
"Hai om " Sapa Raffa pelan sambil melambaikan tangan pada Evan
Chika yang berada di belakang Raffa pun melihat pada Evan ,apalagi ucapan Atha yang menyebutkan kata 'camer membuat nya penasaran.
Raffa yang sudah merasa sok kenal pun ternyata malah diabaikan Evan. Hal itu pun membuat Raffa merasa sebal.
"Ah,elah kenapa om Evan malah biasa saja sih masa iya gak lihat calon mantu nya yang berdiri di barisan paling depan " Keluh nya sambil menarik-narik pakaian seragam Lia yang berdiri disamping nya
"Raffa ,bisa diam gak,kita ke sini kan mau belajar,mungkin om Evan tak ada waktu buat meladeni kamu, bersikap lah profesional " bisik Lia sambil menepis tangan Raffa
"Tau nih " Balas Atha
Kemudian para murid diarahkan menuju meja yang tersusun berjajar ,di atas nya sudah terdapat beberapa barang-barang dan peralatan untuk praktek mereka. Di sana pula terdapat ikan yang sudah tergeletak untuk bahan praktek.
Beberapa saat kemudian kegiatan pun berlangsung. Lia nampak serius dengan apa yang ia lakukan hal itu tak luput dari perhatian guru nya, Riki.
Lia pun kini sudah bisa kembali mengendalikan diri untuk tidak terlihat mengagumi sosok guru nya. Meski ia tahu tengah diperhatikan Lia bersikap acuh.
Melihat sikap Lia yang berbeda dari biasanya membuat Riki bertanya-tanya dalam hati nya.
"Tumben dia terlihat kalem , biasanya selalu ada saja yang dia tanyakan " pria itu merasa ada yang lain dari sikap anak murid nya ,apalagi nomor ponsel nya sudah tak bisa dihubungi. Namun meski begitu ia belum sempat menanyakan nya.
Berbeda dengan Raffa ,pria itu malah usil pada teman di samping nya. Beberapa kali ia menyembunyikan barang teman nya hingga teman nya itu kebingungan.
"Mana pinset nya sih ,perasaan tadi di sini deh ,kok ga ada" bingung nya
Sambil bekerja ,Raffa menahan tawa nya ,hingga kemudian Raffa menaruh kembali pinset teman nya saat teman nya itu menoleh ke arah lain.
"Lah ,ini dia yang dicari-cari,kok tadi gak ada ya ,apa gak keliatan " gumam nya ketika ia kembali menoleh
"Khikhikhi....." nampak sosok kuntilanak tengah cekikikan melihat kebingungan nya karena ulah Raffa
Duk'
"Aduh ,kok bisa ada anak manusia yang nendang aku " keluh kuntilanak tersebut kesakitan
"Ada lah,aku orang nya " ucap Raffa yang jongkok
"Huaaa....." kuntilanak itu nampak terkejut lalu menghilang setelah kepala nya kepentok kaki meja
"Hahahaha.....ada ya, kuntilanak kejedot "Raffa terkekeh .Atha hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sepupu nya itu
"Raffa ,kamu sedang apa ?" Tegur Riki
"Ini pak,jarum pentul saya jatuh nimpa semut ,kasihan semut nya " jawab nya
"Kamu tuh ada-ada saja ,cepat selesai Kam pekerjaan mu" Ucap Riki
"Iya pak " Raffa kembali berdiri dan melanjutkan yang ia lakukan
__ADS_1
"Kasihan sekali kamu ikan,harus wafat dan jadi bahan praktek,maaf ya badan kamu aku belah ,gak akan sakit kok ,kan kamu sudah meninggal " ucap Raffa pelan
Evan yang mendengar Raffa pun menghela nafas dengan kekonyolan calon menantu nya. Ah,calon menantu ? mengingat hal itu Evan masih antara percaya dan tidak. Pasal nya ia tidak tahu kedepannya akan seperti apa. Apa benar anak nya memang berjodoh dengan Raffa ,anak wanita yang pernah ia cintai melebihi dirinya sendiri.
Setelah beberapa menit berlangsung,kegiatan tersebut selesai. Semua anak-anak murid kini sedang beristirahat di kantin rumah sakit , sementara Riki sedang berjalan bersama Evan menuju ruangan Evan.
Sementara itu Lia saat ini sudah bersama Nuari.
"Kenapa kamu di sini sih,nanti kamu dicariin sama yang lain loh" Tanya Nuari
"Males ah aunty,aku masih mau di sini ,nanti saja kalau udah waktunya pergi aku nyamperin mereka " Sahut Lia seraya membaringkan dirinya di sofa ruangan itu
"Nah,gini kan enak bisa rebahan " ucap Lia lagi ,Nuari pun menggeleng lalu berjalan menuju kulkas kemudian ia meraih minuman dingin dan diberikan pada keponakan nya itu
"Makasih aunty" Lia menerima nya lalu segera bangun dan meminum nya, kemudian ia kembali merebahkan tubuh nya sambil memainkan ponsel nya
Tiba-tiba pintu terbuka ,nampak Evan memasuki ruangan bersama Riki.
