Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Rencana ke hutan


__ADS_3

Apa yang bisa ku katakan sementara lidah ini terasa kelu tiap kali menatap mu? Tahu kah kau betapa aku sangat tersiksa dengan rasa rindu di hati ini?


...***...


Nuari melangkah pelan menghampiri Yoga yang nampak terdiam menatap langit malam dengan pandangan kosong.


"ekhem...." suara deheman Nuari membuat Yoga menoleh


"kenapa ke sini?" tanya nya


"mau saja,memang nya kenapa ,gak boleh?" ucap Nuari seraya duduk di samping nya


"bukan nya kamu sedang memijit Evan,kenapa malah keluar dan menghampiri ku ?" tanya Yoga lagi


"huuuuh...." Nuari menghela nafas


"apa kau tahu rasanya merindukan seseorang itu seperti apa ?" tanya Nuari tiba-tiba


"sakit " sahut Yoga


"ya...kau benar,sakit dan terasa di sayat-sayat,apalagi jika orang yang kita rindukan tak kunjung datang" lirih Nuari


"apa kau pernah merasa kan hal yang sama dengan ku ?" tanya Nuari membuat Yoga menyelis ke arah nya dengan mengerut kan kening


"ya....aku sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi dengan ku,setiap malam setiap saat rasanya selalu aneh,entah apa dan siapa yang aku rindukan,aku tak tahu,makanya aku memutuskan untuk menikah saja,siapa tahu perasaan aneh itu sirna dengan sendirinya" tutur Yoga


"jadi kamu dan Renita sama sekali tidak berpacaran?" tanya Nuari


"tidak, kebetulan kita tinggal di desa yang sama,setiap hari bertemu dan aku melihat jika dia gadis baik jadinya aku mencoba mendekati nya dan langsung mengajak nya nikah" tutur Yoga lagi


Mendengar itu, Nuari meringis perih,hatinya berdesir pilu,ia merasa perih di setiap tarikan nafas nya.


"apa kamu yakin Renita gadis baik-baik?" tanya Nuari lagi


"kenapa bertanya seperti itu?"


"bukan apa-apa,hanya iseng bertanya saja " sahut Nuari cepat


"kamu sendiri siapa yang kamu rindukan,aku lihat dan perhatikan kamu sangat dekat dengan Evan,tadinya aku berfikir kalian berhubungan " ucap Yoga


"aku dan Evan hanya berteman,kami sudah seperti kakak adik" jawab nya


"lalu siapa yang kamu rindukan itu,apa dia kekasih mu?" tanya Yoga


Nuari menggeleng pelan,lalu kemudian ia berucap


"aku sendiri tidak tahu bagaimana hubungan kami,apa pantas di katakan kekasih sedangkan status kita saja masih menggantung ,apa lagi sekarang yang aku tahu dia sudah punya wanita lain di sisi nya,bisa bayangkan bagaimana perasaan ku saat ini " tutur Nuari


"kenapa kamu tidak mengatakan perasaan mu pada nya,siapa tahu dia bisa mempertimbangkan perasaan nya dan memilih kamu " tanya Yoga


"tidak semudah itu " jawab Nuari


"kenapa ,tinggal katakan apa susah nya " cetus Yoga


"masalah nya dia terkena amnesia,ingatan nya hilang karena sebuah kecelakaan " ucap Nuari ,gadis itu sengaja ingin memancing reaksi pria di samping nya ,namun ia harus menelan kekecewaan sebab tak ada reaksi apa pun dari nya


"kalau itu sih susah juga ya..." gumam Yoga

__ADS_1


"memang nya dari kapan pria itu amnesia ?" tanya Yoga kemudian


"kurang lebih tujuh tahunan,selama itu pula aku selalu memendam perasaan ini sendirian,sementara dia malah asik bersama wanita lain " lirih Nuari dengan mendongak,ia tak ingin air matanya kembali jatuh,sementara ia sudah berjanji untuk tak menangis lagi


"Ya Tuhan....berat sekali masalah nya,tapi kenapa aku ikut sakit mendengar nya,seolah aku lah pria yang dia maksud " lirih Yoga membatin


"sedang apa kalian berdua di sini?" seru Renita tiba-tiba


Kedua nya pun menoleh


"tidak sedang apa-apa,hanya sedang ngadem saja ,di dalam gerah " jawab Yoga


"bagus ya, baru aku tinggal tidur sebentar kalian sudah cari kesempatan saja" seloroh nya


"apa sih , kesempatan apa ,jadi orang tuh jangan nethink mulu,aku dan Yoga gak ada apa-apa kita hanya ngobrol iya kan " ucap Nuari melirik Yoga


"iya ,dia benar ,sudah deh jangan terlalu posesif gitu,kita kan sebentar lagi menikah ,jadi harus saling percaya,kamu percaya kan padaku " ucap Yoga yang lagi-lagi membuat perih Nuari


"baiklah ,aku pegang kata-kata mu,tapi awas saja kalau sampai kalian ada apa-apa,aku gak akan maafin kalian " ancam Renita


"iya...iya ...sini biar aman kamu duduk di sini" pinta Yoga agar Renita duduk di tengah-tengah


"dasar belatung nangka " gumam Nuari pelan seraya memalingkan muka


"apa kamu bilang,siapa yang kamu katai belatung nangka ?" seru Renita yang masih bisa mendengar nya


"apa ...memang nya aku bilang apa?" tanya Nuari pura-pura


"halah jangan pura-pura gitu deh kamu ngatain aku belatung nangka kan?" seru Renita lagi


Renita terdiam saat mendengar kata-kata nya yang mengatakan seperti bumil yang sensian.


