Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 76


__ADS_3

Keesokan harinya


Raffa ,Lia juga Atha hendak berangkat ke sekolah. Hari ini orangtua Nuri akan kembali ke kampung.


"Jadi nanti malam neyut dan keyut udah gak nginep lagi di sini?" Tanya Lia


"Ya enggak lah, kami juga kan banyak pekerjaan juga di kampung ,nanti gimana dengan kerjaan neyut dan keyut kalau kamu kelamaan di sini" tutur Maryam


"Ya sudah neyut dan keyut hati-hati di jalan ya" ucap Lia


"Iya cantik "


Setelah berpamitan ketiga remaja itu pun berangkat , begitu pun dengan Maryam dan Maman yang diantar supir sampai ke kampung halaman.


Setelah sampai di sekolah ,ketiga nya segera berjalan menuju kelas. Saat berjalan di koridor Riki tiba-tiba menyapa.


"Selamat pagi " sapa nya


"Pagi juga pak " sahut Atha dan Raffa ,Lia hanya tersenyum tipis dan enggan menatap guru nya itu.


"Lia,nanti sebelum bel masuk kamu ke ruangan saya " ucap Riki


"Ada apa ya pak?"Tanya Lia seketika menoleh pada nya


"Hari ini saya tidak akan mengajar,ada keperluan nanti kamu saya beri kepercayaan untuk menyampaikan materi. Untuk lebih lengkap nya nanti saya jelaskan di ruangan saya " tutur Riki


"Kan masih ada guru lain yang pasti bisa menggantikan ketidak hadiran bapak ,kenapa mesti saya?" Tanya Lia nampak keberatan


"Karena saya percaya kamu bisa. Sudah lah jangan banyak protes,setelah ini saya tunggu di ruangan,saya tidak banyak waktu " Setelah mengatakan hal tersebut Riki pun pergi menuju ruangan nya sementara Lia hanya bisa merengut kesal


"Kenapa mesti aku sih " Gadis itu menghentakkan kaki nya


"Sudahlah ayo kita ke kelas " ajak Atha


Raffa merasa ada sesuatu ketika melihat tatapan Riki pada Lia terasa berbeda.

__ADS_1


"Hm.... sepertinya aku mencium sesuatu" gumam nya


"Tuan muda kepo " Cetus Ki Jamal


"Bukan kepo,tapi aku tuh curiga. Sepertinya ada sesuatu diantara mereka " ucap nya pelan


"Raffa,kamu bicara sama siapa ?" tanya salah satu teman sekolah nya


"Sama Atha dan Lia lah,siapa lagi memang nya " sahut nya yang belum ngeh jika kedua saudara nya sudah pergi


"Mana ? Orang daritadi kamu sendirian kok "


"Lah,iya. Mereka kemana,yah elah malah pada ninggalin " lirih Raffa berkacak pinggang


Di ruangan nya Riki nampak memainkan pulpen nya ,ia tengah menunggu kedatangan Lia.


"Kira-kira dia datang gak ya " gumam nya. Beberapa saat kemudian pintu ruangan nya diketuk


Tok tok tok


"Permisi" Seketika Riki pun lemas karena yang datang tak hanya Lia ,tapi ada Atha juga di sana


Rupanya Lia sengaja mengajak Atha ikut karena tak ingin berduaan dengan guru nya itu. Ia masih merasa kesal dan sakit hati pada nya.


"Silahkan duduk " Ucap Riki


"Baik pak " Ucap Lia diikuti Atha duduk di kursi berhadapan dengan Riki


"Jadi gini,untuk satu Minggu ke depan seperti nya saya tidak akan datang mengajar,dikarenakan ada sesuatu yang harus saya kerjakan"


Sontak saja Lia yang tadi menunduk kini mengangkat kepala menatap guru nya.


"Maka dari itu saya ingin meminta kamu untuk menyampaikan materi-materi pembelajaran,untuk tugas nya isi semua lembar portofolio,nanti jika saya sudah kembali baru kumpulkan,dan ini materi-materi nya kamu pelajari "Tambah Riki seraya memberikan beberapa lembar kertas yang sudah di beri penjepit.


