sebelum nya " sahut Nuari


"benarkah ,coba sini aku lihat" sambar Evan lalu meraih botol obat tersebut dan memperhatikan nya


"apa benar begitu,pantas saja setelah aku meminum obat itu aku suka merasa linglung" batin Yoga


"astaga .... kau benar " ucap Evan ,ia yang tahu dengan apa yang terjadi pada Yoga pun sama terkejutnya,yang lain pun nampak penasaran dan meraih obat tersebut


"memang nya kamu sakit apa,sampai harus minum obat penenang seperti ini?" tanya Yudi


"entahlah ,yang jelas kepala ku sering kali merasa sakit "tutur Yoga


"tapi kenapa dokter malah memberikan mu obat seperti ini,ini bisa bahaya loh kalau dikonsumsi dalam jangka panjang,apalagi secara terus-menerus " sambung Joni dan Jono tanpa mereka tahu apa yang di derita Yoga


"bukan dokter ,tapi bidan " timpal Renita


"iya bidan,kenapa ke bidan bukan nya ke dokter ?" tanya Joni dan Jono


"karena di desa kami jauh kalau harus ke dokter ,karena ada nya bidan jadi setiap warga yang sakit datang nya ke bidan " sahut Renita lagi


"gitu ya " sahut si kembar lagi


"memang nya sesering apa kamu mengkonsumsi obat ini?" tanya Nuari menatap Yoga intens,ia benar-benar merasa khawatir jika Yoga memang sering mengkonsumsi obat tersebut


"hanya jika kepalaku merasa sakit saja " sahut Yoga lagi


"ya sudah mulai sekarang kamu jangan minum obat ini lagi, jika kamu merasa sakit di kepala mu ,cukup pejamkan mata mu dan sebut nama Allah di dalam hati mu,aku sering melakukan hal itu jika aku merasakan sakit " ucap Nuari


"memang nya kamu sakit kepala juga ?" tanya Yoga


"bukan kepala ku yang sakit ,tapi hati,...ya sudah sekarang lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita,sebelum semakin sore ,sepertinya kita harus bermalam di sini ,tak mungkin kan kita pulang ke penginapan, sementara hari sudah mulai petang,karena kita tak tahu berapa lama kita berada di sini ,jika kita pulang pun


bisa kemalaman di jalan kita nanti " ucap Nuari seraya melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 14:18


"iya dokter Nuari benar,nanti saya akan bantu carikan tempat menginap untuk malam ini,kebetulan saya punya kenalan di desa ini , mudah-mudahan dia bisa membantu" ucap Marion


"iya terima kasih ya pak Marion,maaf jika kami merepotkan" ucap Evan


"iya pak dokter,tidak apa-apa" sahut Marion


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


Nuari yang berjalan di belakang Yoga pun terus menatap nanar punggung pria itu ,sementara Yoga malah kefikiran ucapan Nuari yang mengatakan jika hati nya yang sakit.


Hingga akhirnya mereka sampai di salah satu rumah penduduk yang memiliki dua ekor kerbau dan satu ekor sapi yang juga sama terjangkit ,mereka pun segera melakukan tugas mereka setelah berkenalan dengan pemilik nya.Sementara Marion segera bergegas mencari kenalan nya untuk meminta bantuan mencarikan penginapan untuk dokter-dokter itu.


Saat yang lain tengah memeriksa dan mengobati hewan-hewan itu ,Renita tak hentinya memperhatikan Yoga yang nampak meringis menahan sakit di kepala nya.


"sebenarnya apa sih penyakit nya,kenapa dia sering banget sakit kepala,apa jangan-jangan sakit nya memang parah " batin Renita menatap Yoga


...***...

__ADS_1


Maaf ya telat up nya,ada sedikit kendala yang mengakibatkan telat,maaf juga jika up nya cuma 1 bab,mau nya 2 bahkan sampai 3 bab dalam sehari, tapi berhubungan dengan mood ku yang kurang baik akhir-akhir ini menjadikan ku hanya bisa up 1 bab saja 🙏🙏🙏


__ADS_2