
Tiba di restoran rupanya di sana sudah ada Nuri ,Gibran , Aranta,dan Dewi. Mereka melambaikan tangan ketika Nuari,Yoga ,dan Rifki masuk ke resto itu.
"mama...nenek ....kakak....jadi kita makan siang bersama nih cerita nya " seru Nuari memeluk satu persatu anggota keluarga nya
"iya sayang,makanya papa sengaja datang ke kantor jemput kalian " ucap Rifki yang ternyata ini adalah rencana nya
"ya sudah yuk duduk ,mama sudah pesan kan makanan buat kita,pasti sebentar lagi makanan datang" ucap Nuri
Meja yang di pesan pun bukan tipe VIV, ia meminta pada pihak resto untuk menggabungkan dua meja.
Tak lama para pelayan pun datang membawakan makanan dan minuman. Setelah makanan di tata di atas meja,barulah mereka menikmati makanan itu.
"ayo makan yang banyak biar junior kita makin sehat " ucap Yoga seraya memberikan satu potong ikan tuna goreng tepung milik nya
"makasih " ucap Nuari
Sementara Gibran ia makan sambil menyuapi Aranta,pemandangan itu sudah tak asing lagi bagi mereka, Rifki pun tak mau kalah dengan anak-anak mereka,sesekali Rifki menyuapi Nuri,Nuri tersipu dan ia pun membalas menyuapi Rifki.
"hm....berasa jadi obat nyamuk nih mama " cetus Dewi yang menyaksikan anak,mantu dam cucu serta susu mantu nya saling suap menyuapi
Mereka menoleh lalu tersenyum kikuk
"ya ampun mah ,maaf " lirih Nuri
"hehehe...gak apa-apa,justru mama senang melihat kalian seperti itu" ucap Dewi terkekeh
Baik Dewi, Rifki maupun Gibran ,ketiga nya belum mengetahui jika Aranta tengah hamil anak kembar karena Nuri dan Aranta sengaja akan memberi tahu mereka setelah selesai makan.
Sementara keluarga itu tengah makan siang bersama sama hal nya dengan yang di lakukan Evan di apartemen.
Evan sudah memesan makanan banyak untuk di nikmati nya bersama kedua orang tua nya,Ayu pun sibuk menata makanan itu di meja makan , beruntung meja makan nya lumayan besar hingga muat untuk mereka berlima.
Rina pun masih berada di sana,saat Ayu tengah sibuk di dapur ,Rina terus saja mencoba mendekati Evan. Ada saja tingkah nya yang membuat Evan merasa risih. Bahkan ayah Evan pun sampai menggelengkan kepala melihat kelakuan nya.
"Evan ,sebaik nya kamu bantu istri mu di dapur,kasihan Ayu pasti repot " ujar ayah Evan
"iya ayah " Evan pun bisa bernafas dengan lega karena bisa menghindar dari Rina
"ayah kok malah nyuruh Evan bantuin Ayu ,biar lah itu kan sudah jadi tugas nya nyiapin makanan buat kita " ucap ibu Evan
"ya gak bisa gitu lah bu,makanan nya kan lumayan banyak " ucap ayah Evan
Sebenarnya dari tadi Evan juga ingin pergi ke dapur untuk membantu Ayu ,hanya saja ibu nya beralasan ponsel nya tak bisa dipakai untuk menghubungi,ia meminta Evan untuk mengecek ponsel nya itu.
Ibu Evan menghela nafas mendengar ucapan suami nya,ia pun melirik Rina dan berkedip seraya menggerakkan kepala nya menujuk dapur , Rina mengerti dan segera beranjak menuju dapur.
"Bu...bisa gak jangan memberi celah untuk Rina mendekati Evan lagi,ok kalau Evan belum menikah ,tapi kan sekarang Evan baru saja menikah,jangan memasukan duri di pernikahan anak kita" ucap ayah Evan setelah Rina tak lagi terlihat
__ADS_1
"lagian ayah sih ,kenapa main nikah kan saja mereka,kan katanya cuman mau lamaran ?" tanya ibu Evan
"ayah ngelakuin itu kan demi kebaikan mereka,ayah tak mau mereka khilaf ,mendengar mereka pernah tinggal satu atap saja ayah merasa sudah berdosa,apalagi khilaf yang lain,apalagi anak zaman sekarang kan peluk dan cium sudah seperti hal yang biasa dan wajar,nah ayah tak mau jika mereka sampai melakukan hal itu, meski sepele tapi tetap saja dosa nya besar,sebagai seorang ayah,ayah merasa gagal mendidik anak ayah"tutur nya ,istri nya itu nampak terdiam
Di dapur
Evan yang tahu jika Rina mengikuti nya,ia pun langsung memeluk Ayu dari belakang saat Ayu selesai menuangkan makanan terakhir pada piring.
"Evan ...jangan seperti ini ah ,di luar ada ibu dan ayah,nanti kalau mereka masuk ,kan aku yang malu" ucap Ayu berusaha melepaskan kedua tangan Evan yang melingkar di perut nya
"gak mau,aku mau seperti ini terus " ucap Evan semakin mengeratkan pelukan nya
"iya tapi aku jadi gak bisa nafas ini" rengek Ayu
"ya udah sini aku kasih nafas buatan " Evan membalik kan tubuh Ayu hingga menghadap kepada nya
"enggak ,kita kan mau makan ,ayo panggil ayah dan ibu kita makan sekarang juga" ucap Ayu menghindari Evan
"ok ... tapi ...nanti malam kita ulangi lagi yang semalam ya "bisik nya
Wajah Ayu memerah ,ia pun mengangguk malu.
