
Teeeeeettt '
Jam pulang sekolah akhirnya tiba. Lia segera keluar dari dalam kelas,ia nampak ingin cepat-cepat sampai rumah. Tadi sebelum guru masuk,gadis itu menghubungi Nuri untuk memastikan nenek nya itu tidak sibuk. Beruntung Nuri memang tidak ada pekerjaan ,dan ia kini berada di rumah. Rencana nya Lia ingin berbicara langsung.
Sementara Raffa dan Atha,mereka harus menghadiri sebuah rapat keorganisasian siswa,atau yang lebih sering di sebut OSIS. Atha dan Raffa memang masuk anggota OSIS. Berbeda dengan Lia yang sedari awal menolak ikut organisasi tersebut.
"Buru-buru banget,mau kemana ?"tegur Chika menyapa nya
"Biasa,ada urusan urgent,aku duluan ya " Jawab Lia lalu berlalu meninggalkan Chika
"Apa hanya perasaan ku saja ya,kenapa rasanya mereka sedang menjauhi ku " Lirih Chika menatap punggung Lia yang menjauh
Perasaan seperti itu wajar ia rasakan,sebab ketika hatinya terasa sakit saat pria yang ia sukai justru menyukai gadis lain, ditambah semua teman nya tengah sibuk dengan urusan mereka ,membuat nya merasa terabaikan.
"Mbak Yuli ,ayok ikut aku pulang !" Ajak Lia dengan suara pelan ,ia berada tepat di samping Yuli,dengan seolah-olah sedang memperbaiki tali sepatu nya agar orang tak merasa curiga
"Ke mana ?" Tanya Yuli
"Ke rumah aku ,nanti mbak Yuli yang bicara pada nenek " Ucap Lia
"Terus dua cowok tampan tadi mana ? Mereka tak ikut ?" Tanya Yuli menanyakan Atha dan Raffa
"Kakak dan sepupu aku masih ada acara di sekolah" Sahut Lia lalu beranjak menuju mobil yang sudah menjemput nya. Yuli pun segera menyeret tubuh nya mengikutinya Lia
"Kan bisa ngilang,kenapa malah ngesot-ngesot begitu " lirih Lia ketika ia sudah berada di dalam mobil
"Kenapa non?" Tanya mang Dadang
"Enggak kok mang,bukan apa-apa" sahut Lia
"Owh "mang Dadang hanya mengangguk
Setelah Yuli masuk ,Lia pun meminta mang Dadang untuk segera melajukan mobil nya.
Mang dadang nampak mengendus-endus.
"Neng nyium bau amis gak ?" Tanya nya seraya melirik pada kaca spion yang tergantung di atas kepala nya
"Bau amis ? Enggak tuh " Jawab Lia bohong
"Tapi ini bau nya nyengat banget non,masa non gak nyium bau nya ?" tanya mang Dadang lagi
"Mamang salah nyium kali ,orang gak ada bau apa-apa juga " Ucap Lia lagi seraya melirik Yuli yang berada di bangku depan samping mang Dadang
"Masa iya hidung aku yang salah " lirih mang Dadang lalu melajukan mobil nya
Pada saat mobil yang ditumpangi Lia sudah jalan,sebuah mobil Ferarri keluaran terbaru berhenti tepat di depan gerbang. Bertepatan dengan Chika yang baru saja hendak keluar gerbang.
Chika pun menghentikan langkah nya karena orang di depan nya mendadak berhenti dan menghalangi jalan nya.
"Mobil bagus nih,pasti yang bawa nya juga keren "
"Iya,jadi penasaran " kedua orang yang di depan Chika nampak berbisik-bisik
Sadar jika orang yang dicarinya berada di sana,pengemudi Ferarri tersebut keluar dari dalam mobil. Dengan gerakan pelan ia pun mulai mengeluarkan kaki nya yang dibalut sepatu kets celana jeans biru.
Dua orang gadis yang sedari tadi berbisik nampak menganga melihat pria yang baru saja keluar dari Ferarri tersebut.
"Tuh kan keren banget " Mereka nampak blingsatan melihat ketampanan pria itu
Pria itu tersenyum narsis pada kedua gadis itu ,dengan gerakan slow motion pria berkacamata hitam itu melepas kacamatanya lalu menyimpan di kantung baju nya.
