
Yoga memperhatikan Jupri yang seperti orang linglung ,ia juga melihat pada jendela yang terbuka.
"Ah, dia masuk lewat jendela rupanya" Gumam Yoga
Meski ia sudah gemas pada Jupri dengan apa yang sudah ia lakukan, Yoga masih menahan dirinya untuk tak membuat keributan.
Apalagi di sana ada putra nya yang bisa saja jadi terancam keselamatannya mengingat betapa nekat nya seorang Jupri.
Tanpa menunggu lama Yoga pun dengan cepat mengunci kedua tangan Jupri,sampai ia tersadar jika keberadaan nya sudah diketahui.
"Apa yang kamu lakukan di sini? " Tanya Yoga
"Belum puas kamu dengan apa yang kamu lakukan pada keluarga ku? " Tambah nya
"S*al ! Bagaimana mungkin aku tak tahu kedatangan nya " Rutuk Jupri membatin
Saat itu juga Yoga membawa Jupri keluar dari kamar Raffa.Di saat bersamaan Nuari pun hebdak,menyusul karena sudah terlalu lama Yoga tak kembali setelah ia meminta nya membangunkan Raffa.
Tubuh Nuari membeku ketika ia melihat Yoga bersama seseorang yang sangat ia benci sekaligus takut. Bahkan tubuh nya sampai bergetar.
Yoga menyadari ketakutan Nuari ia pun mencoba menenangkan istri nya itu dengan masih mengunci Jupri.
"Sayang tenang lah ,tidak akan terjadi apapun ,sekarang kau masuk ke kamar bersama Raffa " Ucap Yoga pelan
Jupri mendecih " Makin cantik dan seksi saja "
"DIAM !" Sentak Yoga
Nuari berlari meninggalkan mereka menuju kamar Raffa sesuai ucapan Yoga.
"Oh Tuhan,kenapa aku dipertemukan kembali dengan orang jahat itu,kenapa dia ada di sini " Lirih nya seraya mengusap wajah nya
Ia menatap putra nya ,hatinya lega melihat sang putra nampak baik-baik saja.
Di luar Yoga sedikit lengah saat sebelah tangan nya mengotak ngatik ponsel nya hendak menghubungi polisi.
Buk'
Cekalan pada tangan Jupri terlepas seiring rasa sakit yang tepat di ulu hatinya karena sikutan dari Jupri.
"Kau fikir semudah itu mengalahkan Jupri ? rasakan ini ! " Jupri menerjang Yoga dengan mengayunkan kaki nya hendak menendang ,namun Yoga dapat menghalau tendangan nya dengan menangkap kaki Jupri dengan tangan nya lalu ia putar hingga Jupri menjerit kesakitan
Bruukk'
__ADS_1
Tubuh Jupri terjatuh setelah dorongan dari Yoga.
Orang-orang yang masih berada di luar saat langit menggelap menyaksikan kejadian itu.
"Jangan pernah berniat mengusik keluarga ku lagi ! Jika kau tetap melakukan nya maka kau sendiri yang akan menyesal " Rahang Yoga sampai mengeras karena ingatan nya beberapa tahun silam membawa nya pada kenangan pahit sang istri tercinta ditambah Jupri juga merupakan pelaku dari kebakaran restoran nya,ia pun masih mempertanyakan keberadaan nya di rumah itu apalagi pria itu berada di kamar putra semata wayang nya
"Dan apa tujuanmu menyusup ke rumah ku ?" Yoga mencengkram erat baju Jupri. Tangan nya sudah siap untuk menghajar jika jawaban nya kembali membuat emosi nya naik
"Hehehehe...."Hanya kekehan yang keluar dari mulut nya ,membuat Yoga tak tahan dan langsung melayangkan kepalan tangan nya
Buk'
Para warga yang menyaksikan segera melerai keributan tersebut.
"Maaf mas Yoga,ada apa ini sebenarnya?" Tanya salah satu warga
"Dia diam-diam masuk ke dalam rumah ,entah untuk apa tujuan nya,tapi aku yakin itu bukan hal yang baik "Jawab Yoga
Warga lalu mengamankan Jupri sebab warga sudah tahu tabiat Jupri seperti apa. Mereka khawatir jika Jupri akan melakukan sesuatu yang tak baik. Mereka tak tahu saja apa yang sudah laki-laki itu perbuat pada bisnis nya Yoga.
Hingga kedatangan beberapa orang polisi mengejutkan mereka. Jupri pun tak sempat menghindar karena cekalan tangan Yoga yang kuat. Yoga sudah melihat gerak-gerik Jupri yang hendak kabur,maka dengan gerakan cepat Yoga pun mencekal tangan nya.
