Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Gombal gak ketulungan


__ADS_3

Di sebuah rumah kontrakan kecil seorang pria dengan ditemani sebotol minuman keras juga sepiring kacang rebus, tiba-tiba membanting botol kaca yang berada di tangan nya.


prraaannngg'


"si*al.... Jakarta ini sangat lah luas,kemana aku harus mencari gadis bodoh itu " dengus nya marah


"bangs*t......" pria itu pun nampak murka ,apa pun yang ada di dekat nya ia lempar tanpa ampun


Kondisi nya yang tengah mabuk berat pun membuat amarah nya semakin menjadi dan tak bisa mengontrol emosi nya.


**


Cahaya matahari menerobos masuk lewat celah gorden yang sedikit tersingkap.


Nuari mengerjap kan mata ketika cahaya itu menerpa wajah nya.Pertama dalam hidup nya ia bangun kesiangan seperti ini.


"astaga.....aku kesiangan " lirih nya ,ia merasakan berat di bagian perut nya,ia pun melihat sebuah tangan kekar tengah melingkar kan tangan nya pada tubuhnya.


Ia juga merasakan hembusan nafas hangat menerpa leher nya.Nuari melirik ke samping nya,ia melihat wajah tampan yang terlihat damai dalam tidur nya.


"selamat pagi " suara serak Yoga terdengar lirih


"selamat pagi juga " balas Nuari


cup'


Pipi Nuari memerah kala mendapat kecupan singkat itu,di tambah fikiran nya kembali teringat dengan kejadian tadi malam yang membuat nya bangun kesiangan.


Nuari menolehkan wajah nya ke sisi lain karena wajah nya terasa panas.


"mau kemana?" tanya Yoga saat merasakan pergerakan dari tubuh yang ia peluk rapat itu


"aku mau mandi,lihat lah aku kesiangan,pertama dalam sejarah aku kesiangan seperti ini " sahut Nuari


"hm....nanti saja ,aku masih betah seperti ini" ucap Yoga yang tak rela melepas tubuh itu,kedua nya masih sama-sama polos dan tertutup selimut ,setelah semalaman mereka bertempur habis-habisan,mereka pun tertidur begitu saja setelah nya


Nuari terdiam,ia sebenarnya merasa malu jika mengingat yang sudah terjadi tadi malam,apalagi ditambah saat ini ia tak mengenakan apapun,hanya tertutup selimut,ia juga merasakan hangatnya tubuh Yoga yang menempel pada diri nya,dan itu membuat nya semakin malu.


"ayo tidur lagi " suara serak Yoga membuat Nuari kembali menoleh


"udah siang begini ah malu tau sama ayam " desah Nuari


"di sini gak ada ayam kok "sahut Yoga dengan tangan yang sudah usil meraba-raba tubuh Nuari


"ssshhhhh.....Yo... Yoga..."


"hm...." sahut Yoga dengan mata tertutup namun tangan nya semakin aktif


"ja...jangan seperti ini ...." nafas Nuari seakan tercekat ketika sensasi aneh mulai menjalari dirinya


"kenapa.....?" tanya Yoga dengan masih menutup mata nya


"a...aku .... ssshhh....aku ....mau mandi " ucap nya lirih


"ayo kita mandi bersama " ucap Yoga langsung membuka mata menatap Nuari yang tengah memejamkan mata , Yoga tersenyum melihat nya


Tanpa aba-aba Yoga pun langsung bangun dan menggendong tubuh Nuari ala bridal Nuari yang terkejut pun segera membuka mata.


"akkh....kamu mau apa ?" pekik nya


"mau mandi bareng lah " sahut Yoga seraya mengerling kan mata dengan tersenyum genit


"a...apa..."


Nuari mengalungkan tangan pada leher Yoga,dengan menenggelamkan wajah nya dalam-dalam pada d*da telanjang Yoga. Ia malu karena kini mereka sedang dalam keadaan polos saat menuju ke kamar mandi.


