Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Lebih berwaspada


__ADS_3

Suara jangkrik terdengar bising diantara suara katak yang tak ingin ketinggalan eksistensi nya dimalam ini.


Malam ini Nuari berada di rumah sendirian,sebab ibu Siska tengah pergi menghadiri sebuah pengajian di RT sebelah.


Sementara Yoga sudah tertidur karena rasa lelah yang mendera nya.Nuari yang menantikan pesan dan telpon pun hanya menatap sendu layar ponsel nya.


Kemudian gadis itu beranjak menuju jendela,dimana jendela tersebut mengarah pada kamar Yoga.


Terlihat lampu kamar pria itu masih menyala terang,itu artinya ia belum tidur.


"Yoga mana sih ,kenapa gak hubungi aku" risau nya


"apa mungkin dia sudah tidur " gumam nya


"mungkin saja iya,tadi siang kan lumayan melelahkan juga,aku juga sedikit ngantuk " gumam nya lagi seraya menguap


Gadis itu pun segera merebahkan tubuh nya di tempat tidur,namun baru saja mata nya terpejam,ia mendengar suara pintu di ketuk,ia pun sontak membuka kembali kedua mata nya.


"apa Bu Siska sudah pulang,tapi kok pake ketuk pintu,kata nya Bu Siska bawa kunci cadangan, seharusnya kan masuk saja " ucap nya pelan


tok tok tok


kembali pintu di ketuk


"lihat atau tidak ya,kalau bukan Bu Siska bagaimana?" fikiran nya mulai gamang, terselip rasa takut di hati nya ,takut bukan pada setan atau semacam nya namun terhadap manusia yang berniat jahat


"tapi sekarang suara ketukan nya berhenti " ucap nya ketika tak lagi mendengar suara ketukan di pintu


Akan tetapi ia menjadi terkesiap saat jendela kamar nya lah yang kini terdengar seperti dipaksa dibuka dari luar.


duk'


duk'


Dengan panik ia pun mencoba menghubungi Yoga


tuuuuuuttt'


panggilan tersambung namun belum ada jawaban dari pria tersebut


"Ya Allah....ayo dong angkat " fikiran nya sudah mulai kacau,ia merasakan firasat buruk saat ini


klotak'


terlihat pintu jendela mulai bergerak,membuat Nuari membelalakan mata. Buru-buru Nuari beranjak dari tempat tidur nya meraih apa pun yang ia lihat di dekat nya.


Dengan bergerak mundur ke arah pintu Nuari menatap awas pada bagian jendela.


Tepat saat pintu jendela hendak terbuka,pintu kamar nya di ketuk ,gadis itu pun terperanjat.


tok tok tok


"mbak Nuari ....sudah tidur belum ?" tanya Bu Siska dari balik pintu


Nuari menghela nafas lega lalu dengan cepat membuka pintu.


ckleek'


Nuari membuka pintu kamar nya


"Alhamdulillah....ibu sudah datang " ujar Nuari merasa lega, terlihat keringat sebiji jangung sudah membasahi wajah nya


"loh mbak Nuari kenapa ?" tanya nya


"tadi....." ucapan Nuari terhenti ,netra nya lalu melirik pada jendela kamar yang nampak tak lagi tertutup sempurna


"tadi apa ?" tanya Bu Siska mangikuti arah pandang nya


"tadi seperti ada yang berusaha membuka paksa pintu jendela nya dari luar,entah siapa aku tak tahu,untung saja ibu sudah datang " ucap Nuari seraya menyimpan raket nyamuk yang ia pegang dari tadi


"benarkah ?" tanya Bu Siska seraya menghampiri jendela


"astaga....iya benar ,lihat lah terlihat bekas congkelan " lirih Bu Siska saat menemukan bekas goresan kasar di kusen pintu jendela bagian luar


"ya ampun....siapa yang berniat buruk pada ku " lirih Nuari merasa cemas


"ya sudah untuk malam ini kamu tidur bersama ibu saja,biar nanti besok ibu minta orang buat benerin jendela nya sekalian ibu mau buat mati ini jendela biar tak bisa di buka" tutur Bu Siska yang juga merasa khawatir

__ADS_1


"iya Bu ,aku jadi takut tidur di sini" ujar Nuari


Kedua nya pun segera keluar dari kamar itu,Bu Siska kemudian mengunci pintu kamar tersebut,karena khawatir jika orang itu akan kembali nekat masuk lewat jendela sementara pintu kamar tak di kunci.


"ayo ikut ibu ke kamar ibu" ajak Bu Siska membawa Nuari ke kamar nya


"maaf ya kamar nya kecil tapi tempat tidur nya muat kok untuk berdua " ujar Bu Siska ketika mereka sudah sampai di dalam kamar


"iya gak apa-apa kok Bu " sahut Nuari yang memang tak mempermasalahkan nya


Sementara di luar sana seorang pria tengah berjongkok di bawah jendela sembari berdecak kesal.


