
* flashback
Nuri yang merasa kan tak enak di hati nya membuat nya tak fokus,ia yang tengah mengendarai mobil sepulang dari kafe pun hampir menabrak pejalan kaki,beruntung ia dapat menginjak pedal rem dengan cepat.
"Ya Allah....kenapa hatiku terasa sesak begini,perasaan ku sungguh tak enak,ada apa ini ....apa terjadi sesuatu ?" batin nya lirih,ia belum juga melajukan mobil nya setelah ia meminta maaf pada orang yang hampir ia tabrak,dan orang itu pun sudah pergi
"Wo....apa kamu merasakan sesuatu ?" batin nya memanggil makhluk tak kasat mata penjaga nya yang selalu duduk di atas mobil nya
"gggrrrrrhhhhh......" makhluk tinggi besar berbulu itu pun nampak menggeram lalu berkata
"cepat hubungi suami mu,anak mu ...Ari sedang dalam masalah" ucap nya tanpa ingin memberi tahu detil nya
"masalah ....?" ucap nya mengulang
"iya cepat lah,suruh suami mu cepat pergi ke tempat Ari berada " seru Wowo
Maka tanpa berlama-lama,Nuri pun segera menghubungi suami nya dan segera mengatakan apa yang di katakan Wowo pada nya.
Dan saat itu juga Rifki bersama Gibran langsung berangkat menuju Pontianak dengan menggunakan pesawat jet perusahan yang sering ia gunakan jika dalam masalah urgen saja.
Di tempat nya Yoga yang tengah meminta bantuan pada polisi pun di buat terperanjat sebab ponsel nya tiba-tiba berdering,dan hal yang lebih membuat nya gugup karena melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
"om Rifki ..." gumam nya pelan
Yoga pun segera mengangkat panggilan tersebut dan mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Tak sampai satu jam Rifki dan Gibran pun sudah sampai.Para polisi yang awal nya ogah-ogahan dan terkesan menyepelekan masalah Yoga pun berubah sigap dan terlihat profesional ketika kedatangan Rifki.
Mereka sangat tahu siapa Rifki,sebab mereka sudah beberapa kali mengawal suatu acara yang di gelar Rifki di kota tersebut,acara yang dimaksudkan adalah acara bazar amal,pembagian sembako gratis ,pembangunan sekolah gratis,dan lain sebagainya. Bahkan mereka juga tahu beberapa anak perusahaan nya yang bergerak di berbagai bidang yang berdiri di kota tersebut,makanya mereka sangat menyegani suami dari Nuri itu.
Dan mereka tak pernah menyangka jika pria yang melaporkan kehilangan kekasih nya merupakan calon menantu nya, yang itu berarti anak dari Rifki lah yang dimaksudkan hilang tersebut.
Maka tak menunggu lagi mereka pun segera berangkat menuju lokasi yang dikirimkan oleh Silvi pada Yoga.
* flashback of
Kini di ruangan nya ,Nuari berbaring menatap kosong pada langit-langit. Fikiran nya entah kemana,jiwa nya seolah hilang dari raga nya.
Kemudian ia menolehkan kepala saat merasakan seseorang menyentuh tangan nya.