Sesampai nya di kamar mandi,kegiatan mandi yang seharus nya menjadi ritual mereka pun malah berganti dengan ritual panas di bawah guyuran air.


Sementara itu di tempat lain

__ADS_1


"sayang...kamu ada merasa mual tidak ?" tanya Gibran saat Aranta membantu nya memakaikan dasi


"enggak " jawab Aranta apa ada nya


"kok aneh ya " gumam Gibran


"kenapa mesti aneh,harus nya kita bersyukur karena selama hamil aku tidak akan tersiksa dengan rasa mual " ucap Aranta


"iya sih,tapi dengan tidak ada nya mual apa itu wajar,yang aku tahu sih tiap ibu hamil pasti akan merasa mual di trimester pertama bahkan sampai kedua,kok kamu enggak " ucap Gibran lagi


"kamu pernah dengar istilah hamil kebo gak ?" tanya Aranta setelah selesai memasang kan dasi


"hah....apa itu ...hamil anak kebo?"


"bukan ....hamil kebo itu ya seperti aku ini,kehamilan yang tanpa tanda dan gejala" ucap Aranta terkekeh pelan


"umum nya ibu hamil kerap mengalami morning sickness,mulas,ngidam makanan,nyeri payudara,dan ciri khas lain nya. Namun gejala yang ikonik ini tidak dirasakan oleh ibu yang mengalami hamil kebo "


"walaupun terlihat enak dan menguntungkan,hamil kebo juga akan memberikan efek negatif bagi ibu hamil,terutama kesehatan, itu karena ibu hamil kurang memperhatikan apa yang di konsumsi karena bisa makan dan minum apa saja,efek nya janin akan berpotensi lahir dengan berat badan berlebih"


Gibran terdiam mendengar kan penjelasan istri nya


"begitu juga dengan kondisi ibu nya,yang akan mengalami kenaikan berat badan lebih banyak,dan efek negatif nya tak hanya itu,rasa malas dan mudah untuk tidur pada hamil kebo membuat ibu kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat menumpukan lemak pada tubuh dan meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah"


"lalu....?" tanya Gibran nampak serius


"lalu ibu yang mengalami hamil kebo seperti ku harus rutin periksa ke dokter kandungan juga mengkonsumsi makanan sehat ,seperti makanan yang kaya protein, lemak baik ,vitamin,dan mineral,sehingga janin pun tumbuh dengan baik,jangan lupa minum susu khusus ibu hamil nya juga " jelas Aranta yang menyimak dengan baik ucapan dokter kandungan waktu ia memeriksa kan kandungan nya tempo hari


"bahaya juga ya efek nya,jadi mulai sekarang kamu harus menjaga pola makan kamu,dan jangan makan makanan sembarangan ya,ingat kesehatan mu juga calon anak kita sangat lah berharga " ucap Gibran yang tiba-tiba merasa was-was dengan efek buruk yang akan menimpa ibu dan calon bayi nya


"iya ,makanya aku tuh paling selektif memilih makanan " tutur Aranta


"syukurlah kalau kamu sendiri sadar akan hal itu "ucap Gibran seraya mengusap pipi kiri Aranta


"hari ini kamu tak usah datang ke kantor ya,biar aku yang akan pulang untuk makan siang ,aku tak mau kamu kecapean" ujar Gibran


"baiklah,tapi bener ya kamu pulang,kalau tidak aku yang akan ke sana nyamperin kamu "


Di waktu bersamaan


"ini....kamu yang masak ?" tanya Evan


"iya ,maaf jika kamu kurang suka makanan nya,soal nya yang ada di kulkas hanya ini " sahut Ayu sedikit ragu


"seperti nya enak,ayo kita makan " cetus Evan


"a...aku juga makan di sini?" tanya nya


"iya....memang nya dimana ?" tanya Evan mengerut kan kening


"tapi aku kan sekarang pembantu mu , masa iya harus makan satu meja dengan majikan ku " sahut Ayu membuat Evan tertawa


"hahaha....kamu tuh ya ,sangat mendalami banget peran mu itu, sudah lah.... santai saja,ayo duduk dan makan lah,temani aku makan" pinta Evan lagi


"baiklah " lirih Ayu


Mau tidak mau gadis itu pun makan satu meja bersama Evan.


