Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Rujak


__ADS_3

Belum sempat Evan bertanya,Rina sudah main nerobos masuk apartemen nya.


"kenapa sepi sekali ,kemana si Ayu?" tanya nya


"dia sudah pulang,kamu mau apa malam-malam begini datang ke tempat ku ?" tanya Evan yang tengah berdiri , sementara Rina sudah duduk tanpa dipersilahkan oleh si tuan rumah


"sudah pulang?" tanya Rina memastikan pendengaran nya


"ya " sahut Evan singkat


"oh iya, sebenarnya si Ayu itu orang mana sih,kok aku seperti familiar ya,kaya udah pernah melihat sebelum nya " tanya Rina yang nampak penasaran


"kamu mau apa malam-malam datang ke sini?" tanya Evan lagi tanpa ingin menjawab pertanyaan Rina


"ya aku mau bertemu saja sama kamu udah beberapa hari gak ketemu kan,kangen tahu kamu gak kangen gitu " jawab nya


"ekhem...maaf tapi sekarang sudah malam aku mau istirahat "ucap Evan mengusir Rina secara halus


"maksud nya kamu ngusir aku gitu ,aku baru saja datang" ucap Rina sebal


"ya kan ini sudah malam,gak baik kita berdua dalam satu ruangan yang sama ,bukan muhrim nya " ucap Evan


"loh bukan nya sebelum nya juga kamu hanya berdua kan dengan si Ayu,sekarang apa beda nya dengan ku ,apalagi kan aku ini calon istri kamu " sahut Rina dengan percaya diri nya menyebut dirinya calon istri


"ya kan Ayu kerja di sini " balas Evan


"lagian kan aku juga sudah bilang aku tidak setuju dengan perjodohan kita,kita boleh dekat hanya sebagai teman tidak lebih " lanjut nya tegas Evan pun mulai jengah dengan Rina


"tapi kan ibu mu menginginkan perjodohan kita,kamu masa tega sih bikin ibu mu kecewa " kata Rina memasang tampang sedih


Evan tak menyahut tapi pandangan nya menelisik ke tubuh gadis yang sudah tak gadis lagi itu ,membuat Rina tersipu dibuat nya.


"kenapa?" tanya Rina


"seperti nya ada yang berbeda dengan mu, entahlah apa itu , sekarang pulang lah ,aku mau istirahat" ucap Evan kembali mengusir nya


"kamu kok gitu sih , kaya nya gak suka banget sama aku,emang nya kenapa ,aku cantik ,tinggi , aku juga berasal dari keluarga berada,apa yang membuat mu tak menyukai ku ?"


"hati ,karena hati tak bisa dipaksa kan,dan lagi aku tak pernah melihat seseorang dari harta dan kedudukan,mau orang tua kamu camat,anggota DPR atau presiden sekali pun jika hati ku tak bisa menerima maka aku akan ikutin apa kata hati ku ,ngerti ,sekarang pulang lah " ucap Evan lalu berjalan ke arah pintu dan membuka nya ,tepat saat Evan membuka pintu seorang kurir pengantar makanan sudah siap menekan bel


Evan pun lantas pergi menuju kamar nya untuk mengambil dompet nya, sementara Rina masih diam di tempat nya.


Tak lama Evan pun kembali dan segera membayar makanan nya ,setelah si kurir pergi Evan pun menaruh makanan itu di meja,lalu menghampiri Rina yang masih terdiam


"kamu tahu kan jalan keluar nya ?" tanya Evan


"iya...iya ...aku pulang " mau tidak mau Rina pun pergi dengan menghentak kan kaki nya


Evan lalu menutup pintu dan menguncinya.


"ganggu saja " gumam nya


Evan pun segera menyantap makanan nya,dan tak butuh waktu lama untuk nya menghabiskan makanan tersebut.

__ADS_1


"haaaahhh.....kenapa aku malah merasa seperti duda yang baru di tinggal istri " Evan terkekeh-kekeh sambil menggelengkan kepala nya


"astaga....apa yang aku fikirkan , ada-ada saja " lirih nya kemudian lalu menuju kamar nya


Sementara itu,Yoga yang sudah terlelap pun dibuat terbangun dan tersentak saat melihat Nuari tengah duduk di samping nya dengan keadaan rambut yang acak-acakan sambil terisak,ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"hiks...hiks....hiks....."


"Ya Tuhan ....sayang ....kamu kenapa ?" seru Yoga lalu menyalakan lampu


Nuari menoleh dan langsung memeluk nya


"huuuhhuuu......aku tadi mimpi kamu di kejar-kejar orang gila " ucap Nuari dengan tangis nya yang sudah pecah


Yoga mengerutkan kening nya lalu berucap


"itu hanya mimpi sayang,lagian kurang kerjaan banget orang gila ngejar-ngejar aku " ucap Yoga sambil terkekeh pelan


"tapi mimpi nya udah kaya nyata benget,dia ngasih kamu nomor ponsel ,terus datang dan berusaha merebut mu dari ku , huuuhhuuu....." ucap nya lagi


Mendengar itu Yoga pun teringat akan Nengsih si penjual mie ayam yang juga memberikan nomor ponsel nya.