"kamu belum ngantuk,sudah jam berapa ini,ayo tidur,papa akan menunggumu di sini " ucap Rifki yang sama sekali tak meninggalkan nya
"hm..iya pah,eh...kakak dan Yoga kemana?" tanya nya yang baru menyadari kedua pria itu tidak ada di ruangan nya
"mereka sedang ada keperluan, sebentar lagi pasti mereka kembali " jawab nya tak ingin memberi tahu yang sebenarnya,ia takut jika ia memberitahu yang sebenarnya,putri nya akan kembali merasa sedih dan akan memperburuk keadaan nya
"pah....bisa kah papa tidur di sini bersama ku,aku takut tidur sendirian,setidak nya sampai aku tidur papa boleh turun" pinta nya memelas
"baiklah,apa pun itu asal kamu merasa tenang,jangan takut,ada papa bersama mu " ucap Rifki yang merasa miris dengan keadaan putri nya ,ini lah yang ia takut kan jika putri nya berada jauh dari nya , dulu ia sering memerintahkan para bodyguard untuk menjaga nya,namun semenjak putri nya itu protes karena merasa tak bebas pun mengharuskan nya mau tak mau membebas kan nya dari pantauan para bodyguard
Bagaimana tak protes jika setiap ada yang mendekati nya entah itu perempuan atau laki-laki selalu di tatap tajam dan dicurigai oleh para bodyguard nya,tak jarang para bodyguard itu selalu menggeledah barang bawaan teman-teman nya,hingga Nuari selalu mendapat cibiran teman-teman satu kampus.
"bismilah....baca doa dulu sebelum tidur " ucap Rifki setelah ia membaringkan diri nya di samping Nuari ,beruntung tempat tidur nya sedikit luas hingga bisa di tiduri dua orang
"iya pah.... bismillahirrahmanirrahim.....bismika allahuma ahya...."
"amiiiin....."
__ADS_1
Gadis itu pun segera memejamkan mata setelah selesai membaca doa. Usapan lembut pada kepala nya pun mengantarkan ia pada tidur lelap nya.
"kasihan sekali kamu sayang,papa pastikan kedua orang itu akan membusuk di penjara sampai ajal menjemput mereka " geram nya dalam hati
Ketika sudah di pastikan jika putri nya sudah benar-benar pulas,ia pun bergerak perlahan untuk segera turun dari tempat tidur.
Ia lalu merogoh ponsel nya dan menghubungi Gibran ,sambil menunggu jawaban,Rifki segera berjalan menjauh agar suara nya tak mengganggu tidur putri nya.
"bagaimana.........benarkah ,lalu bagaimana selanjutnya.......bagus ....kita harus membuat mereka menyesali perbuatan mereka dengan membusuk di penjara.....apa....wanita itu hamil ?.......biarkan saja wanita itu melahirkan di sel tahanan,toh masih ada para orangtua mereka yang akan mengurus bayi nya ketika lahir,jika pun mereka tak mau ,masukan saja bayi nya ke panti asuhan "ucap Rifki yang sama sekali tidak mau mentolerir kesalahan Renita dan Jupri
panggilan telpon pun terputus
Ia menghela nafas setelah itu ponsel nya kembali berdering ,ia segera mengangkat telpon tersebut.
"assalamualaikum sayang ........... Alhamdulillah,Ari tidak apa-apa ,hanya shock saja,sekarang ia sudah tidur .......iya kalau kondisi nya sudah baik kami akan segera pulang,kamu hati-hati di rumah,jangan terlalu banyak fikiran......iya aku juga merindukan mu,sudah dulu ya,sudah larut malam sebaik nya kamu segera tidur .........iya ......love you to..... waalaikum salam .......muach " panggilan telepon dari Nuri pun terputus, Rifki sama sekali tak memberi tahu perihal luka lebam
di sekujur tubuh putri nya terutama pada bagian wajah ,sebab ia tak ingin istrinya semakin khawatir
Sementara itu,kabar tertangkap nya Jupri dan Renita dengan Nuari yang jadi korban pun sudah sampai di telinga para warga.
Mereka banyak yang mengecam dan juga mengumpati pasangan itu dengan kata-kata kotor,sumpah serapah pun terlontar dari mulut mereka.
Di sebuah pos ronda,yang kebanyakan para bapak-bapak pun tak henti-hentinya membicarakan Jupri dan Renita.