"hm....kamu pintar masak juga ya ,makanan nya enak,nanti aku kasih kamu uang buat belanja bahan makanan ya,kamu bisa belanja di minimarket,disana semua bahan masakan sudah lengkap " ucap Evan di sela-sela makan nya


"hm...tapi....apa tidak apa-apa aku pergi ke luar sendiri ,aku takut ke sasar " jawab Ayu polos


"tak mungkin kesasar,minimarket ada di samping apartemen ini " ucap Evan


"tapi....apa tidak bahaya untuk ku,maksud ku di luar sana kan banyak orang-orang yang mungkin akan berniat jahat pada ku " ucap Ayu sedikit ragu


Evan menghela nafas mendengar nya lalu kemudian ia berucap


"Ayu.... mulai sekarang kamu harus belajar untuk berani, lupakan apa yang om kamu katakan pada mu,tidak semua orang akan berbuat jahat pada mu,ok mungkin ada orang yang seperti itu tapi ...tidak semua orang itu jahat,contoh nya aku,kalau aku berniat jahat pada mu kenapa tidak dari awal aku jahatin kamu,waktu di pernikahan teman ku pun tidak ada yang jahat kan pada mu,jadi buang semua fikiran buruk mu itu,kita memang harus selalu waspada pada orang di sekitar kita tapi bukan berarti harus menganggap mereka jahat,kamu mengerti kan maksud ku?" tutur Evan panjang lebar

__ADS_1


Dengan ragu Ayu pun mengangguk


"jadi....kamu mau pergi ke minimarket sendiri?" tanya Evan


"ba...baiklah....akan....aku coba " jawab Ayu akhirnya


"ya sudah ,ayo lanjutkan makan nya "


Mereka pun kembali menikmati makanan yang Ayu masak. Evan benar-benar merasa cocok dengan masakan Ayu,lidah nya benar-benar dimanjakan oleh cita rasa yang gurih dan lezat itu sampai-sampai ia tak sadar jika ia sudah memakan makanan hingga sampai habis.


Setelah selesai sarapan, seperti yang Evan katakan tadi,ia memberikan beberapa lembar uang kertas pecahan seratus ribuan,dengan tangan bergetar Ayu menerima nya.


"Masya Allah.... baru kali ini aku memegang uang banyak,entah berapa ini jumlah nya " lirih nya membatin


"baiklah,kalau begitu aku berangkat kerja dulu,percaya lah tidak akan terjadi apa-apa pada mu " ucap Evan kemudian berlalu ,namun ia tak benar-benar pergi ,ia terdiam di dalam mobil nya untuk memastikan jika Ayu benar-benar akan pergi ke minimarket, ia pun sudah mengatakan pada pihak rumah sakit jika ia akan datang agak siangan


"kenapa dia gak keluar-keluar ?" gumam nya ,sudah lebih dari setengah jam ia menunggu namun tak ada tanda-tanda kemunculan gadis itu


Hingga ketika Evan akan menghidupkan mesin mobil nya,netra nya tak sengaja melihat gadis cantik nan manis bertubuh mungil berjalan keluar dari pintu gedung apartemen.


Evan terus memperhatikan gadis itu sampai ketika Ayu masuk ke dalam minimarket,Evan pun turun dari mobilnya dan mengikuti Ayu.


Ia hanya khawatir jika Ayu akan merasa ketakutan mengingat Ayu sudah sangat dalam termakan omongan om angkat nya itu.


