Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 28


__ADS_3

Seperti yang diminta Raffa ,hari ini ia membawa empat cup puding lumut ke sekolah. Puding-puding tersebut akan diberikan pada Chika dan dua sepupu nya Atha dan Lia.


Namun Raffa jadi murung karena hari ini Chika tak masuk sekolah karena sakit. Akhir-akhir ini kesehatan Chika memang sedang menurun. Baru beberapa hari sembuh dari demam nya ,hari ini anak itu sudah kembali demam.


"Kenapa kamu gak jenguk saja Chika nya ,nanti kan kamu bisa sekalian ngasih puding itu " Ucap Lia


"Iya juga ya ,tapi mama mau gak ya mengantar aku ke rumah Chika ?" Gumam Raffa


"Di coba saja dulu ,tapi kalau misal gak bisa ya kamu juga jangan maksa , aunty kan juga sibuk kerja " Ucap Atha yang memang pemikiran nya selalu lebih dewasa dari adik dan sepupu nya itu


"Iya deh nanti aku bilang sama mama " Ucap Raffa


Sementara itu.


Nuari saat ini tengah berada di sebuah perkampungan di pinggiran kota. Perkampungan yang lumayan kumuh dengan rumah semi permanen yang saling menempel satu sama lain.


Bukan tanpa alasan ia berada di sana. Nuari mendapat laporan jika di sana telah ditemukan beberapa jenis ular yang bersarang di salah satu rumah.


Tak hanya Nuari bahkan tim pemadam kebakaran pun turun tangan. Alasan kenapa Nuari juga dipanggil ke tempat itu karena ada salah satu warga yang terkena gigitan ular tersebut. Berita tentang Nuari yang tempo hari menolong ibu-ibu yang terkena sengatan lebah hampir di sekujur tubuhnya menjadi viral karena keampuhan obat nya. Maka hal itulah yang membuat Nuari semakin terkenal.


Dengan membawa tas yang berisi obat-obatan Nuari pun berjalan mengikuti arahan salah satu warga.


Tak lama kemudian ia pun sampai.Tanpa menunggu lama Nuari langsung menuju rumah orang yang terkena gigitan ular.


"Ini rumah nya pak?" Tanya Nuari


"Iya Bu dokter ,silahkan masuk !" Ucap nya


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam "


Nuari masuk dengan perlahan,melihat kondisi rumah nya yang sempit dan hanya berbahan triplek dengan atap seng,membuat nya merasa miris. Bahkan ia tak bisa berkata-kata.


"Ya Allah ....." Lirih nya


Nuari segera memeriksa gigitan ular pada kaki bocah tujuh tahunan. Rupanya bapak tadi yang mengantar nya merupakan pemilik rumah dan sekaligus ayah dari bocah tersebut.


"Kenapa tidak langsung di bawa ke rumah sakit Bu?" Tanya Nuari setelah melihat luka gigitan nya


"Uang dari mana kita Bu ,berobat di rumah sakit mahal,apalagi dengan kondisi kami yang seperti ini jangan kan dilayani baru nginjak lantai rumah sakit saja sudah diusir" Tutur ibu bocah itu


"Astaghfirullah....Setega itukah orang-orang,bukan nya rumah sakit dibangun untuk membantu semua orang " lirih nya . Nuari segera mengeluarkan bisa ular nya dengan cara memijat lalu membuat sedikit goresan di kulit agar darah nya keluar

__ADS_1


"Huaaa......sakit....." jerit si bocah


"Tahan seskit ya sayang ,biar cepat sembuh,Tante keluarkan dulu racun nya " Ucap Nuari dengan lembut


"Memang nya ular jenis apa yang mematuk anak bapak dan ibu?" tanya Nuari


"Kami tidak tahu Bu dokter ,karena kami tak melihat ular nya ,tapi kata teman-teman nya ular nya berwarna hitam " jawab si ibu


"Ular hitam " gumam Nuari ,ia lalu mengambil obat penawar racun ular di dalam tas nya lalu mengoleskan obat nya pada luka di kaki anak itu lalu Nuari pun memperban nya


"Ibu,ini obat nya di teteskan di air minum ya,jangan banyak-banyak tiga tetes cukup,minum nya sebelum tidur dan sesudah bangun tidur di pagi hari " Ucap Nuari seraya memberikan botol kecil seumur botol obat tetes mata pada si ibu


"Iya Bu dokter ,apa anak kami akan baik-baik saja ?" tanya ibu itu lagi , terlihat guratan kekhawatiran di wajah nya


"Insya Allah kita berdoa yang baik-baik ya" Jawab Nuari


"Jangan banyak bergerak dulu ya nak ,diam kan kaki kamu lurus seperti ini sampai tiga puluh menit ,itu untuk mencegah racun yang masih tertinggal agar tak semakin masuk ke dalam tubuh " Ucap Nuari


"Makasih dokter ,berapa biaya pengobatan nya dok ? tapi maaf kami tidak punya uang untuk membayar dokter sekarang,jika bisa kami akan menyicil bayar nya " ucap si bapak


"Tak usah bu,pak, Insya Allah saya ikhlas kan niat nya juga membantu" Ucap Nuari tulus


"beneran dok ?" tanya pasangan suami istri itu


"Semoga lekas sembuh ya ! Kalau begitu saya pamit pak, Bu "


Setelah berpamitan Nuari pun pergi meninggalkan rumah tersebut.Saat setelah keluar kawasan rumah kumuh itu ,Nuari melihat mobil pemadam kebakaran baru saja meninggal kan tempat itu.


