
Malam hari diguyur hujan lebat,angin kencang menggoyangkan apapun yang dilewati nya. Di kamar nya Nuari tak henti-hentinya berdoa ,ia bahkan membacakan beberapa ayat Al Qur'an di samping Yoga,yang terus bergumam tak jelas dalam tidurnya.
"aku tahu kamu sedang tak baik-baik saja,aku mohon kembali lah pada ku,lawan rasa yang membelenggu mu,ingat lah ada aku dan Raffa yang membutuhkan dan menyayangi mu" lirih Nuari di sela-sela doa nya
Setelah selesai mengaji Nuari membelai lembut kepala Yoga ,seolah merasakan kenyamanan atas sentuhan itu,tidur Yoga jadi lebih rileks dan berhenti bergumam yang tak jelas.
"seandainya aku tahu bagaimana cara menghilangkan pengaruh belatung nangka itu" gumam nya
Nuari seakan lupa jika mama nya seorang paranormal yang selalu dipanggil orang-orang untuk menyembuhkan seorang dari pengaruh sihir dan ilmu pelet,wanita itu pun lalu merebahkan tubuhnya di samping Yoga ,ia tidur menyamping menghadap pada Yoga.
Nuari memang sudah tak bisa lagi melihat makhluk tak kasat mata namun ia bisa merasakan jika ada sesuatu yang aneh pada suami nya ,apalagi setiap malam selalu ada sesuatu yang menghampiri suami nya,sebuah bayangan hitam yang akan langsung masuk ke tubuh suami nya.
Ia langsung yakin jika suami nya ada dalam pengaruh sihir seseorang ,yang ia curigai adalah Erika ,karena melihat sikap Yoga pada Erika yang tak biasa,sikap Yoga terhadap nya pun jadi biasa saja.
Sementara di tempat lain
Erika merasa kesal karena sihir yang ia kirim kan malam ini tak bisa mengenai Yoga,sebab adanya benteng perlindungan dari Nuari yang membaca ayat-ayat Al Qur'an membuat ilmu hitam nya itu kembali berbalik pada nya.
"s*al....kenapa malam ini tak bisa ,padahal tinggal dua kali lagi dia mendapatkan kiriman sihir ku dia akan bertekuk lutut pada ku,apa ada yang salah dengan mantra-mantra yang ku ucap kan" fikir nya
Ia melihat pada jam yang sudah menujukan pukul setelah empat ,artinya sebentar lagi adzan subuh,ia pun menghentikan ritual nya itu,dengan perasaan kesal.
"baiklah ,masih ada dua kali kesempatan lagi untuk bisa mendapatkan nya , besok malam dan di malam Jum'at nanti ,aku harus berhasil ,sebab kalau tidak akan jadi lama untuk menunggu waktu yang tepat lagi untuk mengirim sihir nya " ucap nya
Mau tidak mau jika dalam kesempatan nanti ia masih tak berhasil ,maka ia harus bersabar hingga waktu nya tiba,karena mengirimkan ilmu sihir tak semudah dan tak bisa sembarang mengirim jika ingin berhasil.
Sedikit info tentang Erika ,ia sebenarnya adalah seorang janda tanpa anak,suami berselingkuh hingga menikah lagi ketika pernikahan mereka baru berjalan dua bulan.
Erika merasa harga dirinya sebagai seorang perempuan sudah di injak-injak oleh mantan suami nya itu,hal itu pun menjadi dorongan nya untuk bisa mempercantik diri,ia ingin mantan suami nya itu menyesal karena telah menyia-nyiakan nya.
Namun usaha nya untuk bisa terlihat cantik bukan dengan operasi plastik seperti kebanyakan perempuan,akan tetapi ia mendatangi seorang dukun untuk memasangkan susuk di seluruh tubuh nya,tak hanya itu Erika juga mempelajari ilmu sihir seperti ilmu pelet.
Setengah tahun berlalu akhirnya apa yang Erika lakukan membuahkan hasil. Tak hanya sukses membuat diri nya terlihat cantik ia juga sudah bisa menguasai ilmu hitam seperti ilmu pelet hanya kurun waktu setengah tahun.
Mantan suami nya tentu saja kembali mengejar nya namun Erika enggan untuk menerima kembali mantan suami nya itu,ia justru terobsesi untuk mencari laki-laki tampan dan kaya raya.
Sudah banyak korban laki-laki yang terpikat oleh nya lalu ditinggalkan setelah ia mendapatkan apa yang ia mau,namun ketika melihat Yoga ia justru ingin memiliki pria beristri itu ,dan berencana menyingkirkan istri nya.
**
Malam berganti pagi, sisa-sisa hujan semalam masih terlihat dari tetesan air hujan dari genting dan dedaunan.
Cuaca pagi ini pun lumayan cerah ,suara kicau burung yang bertengger di atap rumah pun terdengar merdu di telinga.
Nuari sudah siap untuk mengantar Raffa sekolah, sementara Yoga pun sudah menunggu kedua nya di meja makan.