"Rupanya penjara tak pernah membuat mu jera. Setelah bebas bukan nya menjadi pribadi yang lebih baik kamu malah menghancurkan tempat usaha ku ,dan sekarang kamu menyelinap masuk ke rumah ku. Apa tujuan mu sebenarnya dan apa alasan mu selalu mengusik ku ?" Rentetan ucapan Yoga membuat semua orang tercengang mendengar nya
"Memang nya dia melakukan apa mas ?" tanya warga saling bersahutan
Secepat nya mobil polisi itu pergi meninggalkan tempat itu. Yoga pun diminta datang untuk memberikan keterangan. Setelah berpamitan pada istri nya,Yoga pun pergi.
Sementara di tempat lain, Evan dan Ayu baru saja sampai di sebuah kafe. Sejak tadi pagi selera makan Ayu hilang entah kemana. Ayu hanya makan buah dan roti serta susu saja. Hingga malam ini Evan sengaja mengajak nya makan malam diluar siapa tahu dengan mengajak makan diluar selera makan nya kembali muncul.
Dan benar saja ,tak lama setelah kedua nya duduk di meja yang kosong,Ayu nampak berbinar ketika melihat sebuah menu masakan yang tiba-tiba menggugah selera nya.
"Sayang,aku mau itu " Tunjuk nya
"Yang mama" Tanya Evan mengikuti arah telunjuk nya Ayu
"Iya loh yang di gambar itu , seperti nya enak banget ,aku mau ya " Pinta Ayu dengan wajah memelas
"Sebentar aku tanya kan dulu,barangkali ada ,itu kan cuman gambar sayang " Evan beranjak menuju meja pemesanan , sebab di kafe itu tidak ada pelayan yang datang menyapa lalu mencatat pesanan ,pelayan akan datang setelah pesanan siap lalu menyajikan di meja si pemesan.
Gambar makanan yang Ayu tunjuk sendiri memanglah bukan menu di kafe itu. Melainkan sebuah menu dari kafe terdahulu yang rupanya lupa dilepas.
"Gimana ? Ada gak ?" tanya Ayu dengan tatapan berharap
__ADS_1
Helaan nafas Evan menjadi pertanda jika makanan yang Ayu ingin kan tidak ada , wanita hamil itu pun seketika murung.
"Kamu tenang saja ,mereka sedang mengusahakan makanan mu ,aku tadi sudah katakan kalau istri ku yabg sedang hamil ingin makan makanan yang seperti pada gambar itu,mereka mengerti dan tunggulah sebentar lagi makanan mu datang " Tutur Evan membuat wajah murung tadi seketika kembali berbinar
"Sungguh ?" Tanya Ayu semakin tak bisa menyembunyikan rona bahagia nya
Evan beranjak lalu berlutut di depan Ayu.
"Evan apa yang kamu lakukan ?" Pekik Ayu terkejut
"Diam lah ,aku sedang ingin bicara pada calon anak kita " Cetus Evan lalu tangan nya terulur menyentuh perut yang sudah sangat buncit
"Sabar ya sayang, sebentar lagi makanan nya siap " Ucap Evan berbicara di depan perut buncit nya Ayu
Setelah puas mengajak janin di perut Ayu berbicara ,Evan pun kembali ke tempat duduk nya. Bersamaan dengan itu pelayan pun datang dengan membawa makanan pesanan tadi.
Mata Ayu nampak berbinar melihat nya. Evan pun tersenyum melihat reaksi istrinya itu.
"Makasih ya mbak,mas " Ucap Ayu ketika dua pelayan selesai menata makanan di meja
Kedua pelayan itu hanya tersenyum menanggapi.
Setelah kedua pelayan pergi,Ayu pun segera menikmati makanan nya.Lagi-lagi Evan tersenyum ketika melihat Ayu makan dengan sangat lahap.
Di sudut lain rupanya ada Rina juga yang tengah makan bersama teman kencan nya ,ia menatap benci pada Ayu ,apalagi ketika melihat Evan berkali-kali bersikap manis dengan mengusap bibir Ayu ketika ada makanan di sana. Membuat ia merasa geram.
"Aku ke toilet sebentar ya " Ucap Ayu ketika ia sudah selesai makan
"Ayo aku temani "Evan beranjak namun Ayu menolak
"Gak usah ,aku bisa kok sendiri. Gak akan lama ,aku mau pipis " Ucap nya sambil berbisik
"Ya udah jangan lama-lama , nanti aku susul kalau lama ya " Ucap Evan
"Iya " Ayu beranjak dan segera pergi menuju toilet
Di ujung sana Rina nampak menyeringai.
"Beib,aku ke toilet sebentar ya " Pamit Rina pada teman kencan nya itu
"ok ,jangan lama-lama,setelah ini kita akan bersenang-senang "Sahut laki-laki itu
Rina tak menyahut lagi ,ia hanya tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata nya lalu berlalu dari hadapan nya.
__ADS_1
"Kenapa perasaan ku tiba-tiba tak tenang,apa aku susulin Ayu ke toilet "
bersambung...