"Ayo silahkan masuk,maaf jika ruangan nya berantakan " Pria itu belum menyadari jika di ruangannya ada Nuari dan Lia
"Ah,tidak kok dok,ruangan nya benar-benar rapih " Sahut Riki ,namun pandangan nya tertuju pada sosok gadis yang kini sudah duduk dan merapikan rok nya yang sempat tersingkap
"Lah,kalian ngapain di sini ?" Tanya Evan
"Hehehe....maaf tadi aku mau minta berkas tapi kamu gak ada ,eh nih anak malah ngintilin jadi nya kita pewe di sini" Ucap Nuari seraya meringis
"Lia ,kamu sedang apa ?" Tanya Riki
"Maaf, Lia ini keponakan saya " Ucap Nuari
"Oh,...keponakan " Ucap Riki sedikit terkejut
"Ya udah aku ke luar saja lah, tiba-tiba perut aku lapar ,dah aunty ,dah om ,permisi pak " Lia pun berpamitan untuk pergi menghampiri kakak dan sepupunya yang kini sedang berada di kantin
"Ya sudah mari silahkan duduk " Ucap Evan membawa Riki duduk di sofa yang tadi di duduki Lia
"Kalau begitu aku permisi saja, takut nya ganggu" Nuari pun segera meninggalkan ruangan itu
Sementara itu kini Lia sudah bergabung dengan Atha ,dan Raffa ,di sana juga ada Chika.
"Kamu darimana saja? Aku cariin dari tadi " tanya Atha
"Kamu pasti keruangan mama ?" Tebak Raffa
"He'em, tadinya mau rebahan sebentar tapi gak jadi takut kalian nyariin,eh tapi tadi aku bukan ke ruangan aunty sih , tapi keruangan om Evan " ucap Lia seraya meraih minuman milik Atha
Raffa segera melirik Lia." Kenapa gak ngajakin sih, tau gitu tadi aku ke sana juga " Ucap Raffa
"Lah,mana tau aku kalau aku mau ke ruangan om Evan,kan niat nya juga ke ruangan aunty" kata Lia
__ADS_1
"Terus ngapain kamu malah ke ruangan om Evan ?" Tanya Raffa lagi
"Katanya aunty lagi ada perlu sama om Evan , berhubung aku ikut dan langsung rebahan aunty jadi ikutan santai di ruangan nya " Tutur Lia
"Emang kamu mau ngapain ke sana sih ? Jangan bilang kamu mau tanyain om Evan yang cuekin kamu" Cetus Atha menebak
"Emang kalau calon mantu mau menemui calon mertua nya harus ada alasan dulu,sebagai calon menantu yang baik aku tentu harus menyapa nya lah" Cetus Raffa
"Uhhuukk.... uhhuukk...." Chika yang sedang minum pun seketika tersedak minuman nya
"Kamu gak apa-apa? makanya minum nya pelan-pelan " ucap Raffa
Atha melirik jengah melihat perhatian Raffa pada Chika.
"Gak bisa dibilangin banget sih tuh anak " batin Atha
"Tuan muda ,jangan terlalu perhatian begitu,kasihan anak orang jadi ngarep" ucap Ki Jamal yang tiba-tiba nongol
"Tau tuh " Timpal Atha ketus
Chika mendelik pada Atha ,ia mengira ucapan Atha ditujukan pada nya ,padahal ia hanya menimpali ucapan ki Jamal.
"Cieee.....kamu perhatian banget sih sama Chika , jangan-jangan kamu ada something juga nih kasihan Vania loh " Celetuk Lia
Ia juga merasa gemas pada sepupu nya itu yang selalu terlihat peduli dan perhatian pada Chika. Bukan ia tak menyukai Chika ,hanya saja ia tahu jika Raffa sudah men cap Vania calon istri nya bahkan dari semenjak Vania baru lahir ,tapi sikap Raffa pada Chika juga seolah-olah ia ada perasaan juga terhadap gadis itu. Ia tak mau sepupu nya itu menyakiti Chika juga Vania.
Chika menunduk,entah kenapa hati nya berbunga-bunga mendengar godaan dari Lia.
"Something apa nya,kalian kan tau sendiri aku dan Chika hanya temenan,bahkan Chika sudah aku anggap adik sendiri" Sahut Raffa
Mengetahui jika dirinya hanya dianggap adik ,Chika pun tak dapat lagi menahan air mata nya.
"Yah,tuh kan anak orang mewek " Lirih Atha pelan
"Nah loh tuan muda,nangis tuh " Ucap Ki Jamal menujuk dengan jari telunjuk ke arah Chika ,Raffa pun menoleh
Seketika Chika pun beranjak.
"Mau kemana ?" Tanya Raffa
"Toilet " Jawab Chika singkat
Raffa pun membiarkan Chika pergi. Lia ikut beranjak dan mengikuti Chika. Ia merasa khawatir juga kasihan pada nya.
"Ya ampun kok aku juga sakit hati ya ,apa karena aku juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Chika ,merasa di PHP " lirih nya
"Siapa yang di PHP ?"
Deg'
__ADS_1
Bersambung....