"emang dasar ya mereka itu tak pernah belajar dari kesalahan,baru saja mereka kita terima kembali setelah di asing kan karena perbuatan mesum mereka,kini mereka kembali berulah,heran...terbuat dari apa sih otak kedua nya "
"kasihan orangtua mereka,waktu itu saja mereka merasa malu dengan perbuatan kedua nya ,bahkan sampai tak mau lagi mengurusi mereka,dan kini setelah orang tua mereka membuka hati menerima kedua nya lagi eh mereka malah semakin menjadi, kelakuan mereka sungguh tak bisa dimaafkan tapi ...beneran kan calon istri nya mas Yoga itu tidak sampai diapa-apain ?"
"yang aku dengar sih belum,karena korban nya sendiri berusaha terus melawan meski harus mendapat kekerasan dari si kampret"
"dan denger-denger ada salah satu korban lain yang masuk rumah sakit sampai masuk UGD malah,katanya sih dia saksi mata ketika pacar nya mas Yoga di culik "
Begitulah obrolan mereka di pos ronda
Di dalam rumah nya Bu Nur Aini merasa sangat gelisah,ia sudah di beri kabar oleh Yoga mengenai apa yang terjadi pada Nuari,dan kini ia merasa sedikit lega karena Nuari berhasil selamat namun tetap saja ia masih merasa gelisah karena belum melihat keadaan Nuari secara langsung. Berharap pagi segera datang ia pun memaksakan diri untuk menutup mata yang sama sekali enggan terpejam.
Beralih pada Yoga dan Gibran yang berada di perjalanan setelah mengurusi Renita dan Jupri di kantor polisi.
Sepanjang perjalanan tidak ada satu patah pun yang terdengar dari mulut mereka, kedua nya larut dalam fikiran masing-masing,namun tujuan hati mereka sama yaitu Nuari. Kedua nya sama-sama mengkhawatirkan psikis gadis itu.
Bagaimana tidak,saat kedua nya hendak pergi menuju kantor polisi,sikap Nuari begitu mengkhawatirkan bagi mereka. Bahkan saat diajak berbicara pun Nuari sama sekali tak merespon dan hanya melihat kosong ke depan. Ketika mereka berpamitan pun Nuari nampak terdiam menatap kosong jendela.
Saat kedua nya sudah sampai di rumah sakit,kedua nya segera menuju ruang rawat Nuari.
"assalamualaikum......" suara Yoga dan Gibran pelan saat memasuki kamar itu
"waalaikum salam......" sahut Rifki pelan
"syukurlah Ari sudah tidur " gumam Gibran
"om ,kak,sebaiknya kalian beristirahat di rumah ku saja,biar Ari aku saja yang jaga " ucap Yoga
"tak apa ,kami di sini saja ,ini sudah larut malam,kami pun sudah sangat lelah " sahut Rifki
"ya sudah kalau begitu,om dan kakak bisa tidur duluan,aku belum mengantuk " ujar Yoga lagi
"baiklah kalau begitu,jika ada apa-apa bangun kan kami " ucap Gibran seraya merebahkan tubuh nya di kasur lipat yang sudah di sediakan di kamar itu karena kamar rawat itu merupakan yang VIP , fasilitas nya pun cukup memadai,sudah ada dispenser, televisi,sofa ,kasur lipat untuk keluarga pasien yang berjaga, dan kulkas kecil
__ADS_1
"ehehehehe....kamu jangan khawatir cu....ada nenek yang ikut menjaga Ari di sini" ucap Wewe
Gibran mengacungkan jempol nya pada makhluk tak kasat mata itu, Yoga yang tak sengaja melihat tingkah calon kakak ipar nya tersebut pun mengerut kan kening.
"kenapa dengan kak Gibran,dia mengacungkan jempol nya pada siapa,...duh bikin horor saja " batin nya lalu beralih menatap Nuari yang tidur begitu lelap
"maafkan aku, gara-gara aku tak becus menjaga mu , kamu jadi seperti ini " lirih nya
Ia pun meraih tangan Nuari dan menggenggam nya erat,lalu mencium punggung tangan nya, ia terus menyalahkan diri nya atas apa yang menimpa Nuari.
