Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 30


__ADS_3

"Perkenalkan Bu,nama ku Nuari dan ini kakak aku kak Ara " Ucap Nuari menjulurkan tangan ingin menyalami. Dengan sangat terpaksa Oma nya Chika membalas uluran tangan Nuari dengan tersenyum masam


"Leni ,Oma nya Chika ,mertuanya Arjun " Ucap nya


"Senang bisa berkenalan dengan anda " Ucap Nuari ber basa basi. Leni hanya tersenyum tipis menanggapi


"Ini orang kurang di kasih gula kali ya ,kecut amat kaya tahi kucing "Celetuk Nagin


"Shyuuutttt....Tante Nagin gak boleh bicara seperti itu,nanti Oma nya Chika denger "Ucap Lia berbisik


"Oma nya Chika gak akan denger " Ucap Atha juga berbisik


"Tante,makasih ya udah jengukin aku "Ucap Chika ,ia merasa senang karena merasa di perhatikan


"Dengan senang hati sayang. Oh iya Tante sama Raffa pulang ya,Tante lupa gak izin dulu sama papa nya Raffa kalau mau nengokin kamu" Ucap Nuari yang mulai merasa tak nyaman


"Yah Tante,tapi nanti Tante datang lagi kan?" tanya Chika


"Tante gak bisa janji sayang ,kan Tante juga harus bekerja,nanti kalau ada waktu luang insyaallah Tante ajakin kamu jalan-jalan bersama Raffa " Ucap Nuari


"Kita gak ikutan Tan?" Tanya Atha dan Lia bersamaan


"Ya ikut dong ,semakin rame semakin seru " Sahut Nuari lagi


"Asyiiik ,kita nanti pergi ke taman bunga ,ke taman hiburan ,ke mana lagi ya " Belum apa-apa Lia sudah membayangkan akan pergi ke mana


Aranta menggelengkan kepala melihat putri nya.


"Baiklah ,kalau begitu Tante pamit ya ,cepat sembuh biar bisa sekolah lagi , assalamualaikum"


"Waalaikum salam "


Setelah kepergian Nuari dan Aranta ,Leni membawa Arjun ke luar dari kamar cucu nya.


"Kamu istirahat ya sayang ,Oma mau bicara sebentar sama papa " Ucap nya ,Chika pun mengangguk


"Ada apa mah ?" Tanya Arjun


"Kamu ada hubungan apa dengan perempuan tadi ?" tanya Leni tanpa basa basi


"Perempuan yang mana mah ?" Tanya Arjun ,ia bertanya seperti itu karena tadi ada Nuari juga Aranta


"Yang berkenalan sama mama " Jawab nya ketus


"Oh ,Bu Nuari ? Dia mama nya Raffa teman nya Chika " Jawab Arjun


"Sudah berapa kali mama bilang ke kamu ,untuk tidak menikah dulu sebelum Chika dewasa. Mama gak mau nanti fokus kamu ke istri baru kamu dan Chika jadi terlantar " Ucap Leni


"Ya ampun mah,siapa yang mau nikah ,lagian Bu Nuari itu punya suami ,suami nya atasan aku pula,mana mungkin mah" Ucap Arjun menjelaskan


"Ya siapa yang bisa jamin kalau diantara kalian tidak ada apa-apa,banyak kok kejadian perempuan bersuami selingkuh dengan bawahan suami nya " Ucap Leni yang masih tetap dengan dugaan dan keyakinan nya


"Astaghfirullah....gini amat punya mertua cerewet juga posesif " lirih Arjun membatin


Sementara di dalam mobil Nuari sedang menelpon Yoga. Ia mengunakan headset karena ia tengah fokus menyetir.


"Loh kamu sedang ada dimana , seperti nya di jalan ?" tanya Yoga


"Iya ,maaf lupa ngabarin ,tadi sepulang sekolah aku nganter Raffa dulu jenguk teman nya sakit " Ucap Nuari

__ADS_1


"Teman nya. Siapa ?" tanya Yoga


"Chika sayang ,dia sakit jadinya Raffa merengek terus minta diantar ke rumah nya "tutur Nuari


Nuari melirik pada Raffa di samping nya. Bocah itu nampak tertidur.


"Kamu sendirian ke sana sayang ?" tanya Yoga yang tiba-tiba sudah masuk zona cemburu nya


"Enggak. Sama kak Ara juga kok " Sahut Nuari


"Oh syukurlah kalau begitu "


"Memang nya kenapa ?" tanya Nuari


"Enggak apa-apa ,cuman nanya saja " Sahut Yoga


Tak lama kemudian percakapan mereka pun berakhir. Sementara itu Aranta yang juga tengah mengendarai mobil nya harus terus melerai kedua anak nya yang terus ribut karena rebutan makanan. Padahal mereka punya makanan masing-masing.


"Hey, sudah-sudah jangan ribut , sebentar lagi kita sampai rumah. Lia kamu gak boleh begitu sayang,harus sopan pada kakak mu ,kamu juga Atha ,jangan usil. Kalian harus rukun karena jika suatu saat mama dan papa gak ada kalian bisa saling melindungi dan menyayangi " Ucap Aranta menasehati anak-anak nya


"Memang nya mama sama papa mau kemana?" Tanya Lia nampak polos


"Umur seseorang kan gak tahu sayang ,bisa besok ,lusa bahkan sekarang pun jika Allah sudah berkehendak maka mama atau papa tidak bisa menghindar,jadi kalian harus akur ya " Ucap Aranta lagi


"Huaaa.....mama jangan bicara seperti itu , kami gak mau mama sama papa meninggal huuuhuuu...." Sontak saja Lia dan Atha nampak menangis setelah mendengar ucapan Aranta. Mereka begitu karena mereka sudah mengerti ucapan mama nya.


