Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 102


__ADS_3

Di rumah hanya ada Aranta dan Nuri. Hari ini keduanya benar-benar tak ada kegiatan,hanya duduk dan tiduran sementara urusan rumah sudah ada para art yang mengerjakan.


Di depan kolam ,Nuri duduk ditemani secangkir teh hangat dan kue kering. Ia duduk termenung sambil melihat ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari.


"Masya Allah....senang sekali aku bisa duduk santai seperti ini setelah rutinitas ku dari kemarin-kemarin yang cukup menguras energi" Gumam Nuri seraya meregangkan otot-otot tangan nya


"Terima kasih ya Allah,atas rizki yang Engkau berikan pada ku . Kau berikan aku harta dan suami yang sangat baik dan menyayangi aku"Lirih nya


"Jadi rindu masa dulu deh,masa dimana aku baru ketemu mas Rifki. Ah ... Masya Allah banget "Gumam nya ,namun kemudian ia juga malah kefikiran kampung nya


"Jadi rindu suasana kampung yang dulu,sekarang kampung sudah berubah drastis,sudah banyak rumah-rumah bagus, lahan kosong makin menyempit ,warung , toko,para pedagang sudah banyak tiap tikungan,sudah seperti di kota. Sungai yang dulu tempat aku memancing pun sudah tak seasri dulu,semakin banyak orang berfikir maju,semakin banyak juga orang yang pasang sanyo buat narik air,jadinya kan banyak pipa paralon berdesakan di saluran air,mana sekarang malah jadi banyak sampah juga"Gumam nya


Ia sangat menyayangkan hal tersebut,bukan tak setuju jika orang-orang ingin pasang sanyo tapi jika melihat betapa orang-orang tak peduli terhadap lingkungan,hatinya jadi merasa miris.


"Mama sedang apa ?" tanya Aranta ikut duduk di samping nya


"Biasa lah,menikmati angin sepoi-sepoi" canda Nuri


"Mana ,orang gak ada angin juga " bingung Aranta


"Hehehe.....mama bercanda. Kamu gak pergi ke kantor nyamperin suami mu ?"Tanya Nuri


"Mama sendiri kenapa gak pergi nyamperin papa ?" Tanya Aranta balik


"Hiihh....kamu tuh ditanya malah balik nanya gimana sih " Nuri mencebik


Kedekatan mereka memang patut diacungi jempol,tak ada kecanggungan diantara mereka. Kasih sayang mereka pun begitu tulus layaknya anak dan ibu kandung. Bagi yang tak tahu akan mengira jika mereka adalah ibu dan anak kandung.


"Hehehe....hari ini Gibran ada janji temu dengan klien nya di luar mah,jadi aku di rumah aja " Ucap Aranta


"Oh,gitu. Kalau gitu temani mama belanja yuk ,di rumah terus rasanya suntuk " Ajak Nuri


"Ayo mah,mama mau belanja apa saja ?" Tanya Aranta


"Banyak lah,belanja keperluan anak-anak " Jawab Nuri, anak-anak yang dimaksud adalah anak-anak panti asuhan


"Oh,ya sudah kalau gitu aku ganti baju dulu. Sebentar ya mah " Aranta segera beranjak ke kamar nya ,begitu pun dengan Nuri


Sementara itu di sekolah


Ujian terakhir sudah selesai,para siswa dan siswi tersebut segera beranjak untuk pulang.


"Lia, kamu saya tunggu di ruangan saya " Ucap Riki


"Hah ? Mau apa pak?" Tanya Lia


"Pokok nya kamu datang saja ke ruangan saya " setelah mengatakan itu Riki pun berlalu


"Ada apa pak Riki nyuruh kamu ke ruangan nya ?" Tanya Chika


"Entahlah,aku juga gak tahu "Sahut Lia


"Kalau gitu aku mau rapat dulu ya,kalau sudah selesai urusan nya tunggu aku di depan " Ucap Atha

__ADS_1


"Iya bang " Sahut Lia


Namun kemudian Atha berbisik," Awas kalian jangan macem-macem,jangan mentang-mentang kalian mau tunangan terus nikah jadi seenak nya "


"Ish,Abang ! Ya enggak lah,aku juga tahu batasan kali,masa iya aku mau ngelakuin yang iya-iya"Sahut Lia mencebik


"Maksudnya apa ? Yang iya iya apa sih?" Tanya Chika


"Eh,...hehehe,enggak kok. Bukan apa-apa " Cengir Lia


"Ta,ayo !" Seru Raffa


"Iya ! Aku ke ruang OSIS dulu " Pamit Atha ,Lia pun mengangguk


"Kalau gitu aku duluan ya " Ucap Chika


"Hm...iya " Lia mengangguk


Setelah mereka menjauh ,Lia baru bergegas menuju ruangan Riki.


"Huuuuuuuh.....aku kok malah deg degan gini sih " Lirih Lia seraya menyentuh dada nya


Di ruangan OSIS ,nampak semua anggota nya sudah duduk di tempat masing-masing. Kegiatan yang mereka lakukan merupakan kegiatan terakhir di sekolah tersebut. Karena setelah mereka lulus maka kepengurusan akan diganti dengan anggota-anggota yang baru. Sebenarnya sudah ada daftar anggota OSIS baru dari adik-adik kelas mereka,hanya saja untuk kegiatan tersebut sengaja ingin anggota OSIS lama yang melaksanakan nya.