"maaf ya sayang ,nunggu lama ya " ucap Nuari ketika menghampiri nya
"enggak kok " sahut Yoga tersenyum meski samar
"aku mau berangkat diantar papa boleh kan?" tanya Raffa
__ADS_1
" tentu saja boleh dong " respon Yoga tak seperti kemarin-kemarin yang sedingin es balok
Hal itu pun membuat Nuari merasa senang,itu artinya pengaruh sihir nya sudah sedikit berkurang,meski tak menutup kemungkinan Yoga akan kembali terpengaruh jika kembali bertemu dengan sekretaris nya itu.
Setelah selesai sarapan mereka pun segera berangkat.
Selama di perjalanan Raffa tak berhenti berceloteh meski ditanggapi Yoga seadanya .
"ck...papa gak asik deh, keseringan bertemu Tante nenek sihir sih " gerutu anak itu mencebik
Ketika mobil hampir sampai di sekolah Nuari mendapatkan telepon dari seseorang. Ujung bibir nya terangkat melihat nama si pemanggil. Tanpa menunggu lama Nuari pun mengangkat nya.
"halo assalamualaikum...."
"waalaikum salam "
"maaf ganggu waktu pagi nya,hari ini kamu ada kesibukan gak ?" tanya nya
"gak ada ,kenapa memang nya?" tanya Nuari
"ada sesuatu yang perlu ingin aku bicarakan,lebih baik kita bertemu agar bisa berbicara agar lebih jelas " tutur nya
"sebentar aku izin dulu suami aku ya" ucap Nuari lalu meminta izin pada Yoga dengan tanpa memutus sambungan telepon nya
"sayang,aku mau bertemu dengan Evan ,boleh gak,katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan"
"boleh,tentu saja boleh " sahut nya seraya melirik dan tersenyum
Jika biasa nya Yoga akan banyak bertanya jika ada apapun yang menyangkut Evan ,dia akan sulit memberikan izin walau pada akhirnya dia mengizinkan meski harus ikut juga ,tapi kali ini malah langsung mengizinkan.
"makasih " ucap Nuari lalu kembali berbicara dengan Evan
"ok Evan,setelah mengantar Raffa aku langsung meluncur ,kasih tahu saja dimana kita akan bertemu "panggilan pun berakhir
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai. Raffa segera melambaikan tangan setelah masuk gerbang sekolah , setelah sebelumnya salim pada Nuari dan Yoga.
Yoga segera mengantarkan Nuari ke sebuah kafe yang Evan sudah menunggu. Sebelum nya Evan sudah mengirim kan alamat nya.
"makasih ya sayang ,pulang nya biar aku minta jemput supir mama saja,habis ini aku mau ke rumah mama " ucap Nuari setelah ia sampai
"iya,pulang nya hati-hati ,biar Raffa aku yang jemput karena siang nanti aku gak sibuk ,paling sore ada meeting "
"iya , kamu juga hati-hati,hm...Yoga "
"iya?"
Muach'
"kamu harus selalu ingat kalau ada aku yang mencintai dan menyayangi mu,kau Yoga ku,bukan milik wanita lain" ucap lirih Nuari setelah mengecup pipi suami nya itu
"iya akan aku ingat selalu ,sudah sana tuh orang nya udah nunggu kamu "
__ADS_1
"kiss dulu dong ,kan tadi aku udah kiss kamu"rengek Nuari manja
"hehehe....ya udah nih ,muach....muach..."
Akhirnya setelah sedikit drama manja-manja an Nuari pun keluar dari dalam mobil dan langsung menuju kafe.Yoga pun melajukan mobil nya menuju perusahaan.
"semoga belatung nangka itu tak membuat Yoga lupa jemput Raffa "lirih Nuari
"Evan mana..."gumam nya celingukan
"di sini ! " Evan melambangkan tangan nya , Nuari yang melihat nya segera menghampiri
"maaf lama nunggu " ucap nya lalu duduk
"gak kok,aku baru aja sampai ,tumben suami mu gak ngikut?" tanya Evan sedikit heran
"mau nya dia ikut tapi kayaknya dia sibuk " sahut Nuari tanpa ingin memberi tahu masalah nya
"ah iya ,ada apa ya ? " tanya Nuari
"kita pesan makan atau minum dulu, nanti kita bicara " ucap Evan
"baiklah "
"pesan apa ?" tanya Evan
"apa saja deh"
"ya sudah kalau gitu aku pesan kan bubur sumsum mau ? bubur sumsum di sini enak loh " tawar nya
"boleh ... boleh "
Setelah menunggu beberapa saat pesanan siap,mereka berbincang sambil menikmati makanan nya.
"jadi ada apa kamu ngajakin ketemu?" tanya Nuari
"jadi gini,setiap malam Ayu selalu merasa ketakutan, katanya ada yang memperhatikan nya, padahal tak ada apapun,bahkan dia juga suka ketakutan melihat ku,menurut ayah seperti nya Ayu terkena guna-guna dan semacam nya "jelas Evan
"terus kenapa kamu bicarakan hal ini pada ku?"tanya Nuari
"mama mu paranormal kan,jadi lewat kamu aku ingin meminta bantuan beliau " ucap Evan lagi, seketika mata Nuari seakan terbuka
"oh iya ,kenapa aku tak kefikiran " gumam nya
"kenapa? " tanya Evan
"enggak,bukan apa-apa,iya akan aku katakan pada mama,mama pasti mau membantu " ujar Nuari
"kalau gitu aku permisi pulang duluan ya,makasih Evan "
bersambung...
__ADS_1