Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 95


__ADS_3

Vania yang panik langsung berlari menghampiri Raffa. Lia hanya menggeleng kan kepala melihat nya.


"Gak Raffa ,gak Vania.Keduanya sama-sama bucin. Apa aku dan pak Riki juga akan sebucin itu nanti nya " Tanya Lia dalam hati nya


Mengingat Riki,gadis itu jadi merindukan sosok guru nya itu. Gadis itu lalu duduk bersandar pada tubuh Nagin


Sementara itu Vania berlari dengan sudah berurai air mata. Ia takut kehilangan sosok pria yang ia cintai.


"Huuuhhuuu....kak Raffa "


Ketika Vania baru sampai di titik jatuhnya Raffa,ia tercenung melihat Raffa yang nampak baik-baik saja. Raffa berjalan keluar dari balik semak-semak bersama tim panitia acara.


"Kak Raffa " Ucap Vania lirih ,namun mata gadis itu tertuju pada sosok makhluk tak kasat mata berpakaian pakaian serba putih layaknya seorang ulama atau kyai


"Loh,kamu kenapa ke sini ?" Tanya Raffa


"Harus ya kamu nanya gitu. Kakak gak tahu aku tuh sangat khawatir tau gak ,aku takut kamu kenapa-napa tadi. Jatuh nya saja kaya gitu " Ucap Vania menggebu,Raffa malah tersenyum


"Makasih loh,kamu udah khawatir sama aku ,aku seneng deh. Tapi kamu tidak usah khawatir,aku tidak apa-apa kok. Lihat saja gak ada luka sedikitpun kan "Ucap Raffa seraya menujukan semua anggota tubuh nya


"Kok bisa kakak tidak apa-apa. Melihat bagaimana kakak terjatuh tadi sangat tipis kemungkinan kalau kakak tidak cedera " Lirih Vania bingung


"Jadi kamu mau aku cedera ? Tega nian kamu sayang " Ucap Raffa memelas


"Ya enggak lah,bukan gitu. Maksud aku tuh ...."


"Iya,aku ngerti kok ,mana ada orang mau melihat orang yang di cinta terluka " Potong Raffa ,Vania jadi tersipu dibuat nya,namun mata Vania tak pernah lepas dari sosok tak kasat mata di belakang Raffa


"Oh iya,kenalin dia om jin nya aku , namanya Ki Broto Asmorondono Suryo Notocakradituro, mau nya di panggil Ki Jamal,tapi aku lebih suka manggil nya om jin ,jadi kamu juga manggil nya om jin ya " Tutur Raffa


"Om jin juga yang bikin aku tidak kenapa-kenapa saat jatuh tadi " lanjut nya


Vania termangu mendengar nya,ia yang baru mengetahui fakta tentang kekasih nya itu hanya bisa diam tanpa bisa berkomentar.


"Kita lanjut ngobrol di sana yuk ! Biar lebih nyaman " Ajak Raffa ,Vania mengangguk


Selama berjalan tak henti-henti nya Vania memperhatikan Raffa. Raffa tahu namun pura-pura tak tahu. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah gazebo sederhana Vania masih saja memperhatikan Raffa. Raffa yang gemas pun akhirnya bersuara.


"Sudah jangan diliatin terus aku nya. Aku tahu aku tampan,tapi jangan diliatin terus kan aku jadi malu " Ucap nya


"Apa sih ,siapa juga yang liatin kakak "Kilah Vania


"Masa sih ? Tapi kok aku bisa denger isi hati kamu " Ucap Raffa lagi


"Memang nya aku mengatakan apa ,orang aku gak ngomong apa-apa juga " Kilah Vania lagi


"Bener apa bener " Ucap Raffa dengan nada mengejek


"Tau ah ,kak Raffa nyebelin " Ketus Vania memalingkan muka


"Dih,kenapa kak Raffa bisa tahu apa yang aku katakan dalam hati,apa kak Raffa juga bisa denger suara hati orang " Batin Vania

__ADS_1


Raffa lagi-lagi tersenyum,ia lalu beranjak untuk membelikan Vania minuman tanpa mengatakan sepatah kata pun. Vania yang sibuk dengan fikiran nya pun tak menyadari dengan kepergian Raffa.


Beberapa menit kemudian Raffa kembali dengan membawa es kelapa muda yang disajikan langsung dari buah kepala nya. Raffa sengaja membeli nya satu.


"Panas-panas begini enak nya minum yang manis dan seger " Ucap Raffa ,Vania menoleh dan bingung karena tiba-tiba saja ada es kelapa muda di sana


"Loh,kok ? Kapan kak Raffa pesan nya ,kok aku gak tahu ?" tanya Vania


"Baru saja ,yuk minum biar seger " Sahut Raffa


"Kok cuman satu ? Punya kak Raffa mana ?" Tanya Vania lagi


"Kita minum berdua dong,biar romantis. Anggap saja kita lagi di pantai " Raffa terkekeh karena merasa momen seperti itu sangat tidak pas


"Kak Raffa nih, ada-ada saja " Vania ikut terkekeh


"Bilang aja lagi ngirit karena belum dikasih uang jajan , sok-sok an bilang romantis " Celetuk Ki Jamal


"Uhhuukk.... uhhuukk....." Vania tersedak


Sementara itu kini giliran Atha yang sudah siap dengan motor nya ,Vania menoleh dan terkejut karena tak hanya Atha di atas motor nya namun ada sosok ular berkepala manusia juga yang turut bersama nya.


