Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 55


__ADS_3

Khaira,gadis kecil yang selalu bersikap semena-mena pada siapa pun berteriak histeris saat melihat wujud Nagin. Tubuh nya pun sampai gemetar.


"Oma,aku takut ada ular besar jelek " Meski dalam ketakutan pun anak itu masih saja bisa mengumpat


"Mana ada ular Khaira,kamu gak usah banyak drama deh,Oma pusing jadinya " Ucap Oma nya nampak kesal dengan semua tingkah cucu nya itu. Dari awal ia memang tak mau dititipin cucu nya meski ia menyayangi cucu nya itu tapi melihat kelakuan nya terkadang membuat nya malas.


"Diki dan Arafah mana sih,kok lama banget periksa nya " Gumam Oma nya nampak melihat ke arah dimana anak dan menantunya sedang kontrol kesehatan menantunya Arafah


"Huaaaa...... Oma.....ular itu ada di dekat mereka!" teriak Khaira menunjuk ke arah Atha dan Lia. Kedua bocah itu hanya bisa diam sambil menahan tawa


Hal itu pun jadi pusat perhatian orang-orang di sekitar termasuk para perawat yang sedang mundar-mandir melakukan pekerjaan nya.


"Astaga Khaira,sudah sebaiknya kita pergi,kamu ini bikin heboh saja " Oma nya pun menggendong Khaira menuju parkiran ,ia memilih menunggu orangtua Khaira di dalam mobil


Namun siapa sangka ,jika Nagin malah mengikuti Khaira hingga sampai ke dalam mobil. Kali ini Nagin menampakkan diri dengan wujud setengah manusia setengah ular.


"Aaaakkkhhhh......"


"Halo gadis cantik "Sapa Nagin , Khaira nampak ketakutan dan memeluk Oma nya


"Khaira "


"Oma,.. Khaira takut "rengek nya sesegukan


"Makanya jadi anak bersikap lah dengan baik,jadilah gadis kecil menggemaskan jangan berlaku semena-mena dan bersikap buruk terhadap orang lain. Jika sikap mu masih seperti itu maka aku akan datang dan memakan mu hidup-hidup ! Mau ?"Gertak Nagin


"Gak mau ! Aku gak mau dimakan ,aku gak akan seperti itu lagi " Sahut Khaira dengan suara yang bergetar ketakutan


"Bagus ,aku pegang janji kamu. Jika suatu saat kamu kembali bersikap seperti tadi pada siapapun maka aku akan langsung datang untuk memakan mu " Ucap Nagin lagi


"Huu....huu....aku gak mau dimakan "


Nagin menyeringai setelah itu siluman ular tersebut langsung pergi kembali pada Atha dan Lia.


Menit demi menit berlalu ,kini matahari sudah tenggelam menghadirkan gelap yang diterangi sinar bulan yang nampak terhalang awan hitam.


Gibran sudah sampai dari satu jam yang lalu. Ia segera membantu mama nya untuk terlepas dari pengaruh serangan makhluk ghaib pesugihan. Rifki pun sudah sampai tak lama setelah kedatangan Gibran.


Sekitar tiga puluh menit pria itu membantu mama nya. Kini kondisi Nuri sudah pulih. Ia bersama Laras dibantu Gibran juga para kyai.


Selina kini duduk di tengah-tengah lingkaran lilin yang menyala. Para kyai duduk bersila dengan tasbih di tangan masing-masing di setiap penjuru. Nuri dan Gibran duduk berhadapan dengan Selina , sementara Laras berjalan memutari Salina dengan mulut yang membaca mantra.


Ibu nya Selina dan Nando berada ditempat yang aman bersama Rifki yang juga dijaga oleh Wewe dan Wowo. Wowo sempat jadi bulan-bulanan kemarahan Gibran karena ia telah kecolongan menjaga Nuri. Hal itu di sebabkan karena Wowo yang terlempar ke dimensi lain setelah berusaha melindungi Nuri dari serangan makhluk pesugihan.

__ADS_1


Udara dingin tiba-tiba menjalari tubuh mereka,disertai hembusan angin yang lama kelamaan menjadi kencang hingga memadamkan beberapa lilin.


"HAHAHAHA......."


Suara tertawa yang menggema membuat tanah ikut bergetar.Suasana malam yang cerah berbintang kini berubah gelap gulita disertai lolongan anjing bersahutan yang entah dari mana asal nya.


Para warga merasa ketakutan hingga enggan untuk keluar rumah malam-malam. Namun ada sebagian warga yang merasa penasaran dengan aktifitas di luar karena memang ritual itu dilakuan di tempat terbuka yaitu di halaman rumah Selina yang cukup luas. Warga tersebut merupakan para tetangga terdekat rumah. Saat mereka keluar Gibran segera menghimbau mereka untuk tak mendekat apalagi menonton ritual. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Gibran pun menjelaskan maksud diadakan nya ritual tersebut agar mereka faham dan menuruti perintah nya. Dan benar saja setelah Gibran menjelaskan mereka pun segera membubarkan diri.


"Ih,serem juga ya "


"Iya ,udah yuk jangan kepo takut kalau malah kita yang jadi sasaran" Begitu kira-kira ketakutan para tetangga terdekat. Mereka segera mengunci pintu dan jendela rapat-rapat.Bahkan saking takut nya sampai ada yang memutar murotal surah-surah Al-Qur'an.