Pria itu menyugar rambut nya lalu berjalan dengan cool ke arah dia gadis itu.
"Aaaa....." Jeritan tertahan diiringi tubuh yang sedikit kelojotan atau dalam bahasa Sunda namah gugurubugan ,kedua gadis itu mendadak mimisan
Namun ketika pria itu sudah berada tepat di depan keduanya,kedua lengan pria itu menyingkirkan kedua gadis tersebut hingga mereka menyingkir.
__ADS_1
"Assalamualaikum "Ucap pria itu pada Chika yang kini terdiam di tempat nya
"Dia kan... " Batin Chika
"Assalamualaikum "Ucap pria itu lagi
"Eh, waalaikumsalam ustadz "Sahut Chika terkesiap
"Ustadz ?" Ucap kedua gadis tadi
"Ustadz mau menjemput Atha dan Raffa ?" Tanya Chika
"Tidak ! Aku datang sengaja untuk menjemput mu " Ucap Aman dengan memamerkan senyum nya sampai terlihat deretan giginya yang rapih dan bersih
"Menjemput ku? Kenapa ?" Tanya Chika terkejut sekaligus bingung
"Ada sesuatu yang ingin aku sampai kan pada mu,tapi kita bicarakan di rumah mu saja " Ucap Aman tersenyum mencurigakan
"Ayo lah ,Chika. Jangan kelamaan berfikir , aku udah izin papa mu untuk menjemput mu ,kalau tidak percaya coba kamu telpon dan tanyakan langsung " Aman merasa gemas karena Chika malah bengong
"Hah ? Masa sih, ustadz jangan bohong !"Chika nampak tak percaya
"Lah,buat apa bohong. Gak kok,aku gak bohong,aku kan ustadz mana mungkin bohong ,lagian bohong itu dosa,aku gak pernah bohong kadang-kadang " Cetus Aman dengan gaya selengean nya
"Gak pernah bohong kadang-kadang? Berarti sering bohong dong ?" Tanya Chika dengan kening berkerut
"Hehehe....gak lah,bercanda. Ayo pulang ,semua sudah menunggu " Ajak Aman seraya beranjak membuka kan pintu mobil
"Semua ? Siapa ?" Tanya Chika
"Nanti kamu juga tahu kok " Ucap aman lagi
Meski ragu , akhirnya Chika masuk ke mobil nya, sementara kedua gadis yang tadi nampak melongo melihat kepergian Ferarri tersebut.
Canggung.
Itu yang dirasakan Chika saat ini. Karena baru pertama kali nya ia berada satu mobil dengan seorang pria selain Raffa.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai. Nampak dua mobil sudah terparkir di depan rumah.
"Itu kan mobil papa, tumben jam segini udah ada di rumah, terus yang satu nya mobil siapa ?" Gumam Chika pelan
Aman tersenyum mendengar ucapan Chika."Mungkin tamu nya papa kamu " Ucap Aman
"Iya juga ya "
Keduanya pun turun."Ustadz ikut ke dalam juga ?" Tanya Chika
"Iya. Ada sesuatu yang harus di rundingkan bersama papa kamu ,dan kamu juga " Sahut Aman terus saja tersenyum
"Hah? Aku ,kenapa aku ?" Tanya Chika bingung
"Nanti juga tahu " Aman mengulum senyum lalu mempersilahkan Chika berjalan terlebih dahulu
"Assalamualaikum "ucap kedua nya
"Waalaikumsalam salam " Jawab semua orang
"Wah,ternyata aslinya sangat cantik,kamu memang tidak salah pilih calon istri "Ucap Sofy ,mama Aman
Deg'
"Calon istri?" Chika nampak terkejut mendengar nya
"Iya,sayang. Sini nak kenalkan nama Tante ,Tante Sofy,mama nya Aman "ucap Sofy seraya merangkul Chika yang termangu di tempat nya
"I... ini pasti salah faham ,aku dan ustadz Aman tidak ada hubungan apa-apa. Kenal juga baru,itu pun hanya sekilas "Ujar Chika gugup
__ADS_1
"Ustadz,tolong bantu jelaskan !" Ucap Chika memohon pada Aman
"Chika ,sayang. Ayo,duduk dulu,kita bicarakan baik-baik " Ucap Arjun
Chika pun duduk di samping papa nya."Ini,ada apa pah?"tanya Chika lirih
"Kedatangan nak Aman dan kedua orangtuanya ke mari itu untuk melamar kamu,sayang " Ucap Arjun
"APA ! MELAMAR ? TAPI AKU MASIH SEKOLAH PAH"Seru Chika terkejut
"Lagipula aku masih punya cita-cita yang ingin diraih ,apa kata orang kalau aku yang masih sekolah menikah. Aku bisa dikeluarkan dari sekolah pah " protes Chika menggebu
"Sabar nak, mereka memang ingin melamar ,tapi tidak menikah sekarang.Tapi nanti jika kamu susah lulus dan benar-benar siap,nak Aman mau menunggu mu " Ucap Arjun
"Keputusan ada di kamu,aku tidak memaksa, insyaallah aku ikhlas apapun keputusan mu " Ucap Aman benar-benar pasrah
Ia sadar jika dirinya terlalu cepat bertindak, tanpa melakukan pendekatan terlebih dahulu ,itu dikarenakan ia yang tidak ingin berdosa.Meski ia sendiri sadar jika sering khilaf memandangi Chika.