"Jadi nih kita koploan ?" Tanya Raffa pada teman di samping nya


"Seperti nya sih ,begitu" Jawab nya


"Kenapa ? Gak apa-apa kali , kali-kali kan. Kapan lagi kita bisa nonton koplo secara live" ucap teman satu nya


"Terserah deh, suka-suka mereka aja " Lirih Raffa


"Udah ,gak usah banyak protes,salah sendiri dulu dicalonkan jadi ketua OSIS gak mau. Aku yakin kalau kamu gak nolak dulu,ketua OSIS saat ini kamu" Cetus Atha


"Aku tuh bukan nya gak mau,tapi males aja. Kamu tahu kan fans aku banyak,apalagi yang cewek. Kalau aku sampai jadi ketua osis kasihan Vania dia nanti cemburu karena aku selalu dikerubuti cewek " Jawab Raffa dengan percaya diri


"Dih mulai deh narsis. Lagian,kenapa jadi Vania segala dibawa-bawa,aneh kamu " Cebik Atha


"Udah lah ,Kamu kan belum punya do'i jasi mana ngerti " Ucap Raffa mencoba cuek


"Dih,malah ngeledekin,dia gak tahu aja kalau aku ....." sontak Atha terdiam ,ia jadi teringat dengan Syakira


"Dia sedang apa ya ? " Batin nya


"Lah,malah bengong. Senyum-senyum pula,dasar aneh " Cibir Raffa


Di tempat lain


"Aaaakkkhhhh....dia ingat sama aku " Syakira nampak berjingkrak kegirangan


"Kamu kenapa sih ?" Tanya teman nya


"Gak apa-apa,lagi happy aja " Jawab nya

__ADS_1


Hari ini ia baru saja keluar dari kampus nya. Ya ,Syakira sudah masuk universitas. Meski begitu seharusnya saat ini ia masih SMA kelas tiga seumuran dengan Atha ,hanya saja ia ikut program akselerasi.


Kuliah nya pun sudah memasuki tahun ke dua itu pun ia sudah masuk tahap skripsi. Syakira terbilang lebih cepat dibanding yang lain ,jika yang lain memerlukan waktu sedikitnya tiga sampai empat tahun bahkan lebih untuk wisuda, berbeda dengan nya ,yang hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua setengah tahun saja. Itu dikarena kan otak nya yang sangat pintar dan cerdas. Dalam pendidikan nya Syakira tak pernah menggunakan kemampuan nya sama sekali ,semua nilai raport nya benar-benar asli dari hasil kerja keras nya.


Kemampuan yang ia miliki pun tak main-main. Selain dari bisa berkomunikasi dengan bangsa ular ,gadis itu pun bisa mengerti bahasa binatang lain nya. Tak hanya itu , Syakira bahkan bisa dengan jelas mendengar isi hati orang lain. Sama hal nya dengan Raffa. Jika Syakira bisa mendengar isi hati semua orang ,berbeda dengan Raffa. Raffa hanya bisa mendengar suara hati orang-orang tertentu yang ia inginkan ,itu pun dengan bantuan Ki Jamal. Lain cerita dengan Nuri dan Gibran. Ibu dan anak itu hanya bisa flashback ke masa lalu dan menerawang masa yang akan datang,meski bisa berkomunikasi lewat batin dengan para makhluk astral ,tapi mereka tak bisa mendengar isi hati orang-orang.


"Aha.....aku punya ide " gumam Syakira tersenyum senang


Di saat bersamaan


Lia yang saat ini sudah berada di dalam ruangan Riki,merasa gugup bukan main.


"Maaf ,pak. Ada apa ya,sudah lebih dari sepuluh menit tapi bapak tidak bicara apapun,a...aku...eh ,saya...saya jadi takut " Tanya Lia terbata


"Kamu tenang saja ,kalua dia ngapa-ngapain kamu ada aku yang akan menghajar nya " Ucap Nagin tiba-tiba


"KOLOR IJO " Pekik Lia terkejut


"Hah ! "Riki terperanjat


"Darimana dia bisa tahu kalau aku pakai kolor warna ijo " Batin Riki


Lia sendiri reflek mengatakan kolor ijo karena tak sengaja melihat taplak meja yang berwarna hijau ,kebetulan warna hijau selalu mengingatkan nya pada sosok kolor ijo yang pernah ia lihat beberapa waktu lalu.


"Tante Nagin ngapain ngagetin sih " keluh nya membatin ,ia sampai menunduk karena malu


"Ekhem " Riki berdehem ,Lia terkejut


"Aku minta kamu ke sini buat bahas rencana kita " Ucap Riki mengalihkan perhatian


"Ren...rencana apa ya pak ?" Otak Lia benar-benar ngebleng


"Pertunangan kita "Jawab Riki singkat


Deg'


"Oh iya,kok aku jadi lupa "batin Lia


"Apa kamu tidak keberatan kalau kita tunangan satu hari setelah hari kelulusan ?" Tanya Riki menatap penuh cinta pada Lia


"Secepat itu ?"


"Lebih cepat ,lebih baik. Aku gak mau terlalu lama ,nanti kamu ditikung orang ,apalagi kamu akan masuk universitas. Pasti akan banyak cowok deketin kamu , syukur-syukur bisa secepat nya nikah,biar aku bisa lebih ekstra jagain kamu,biar gak diganggu pria lain " Ucap Riki terdengar serius


"Memang nya kalau kita nikah ,bapak gak keberatan aku kuliah?" Tanya Lia lirih


"Ya enggak lah, justru aku akan sangat mendukung kamu,asal kamu bisa jaga hati kamu buat aku. Kamu juga cinta kan sama aku "


Ditanya seperti itu oleh pria yang ia sukai mendadak dada nya bergemuruh, keringat nya bercucuran ditambah tatapan mata Riki membuat aliran darah nya seketika mengalir deras,hingga tiba-tiba saja ia merasakan ada cairan panas keluar dari hidung nya.


"Astaghfirullah....Lia kamu mimisan ! "


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2