"haduh jangan sampai dia sadar kalau ucapan nya itu memang benar " batin nya


"kenapa diam ?" tanya Nuari


"enggak bukan apa-apa" sahut Renita gugup


"kalau gak ada apa-apa kenapa kamu gugup begitu,apa ada yang kamu sembunyikan ?" pancing Nuari


"gak ada,sudah lah ,apa an sih kamu ,gak jelas banget " ucap Renita


"hidih gak jelas katanya " batin Nuari


"oh iya Yoga,untuk ramuan obat buat besok seperti nya akan kurang deh " ucap Nuari


"iya,kamu benar " sahut Yoga


"terus bagaimana dong, kalau stok vaksin sih masih aman" tanya Nuari


"sepertinya besok aku gak ikut bersama kalian deh " ucap Yoga


"loh kenapa?" tanya Nuari


"kamu pasti mau di rumah saja kan nemenin aku " tanya Renita Ge Er


"bukan itu ,besok aku mau minta di temani warga untuk masuk hutan, siapa tahu hutan di sini banyak tanaman yang aku butuh kan untuk membuat obat nya " jawab Yoga

__ADS_1


"terus aku gimana,gak mungkin dong aku ikut kamu ,di hutan pasti ada banyak binatang buas ,duh baru bayangin nya saja udah ngeri banget " ucap Renita


"kamu ikut saja bersama yang lain ,atau nunggu di sini bersama warga di sini,mereka juga cukup ramah kan " ucap Yoga


"kalau kamu seperti nya harus ikut bersama ku " ucap Yoga pada Nuari


"kok dia diajak " seru Renita


"sedikit banyak nya aku sudah dengar kalau dia itu bisa menangani dan bahkan menjinakkan hewan buas sekali pun,jadi untuk jaga-jaga saja kalau ada hewan buas mengintai ku " jelas Yoga


"jadi kamu menggunakan ku untuk tameng mu,kalau nanti aku yang dimakan hewan buas gimana?" tanya Nuari sedikit tersinggung dengan kata-kata Yoga


"ya bagus dong,itu artinya Yoga ku selamat dan kau tak akan dekat-dekat lagi dengan nya,karena sudah end " ucap Renita


"apa kamu bilang " seru Nuari


"loh kalian malah ribut,duh ....maaf seperti nya aku salah bicara,aku ..."


"sudah lah aku mengerti kok ,ya sudah besok aku ikut dengan mu " ucap Nuari menyela dan langsung pergi meninggalkan mereka dengan kesal


"hm....semoga saja dia memang di terkam binatang buas di hutan sana " batin Renita menatap sinis punggung Nuari yang menjauhi nya


"ya sudah ini udah malam , sebaiknya kita kedalam dan beristirahat,jadi kamu besok nunggu saja nanti aku titipin kamu ke warga agar mereka menjaga mu dengan baik " ucap Yoga mencubit pipi Renita yang semakin chubby


"iya...iya ...aku tunggu kamu di sini saja " sahut Renita tersenyum


Keduanya pun masuk ke dalam rumah,nampak Evan tengah memberikan minum kepada Nuari.


"hanya berteman dan seperti kakak adik " Yoga berdecih dalam hati


"masuklah dan cepat tidur " ucap Yoga pada Renita


"ok sayang, aku juga mau langsung tidur kok " sahut Renita hendak mencium Yoga, namun Yoga cepat menghindar


"malu tak enak dilihat mereka,nanti saja kalau sudah sah " ucap Yoga pelan


"baiklah " Renita pun masuk ke dalam kamar dengan perasaan kecewa


"dasar payah,...kenapa dia selalu menghindar saat ingin ku cium " lirih Renita lalu merangkak ke tempat tidur


Sementara di ruang tengah nampak Nuari tengah memberi tahu Evan dan yang lain jika besok dirinya dan Yoga akan pergi ke hutan untuk mencari bahan obat.


"ya sudah ,tapi kalian harus hati-hati,kita kan gak tahu ada apa saja di dalam hutan sana, tetap aktifkan ponsel kalian agar kami di sini tak merasa khawatir " ucap Evan


"pasti ,kita akan berhati-hati,apalagi kita kan gak cuman berdua aja ,ada warga yang menemani " sahut Nuari


"ya sudah ,karena sekarang sudah malam,aku mau tidur dulu,takut nya subuh kesiangan lagi " Nuari pun bergegas masuk ke dalam kamar


"tolong jaga Nuari selama di hutan,dia sudah seperti adik ku sendiri,jika terjadi apa-apa pada nya kau orang pertama yang akan aku salahkan "


"iya ,kau tenang saja pak dokter ,aku akan menjaga nya " sahut Yoga


"ya sudah malam ini biarkan aku tidur di sini,kamu di bawah ,aahh....pinggang ku terasa sakit ,hm....nyaman nya " Evan pun merebahkan tubuh nya di sofa panjang tersebut,biasanya Yoga lah yang tidur di sana, tapi kali ini sepertinya Yoga harus tidur di bawah bersama Yudi


"ok tak masalah " gumam Yoga lalu merebahkan diri nya di samping Yudi yang sudah terlelap


...***...

__ADS_1


__ADS_2