"Makanya kalian itu harus akur ,dan saling menyayangi "Ucap Aranta lagi


"Iya mah ,janji kami gak akan berantem lagi " Sahut Atha dan Lia kompak


"Nah gitu dong ,itu baru anak nya mama " Namun baru saja Aranta berkata seperti itu lagi-lagi Atha menjahili adik nya


"Huaaa......mama....Abang nakal " Jerit Lia ketika pipi nya terkena saus tomat.


"astaghfirullah....baru juga dibilangin "lirih Aranta menggeleng kan kepala


Di tempat lain Yoga baru keluar dari ruangan nya. Ia hendak menuju ruang rapat. Akan tetapi seorang perempuan tiba-tiba datang menghalangi langkah nya.


"Ngapain lagi kamu ke sini?" Tanya Yoga dingin


"Bapak memang tak ada rasa apa gitu padaku?" Tanya nya


"Ada. Rasa enek pengen muntah lihat wajah kamu. Sudah lah jangan datang lagi,kalau sampai kamu terus menemui ku aku akan laporkan kamu ke polisi " Tegas Yoga


Erika yang sempat tersenyum pun langsung murung


"Atas dasar apa sampai harus dilaporkan ke polisi segala "Tanya Erika yang nampak masih enggan untuk pergi


"Karena kamu selalu menganggu ketenangan ku ,aku bisa laporkan kamu dengan tuduhan pe la kor "


"A...apa....aku bukan pelakor ya !" sengal Erika tak terima


"Kalau bukan pelakor lalu apa nama nya jika seorang perempuan ngejar-ngejar pria beristri " Skak Yoga


"Sudahlah jangan buang waktu ku " Yoga pun berlalu meninggalkan Erika


"Apa aku kurang cantik hingga bapak tidak tertarik sama sekali pada ku ?" Tanya Erika


"Ck, meresahkan sekali " Gumam Yoga menghentikan langkah nya

__ADS_1


"Kalau boleh jujur memang istriku yang paling cantik dari mu,bahkan dari seluruh wanita di muka bumi ini ,hanya istriku yang paling cantik " Setelah mengatakan itu Yoga pun pergi


"Brengsek....bagaimana mungkin dia tak terpikat lagi oleh ku ? Ini tidak boleh dibiarkan,masa iya susuk ku tidak lagi berfungsi " Gerutu Erika mengumpat


Sampai saat ini ia masih belum menyadari jika susuk dan ajian pelet nya sudah sirna.


Di tempat lain,setelah Nuari mengantarkan Raffa ke rumah ia harus kembali ke rumah sakit dikarenakan ada sebuah panggilan dari rumah sakit jika ada anjing jenis buldog mengamuk ketika hendak divaksin.


"Sayang,mama harus pergi lagi gak apa-apa kan ?" Tanya Nuari pada Raffa


"Iya mah ,gak apa-apa kok kan di rumah ada bibi ,jadi aku gak kesepian " Sahut Raffa yang sama sekali tak rewel ketika hendak ditinggal


"Anak pintar ,kamu baik-baik di rumah ya,nurut sama bibi gak boleh main sampai keluar pagar " Ucap Nuari lagi


"Iya mama "


"Kalau gitu mama pergi ya , assalamualaikum"


"Waalaikum salam, hati-hati ya mah" Ucap Raffa


"Iya sayang " Nuari pun pergi setelah sebelumnya mencium kepala putra nya


Setelah melihat mama nya sudah pergi Raffa pun memanggil Ki Jamal. Sebelum nya Raffa meminta pada bibi art untuk tidak mengganggu nya karena ingin tidur. Raffa juga mengunci pintu kamar nya.


"Ada apa ?" Tanya Ki Jamal


"Bawa aku ke rumah Atha dan Lia dong,aku mau main ,di sini bosan sendirian "Pinta nya


"Katanya mau tidur "Ki Jamal nampak mengejek


"Hehehe.....gak jadi "


"Ok,tapi tunggu dulu aki lihat dulu mereka sedang apa " Ucap Ki Jamal lalu memejamkan mata nya


"Ih jelek banget panggilan nya aki,om jin lebih keren " gumam Raffa


Tak lama kemudian Ki Jamal membuka mata.


"Gimana om jin ?"


"Mereka sedang tidur " jawab nya


"Ah bohong " Raffa mencebik


"Ya sudah kalau gak percaya " Ki Jamal lalu kembali ke tempat nya


"Bilang aja gak mau ,pake bilang lagi tidur segala " Raffa yang kesal pun akhirnya meraih ponsel nya dan menghubungi salah satu sepupunya itu


Raffa memang sudah di berikan ponsel ,namun ponsel yang dibelikan orangtuanya merupakan ponsel biasa yang hanya bisa menelpon dan mengambil gambar. Yoga sudah menyeting ponsel nya agar tak bisa menjangkau internet. Tujuan Nuari dan Yoga karena mereka khawatir dengan kecanggihan teknologi yang semakin maju. Mereka tak ingin otak anak mereka terkontaminasi dengan hal-hal yang tak semestinya dilihat oleh anak seusia Raffa.


Kan gak lucu jika Raffa yang baru berusia hampir enam tahun sudah memiliki sosial media,apalagi banyak iklan dan video tak pantas yang bisa saja tiba-tiba muncul ketika Raffa bermain ponsel.


Raffa pun hanya menggunakan ponsel itu untuk menghubungi orang-orang terdekat nya.


Cukup lama panggilan telepon tersebut namun tak ada jawaban.


"Iiiih sebel deh,kok gak diangkat "


"Sudah dibilangin mereka sedang tidur,dasar gak percayaan "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2