"ck...kenapa Bu Siska cepet banget pulang nya,biasa nya pengajian selesai nya jam sebelas malam,ini baru juga jam sepuluh udah nongol saja, jadi gagal kan "gerutu nya pelan


Pria itu pun mengendap-endap untuk pergi dari tempat itu,hingga ia sampai di jalan tepat di depan rumah Bu Siska , seseorang menegur nya hingga ia terperanjat.


"Jupri,sedang apa kamu di sini?"


"eh pak Wan,ini...saya mau ke warung nya Bu Sofi tapi saya lupa tidak lihat jam,saya fikir masih sore,eh ternyata sudah jam sepuluh,jadinya saya balik lagi karena warung nya tutup" ucap Jupri berdusta, kebetulan tak jauh dari rumah Bu Siska memang terdapat warung kelontong milik Bu Sofi


"oh gitu,makanya kalau mau keluar tuh lihat jam dulu ,jadi cuman dapet capek nya saja kan ,memang nya mau beli apa ?"tanya pak Wan


"ah biasa pak Wan,Renita katanya pengen makan keripik sosis pedas" bohong nya lagi


"oalah.... istri nya ngidam toh,gini saja kebetulan di rumah ada keripik sosis,kemarin istri saya beli dua bungkus, sepertinya masih ada satu bungkus lagi,yuk ikut saya ke rumah,kasihan Renita nanti bayi nya ngeces kalau gak kesampaian" ujar pak Wan yang percaya saja dengan kebohongan Jupri


"mm...boleh deh ,tapi gak apa-apa nih pak ?" tanya Jupri


"ya enggak apa-apa lah,sudah jangan fikirkan macam-macam ,yuk ikut saja saya kasih gratis " ujar pak Wan lagi


Mau tidak mau Jupri pun ikut pria paruh baya itu ke rumah nya.


"gak apa-apa lah,daripada dia curiga,lumayan juga kan dapet makanan gratis , hehehehe" batin nya


Keesokan harinya


Yoga yang baru mengerjapkan mata nya segera meraih ponsel nya,ia menyipit kan mata saat melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Nuari.


"kenapa banyak sekali panggilan nya " Yoga terseyum lalu ia menggulir layar ponsel nya lalu mencoba menghubungi gadis itu


tuuuuuuttt'


Yoga pun kembali mencoba nya namun hingga panggilan ke lima tak juga ada jawaban membuat nya khawatir.


Yoga pun bergegas menuju kamar mandi,hanya dengan mencuci wajah nya,Yoga bergegas meninggalkan kamar mandi itu.


"loh pagi-pagi sekali mau kemana, kenapa terburu-buru begitu ?" tanya Bu Nur Aini yang berada di dapur ,ia tengah memasak untuk sarapan pagi mereka


"aku mau lihat keadaan Ari mah,semalam dia menghubungi ku tapi aku nya malah sudah tidur" jawab nya


"ya ampun nak ,kirain ada apa,ya sudah sana , sekalian ajak Ari sarapan di sini ya "


"iya mah " Yoga pun segera pergi ke luar


tok tok tok


"assalamualaikum....." ucap Yoga


"waalaikum salam...." sahut yang di dalam


"mas Yoga,...ayo masuk mbak Nuari masih di kamar mandi " ucap Bu Siska


"iya Bu,permisi "


Yoga pun duduk di ruang depan untuk menunggu Nuari,hingga suara seseorang di luar membuat nya menoleh ke arah pintu.


"assalamu'alaikum....Bu Siska "


"waalaikum salam ...." Bu Siska nampak berjalan cepat,ia yang baru sampai di dapur untuk membuat kan minum segera kembali ke luar


"ayo masuk pak RT " ajak Bu Siska


Yoga mengernyit melihat kedatangan pak RT


"ada apa pak RT datang kemari?" gumam Yoga membatin


"silahkan duduk pak, sebentar saya buat kan dulu minum " ucap Bu Siska

__ADS_1


"ah tak usah repot-repot Bu Siska,saya hanya ingin melihat sendiri seperti apa kerusakan jendela kamar nya " ujar pak RT


"kerusakan jendela ?" tanya Yoga


"iya mas Yoga,semalam saat saya pergi ....." Bu Siska menjelaskan perihal yang semalam tanpa ada yang di kurangi dan di lebih kan


"APA.....jadi menurut ibu ada seseorang yang berniat mengganggu Nuari ? begitu ?" seru Yoga terkejut


"iya seperti nya begitu , aku sendiri tak tahu siapa orang nya,karena sebelum orang itu benar-benar masuk Bu Siska sudah lebih dulu datang " sahut Nuari tiba-tiba