"Astaghfirullah,kak itu !" Tunjuk Vania


"Udah,gak apa-apa. Itu nama nya Nagin,siluman ular penjaga nya Atha dan Lia " ucap Raffa


"A...Apa ?"


"Alhamdulillah, saya turut senang melihat nya ,semoga kedepannya keadaan mama kamu bisa lebih baik lagi "ucap Nuri


"Iya Bu, Alhamdulillah. Tanpa bantuan ibu mungkin mama saya tidak bisa seperti saat ini,jujur sebelum nya saya tidak percaya dengan apa yang menimpa mama saya ,tapi setelah kehadiran ibu membuat saya harus membuka mata jika ada makhluk ciptaan Allah lain yang tidak dapat terlihat " Ucap Riki


"Kita memang selalu berdampingan dengan mereka yang tak kasat mata,meski tak terlihat tapi keberadaan mereka memang benar-benar nyata adanya ,apalagi mereka yang masih ada urusan yang belum selesai" Ucap Nuri


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih , tanpa ibu entah bagaimana nasib mama saya saat ini" lirih Riki


"Sebagai sesama umat manusia sudah sepantasnya saya membantu,apalagi kamu...oh iya ,saya ingin mengucapkan terima kasih,uang yang kamu transfer tadi pagi insyaallah akan bermanfaat bagi anak-anak panti " Ucap Nuri yang hampir saja kelepasan menyinggung nama cucu perempuan nya


"Iya Bu, sama-sama,tapi saya mohon maaf jika nominal nya sedikit" lirih Riki malu ,pasal nya ia hanya mentransfer uang sejumlah dua juta rupiah


"Oh,tidak apa-apa.Berapa pun nominal nya asal kamu ikhlas mudah-mudahan berkah untuk semua nya ,kami pun tidak pernah mematok kepada siapapun yang ingin berdonasi "


"Duh,saya jadi malu " Lirih Riki


"Tapi kapan-kapan apa saya bisa berkunjung ke panti asuhan nya ?" Tanya Riki. Bukan tak apa ia menginginkan berkunjung,ia hanya ingin memastikan jika panti asuhan itu benar-benar panti asuhan


"Oh, tentu saja silahkan " Sahut Nuri tersenyum


"Jika itu benar-benar panti asuhan ,maka aku akan menjadi donatur tetap di sana " Bisik hati Riki membatin


Pada saat itu datang seorang pria berjas hitam menghampiri. Riki dan Nuri memang berada di luar ruangan rawat karena mereka gak ingin suara obrolan mereka mengganggu istirahat Arin.

__ADS_1


"Selamat siang kak Riki " sapa nya


"Loh,kamu ngapain ke sini ?" Tanya Riki heran


"Ada sesuatu yang ingin saya katakan ,ini tentang perusahaan " Ucap nya


"Ada apa dengan perusahaan? Lagipula aku sudah tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan "Ucap Riki lagi


"Maaf,kalau begitu saya pamit ,titip salam buat bu Arin , assalamualaikum " Ucap Nuri


"Oh,iya Bu waalaikumsalam,akan saya sampaikan"


Setelah itu Nuri pun pergi.


"Bisa kita bicara di tempat lain " Ucap Riki


"Oh,tentu pak " orang itu mengikuti kemana Riki pergi , sementara itu Riki menitipkan mama nya pada perawat


"Jangan biarkan siapapun masuk , siapapun itu " Ucap Riki


"Iya pak " sahut perawat patuh


"Cepat katakan,waktu ku tidak banyak,aku harus kembali menjaga mama " Ucap Riki. Mereka berada di kantin rumah sakit


Sebelum berbicara ,orang itu melihat sekeliling dulu.


"Jadi begini pak, sebenarnya perusahaan tidak benar-benar jatuh ke tangan pak Ferro" ucap nya pelan dan hati-hati


"Maksud kamu ?" Tanya Riki mengerut kan kening


"Jadi begini ...." Orang itu merupakan orang kepercayaan Riki di perusahaan yang masih setia hingga sampai saat ini. Ia berusaha mati-matian untuk bisa tetap bekerja di perusahaan demi atasan nya Riki


Sementara itu,Atha mampu naik ke atas ,tepukan tangan dan sorakan riuh para penonton dan peserta lain membuat riuh tempat itu. Semua orang nampak memuji kemampuan Atha,karena dari banyak nya peserta baru Atha yang mampu naik ke garis finis.


Namun tak hanya Atha setelah Atha ,ada peserta lain yang juga mampu naik ke atas dengan waktu lebih cepat dari Atha. Hal itu membuat mata semua orang melotot takjub.


"Gila ,aku aja bisa naik karena bantuan Nagin ,lah dia bisa naik sendiri,lebih cepat lagi ,keren " gumam Atha takjub , sedikit pun tak ada rasa kesal dihatinya melihat kesuksesan orang itu


Brruuummmmm......


Orang itu melakukan selebrasi dengan motor nya setelah berhasil melewati finis. Nampak semua orang bertanya-tanya tentang siapakah gerangan orang itu.


Saat orang itu hendak membuka helm nya ,nampak semua orang seakan menahan nafas serta menahan matanya agar tak berkedip.


Perlahan orang itu menyentuh helm dan membuka. Saat helm terbuka rambut panjang bergelombang langsung terurai indah. Sontak mata semua orang membelalak karena tak pernah menyangka jika orang itu adalah seorang gadis berparas cantik.


Atha pun terkesima melihat nya , reflek ia berucap,


"Masya Allah..........ulala......cantik nya ...."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2