"ternyata feeling bumil kuat juga ,tapi kenapa jadi orang gila,bukan nya biasanya orang menyebut nya pelakor ya " batin Yoga


"cup cup cup....kamu tenang ya ,tidak akan ada orang gila yang berani mendekati ku " ucap Yoga mencoba menenangkan


"kalau ada bagaimana ?" tanya Nuari menatap Yoga


"kamu beri saja dia suntikan bius " cetus Yoga


Sebutan orang gila oleh Nuari bukan nya orang gila pada umum nya,melainkan kata lain dari pelakor.


"nah...sekarang kamu tenang ya, aku juga gak mau kalau ada wanita lain mendekati ku " ucap Yoga sambil mengecup kening Nuari mesra


Nuari mengangguk


"sekarang kamu tidur lagi ya,masih sangat malam,besok pagi kita akan kembali ke Jakarta "ucap Yoga lagi


"Yoga...." ucap Nuari lirih


"iya sayang ,ada apa ....mau apa hem?" tanya Yoga was-was


"jangan sampai dia mau yang aneh-aneh " batin Yoga meringis


"aku ....aku pengen ..." ucapan Nuari malu-malu


"pengen apa ?" tanya Yoga lagi


"pengen itu "sahut nya


"pengen itu apa ?"


"ituuuu......" Nuari menunjuk malu pada bagian bawah tubuh Yoga

__ADS_1


"hem....kamu pengen ini....?" tanya Yoga terseyum senang ,ia merasa lega karena ternyata keinginan nya kali ini sangat mudah untuk di kabulkan


"hehehe...iya ...abis enak " sahut Nuari dengan wajah yang bersemu merah


"dengan senang hati " ucap Yoga langsung menerkam Nuari ,namun karena ada janin di dalam perut nya ,membuat Yoga harus ekstra hati-hati melakukan nya


Malam itu pun keduanya bergumul mesra di bawah selimut ,hingga keduanya terkulai lemas dengan nafas yang tersengal-sengal akibat pergulatan panas keduanya.


Pagi nya


Kedua nya sudah bersiap meninggalkan hotel tempat semalam bermalam,namun sebelum pergi mereka terlebih dahulu mengisi perut mereka di restoran yang masih dalam lingkungan di hotel itu.


Saat keduanya tengah menikmati makan pagi mereka,Nuari tiba-tiba membekap mulut dan hidung nya ketika ia mencium aroma minyak wangi yang tercium indera penciuman nya ,sontak rasa mual segera di rasakan nya ,Nuari pun beranjak dari duduk nya


"sayang , kamu kenapa ?" tanya Yoga


Namun Nuari tak menjawab nya ,ia segera pergi menuju toilet untuk mengeluarkan isi perut nya yang baru beberapa suapan saja ia makan barusan.


Yoga pun turut di belakang nya,dan ikut masuk ke dalam toilet wanita,tak peduli dengan tatapan tajam dari para wanita yang berada di toilet itu.


"huueekkk..... huueekkk...."


"kita ke rumah sakit ya,muka kamu pucat banget " ucap Yoga merasa khawatir


"aku gak apa-apa,ini biasa kok di kehamilan trimester pertama " sahut Nuari lemas


"tapi aku tak tega melihat mu seperti ini "


"kamu tenang saja,aku beneran gak apa-apa,kita keluar yuk gak enak sama mereka " ucap Nuari pelan


"astaga , iya aku lupa ini kan toilet perempuan" kekeh Yoga pelan ,lalu membawa Nuari berjalan ke luar toilet


Yoga membawa Nuari keluar dari restoran tersebut , tentu nya ia sudah membayar makanan nya terlebih dahulu.


"jadi kamu beneran gak perlu ke rumah sakit ?" tanya Yoga ketika mereka sudah berada di dalam mobil


"iya gak perlu kok ,aku udah gak apa-apa,tadi itu aku nyium bau parfum, aroma nya nyengat banget jadi mual deh " tutur Nuari apa ada nya


"tapi sekarang kamu udah gak mual lagi kan?" tanya Yoga


"enggak ,tapi aku mau yang seger-seger ,makan rujak enak kali ya " celetuk Nuari membuat Yoga harus berfikir keras dimana ia akan menemukan penjual rujak


"kamu gak usah harus mencari tukang rujak kok,kita jalan saja siapa tahu di jalan kita ketemu sama penjual rujak " ucap Nuari yang tak ingin membebani Yoga,apalagi mereka dalam perjalanan pulang


"ya sudah kita berdoa saja semoga kita ketemu penjual rujak ya " ucap Yoga


"iya " sahut Nuari seraya mengusap perut nya


Yoga pun mengulurkan tangan nya turut mengusap perut rata istri nya itu.


"berdoa ya dek,semoga kita ketemu tukang rujak nya " bisik nya tepat di depan perut Nuari


Nuari tersenyum tangan nya terulur mengusap kepala Yoga yang berada di depan perut nya,tak hanya mengusap ,bahkan Yoga menciumi perut rata itu.

__ADS_1


Setelah puas mengusap dan mencium perut istri nya , Yoga pun segera melajukan mobil nya meninggal kan parkiran luar hotel itu,lalu berbaur dengan kendaraan lain nya.


...***...


__ADS_2