Rina yang diam-diam memperhatikan keduanya pun merasa kesal,namun kemudian ponsel nya berdering ,hingga membuat nya terkejut dan segera pergi menghindar untuk mengangkat telpon nya.
Mendengar suara ponsel, Ayu pun menoleh, sementara Evan hanya tersenyum kecil.
"kamu tunggu di sini ya ,biar aku panggil ayah dan ibu dulu "ucap Evan
Evan pun berjalan menghampiri kedua orang tua nya,namun tiba-tiba langkah kaki nya terhenti ketika mendengar suara seseorang yang berbicara dengan suara tertahan.
"iya ... nanti malam aku gak bakal bolos kok aku janji,tapi saat ini aku benar-benar gak bisa " ucap Rina
"iya ...iya ... tenang saja aku gak akan mengecewakan mu ,iya...." Rina pun segera memutuskan sambungan telpon nya
Cepat-cepat Evan kembali melangkahkan kaki nya,Rina kembali menuju dapur dan melihat sudah tak ada Evan di sana ,ia pun berjalan menghampiri Ayu.
"memang cocok ya kalau yang tadinya seorang pembantu " cetus Rina
"maaf ,maksud nya ?" tanya Ayu
"ya kamu itu sangat cocok berada di dapur,nyiapin makanan segala macem ,itu kan pekerjaan pembantu "ucap Rina
"oh ,enggak kok ,siapa bilang sibuk di dapur hanya cocok untuk pembantu,seorang istri kan memang harus biasa terjun ke dapur,selain menyiapkan makanan hal sepele seperti ini lah akar dimana sebuah rumah tangga terjalin harmonis,karena jika perut suami kenyang dan puas maka suami juga akan tambah sayang pada istrinya,berbeda dengan seorang istri yang hanya mengandalkan pembantu,suami akan cenderung merasa bosan karena pasti nya suami akan menginginkan masakan istri nya" tutur Ayu
"tapi makanan ini kan bukan kamu yang masak" ucap Rina
"memang ,tadinya aku mau masak sendiri,cuman karena waktu nya juga gak akan sempet kalau masak,makanya suami ku sendiri yang menyarankan untuk beli "sahut Ayu lagi
__ADS_1
Sementara itu
"Bu...ayah...makanan sudah siap ,ayo kita makan " ajak Evan
"baiklah " kedua orang tua nya pun beranjak mengikuti Evan ke dapur
Setelah mereka berkumpul di meja makan, Ayu segera mengambilkan nasi dan lauk nya untuk Evan ,tak lupa ia juga menawari kedua mertua nya.
"tidak usah ,biar nanti kalau mau ayah akan ambil sendiri,kamu layani saja suami mu "begitu kata ayah Evan ketika Ayu menawari makanan nya
Seakan tak tahu malu Rina pun ikut-ikutan mengambilkan nya untuk Evan,namun tentu saja Evan hanya memilih makanan yang Ayu sajikan.
"maaf tapi itu kebanyakan,aku mana habis makan segitu banyaknya,tapi terima kasih atas perhatiannya ya,lain kali tak usah ,karena istri ku juga bisa melakukan nya " ucap Evan seraya meraih piring yang berisi nasi beserta lauk nya dari Ayu
"makasih ya sayang " ucap Evan
"iya " sahut Ayu tersenyum
Ayah Evan pun tersenyum melihat nya , sementara ibu Evan dan Rina nampak gondok.
"Rina,karena sekarang Evan sudah menikah,maka mulai sekarang berhenti lah mendekati nya,yakin lah suatu saat akan ada laki-laki yang juga mencintai kamu dan mau menerima mu apa ada nya " ucap ayah Evan yang sudah merasa jengah melihat Rina yang terus-menerus berusaha mendekati Evan
Sementara itu
Rifki ,Dewi ,dan Gibran saat ini merasa senang mendengar kehamilan kembar nya Aranta, Gibran terlihat sangat terharu ia tak hanya menciumi wajah Aranta di hadapan semua nya,tapi pria itu pun melakukan sujud syukur dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipi nya.
Tak ada yang tak terharu dengan kabar gembira tersebut,karena mengingat Gibran dan Aranta sudah sangat lama mengidamkan kehadiran seorang bayi,dan ketika sekarang hamil langsung di beri dua sekaligus.
"Masya Allah.... Alhamdulillah.....terima kasih Ya Allah....." lirih Gibran dalam sujud nya
"pah...mah...aku ingin mengadakan syukuran atas berita bahagia ini, sekaligus syukuran untuk Ari juga " ucap Gibran menatap kedua orang tua nya
"iya sayang mama setuju " sahut Nuari
"bagaimana kalau kita adakan syukuran nya di panti saja mah" ucap Aranta
"itu lebih bagus,mama akan hubungi kedua orang tua mu "ucap Nuri
"dan papa akan hubungi Riswan ,bisa ngambek dia kalau gak di kabari " ucap Rifki menimpali
"tapi mah , kehamilan ku kan baru masuk enam bulan,harus nya kan usia tujuh bulan saat mengadakan syukuran,kalau Ari kan pas empat bulan mah" ucap Aranta
"ya enggak apa-apa,niat nya kan syukuran,mau enam bulan atau tujuh bulan menurut nenek sama saja,kan kamu juga sudah syukuran empat bulanan waktu itu" sahut Dewi
"ya sudah aku ikut saja kalau begitu " ucap Aranta kemudian
Akhirnya mereka semua segera menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan syukuran tersebut,tak lupa Nuri pun memberi tahu keluarga nya di kampung.
__ADS_1
...***...
Maaf sekali lagi ya...othor agak lelet up nya,selain kurang enak badan, othor juga sedang menyiapkan diri buat HPL yang sudah semakin dekat,minta doa nya saja ya semua nya semoga dilancarkan 🙏🙏😇