"Memang nya bapak mau kemana ?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur begitu saja tanpa disadari Lia

__ADS_1


Riki tersenyum,kemudian berkata " Ada masalah pribadi yang harus segera diselesaikan" Ucap nya


Seketika Lia terdiam,Atha lalu menyenggol pelan adik nya itu. "Ya sudah kalau begitu kami pamit pak,permisi " ucap Atha lalu mengajak adik nya beranjak


"iya ,tolong pelajari dulu materi nya ya,Lia " Ucap Riki sebelum Lia benar-benar keluar dari ruangan nya


"Baik pak "sahut Lia


"Huuuuuffftt" Riki menghela nafas nya


"Padahal kalau dia datang sendiri aku akan langsung ungkapin perasaan aku,mana aku satu Minggu lebih gak bakal masuk lagi,pasti aku akan kangen banget pada nya " gumam nya lirih


Di saat itu sebuah notifikasi pesan tiba-tiba masuk ke ponsel nya.


"Ck,mau apa lagi sih dia ,belum puas juga rupanya,apa yang dia inginkan sudah aku berikan,kenapa dia masih menuntut rumah juga ,itu kan satu-satunya peninggalan papa untuk mama " geram nya pada saudara satu ayah nya yang usianya hanya terpaut dua tahun lebih muda darinya


"Aku sudah cukup mengalah sudah merelakan perusahaan pada nya ,dan dia masih mengincar rumah mama,tak akan aku biarkan " geram nya


Riki memang sudah memberikan perusahaan yang sudah diwariskan kepada nya pada adik seayah nya itu. Bukan karena ia seorang yang pengecut,hanya saja ia lebih memikirkan nasib sang ibu yang terancam keselamatannya jika Riki menolak memberikan perusahaan tersebut. Meski perusahaan sudah atas nama Ferro adik nya ,dan posisi CEO sudah berganti pada Ferro ,tapi Riki masih memiliki saham 70 % di sana tanpa sepengetahuan Ferro ,karena nama nya sengaja ia samarkan ,dan hanya orang-orang kepercayaannya saja yang mengetahui.


Setelah membaca pesan tersebut, Riki pun segera pergi meninggalkan sekolah. Sementara di dalam kelas Lia menjadi kefikiran dengan ucapan Riki yang mengatakan tak akan datang selama satu Minggu lebih.


"Kira-kira masalah pribadinya apa ya? Apa jangan-jangan pak Riki sedang mempersiapkan pernikahannya dia kan sudah punya calon nya " batin Lia nelangsa


Sementara itu di tempat lain.


"Hahaha.....Riki.... Riki.....jangan harap setelah aku mendapatkan perusahaan aku tak akan lagi mengganggu mu. Justru aku selalu ingin membuat mu juga ibumu menderita,aku tak akan membiarkan mu bahagia meski hanya sesaat " Ucap Ferro setelah mengirim pesan kepada Riki


Ferro selalu merasa iri dengan apa yang didapatkan Riki. Ia menganggap papa nya lebih menyayangi Riki dan istri pertama papa nya ketimbang ia dan ibu nya. Padahal apa yang didapatkan Riki memang sudah menjadi hak Riki karena ia yang merupakan anak dari istri sah papa nya, sementara ibu nya hanya istri siri. Meski ibunya sering memperingatkan Ferro ,tapi ia tak mau mendengar nya,ia menganggap ibunya terlalu bodoh karena tak menuntut apapun pada mendiang suami nya ketika masih hidup.Bahkan sampai papa nya sudah meninggal pun ibunya tak pernah meminta apapun.


Saat itu Ferro menghubungi seseorang,"Cepat selidiki dia cari tahu siapa perempuan yang tengah dekat dengan nya " Setelah mengucap kan itu Ferro pun mengakhiri panggilan nya begitu saja


"Kamu lihat saja Riki,akan aku pastikan aku akan merebut apapun yang kamu miliki" Ferro menyeringai lalu meraih gelas berleher tinggi lalu menggoyang-goyangkan gelas tersebut hingga isi di dalam gelas tersebut ikut bergoyang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2