Setelah memberi pengertian pada warga ,Gibran pun kembali fokus pada ritual.


Surah demi surah ,ayat demi ayat terus menggema ditengah gempuran angin yang menerbangkan apapun yang disapu nya.


"HAHAHAHA......" Kembali suara tertawa itu terdengar


"KALIAN JANGAN IKUT CAMPUR !"


"HENTIKAN !


"Kami tidak akan berhenti sebelum kamu membebaskan gadis itu " Sahut Nuri lirih membatin


"Kami memang manusia biasa tak memiliki kekuatan,tapi ada Allah yang jadi sumber kekuatan kami untuk melawan mu "Sahut Nuri lagi


"GGRRRHHHH.....KAU MENANTANG KU ! "


Shhhuuuuttt'


Sebuah bola api tiba-tiba melayang berputar-putar lalu melesat dengan cepat ke arah ritual. Akan tetapi saat bola api itu hendak mengenai Nuri dan yang lain , tiba-tiba bila api itu terpental dan kembali ke asal nya.


DUARRR'


Ledakan dahsyat terdengar menggema di langit.Selina terperanjat.


"Jangan takut , insyaallah tidak akan terjadi apa-apa.Semua akan baik-baik saja ,ini minum lah ,dan basuh wajah,lengan dan kaki mu dengan air ini. Air ini berasal dari tujuh sumur keramat dari berbagai tempat "Ucap Laras menyerahkan air dalam kendi


Selina mengangguk dan mengikuti perintah paranormal cantik itu.Saat Selina selesai tiba-tiba muncul kepulan asap merah dari kepulan asap tersebut muncul sosok menyeramkan. Tubuh nya yang tinggi besar berwarna merah , memiliki kepala menyerupai kepala banteng dengan mata tak kalah merah dari warna tubuh nya. kedua tanduk nya pun terlihat sangat runcing dan tajam.


"KAU SUDAH DISIAPKAN UNTUK MENJADI SANTAPAN TERAKHIR KU " tunjuk nya pada Selina


Selina yang takut memundurkan tubuh nya namun segera ditahan oleh Laras.

__ADS_1


"Tetap ditempat mu, makhluk itu tak akan bisa menjangkau mu di sini"


"I...iya " Ucap nya terbata. Ia kembali pada posisi nya


"Bacalah ini dan jangan berhenti sampai kami selesai mengalahkan nya " Ucap Gibran seraya memberikan secarik kertas yang berisi sebuah tulisan doa-doa


Laras,Nuri dan Gibran berperang secara batin dengan makhluk itu .Ketiga nya menyerang dengan kalimat dan gerakan yang hanya bisa dilihat orang-orang tertentu saja. Para kyai pun tak pernah berhenti merapalkan doa.


"GGRRRHHHH...... HHUUAAAAAAAA......"Makhluk itu terus menyerang namun serangan nya itu selalu kembali pada nya


"GGRRRHHHH......"


DUARRR'


DUARRR'


Beberapa kali suara ledakan memekakkan telinga namun itu hanya terdengar oleh orang-orang tertentu ,bagi orang biasa ledakan itu terdengar seperti guntur yang menggelegar.


"LAA HAULA WALLA QUWWATA ILLA BILLAH ......" Mereka berseru secara bersama-sama,kemudian Gibran menepukan telapak tangan pada permukaan tanah. Tanah seketika bergetar disertai suara geraman dan teriakan kesakitan dari makhluk pesugihan itu


"GGRRRHHHH...... AAAKKKHH......."


Tubuh makhluk menyeramkan itu pun meledak. Serpihan tubuh nya sampai mengenai tubuh mereka yang di sana termasuk Gibran yah berdiri paling depan. Seketika bau amis dan busuk menguar.


"Alhamdulillah....." Lirih mereka seraya mengusap wajah masing-masing


"Huueekk...." Nuri dan Selina menahan mual dengan menutup hidung sementara Laras seakan tak mencium bau tersebut ia terlihat sangat tenang


"Astaga ! Kebanyakan makan kotoran kaya nya tuh setan ,bau nya sedep banget jadi pengen muntah , huueekk" Gibran segera pergi untuk membersihkan tubuh nya


"Apa sekarang aku sudah terbebas dari makhluk itu?" Tanya Selina tiba-tiba


Laras tersenyum, kemudian Nuri yang berbicara.


"Alhamdulillah,atas seizin Allah kamu sudah terbebas dari makhluk itu,tapi masih ada makhluk lain yang pasti akan tertarik pada mu " ujar nya. Gadis itu terkesiap


"Tapi kamu tak usah khawatir, dengan memohon perlindungan pada Allah,kita akan mengupayakan untuk menutup kembali aura mu agar tak mengundang perhatian para tak kasat mata. Tapi kamu harus ingat untuk tidak mengulangi lagi menggunakan jelangkung untuk main-main atau tujuan lain ,ataupun ritual lain yang bersangkutan dengan ghaib,kamu mengerti ?" Tambah Laras


"Iya Bu ,aku mengerti " Ucap nya


"Kalau begitu kita langsung ke ritual lain ,bersihkan dulu diri mu kami tunggu di dalam rumah " Ucap Laras lagi


"Baik Bu "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2