Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 25


__ADS_3

Hari beranjak petang ,Nuari dan Yoga sudah sampai di rumah ,mereka langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.


Raffa yang juga saat ini tengah mandi dibuat terkejut ketika tiba-tiba saja penutup kloset terbuka dan tertutup sendiri. Ia yang sedang mandi pun mempercepat mandi nya. Bukan takut tapi ia ingin menegur si pelaku.


Setelah meraih handuk bocah itu segera melilitkan handuk nya di pinggang dan berjalan perlahan menuju kloset.


"Hayo loh lagi ngapain "


"Huaaaa......" sosok anak kecil dengan kepala terbelah memperlihatkan isi kepala nya terkejut sampai jari tangan nya terjepit tutup kloset


"Yah putus tuh jari ,kamu sih pengangguran banget ,masa toilet di mainin,kalau mau main tuh mainan ku banyak di ruang bermain " ucap Raffa


"huuuuhuu...." sosok anak kecil itu pun menangis tanpa menghiraukan celotehan Raffa


"Ya udah,silahkan nangis sesukamu ,aku mau pakai baju" Raffa pun segera berlalu meninggalkan sosok hantu anak laki-laki itu


"Bicara sama siapa ?" tanya Ki Jamal


"Sama hantu anak kecil , kasihan kepala nya belah "sahut Raffa


Sementara itu di kamar nya,Nuari dan Yoga sudah selesai mandi ,keduanya akan bersiap untuk shalat Maghrib.


Di tempat lain ,nampak nya Erika masih penasaran kenapa Yoga maupun laki-laki lain tak lagi terpikat oleh nya,jangan kan terpesona melihat nya saja tidak.


"Kenapa bisa begitu ya ,apa susuk ku sudah kadaluarsa dan perlu di upgrade lagi " batin nya


"Tapi kan dukun yang waktu itu membantu ku memasang susuk sudah lama meninggal" lirih nya . Dukun yang saat itu membantu nya memang sudah meninggal dua tahun yang lalu tak lama setelah membantu nya memasang kan susuk


"Apa aku cari dukun lain ya "


Malam terasa begitu dingin,suara air hujan yang jatuh di atas genting menandakan jika malam ini hujan turun sangat deras.


"Hujan deras begini pasti banjir,apalagi kalau hujan nya semalaman" gumam Nuari


"Kenapa sayang?" tanya Yoga


"Ini loh,kalau hujan nya gak berhenti-berhenti besok pasti banjir,sekolah pasti diliburkan "ucap Nuari


"Iya juga ya,semoga hujan nya gak lama "ucap Yoga


"Ngomong-ngomong hujan begini enaknya yang panas-panas nih "ucap Yoga seraya menyeringai


Nuari yang mengerti arah pembicaraan suami nya pun memicingkan mata.


"Aku tahu kamu udah selesai,jadi jangan ada alasan buat nolak ya,kasihan tuh udah bangun saja " ucap Yoga memelas


"Hm...memang nya kapan aku pernah nolak ?" tanya Nuari


"Hehehe....gak pernah sih "


Sementara itu Atha dan Lia yang sudah tertidur lelap di kamar masing-masing tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara gemuruh hujan.

__ADS_1


"Allahumma shoyyiban naafi'an "gumam keduanya di kamar masing-masing


Jika Lia kembali tidur lain hal nya dengan Atha yang beranjak ke kamar mandi karena ingin buang air kecil. Setelah selesai Atha kembali tidur.


Keesokan harinya


Rintik hujan masih terlihat turun membasahi bumi. Udara yang dingin pun membuat setiap orang enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Namun tidak bagi Nuari. Ia sudah terlihat rapih ,Yoga pun masih berada di dalam kamar mandi.


Nuari meraih ponsel nya saat terdengar suara notifikasi ,ia segera membuka pesan yang ternyata dari grup sekolah putera nya.


Rupanya pesan tersebut mengabarkan jika sekolah diliburkan karena banjir.