Hingga ia pun merasa matanya sangat berat pandangan nya pun mulai meredup, Yoga pun tertidur dalam posisi duduk dengan kepala berada di tempat tidur Nuari.
Dua hari berselang
Nuari sudah selesai di periksa dokter,kondisi psikis nya pun semakin membaik,ia sudah mulai bisa diajak ber komunikasi dengan baik,dan hari ini gadis itu pun sudah diperbolehkan pulang.
Sebelum pulang,Nuari menghampiri Silvi terlebih dahulu. Gadis itu sudah dipindahkan ke ruang rawat sesaat setelah ia sadar beberapa hari lalu.
"aku bersyukur tidak terjadi apa-apa pada mu,jika terjadi sesuatu pada mu aku tak bisa maafkan diri ku sendiri ,maaf gara-gara aku kamu jadi seperti ini ,tapi bagaimana cerita nya kamu bisa ada di tempat itu juga" ucap Nuari seraya meraih tangan Silvi,ia pun bertanya mengenai keberadaan nya di tempat itu
"aku tak sengaja melihat kamu saat dibawa seseorang dalam keadaan pingsan,aku langsung curiga kalau ada yang tak beres,karena kamu malah di letakan di bagian belakang pick up dengan di tutupi terpal,aku pun langsung mengikuti mobil pick up itu ,dan ternyata benar mereka berniat buruk pada mu " tutur Silvi menjelaskan
"terima kasih ....terima kasih ....jika saja tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi pada ku saat ini,aku benar-benar berhutang budi pada mu" ucap Nuari dengan berlinang air mata
"tidak perlu berterima kasih,justru aku yang harus nya meminta maaf pada mu,maaf karena aku sudah pernah merasa tak suka pada mu " ucap Silvi yang merasa menyesal pernah ingin menjahili gadis yang saat ini berbicara dengan nya
"iya ,tak apa....wajar jika seseorang merasa tak suka terhadap sesuatu,termasuk pada ku,itu manusiawi bukan .... " cetus Nuari
"iya kau benar,apa....kamu mau jadi teman ku ?" tanya Silvi kemudian
"tentu saja "
Silvi pun tersenyum mendengar nya ,namun kemudian ia terdiam dan ingin mengatakan sesuatu.
"aku....aku mau bilang sesuatu pada mu " ucap nya ragu
"apa? "tanya Nuari
"saat di restoran,aku....aku berniat menjahili mu dengan memasukan obat pencahar ,maaf " ucap nya dengan menunduk ,ia sebenarnya tak ingin mengatakan nya,sebab ia yakin Nuari pasti akan marah ,namun diluar dugaan nya ,ia justru mendongak ketika mendengar suara tertawa dari Nuari
"ke...kenapa ....kenapa kamu ketawa ?"tanya nya bingung
"oh....jadi mbak-mbak yang waktu itu keluar masuk toilet itu karena salah memakan yang seharus nya untuk ku,makanan nya tertukar?" seru Nuari di sela tawa nya
"i...iya ....kamu tak marah ?" tanya nya heran
"hahahaha....tentu saja tidak, justru aku akan sangat berterima kasih pada mu jika aku yang memakan makanan nya " sahut Nuari
Silvi terbengong
"hah..."
"iya ....sebab saat itu aku tuh sedang sembelit,sudah tiga hari gak BAB" ucap Nuari ,hingga Silvi hanya bisa tersenyum meringis
"tapi sayang jebakan mu tak mengenai ku,aku jadi berusaha sendiri deh agar bisa lancar BAB nya " kekeh Nuari
Diluar nampak Yoga dan yang lain memperhatikan
__ADS_1
"apa yang mereka bicarakan " gumam Yoga,namun sedetik kemudian ia pun tersenyum melihat kekasih nya yang sudah tiga hari ini selalu di selimuti awan mendung kini terlihat cerah dan ceria kembali.
...***...