"tapi kamu tidak apa-apa kan ?" tanya Yoga seraya bangkit dan menghampiri gadis itu


"ya aku tidak apa-apa" jawab nya


"jadi karena itu kamu menghubungi ku semalam ?" tanya Yoga lagi


"ehm...iya,kamu kenapa tak menjawab telpon ku?" tanya Nuari menatap Yoga


"maaf ,semalam aku ketiduran" sesal Yoga


"iya tak apa, beruntung ibu Siska sudah pulang "


"ini lah alasan nya pak RT,kenapa saya menolak calon istri saya tinggal di rumah keponakan pak RT,saya tak mau terjadi sesuatu pada nya,yang dekat saja seseorang sudah nekat bagaimana kalau jauh dari pengawasan ku " ujar Yoga menatap sengit pria paruh baya yang masih duduk di tempat nya


"iya mas Yoga,bapak minta maaf ,bapak gak tahu jika kejadian nya akan seperti ini, tapi kedepan nya saya akan pastikan untuk memperketat keamanan" ujar pak RT


Tak ada sahutan dari pria itu, ia hanya menghela nafas


"sudah lah jangan di permasalahkan lagi ,kejadian semalam biar kita jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati lagi,ini juga bukan kesalahan pak RT" ucap Nuari menenangkan Yoga dengan cara mengusap bahu nya,ia tahu emosi Yoga saat ini tengah tak baik


"tapi aku takut terjadi sesuatu pada mu,aku tak mau kehilanganmu lagi " lirih Yoga sendu


"kamu percaya kan semua nya pada Yang Maha Kuasa,kita berdoa pada Nya agar selalu dijauhkan dari hal-hal yang buruk,dan tak akan ada siapa pun yang akan memisahkan kita lagi " tutur Nuari lembut


"mbak Nuari benar mas Yoga,biar kejadian semalam kita jadikan pelajaran sekaligus peringatan buat kita agar bisa lebih waspada lagi " ucap Bu Siska


"baiklah,kalau begitu saya ingin melihat kerusakan jendela nya " ucap pak RT membuat semua mata tertuju pada nya


"ayo aku juga ingin melihat nya " seru Yoga kemudian


Mereka pun berjalan ke luar rumah,untuk menuju arah samping rumah itu.Setelah sampai mereka pun terkesiap saat melihat banyak nya goresan pada kusen jendela, hal itu tentu saja menguatkan dugaan mereka jika malam tadi benar-benar ada orang yang berusaha masuk dengan mencongkel jendela.


"astaga......"


Sementara di Jakarta,tepat nya di apartemen milik Evan


Pagi ini Ayu sudah mengenakan pakaian yang di pinjamkan Evan pada nya,meski kebesaran tapi ia tak punya pilihan lain,daripada tidak mengenakan apapun fikir nya.


Ia mematut dirinya di cermin. Ada perasaan canggung dalam dirinya ketika ia harus keluar dan bertemu Evan.


"duh,aku kok merasa malu ya,bagaimana nanti pendapat nya,apa aku terlihat aneh dengan pakaian yang kebesaran ini" gumam nya


Suara ketukan pada pintu membuat nya menolehkan kepala nya melihat arah pintu


"apa kau sudah selesai? aku hanya akan bilang akan keluar sebentar, kalau kamu mau sarapan,makanan nya sudah siap,aku memesan kan nya untuk mu " ucap Evan


"i...iya , sebentar lagi aku selesai ,kamu.... pergi lah " suara nya terdengar kikuk


Tak ada lagi sahutan dari Evan,rupanya pria berlesung pipi itu langsung pergi setelah mendengar suara Ayu menyahut dari dalam.


"apa dia sudah pergi " gumam nya


Perlahan ia melangkah kan kaki nya membuka pintu dan melihat sekeliling


"huuuuuffftt.....dia sudah pergi , syukurlah,aku malu sekali " lirih nya


Gadis itu pun segera menuju dapur untuk melihat makanan yang di katakan Evan,setelah melihat nya ia pun segera memakan nya karena perut nya yang juga sudah keroncongan.


Setelah beberapa saat ia sudah selesai menandaskan makanan nya,ia pun segera membereskan bekas makan nya.


"sepertinya dia memang orang baik,kalau tidak mana mungkin dia meminjamkan pakaian nya juga memberi kan ku makanan,dia bahkan membawa ku ke klinik" gumam nya pelan


Perlahan ia mulai menekan rasa takut nya,dan mencoba percaya dengan kebaikan Evan, tentunya ia juga tak ingin diam saja setelah di tolong oleh pria itu.


"aku harus lakukan sesuatu sebagai rasa terima masih ku pada nya,apa ....aku membereskan seisi rumah ini saja ya " fikir nya


Maka tanpa berfikir ulang gadis bertubuh mungil itu pun segera melakukan apa yang ada di fikiran nya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2