"Maaf,tapi ini terlalu mendadak ,aku belum siap menjawab nya " Lirih Chika pelan
Gadis itu bimbang dengan dirinya,satu sisi ia ingin move on,ia pernah berharap akan ada pria yang langsung melamar nya ,tapi ketika kini doa nya terkabul ia malah belum siap menjalin hubungan dengan pria lain.
"Kami mengerti,karena tak mudah untuk mengambil sebuah keputusan.Apalagi kamu masih muda.Benar kata Aman, keputusan ada di kamu, insyaallah apapun keputusan mu ,kami terima dengan lapang dada" Ucap Febri
"Mohon maaf kan anak kami yang terlalu lancang, sebagai orangtua sebenarnya kami sangat lah malu,apalagi gadis yang hendak kami lamar juga masih sekolah" Lanjut Febri lirih
"Tidak apa-apa pak,niat anda dan keluarga kan baik ,masa kami langsung menolak niat baik tersebut,tapi ya memang yang akan menjalani nya putri saya ,jadi keputusan saya serahkan pada putri saya" Ucap Arjun sopan
Di tempat lain,kini Lia sedang membantu Yuli berbicara pada Nuri tentang masalah nya.
"Jadi,kamu meminta bantuan ku untuk menolong majikan kamu?" Tanya Nuri,Yuli mengangguk
"Kenapa tidak meminta tolong untuk mencari pelaku tabrak lari yang menabrak kamu ?" Tanya Nuri
"Untuk apa ? Biarkan itu jadi tugas polisi,kalau aku minta bantuan anda,polisi jadi gak ada kerjaan dong " Sahut Yuli polos.
"Lagipula niat aku tadi nya juga mau minta nomor ponsel anda dari Bu Farida ,tapi di jalan malah ketabrak ,tapi...." Lanjut Yuli,namun ia menjeda ucapan nya
"Tapi kenapa ?" Tanya Nuri
"Sebelum ketabrak,ada hantu wanita yang,"
"Stop! Aku mengerti ,aku bisa lihat kejadian nya " ucap Nuri memotong kata-kata Yuli
Yuli terkesiap,"loh kan aku belum cerita " ucap Yuli heran
"Karena kamu belum tanu kemampuan nya " Ucap Wowo tiba-tiba
"Huaaaa.....setan gondrong !" Yuli terpekik kaget dan segera bersembunyi di balik kursi yang tak jauh dari nya
"Udah mbak,gak usah takut,dia udah jinak " ucap Lia
"Hey, sembarangan! Emang aku ini hewan apa,jinak...jinak ..." seru Wowo
"Hihihi....bercanda " Lia nyengir
"Loh,kok ?" Yuli nampak kaget karena Lia bisa melihat dan berbicara dengan genderuwo
"Kamu gak mau balas dendam?" Tanya Wowo penasaran
"Enggak ,balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah ,yang ada masalah malah jadi merembet kemana-mana " Jawab Yuli meski ia masih terkejut ,Nuri pun nampak menganggukkan kepala nya
"Baiklah ,malam ini antar aku ke rumah majikan mu !" Ucap Nuri menatap Yuli
"Benarkah ?" Tanya Yuli
"Iya "
__ADS_1
"Aku boleh ikut kan nek ?"
Bersambung....