Dalam diam ia terus memperhatikan gerak-gerik Ayu yang nampak kebingungan mencari apa yang ia cari.


Cukup lama Ayu berjalan ke sana ke mari,hingga sampai ia di bagian sayuran,ia nampak nya bingung saat memilih.


"duh ... ini kok mahal-mahal banget sih ,masa kangkung seikat begini harga nya lima puluh ribu sih, ( harga di sesuaikan oleh othor 😅 ) ini kalau di kampung seiket gini palingan lima rebu perak ?" gumam nya pelan


Ayu pun menyimpan kembali sayuran itu,lalu beralih ke sayuran yang lain nya,namun lagi-lagi ia dibuat melongo dengan harga yang tertera di sana.


"Allahu Akbar.....tau gini aku minta diantar ke pasar saja,di sana pasti lebih murah " desis nya ,ia benar-benar merasa shock dengan harga yang menurut nya sangat diluar jangkauan itu


Meski begitu ia tak ingin pulang dengan tangan kosong,mau tidak mau ia pun mengambil beberapa saja seperti jamur,jagung, brokoli, telur puyuh dan tempe.


"mudah-mudahan Evan mengerti aku hanya belanja segini" gumam nya ketika ia keluar dari minimarket


Evan pun cepat-cepat menuju mobil nya dan kembali memperhatikan Ayu. Ketika Ayu sudah benar-benar masuk ke apartemen ,Evan pun mulai menyalakan mesin mobil nya.


Kembali pada Nuari dan Yoga


Kedua nya kini tengah menikmati makan pagi yang sedikit terlambat. Bagaimana tak terlambat jika waktu sarapan mereka gunakan untuk mengulang pergulatan seperti semalam.


"sayang makan yang banyak ya ,biar ada tenaga" ucap Yoga


"hm..." sahut Nuari lemas


"maaf ya,kamu pasti lelah " ucap Yoga merasa tak enak


"iya tak apa-apa,sudah kewajiban aku sebagai seorang istri untuk melayani mu,tapi ...ini lutut ku lemas " lirih Nuari manja


"hehehe....maafin deh,nanti setelah ini kamu boleh istirahat,aku gak akan ganggu kamu,tapi nanti malam lagi ya...ya..." ucap Yoga seraya memainkan alis nya naik turun


"ih...kamu kok jadi mesum dan genit begini sih " ucap Nuari sambil mencubit pinggang Yoga


"aw.... hehehehe....mesum dan genit sama istri pahala nya besar loh daripada sama istri orang,bisa dibacok aku sama suami nya " Yoga terkekeh


"awas aja kalau berani mesum dan genit sama istri orang ,atau sama siapapun aku tak akan segan masukin kamu ke kandang singa " ancam Nuari dengan menyipitkan mata seraya menodongkan garpu di depan wajah Yoga


"hehehehe..... gak akan ,kamu tenang saja hanya kamu lah jantung hati ku, permaisuri ku,belahan jiwa ku, permata hati ku ,cinta ku sayang ku , aku janji hanya kamu yang akan aku genitin setiap hari "


"ya ampun.....manis sekali sih suami ku ini ....tapi sayang..... gombal nya gak ketulungan... khikhikhikhi" Nuari terkikik geli mendengar setiap kata yang Yoga ucap kan


"aku gak gombal sayang ....mana bisa aku gombal,aku mengatakan nya sesuai dengan apa yang ada di hati ku " Yoga meraih tangan Nuari yang masih memegang sendok dan garpu


"percaya lah,cinta ku teramat sangat dalam dan luas pada mu,jangan pernah sekalipun kamu meragukan cinta ku "


"ehm...mari kita buktikan seberapa dalam dan luas nya cinta kita " sahut Nuari seraya tersenyum

__ADS_1


Keduanya pun sama-sama tersenyum,ada rasa haru yang menyelimuti hati kedua nya.


...***...


__ADS_2