"Kan apa aku bilang,pasti banjir ,padahal seharusnya sekarang sudah masuk musim panas tapi masih saja turun hujan " gumam nya


"Ada apa sayang ?" tanya Yoga yang baru keluar dari kamar mandi


"Ini... sekolah di liburkan karena banjir ,katanya banjir nya setinggi pinggang orang dewasa " jawab Nuari


"Berarti jalan menuju kantor juga banjir dong,kan jalan nya searah " ucap Yoga


"Ya iya "


"Ya sudah kalau gitu aku kerja di rumah saja deh ,biar bisa sambil kelonan " ucap Yoga dengan gaya genit nya


"Ish...mesum "


"Loh kok mesum sih,orang cuman kelonan" sangkal Yoga mengulum senyum


"Tau ah ,aku ke kamar Raffa dulu "


"Apa?"


"Kiss dulu " pinta Yoga manja sambil memanyunkan bibirnya


Muach


"Udah ya "ucap Nuari tersenyum


"Kok pipi ,aku kan minta nya ini" protes Yoga sambil menunjuk bibir nya


"Hehehe...gak mau ah ,takut bablas ,sana kamu pakai dulu baju nya " ucap Nuari seraya beranjak,namun sebelum nya Nuari malah meremas benda pusaka milik Yoga yang hanya terhalang handuk


"Sayang....awas kamu ya,malah sengaja " kekeh Yoga lalu berjalan menuju lemari pakaian dan menyimpan kembali pakaian kerja nya yang sudah di siapkan Nuari


Ketika Nuari hendak mengetuk pintu kamar Raffa,ia mengurungkan niat nya ketika ia tiba-tiba mendengar Raffa berbicara seakan tengah mengobrol dengan seseorang.


"Raffa bicara sama siapa ?" gumam nya ,Nuari pun menempel kan telinga nya pada pintu


"Coba deh om jin tebak ,aku akan mengetes IQ nya om jin "


"Saat kamu eh om Jin tidur ,ibu mengetuk pintu sambil bawa sarapan ada roti tawar,susu ,setoples selai ,dan nasi goreng. Apa yang om jin buka pertama kali?"

__ADS_1


"Om jin ? " gumam Nuari


"Shyuuutttt.....mama kamu di depan pintu " ucap Ki Jamal


Raffa pun berhenti berbicara,ia lalu meraih buku cerita yang berjudul si kancil yang cerdik.


"Kok berhenti" gumam Nuari lagi


Penasaran Nuari lantas mengetuk pintu


Tok tok tok


"Masuk saja " teriak Raffa


cklek'


Saat pintu sudah terbuka Nuari melihat sekeliling kamar ,namun tak melihat tanda-tanda orang lain di kamar anak nya.


"Sayang ,hari ini sekolah libur ,karena banjir " ucap Nuari


"Banjir ?" tanya Raffa


"Iya . Oh iya sayang tadi mama mendengar kamu tengah berbicara,dengan siapa ?" akhirnya Nuari bertanya


"Oh ,aku lagi baca buku cerita mah ,cerita nya seru " ujar Raffa


"Baca buku?"


Di tempat lain di jam yang sama


Atha dan Lia nampak nya sudah siap dengan seragam nya namun ketika keluar dari kamar mereka bertemu Aranta yang hendak ke kamar mereka.


"Pagi mah "sapa kedua nya


"Pagi juga para kesayangan mama. Hari ini sekolah libur nak,katanya sedang banjir,kian ganti pakaian lagi gih "ucap Aranta


"Yah....kok banjir sih " keluh kedua nya


"Iya kan dari semalam turun hujan gak berhenti-berhenti ,sekarang juga tuh masih gerimis " tutur Aranta


"Katanya hujan membawa berkah , tapi kok bikin banjir ,kan kita mau ngapa-ngapain jadi susah " cetus Atha


"Yang membuat banjir itu bukan hujan nak,tapi kebiasaan buruk manusia yang suka buang sampah sembarangan,jadinya saluran air tersumbat ,ditambah lagi semua jalanan hampir seluruh nya tertutup semen jadi air tak meresap ke dalam tanah jadi jangan heran kalau banjir akan selalu terjadi jika turun hujan " tutur Aranta menjelaskan


"Iya juga ya,jadi yang salah itu manusia bukan hujan " ucap Lia


"Benar sayang ,makanya kita jangan buang sampah sembarangan ya,buang sampah pada ...."


"TEMPAT NYAAA...." seru kedua anak nya secara bersama-sama


"Pintar ,ya sudah saja kian ganti lagi baju nya ,mama tunggu di meja makan ya "

__ADS_1


"Iya mah " sahut Atha dan Lia lagi bersamaan


bersambung...


__ADS_2