Nuari berjalan menuju mobil nya lalu melajukan mobilnya itu menuju sekolahan Raffa.


Beberapa saat kemudian Nuari sampai di depan sekolah. Nampak nya jam sekolah belum selesai. Terlihat beberapa orang tua yang juga hendak menjemput anak-anak mereka.


Nuari yang awalnya hanya ingin menunggu di dalam mobil harus keluar saat melihat ada anak balita tiba-tiba berjalan menyebrang jalan raya. Apalagi banyak nya kendaraan yang melintas membuat Nuari merasa cemas.


Rupanya anak balita tersebut lepas dari pengawasan orangtuanya yang sedang asik mengobrol dengan teman nya.


Sebuah teriakan ibu-ibu penjual es keliling menyadarkan nya,hingga tersengat teriakan-teriakan lain nya dari banyak orang.


Tiiiiinnnnn'


"Aaaakkkhhhh....." Teriak orang-orang


Hap'

__ADS_1


Beruntung Nuari segera meraih dan menarik anak balita itu hingga tak sampai tertabrak mobil. Mobil yang hampir menabrak nya pun berhenti setelah menginjak rem.


"Woy...! Jagain anak nya yang bener dong !" Maki sang supir pada Nuari


Nuari mengabaikan nya dan terfokus pada anak itu,anak itu nampak menangis di pelukan nya.


"Cup cup cup ....sayang sudah ya ,kamu sudah aman" ucap Nuari


"Hilmi ,ya ampun sayang syukur kamu tidak apa-apa nak " ucap seorang wanita yang merupakan ini dari balita itu, perempuan itu segera menarik anak nya


"Maaf mbak ,apa mbak orangtua nya ?" tanya Nuari


"Iya bener " Jawab nya nampak datar


"Ya sudah kalau begitu kain kali hati-hati ya mbak , Alhamdulillah anak nya tidak apa-apa,mungkin hanya shock" ucap Nuari


"Bagaimana gak shock orang kamu yabg menarik anak saya,jadinya kan kaget dia ,cup cup cup udah nak "


Bukan nya berterima kasih dan menyadari kesalahannya perempuan itu malah bersikap seolah Nuari lah penyebab anak nya menangis.


"Kalau saya gak tarik ,mungkin anak mbak akan tertabrak "


"Astaga , kamu nyumpahin anak saya ketabrak mobil hah ! Keterlaluan "Seru perempuan itu benar-benar tak sadar diri


Melihat perdebatan di mata nya ,supir mobil itu pun memilih untuk pergi ,karena menurut nya ia tak menabrak jadi dia gak perlu berlama-lama di sana.


"Lah kok ?" Nuari sampai bingung dibuat nya


"Entah siapa yang salah sih ,aku apa dia ,udah ditolong anak nya bukan nya terima kasih malah maki-maki " Gerutu nya dalam hati


"Sudah sih diem ! Nangis mulu kerjaan nya. Makanya kalau jadi anak tuh diem kalau dibilangin " perempuan itu bukan nya menenangkan anak nya yang menangis malah menambah tangisan nya semakin kencang dengan memarahi bahkan sampai mencubit kaki nya


"Astaghfirullah Bu,kok begitu sih sama anak nya ,ibu tuh yang salah ,anak segini emang sedang aktif-aktif nya ,situ malah asik saja ngobrol tanpa mau mengawasi anak nya. Beruntung ada mbak nya yang nolongin kalau enggak anak mu bisa celaka " Timpal ibu penjual es


"Ini lagi ,kenapa ikut-ikutan sih ,mending urusin saja dagangan nya jangan usil ngurusin orang lain,heran deh " semprot perempuan itu lalu membawa anak nya pergi


"Astaghfirullah....kok ada ya orang kaya gitu" Lirih ibu itu


Nuari merasa miris dengan perempuan tadi yang dengan mudah nya mencubit anak nya ,padahal anak nya itu sedang membutuhkan perlindungan nya.


"Astaghfirullah,semoga anak nya selalu diberi kesehatan dan jadi anak yang sukses,biar perempuan itu menyesal karena sudah bersiap kasar seperti itu pada nya , amin" ucap nya dalam hati


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2